BAB 19

Hujan turun deras tepat setelah Keenan dan Kinanti selesai makan malam, cuaca seperti ini memang paling enak untuk tidur. 

Kinanti sudah bergulung di bawah selimut, sementara Ken harus menyelesaikan pekerjaan nya diruang tamu.

"Astaga kenapa banyak sekali." Gumam Keenan menatap layar laptop bergantian dengan kertas di tangannya.

Suara pertemuan deretan huruf keyboard dan jari Ken menjadi suara yang saling bersahutan dengan hujan di malam itu, kilatan petir sesekali terlihat namun tak mengeluarkan suara guntur nya.

Dikamar, kilat petir lebih terlihat karena cahaya lampu yang temaram. Bayangan dari luar kamar tercetak jelas di wajah seorang wanita yang pulas dengan tidurnya.

Keringat membasahi kening Kinanti padahal ac kamar menyala di tambah lagi cuaca hujan di luar, tetapi itu semua tak membuat Kinanti berhenti berkeringat.

"Ayah…."

"Nak, kemarilah."

"Ayah, aku ingin melihat bulan."

"Tidak ada bulan jika cuaca nya hujan, hahaha."

"Ayah Awas!!!!"

"KEN?!!!!" teriak Kinanti terbangun dari tidurnya.

Nafas Kinanti naik turun, ia mengusap kepalanya yang teras sakit. Tak beberapa lama Ken datang dan langsung duduk di sebelahnya.

"Kinan, ada apa?" tanya Keenan melihat wajah istrinya yang begitu tegang.

"Ken, aku bermimpi buruk." Jawab Kinanti terisak.

"Itu hanya mimpi, Kinan. Tidak perlu takut," tutur Ken mengusap surai hitam milik Kinanti.

"Mimpi itu seperti nyata, Ken. Kamu dan aku mengalami kecelakaan, tetapi kita berada di mobil yang berbeda." Jelas Kinanti masih terisak.

Jantung Ken berpacu dengan cepat, apa yang Kinanti katakan tadi memang bukan mimpi melainkan kenyataan.

Ken menarik Kinanti ke dalam pelukannya, ia usap punggung Kinanti dengan lembut.

"Jangan takut, aku disini. Kita bersama, itu hanya mimpi yang tidak perlu dianggap nyata, hmm?" tutur Keenan seraya memberikan kecupan di kepala Kinanti.

Kinanti menganggukkan kepalanya, ia berusaha untuk tidak peduli dengan mimpi yang terlihat begitu nyata. Dalam mimpi ia hanya melihat dirinya dan Ken, juga suara suara orang yang berbincang dan bercanda ria.

"Aku memanggil seseorang dengan sebutan 'ayah'. Apa itu artinya aku merindukan ayahku?" tanya Kinanti mendongak menatap wajah Keenan.

"Tentu, kamu pasti merindukan ayahmu." Jawab Keenan pelan.

"Kamu dimana, kenapa tidak ada di kamar?" tanya Kinanti masih menatap Ken di tengah kegelapan.

"Aku di ruang tamu, pekerjaanku belum selesai." Jawab Ken berniat melepaskan pelukan Kinanti namun ditahan oleh nya.

"Jangan pergi," pinta Kinanti lirih.

"Aku hanya ke ruang tamu, ada pekerjaan yang harus aku kerjakan." Balas Ken pelan.

Kinanti menggelengkan kepalanya membuat Ken harus ekstra sabar menghadapi istrinya ini.

"Aku akan menemani mu sampai tidur." Celetuk Keenan membaringkan Kinanti di ranjang.

"Jangan pergi sebelum aku tidur," bisik Kinanti dibalas deheman kecil oleh Keenan.

Kinanti membaringkan kepalanya di dada Ken dan memeluk tubuh kekar Ken dengan erat.

Ken merasa sedikit tidak nyaman, ia berusaha melonggarkan pelukan Kinanti namun hal itu justru membuat Kinanti semakin mengeratkan pelukan nya.

"Tidur Kinanti," suruh Keenan melihat Kinanti tak kunjung memejamkan matanya.

"Tidak bisa." Balas Kinanti di selingi dengan senyuman yang tidak bisa di lihat Ken.

"Kalau begitu lepaskan, aku mau mengerjakan tugasku." Pinta Ken sedikit meninggikan suaranya.

"Tugas mu padaku kapan kamu kerjakan?" tanya Kinanti ambigu.

"Maksudmu?" tanya Ken tak paham.

"Nafkah ku, Ken." Jawab Kinanti malu malu.

Ken menghela nafas, ia membuka laci nakas di sebelah tempat tidur kemudian mengambil dompet hitam milik nya.

"Pakai sesuai kebutuhan," tutur Ken memberikan kartu kredit milik nya.

"Nafkah batin ku, Ken." Pungkas Kinanti menatap Keenan yang terdiam.

W.O.W😎😂😂

BERSAMBUNG..........

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

ya ampun pak Harun anakmu ini loh, kaku bener

2024-02-17

1

Lauren

Lauren

tumben kucing nolak ikan🐱🐱🐱

2022-03-14

0

Kasmawati S. Smaroni

Kasmawati S. Smaroni

biasanya seorang suami yg minta nafkah bathin😄😄😄😄

2021-12-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!