BAB 5

Rintikan air hujan menemani acara pemakaman pak Toni, payung payung hitam terlihat mendominasi seakan melindungi jalan pak Toni menuju surga.

Di sisi kanan makan, Ken terduduk di kursi rodanya sambil terus menatap pusara orang yang tiada karena dirinya.

Perasaan bersalah terasa semakin besar, melihat batu nisan bertuliskan nama serta orangtua dari pak Toni. Terlebih lagi ketika seorang ayah harus meninggalkan putrinya yang bahkan sampai saat ini belum mengetahui jika ayah nya telah tiada.

"Hiks...hiks...maafkan saya, Pak." Lirih Ken seraya mengusap batu nisan berwarna putih itu.

"Kita pulang ya, Ken. Kita harus menunggu sampai putri mendiang pak Toni sadarkan diri," ajak Sandra mengusap bahu putranya.

Kia mendorong kursi roda sang kakak menjauhi area pemakaman, rasa sedih juga menyelimuti hati gadis itu mengingat semua kejadian ini. Kecelakaan yang tidak pernah mereka inginkan apalagi sampai memakan korban jiwa.

Berminggu-minggu telah berlalu tetapi putri pak Toni masih belum sadarkan diri, baik Sandra, Harun dan juga Ken terus saja bolak balik rumah sakit untuk melihat perkembangan putri mendiang pak Toni.

Selama itu pula Keenan mencari identitas keluarga pak Toni termasuk putrinya, berdasarkan laporan para orang suruhan sang papa, Pak Toni hanya seorang pengusaha kecil kecilan yang tinggal di bagian pinggir kota Jakarta. Mendiang pak Toni hanya tinggal dengan putrinya semenjak istri beliau meninggal 2 tahun lalu.

Identitas putri pak Toni juga di temukan, namanya Kinanti. Seorang gadis yang dikenal begitu cantik dan sopan oleh warga sekitar rumahnya, ia bekerja di salah satu minimarket disekitar sana.

"Dok, bagaimana keadaan Kinanti?" tanya Keenan menatap dokter yang baru saja keluar dari ruang rawat.

"Untuk saat ini kami masih harus menunggu sampai beliau sadar, dan akan melewati pemeriksaan lebih lanjut." Jawab dokter seraya membenarkan kacamata yang bertengger di pangkal hidungnya.

"Dia bisa selamat kan, dok?" tanya Ken pelan.

"Sabar, Pak. Kita serahkan semuanya pada yang di Atas," jawab dokter kemudian pergi meninggalkan Keenan sendiri.

Keenan melangkahkan kakinya mendekati pintu kamar rawat, dari celah lingkaran yang terdapat di pintu dapat ia lihat seorang gadis yang terbaring lemah di atas bangsal.

Menatap wajah gadis itu membuat Keenan selalu teringat ucapan terakhir mendiang pak Toni yang memintanya untuk menjaga Kinanti, dengan senang hati Ken akan menjaga Kinanti sama seperti dirinya menjaga Kiara.

Sore hari Keenan kembali dari rumah sakit, ia di sambut oleh panggilan sang mama yang sudah menunggunya di ruang tamu.

"Ken, duduklah. Mama mau bicara," pinta Sandra menepuk sofa di sebelahnya.

"Ada apa, Ma?" tanya Ken setelah duduk di sebelah sang mama.

"Bagaimana keadaan Kinanti? apa sudah ada perkembangan?" tanya Sandra pelan.

"Belum, Ma. Sampai sekarang dokter pun belum bisa memberikan keterangan, kita harus menunggu sampai Kinanti sadar." Jawab Ken menghela nafasnya berat.

"Kamu ingat pesan mendiang pak Toni?" tanya Sandra tiba tiba.

"Ingat, Ma. Kenapa?" tanya Ken balik.

"Tidak, mama hanya takut kamu melupakan permintaan terakhir dari mendiang pak Toni." Jawab Sandra tersenyum lembut.

"Ingat, Ken. Wasiat orang yang sudah meninggal wajib hukumnya untuk kita penuhi, terlepas dari itu kamu juga harus bertanggungjawab sepenuhnya pada Kinanti yang kini hanya sebatang kara," lanjut Sandra seraya mengusap kepala putranya.

"Aku tahu, Ma. Aku pasti akan menjaga Kinanti dengan baik," balas Ken manggut-manggut.

"Ya sudah, mandi dan bersiap untuk makan malam ya. Jangan lupa ajak adikmu, anak itu sangat sulit disuruh makan," ujar Sandra di jawab anggukkan sekaligus ibu jari oleh Ken.

"Siap, mama ku cantik." Celetuk Ken kemudian pergi sebelum terkena jitakan dari sang mama.

LUNAS 3 BAB YA😉

BERSAMBUNG................

Terpopuler

Comments

Arik Purwaningsih

Arik Purwaningsih

next

2021-10-23

0

Dwi setya Iriana

Dwi setya Iriana

lanjut sayang

2021-09-07

0

Elvis bawangung

Elvis bawangung

sdh trliht satu iktan😊

2021-08-15

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!