7

Seperti yang Ana mau, akhirnya Regis mau membalikan dirinya alat serta bahan untuk buat cake, Ana sangat senang melihat bahan yang dulu dia impian sekarang bisa dia punya sendiri dengan sangat lengkap.

Akhirnya aku bisa menjalankan usaha ku sendiri.

Ana menaruh semua bahan itu dimeja masak dengan rapi, semua bahan sudah lengkap begitu juga dengan alatnya, hanya tinggal tunggu diolah saja maka makanan yang diimpikan banyak orang akan terwujud.

Waktu itu sebelum Ana ada di dunia ini, dirinya pernah bekerja disebuah pabrik roti yang ada di kota tepat dia tinggal, dirinya bekerja di pabrik roti agar bisa mendapat uang tambahan untuk membayar SPP kuliahnya, 3 tahun bekerja di pabrik roti membuat Ana tau bahan apa saja yang akan dia gunakan untuk membuat roti menjadi kesukaan banyak orang.

Dari kurun waktu yang tidak sebentar itu, Ana sudah bisa membuat banyak bentuk roti dari berbagai jenis, termasuk dengan cake ulang tahun.

"Baik! Mari kita mulai!" Pekik Ana setelah dirinya selesai memakai celemek.

Ana mulai bermain dengan bahan kue tersebut tangannya dengan lincah langsung mencampurkan beberapa bahan kue ke dalam tempat adonan.

Waktu terus berjalan hingga malam hari, bersamaan dengan cake buatan Ana yang sudah masak, dengan penuh kehati-hatian Ana mengeluarkan kue itu ke dari dalam open, sebuah aroma yang begitu khas keluar dari open, membuat Luna yang tadi ingin ke dapur langsung menghentikan langkahnya.

"Hmmm wangi sekali," seru Luna menghirup aroma yang begitu enak.

Luna masuk ke dalam dapur, dirinya terkejut saat melihat Ana yang sudah selesai memasak cake.

"Teri... Apa ini kau yang buat?" tanya Luna tak percaya.

"Iya, ibu mau coba?" tanya Ana, Luna dengan cepat langsung menganggukkan kepalanya.

Ana langsung memberikan cake itu pada Luna, cake yang dia buat ini sangat terkenal dikalangan anak muda tempat dirinya tinggal, dan nama kue ini biasanya dikenal dengan sebutan Roll cake.

Dan kue ini biasanya akan dipesan jika ada acara formal atau pun normal, selain mudah untuk dibuat cake ini juga banyak digemari orang.

"Bagaimana rasanya bu?" tanya Ana.

"Enak! Hmmm ini enak sekali, Teri kau hebat sekali membuatnya, ibu tidak sangka kau bisa membuat cake seenak ini."

"Syukurlah jika ibu senang dengan cake yang saya buat," balas Ana tersenyum.

"Kalo begitu saya akan memberikan cake ini pada ayah juga."

"Ya berikanlah, ibu akan segera menyusul setelah selesai membuat makan malam."

"Baik ibu."

Setelah berkata seperti itu, Ana langsung pergi dari hadapan Luna dengan membawa kue hasil buatannya pada Regis.

...~*~...

Tok

Tok

Tok

"Ayah ini saya, Teri."

"Silahkan masuk."

Setelah dizinkan masuk oleh Regis, Ana dengan pelan langsung membuka pintu ruang kerja Regis, Ana tersenyum saat melihat Regis yang masih sibuk menyelesaikan banyak pekerjaannya.

"Ayah, saya membawakan cake hasil buatan saya, apakah ayah mau mencobanya?" tanya Ana yang sudah menaruh nampan berisi cake ke atas meja.

Regis menatap cake itu dengan alis terangkat, kue yang dibawa oleh Ana terlihat cantik dan begitu sempurna, ada rasa tidak percaya jika cake itu dibuat oleh putrinya.

Mengingat bahwa Teri anaknya tidak pernah sekali pun menyentuh dapur ataupun membuat makanan seperti cake.

"Apa ayah tidak mau mencobanya?" tanya Ana dengan wajah yang memelas.

Deg!

Regis langsung dibuat terkejut dengan wajah anaknya yang seperti seekor anjing, dengan membuang nafas kasar Regis langsung beranjak dari kursinya dan berjalan menghampiri Ana.

"Silahkan dicoba ayah, saya membuatnya dengan penuh kasih sayang," ucap Ana memberikan sepotong cake itu pada Regis.

Dengan tidak yakin Regis langsung menerima cake buatan Ana, saat satu potongan cake itu masuk ke dalam mulutnya, mata Regis terasa ingin terbuka karena merasa tidak percaya bahwa cake ini buatan putrinya.

"Bagaimana ayah apa rasanya enak?"

Regis tidak mau jujur jika cake ini memang enak, tapi mau bagaimana lagi air matanya sampai ingin keluar karena merasakan betapa enaknya kue ini.

