Darren mengendarai motornya sedikit ngebut. Dan motor yang dikendarai Darren mengarah kearaha dimana Darka berdiri karena arah pulang memang mengarah ke sana. Detik kemudian Darka langsung berdiri di depannya dan menghadang motor Darren.
"Darren!" yeriak Gilang.
"Darren!" teriak para sahabatnya.
"Sialan. Kenapa dia menghadang motorku? Apa dia ingin mati?" gumam Darren.
TIT!
TIT!
TIT!
Darren membunyikan klason motornya berulang kali. Tapi Darka tetap tak bergeming di posisinya.
"Darka. Apa yang kau lakukan? Minggirlah!" teriak Gilang.
Darren tetap melajukan motornya lurus tanpa ada niat untuk membelokkan stang motornya. Darren menatap tajam kearah Darka.
"Brengsek! Minggir kau sialan," ucap Darren.
Tinggal beberapa meter lagi motor Darren akan mengenai tubuh Darren. Sedangkan Darka masih di posisinya dengan kedua tangannya di rentangkan dan mata yang terpejam, lalu detik kemudian...
GEDEBUK!
BRUKK!
"DARREEENNN!" teriak Gilang dan para sahabatnya.
Mereka berlari menuju ke arah Darren. Motor yang di kendarai Darren jatuh dan motor tersebut menghimpit kakinya. Darren sendiri tak sadarkan diri setelah tubuhnya terhempas ke aspal.
Sedangkan Darka syok saat melihat Darren yang terjatuh dari motornya. Darka menangis. Tujuan Darka menghadang motornya Darren agar adiknya itu mau menghentikan motornya, lalu Darka bisa berbicara dengannya dan membujuknya untuk pulang ke rumah.
"Kita bawa Darren ke rumah sakit. Bawa masuk Darren ke mobil Kakak," ucap Gilang.
Gilang melihat kearah Darka "Darka. Kau masuklah ke mobil. Kita akan membawa Darel ke rumah sakit."
***
[KEDIAMAN SMITH]
[Ruang Tengah]
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Dan saat ini anggota keluarga Smith berada di ruang tengah. Mereka berkumpul bersama setelah beberapa jam yang lalu sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing di luar rumah kecuali Darka dan Gilang. Keduanya masih di Kampus.
"Mau sampai kapan keluarga kita akan seperti ini? Apa di antara kalian tidak ada yang berusaha untuk mencari dimana Darren tinggal? Atau memang kalian bahagia hidup tanpa Darren di rumah ini?" ucap dan tanya Evan.
"Paman," lirih Davin, Andra, Dzaky, Adnan, Adrian, Mathew, Nathan dan Ivan.
Melvin hanya diam tak berucap sepatah katapun. Di pikirannya saat ini hanya Kakal kesayangannya itu. Sedangkan yang lainnya menangis saat mendengar ucapan dari Evan.
"Kami tidak pernah lagi merasakan apa itu kebahagiaan, Paman! Kebahagiaan kami telah dibawah pergi oleh adik bungsu kami," kata Dzaky.
"Kami menderita selama ini, Paman! Menderita akan kesalahan kami pada Darren," kata Andra.
"Kalau waktu bisa diputar ulang. Aku akan memilih percaya pada adikku dari pada video itu," ucap Adnan lirih.
"Tapi nyatanya kau dan saudara-saudaramu bahkan kedua orang tuamu lebih percaya dengan video itukan," sindir Carrisa.
"Bibi Carrisa, cukup! Jangan terus menghukum kami seperti ini. Kami tahu semua ini salah kami. Tolong maafkan kami," sahut Mathew.
"Sudah berani kau melawan bibi, hah?! Apa dengan Bibi memaafkanmu dan kakak-kakakmu itu semuanya akan kembali normal seperti dulu!" bentak Carrisa.
Mathew langsung menunduk takut melihat wajah Carrisa. "Sekalipun Darren memberikan maaf pada kalian. Tapi kebersamaan dan kekompakan kalian tidak akan pernah kembali seperti dulu. Akan ada kecanggungan diantara kalian terutama untuk Darren. Darren akan canggung berhadapan dengan kalian. Darren tidak akan lagi bersikap seperti dulu. Yang ada Darren akan bersikap biasa saja dihadapan kalian." Carrisa menatap tajam keponakan-keponakannya.
"Kenapa Bibi Carrisa bisa seyakin itu? Belum tentu juga Kak Darren seperti itu," ucap Nathan.
Carrisa menatap wajah Nathan. "Karena kebahagiaannya sudah kalian renggut. Tanpa kalian sadari, kau dan saudara-saudaramu itu telah merebut perhatian Davin dan kelima adik-adiknya dan juga perhatian dari Ayahnya," jawab Carrisa.
DEG!
Adrian, Mathew, Nathan, Ivan dan Melvin terkejut mendengar penuturan Carrisa. "Ke-kenapa Bibi Carrisa bicara begitu? Kami tidak pernah..." ucapan Nathan terhenti.
"Kalian tidak melakukannya secara terang-terangan. Tapi kalian melakukannya tanpa sadar. Seperti yang Bibi katakan barusan," ucap Carrisa.
Carrisa menatap wajah Nathan. "Sekarang jawab pertanyaan Bibi. Kau pernahkan menelepon Davin dan memintanya segera pulang?"
