BAB 14

Keesokan harinya Kinanti bangun terlambat, ketika ia membuka mata Ken sudah tidak ada di sebelahnya.

Kinanti bergegas keluar dari kamar ketika sudah rapi, ia melihat Ken sedang menikmati secangkir kopi sambil memainkan ponselnya.

"Maafkan aku karena bangun terlambat." Ucap Kinanti langsung.

Ken mendongakkan kepalanya, ia melihat Kinanti dengan tatapan biasa kemudian kembali fokus pada ponselnya.

"Kamu udah sarapan?" tanya Kinanti duduk di sebelah Ken.

"Belum," jawab Ken tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.

"Baiklah aku akan buatkan sarapan, tunggu sebentar ya." Ujar Kinanti kemudian beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur untuk memasak sarapan.

Kinanti memasak nasi goreng, karena hari ini mereka baru akan berbelanja jadi kebutuhan rumah masih belum terpenuhi. Hanya butuh waktu 15 menit untuk membuat nasi goreng dua porsi, ia meletakkannya di meja setelah itu barulah dirinya memanggil Ken.

"Ken, sarapannya sudah matang. Ayo," ajak Kinanti namun Keenan menggelengkan kepalanya.

"Papa memintaku datang ke kantor, aku harus pergi sekarang." Tolak Ken seraya memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.

"Kau sarapan sendiri saja dan istirahatlah," lanjut Ken kemudian pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya.

Kinanti mengekor di belakang Keenan, ia ikut masuk ke dalam kamar, berniat untuk membantu suaminya itu bersiap.

"Biar aku yang siapkan," ucap Kinanti seraya mengambil setelan jas berwana biru langit dan memberikannya pada Keenan.

"Aku harus mengganti pakaian, kau keluar dulu." Pinta Ken dingin.

Kinanti terdiam, apakah suami istri harus keluar ketika mereka berganti pakaian? meskipun merasa bingung, akhirnya ia pergi meninggalkan Keenan yang tidak ingin berganti pakaian di depannya.

***

Kinanti menatap keluar jendela rumahnya, ia sedang memikirkan perubahan sikap Keenan dari sebelum mereka menikah. Sejak semalam ia merasa jika Keenan berusaha menghindari nya dan itu tentu menjadi pertanyaan besar dalam benak Kinanti.

"Sebenarnya ada apa denganmu, Ken?" gumam Kinanti membuang nafasnya pelan.

Suara bel membuyarkan lamunan Kinanti, ia mengusap wajah nya kemudian pergi untuk membukakan pintu.

"Mama!" seru Kinanti bahagia karena mendapati ibu mertuanya datang berkunjung.

"Masuklah, Ma." Tutur Kinanti mempersilahkan.

"Bagiamana hari pertama tinggal bersama Ken? dia tidak merepotkan mu 'kan?" tanya Sandra seraya mendudukkan bokongnya di sofa.

"Tentu tidak, Ma. Aku juga senang bisa tinggal berdua dengannya, aku bisa mengurus Ken sendiri sebagai seorang istri." Jawab Kinanti tersenyum.

"Mama boleh tanya sesuatu?" tanya Sandra tiba tiba.

"Silahkan, Ma." Jawab Kinanti menganggukkan kepalanya.

"Ingatanmu hilang, perasaanmu pada Ken juga mungkin menghilang. Tetapi, apa sekarang kamu sudah kembali mencintai Ken?" tanya Sandra serius.

"Mama, bahkan aku jatuh cinta pada Ken sejak pertama melihatnya di rumah sakit waktu itu. Aku tidak tahu sebesar apa dulu aku mencintai Ken, tetapi yang aku tahu sekarang adalah cintaku sangat besar padanya." Jawab Kinanti jujur.

Sandra merasa ingin menangis ketika mengingat mereka telah membohongi gadis baik dan tulus seperti Kinanti, ungkapan cinta terhadap Ken barusan membuat Sandra semakin ingin menangis. Ken tidak mencintai istrinya, ia hanya berpura pura saja untuk itu.

"Mama kenapa?" tanya Kinanti melihat mata Sandra berkaca-kaca.

"Mama gak apa apa." Jawab Sandra serak seraya mengusap kepala menantunya.

"Ken tadi telepon mama, katanya kebutuhan di rumah habis jadi mama datang untuk menemani kamu berbelanja." Ucap Sandra memberitahu tujuannya datang.

"Iya, Ma. Aku ganti baju dulu ya," sahut Kinanti dijawab anggukan oleh Sandra.

Kinanti bergegas ke kamar untuk mengganti pakaiannya. Sementara Sandra, ia menatap punggung Kinanti yang sudah hilang dibalik pintu, ada rasa takut hinggap di hati ibu itu ketika memikirkan apa yang terjadi bila Kinanti mengetahui kebenarannya.

"Semoga saja Kinanti akan memaafkan kami semua," lirih Sandra mengusap sudut matanya yang hampir mengeluarkan air mata.

HARI INI AKU UP 1 DOANG YA, AKU GAK ENAK BADAN JADI MOHON PENGERTIANNYA 🙏

Terpopuler

Comments

Marhaban ya Nur17

Marhaban ya Nur17

emang ini pake perasaan tau wkwkkwk

2024-04-29

0

Isty Az-Zahra Riyanto

Isty Az-Zahra Riyanto

ini cerita bagus tapi knpa pembacanya sedikit... pdhal ceeitanya realistis bgt menggambarkan perasaan ken gimana kinanti gmana... alur cetita juga rapi gak bikin pusing.. bahasa juga oke gak amburadul... belum pada tau aja kali ya ini cerita bagus...

2021-11-13

2

meE😊😊

meE😊😊

ya mau bgaimana bs maafin ma klo sikap kenan y aja kek gitu.. td y kinan d jdiin sodara aja misal y sepupu gtu biar kinan ga skit hati n kenan jg ttp bs mnjga y

2021-11-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!