Ini adalah kue terenak yang pernah dia coba, teksturnya begitu lembut dan rasanya tidak begitu manis, Regis sangat menyukai kue ini.

"Rasanya.... Rasanya seperti cake biasa yang banyak di jual," bibir Regis langsung bergetar kaku ketika dia selesai berbicara.

Tidak itu bohong! Mana ada cake seenak ini dijual di toko kue.

Regis seperti ingin menangis, karena tidak mau memberitahu pada Ana bahwa cake buatannya begitu enak.

"Benarkah?" ada nada yang penuh kekecewaan keluar dari bibir Ana.

"Saya pikir cake yang saya buat sudah layak untuk dijual."

"Apa?" tanya Regis mengulang.

Ana kembali menatap wajah Regis, "Sebenarnya saya berniat ingin menjual cake hasil buatan saya ini ke orang-orang, setelah cake ini laku saya akan mencoba membuat variasi lain dari cake ini."

Brak!

Pintu ruang kerja Regis terbuka, Luna masuk ke dalam dengan membawa banyak cake sisa buatan Ana.

"Apa kau sudah mencoba cake buatan Teri?" tanya Luna menaruh cake itu ke atas meja.

"Ibu kata ayah, rasanya biasa saja, sepertinya cake buatan saya belum layak untuk dijual."

"Apa?"

Luna langsung menatap Regis yang terlihat sedang membuang muka, terlihat sekali pada wajah Regis bahwa dia tidak mau jujur kepada anaknya.

"Ck... Tidak usah didengar nak, ayah mu memang seperti itu, begini saja bagaimana jika kita coba jual ini sepotong pada masyarakat kalangan bawah, jika memang laku kita bisa melanjutkan usaha ini?"

"Wah... Pemikiran ibu bagus juga, baiklah mari kita coba jual kue ini di festival."

"Festival?" tanya Regis tiba-tiba.

"Iya Festival bukankah malam ini, ada festival perayaan ulangan tahun kekaisaran?" balas Ana.

"Kau mau coba menjualnya?" tanya Regis tidak yakin.

Dengan cepat Ana langsung menganggukkan kepalanya, "Iya karena saya sudah banyak buat cake ini untuk dijual."

Sebegitu semangatnya dia untuk membuka usaha!

...~*~...

Disisi lain seorang pria berambut hitam berlari dengan sangat kencang saat dirinya mendengar ada seorang perempuan berteriak.

Dengan gerakan yang gesit badan pria itu mampu melewati ramainya orang-orang yang sedang berlalu-lalang menikmati festival malam itu.

Brak!

Sebuah gerobak datang menghampirinya dengan cepat dia menghindar dari gerobak itu, dan kembali mengejar pria yang merupakan pencopet.

Disisi lain Ana yang saat itu telah selesai berjualan dibuat kaget dengan keributan yang telah terjadi.

Mata Ana langsung terbuka lebar saat melihat seorang pria berlari dengan sangat kencang sambil membawa tas perempuan.

Apa dia pencopet?

"BERHENTI KAU!"

Melihat ada pria lain yang mengejar pria itu, Ana dengan cepat bisa tau bahwa pria yang dikerja itu memang pencopet, dengan sigap Ana langsung mengambil posisi berdiri di tengah-tengah kerumunan, yang membuat pria itu dari jauh sudah berteriak ke pada Ana agar dirinya menjauh.

Namun Ana tidak mau menjauh dan terus menunggu pria itu datang mendekatinya, saat pria itu mulai mendekat, Ana dengan kuat langsung memukul kepala pria itu dengan keranjang yang dia bawa.

Brak!

"Agh!"

Pria itu terjatuh bersamaan dengan keranjang miliknya yang ikut rusak, melihat itu Ana langsung dibuat shock saat melihat keranjang jualannya rusak padahal dirinya baru saja membeli keranjang ini.

Ibu pasti marah.

Tidak lama kemudian pria yang tadi mengejar pria itu datang bersamaan dengan beberapa prajurit Kekaisaran.

Pencopet itu langsung ditangkap dengan tangannya yang diikat, Ana terdiam menatap pria itu yang sedang mengikat tangan pencopet itu.

Setelah tangan pencopet itu diikat, pria itu langsung menatap Ana untuk mengucapkan terima kasih.

"Ah... Terima kasih no-"

Deg!

Jantung Ana langsung berdetak sangat kencang, matanya langsung terbuka lebar mengetahui siapa pria yang ada dihadapannya.

Sial, kenapa aku harus dipertemukan dengan pria ini.

TBC

Terpopuler

Comments

Mimi Coco

Mimi Coco

lebih baik gunakan kata aku Thor KLO saya itu dia katanya lebih kaku

2022-10-03

1

Anggun Desriana

Anggun Desriana

lanjut thor ceritanya, ceritanya bagus banget

2022-06-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!