Hari ini adalah hari terakhir Kinanti berada di rumah sakit setelah satu bulan lebih berada disana. Ia sudah begitu bersiap untuk pulang dan tentu semuanya dibantu oleh Ken dan juga Kiara.
"Sudah, Kak. Sekarang waktunya kita untuk pulang," ucap Kiara setelah semuanya beres.
"Terima kasih banyak ya, Kia." Ujar Kinanti tersenyum hangat.
"Sama sama Kakak, sekarang kita hanya tinggal menunggu kak Ken selesai mengurus administrasi." Balas Kiara ramah.
Tak beberapa lama, Ken datang setelah mengurus administrasi di kasir.
"Apa sudah selesai?" tanya Keenan menatap Kiara dan Kinanti bergantian.
"Sudah, sekarang waktunya kita pulang karena papa dan mama sudah menunggu," jawab Kiara bersemangat.
Keenan mengangguk, ia kemudian mengambil posisi di belakang kursi roda Kinanti kemudian mendorong nya pelan keluar dari rawat Kinanti, sementara Kiara membawa tas yang tidak terlalu besar berisi pakaian Kinanti.
Sambil mendorong kursi roda, Keenan tak henti memandang belakang tubuh Kinanti yang juga terdapat luka. Inilah perjalanan nya, keluar dari rumah sakit dan berjanji akan bertanggungjawab atas kesalahannya pada gadis di depannya ini.
"Keenan, ini adalah tanggungjawab mu. Menjaga Kinanti seperti yang diminta oleh mendiang ayahnya, kau harus menerimanya Ken, meskipun berat rasanya." Batin Keenan menatap nanar kearah Kinanti.
***
Keenan dan Kinanti keluar dari dalam mobil kemudian menyusul Kiara yang sudah masuk duluan ke dalam rumah, di sana kedua orangtuanya sudah menunggu kedatangan mereka dengan tangan terbuka lebar.
"Kinanti, selamat datang." Sambut Sandra dengan senyuman lebar yang menghiasi wajah cantik wanita dua anak itu.
"Terima kasih, Tante." ucap Kinanti kemudian memeluk tubuh Sandra pelan.
"Kinanti pasti lelah, lebih baik biarkan dia istirahat lebih dulu." Ucap Harun pada istri dan anak anaknya.
"Ken, bawa Kinanti ke kamar Kiara ya." Tutur Sandra diangguki oleh Keenan.
Karena kamar Kiara ada dilantai dua, mau tidak mau Ken harus menggendong Kinanti keatas. Kinanti melingkarkan tangannya di leher Ken dengan tatapan kagum mengarah pada pria itu.
"Ken, bagaimana kita bisa bertemu?" tanya Kinanti tanpa sadar.
"Apa?" tanya Keenan menatap mata Kinanti sebentar kemudian mengalihkannya.
"Tidak, lupakan saja." Jawab Kinanti menggeleng cepat.
"Baiklah," balas Ken kemudian membawa Kinanti masuk ke dalam kamar Kiara.
Keenan merebahkan tubuh Kinanti pelan di ranjang Queen size milik Kiara, ia menarik selimut sampai menutupi perut Kinanti kemudian berniat untuk pergi tetapi Kinanti memegang tangan nya.
"Ada apa?" tanya Keenan menatap tangan Kinanti yang memegang pergelangan tangannya.
"Terimakasih, aku tahu sudah terlalu banyak berterimakasih sama kamu, tapi sungguh semua itu tidaklah cukup. Ken, aku tidak tahu akan seperti apa hidupku jika tidak bertemu kamu, sekali lagi aku ucapkan terimakasih." Ujar Kinanti dengan tulus.
"Sama sama dan tolong maafkan aku." Balas Keenan kemudian pergi dari kamar itu meninggalkan Kinanti yang bertanya-tanya dengan ucapan maaf dari nya.
Keenan melangkahkan kakinya menuruni satu persatu anak tangga, ia bisa melihat dari anak tangga terakhir bahwa kedua orangtuanya sudah menunggu dirinya di ruang tamu bersama Kiara juga.
Ken berjalan kearah ruang tamu, ia duduk di sebrang mama dan papa nya yang langsung menatapnya dengan tatapan bertanya-tanya.
"Mba Mina, tolong buatkan aku segelas jus jeruk ya." Ucap Keenan pada asisten rumah tangga dirumahnya yang saat itu sedang membersihkan meja.
"Baik, den." Balasnya kemudian segera pergi.
"Ken, papa dan mama sudah memutuskan bahwa pernikahan kalian akan di gelar 2 Minggu dari sekarang." Ucap Harun to the point.
"Apa?! papa bukankah itu terlalu cepat?" tanya Keenan terkejut bahkan sampai bangkit dari duduknya.
"Ken, duduk. Apa begini mama mengajari kamu bicara pada orang yang lebih tua?" tanya Sandra dengan tegas.
"Tapi, Ma..."
"Duduk, Ken." Potong Sandra ketika Keenan ingin memprotesnya.
"Kakak duduklah." Pinta Kiara menarik tangan Keenan pelan.
Ken akhirnya kembali duduk, ia membuang nafasnya kasar dan memilih untuk diam daripada harus membuat sang mama kembali memarahinya.
"Lebih cepat itu lebih baik, Ken. Papa dan mama sudah mengatur segalanya dan kamu hanya perlu datang ke pelaminan," tukas Harun menatap putranya tegas.
"Iya, Pa. Baiklah," balas Keenan pelan.
"Katakan pada Kinanti jika rencana pernikahan kalian ini memang sudah lama di lakukan, namun karena kecelakaan yang membuatnya koma selama hampir 1 bulan kalian harus menundanya." Pinta Sandra menjelaskan.
"Iya, Ma. Aku mengerti," balas Keenan menerima meskipun ada perasaan berat yang menghantam dadanya.
KEENAN BUKALAH HATIMU........ BUKALAH SEDIKIT UNTUKKU EH UNTUK KINANTI MAKSUDNYA 😫
BERSAMBUNG................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Ainieee
keen dh trima aj kinanati nnti jg bucin hehe
2022-07-29
0
Rara_Octa
armada 😬
2022-05-11
0
Arik Purwaningsih
yang ikhlas donk ken
2021-10-23
0