"Hallo, Kak Davin. Aku ingin Kakak pulang sekarang. Ada hal penting?"
"I-iya. Lalu?" tanya Nathan balik.
"Lalu saat kau menelepon Davin. Kau mengancam Davin kalau Davin tidak pulang. Maka kau akan mogok makan selama tiga hari. Benarkan?" tanya Carrisa.
"Aku tidak peduli. Kakak harus pulang. Kalau tidak, aku akan mogok makan selama tiga hari."
"I-iya." Nathan menjawab dengan suara yang bergetar.
"Kau menyuruh Davin segera pulang hanya untuk menemanimu ke mini market. Bibi benar lagikan?"
"Iya, Bi!" Nathan menjawab dengan kepalanya sudah menunduk.
"Sekarang Bibi beritahu padamu, Nathan Agwa Smith. Saat kau menelepon Davin. Davin saat itu bersama Andra.
Davin, Andra dan Darren. Mereka sudah membuat janji untuk pergi jalan-jalan keluar bersama. Hanya mereka bertiga. Davin dan Andra melakukan hal itu untuk membagi waktunya bersama Darren karena mereka berdua jarang ada untuk Darren. Tapi gara-gara ulahmu, rencana Davin dan Andra jadi berantakan. Davin dan Andra yang seharusnya menjemput Darren di sekolah, akhirnya pulang ke rumah untuk menemuimu. Dan apa yang terjadi pada Darren, keponakanku yang malang itu, hah?!" teriak Carrisa. "Darren menunggu berjam-jam di sekolahnya dan pada akhirnya Darren memutuskan untuk pulang ke rumah naik taxi. Sampai di rumah, hatinya benar-benar hancur saat melihatmu tertawa bahagia bersama Davin dan Andra. Seharusnya saat itu adalah kebahagiaan Darel. Tapi kau sudah merebutnya, Nathan!" teriak Carrisa.
"Hiks." Nathan menangis terisak. Nathan menangis bukan karena bentakkan atau teriakkan dari sang Bibi. Tapi kesalahannya pada Darren, kakaknya.
"Carrisa. Tapikan Nathan tidak mengetahui hal itu. Kalau Nathan tahu, mungkin Nathan tidak akan melakukan hal itu," ucap Agneta. Agneta tidak tega melihat putranya terisak.
"Ya, aku tahu. Nathan memang tidak mengetahui hal itu. Tapikan Natha. bisa bertanya terlebih dahulu pada Davin. Kak Davin ada dimana? Sedang apa? Apakah Kak Davin lagi sibuk atau tidak? Bukannya langsung mengancam Davin dan menyuruh Davin langsung pulang," jawab Nathan.
Agneta terdiam. Dirinya tidak tahu harus berbicara apa lagi. Dirinya membenarkan ucapan Carrisa.
"Carrisa menatap Davin dan Andra." Dan Bibi juga kecewa dengan kalian Davin, Andra. Bibi juga tidak menyalahkan kalian sepenuhnya. Tapi sikap kalian itu sama dengan Nathan. Seharusnya saat itu, saat dimana Nathan mengancammu. Hanya kau saja yang pulang, Davin! Sedangkan Andra bisa langsung ke sekolah Darren dan tetap menjalankan rencana kalian itu. Jadi kalian sebagai Kakak bisa bersikap adil pada kedua adik-adik kalian saat itu. Davin pulang ke rumah dan Andra pergi ke sekolah Darren. Adilkan? Tapi nyatanya tidak. Kalian berdua lebih memilih untuk membahagiakan adik kalian yang lain yang hanya satu Ayah dengan kalian. Sedangkan adik kalian yang lainnya yang satu rahim dan satu Ayah dengan kalian malah tersakiti oleh sikap tak adil kalian." Carrisa berbicara dengan tatapan penuh amarah.
Davin dan Andra merutuki kebodohan mereka yang telah menyakiti adik bungsu mereka. Lalu mereka teringat akan janji mereka pada Darren saat itu.
FLASHBACK ON
"Hallo, Nathan. Ada apa?
""Hallo, Kak Davin. Aku ingin Kakak pulang sekarang. Ada hal penting?"
"Tapi Kakak tidak bisa Nathan,"
"Aku tidak peduli. Kakak harus pulang. Kalau tidak aku akan mogok makan selama tiga hari."
"Baiklah. Kakak akan pulang."
"Ada apa Kak?" tanya Andra.
"Kakak harus pulang. Nathan meminta Kakak pulang sekarang. Kalau tidak Nathan mengancam untuk mogok makan selama tiga hari," jawab Davin.
"Aish. Bocah itu selalu saja pake ancaman agar kemauannya dituruti. Lama-lama aku buang juga tu bocah ke laut," kesal Andra.
"Apa kau tega?" ejek Davin.
"Sudahlah. Lebih baik kita pulang," ajak Andra.
FLASHBACK OFF
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 662 Episodes
Comments
whiteblack✴️
dia panggil Darka bukan darren
2024-03-11
0
dewi_00
hooh bnr kek kata bibi carissa jadi kk harus adil biar ga menimbulkan kecemburuan dan ada yg tersakiti
2023-04-17
0
dewi_00
nyesel kan luh , percuma ga ada gunanya penyesalan emng pasti diakhir kalau diawal namanya pendaftaran
2023-04-17
0