[KEDIAMAN KELUARGA SMITH]
[Ruang Tengah]
Kini yang berada di ruang tengah adalah Adrian, Mathew, Nathan, Ivan, Andra, Dzaky, dan Adnan. Sedangkan Darka dan Melvin berada di kamar mereka masing-masing.
Darka berada di kamar bersama Gilang. Gilang saat ini berusaha untuk meminta maaf pada Darka atas kepergian Darren. Dan Melvin sedang menangis merindukan kakak kesayangannya yang telah pergi meninggalkan dirinya karena sikap dan perlakuan keluarganya.
"Aku benar-benar merindukan Darren. Dan aku sangat menyesal akan sikapku padanya. Seharusnya aku percaya pada Darren," ucap Adnan.
"Kakak juga merindukannya, Adnan!" saut Andra
"Kami juga merindukan, kak Darren!" seru Adrian, Mathew, Nathan dan Ivan
"Aku merindukan pelukan dan belaian tangan kak Darren saat tangannya bermain-main dikepalaku," lirih Adrian.
Adrian menangis saat mengingat momen-momennya bersama Darren, kakak kesayangannya itu
"Darren. Kau ada dimana? Kapan kau akan pulang," lirih Dzaky
Lalu kilasan-kilasan tentang kejadian enam bulan yang lalu berputar-putar diotak mereka semua.
FLASBACK ON
BUGH!!
"Aaakkkhhh!"
Adnan memukul wajah Darren dan mengakibatkan sudut bibirnya terluka.
"Kau adalah laki-laki brengsek, Darren. Kau tega menikam saudaramu sendiri!" bentak Adnan.
Darren menatap tajam wajah Adnan, lalu kemudian Darren mendorong kuat tubuh Adnan, sehingga membuat Adnan terhuyung kebelakang.
"Kalau memang aku yang sudah menusuk dua adik kesayanganmu itu. Untuk apa aku repot-repot membawa mereka kerumah sakit, hah! Seharusnya aku buang saja mayat mereka kehutan atau aku kubur mereka hidup-hidup!" teriak Darren
Adnan pun langsung terdiam. Dalam hatinya, Adnan membenarkan perkataan Darren adiknya itu.
"Bisa saja kau memanipulasi semuanya!" seru Andra sinis menatap tajam kearah Darren
"Apa maksudmu, hah?!" bentak Darren yang juga tak kalah tajam menatap Andra
"Setelah kau menusuk Darka dan Melvin, kemudian kau berpura-pura menangis dan khawatir pada mereka, lalu kau membawa mereka ke rumah sakit," jawab Andra
"Brengsek. Kau berani mengatakan hal itu padaku, hah!" teriak Darren dan tangannya menarik kasar kerah baju Andra
"Darren. Lepaskan Andra. Dia kakakmu!" teriak Agneta
Darren tidak menggubrisnya. Tangannya makin kencang menarik kerah Andra.
"Darren. Kau dengar Mama. Lepaskan Andra!" teriak Agneta lagi.
Darren masih di posisinya. Dirinya benar-benar marah akan ucapan Andra. Lalu tiba-tiba...
BUGH!!
"Aakkhhhh!!"
Davin tiba-tiba bangkit dari duduknya, lalu memberikan pukulannya pada Darren. "Kau memang adik yang tidak tahu diri, Darren. Kau sudah melukai Darka dan Melvin. Dan sekarang kau ingin membunuh Andra juga, hah!" teriak Davin
"Brengsek!" Darren ingin membalas pukulan Davin, tapi tangannya di tahan oleh Agneta.
"Sudah cukup!" bentak Agneta. "Kau sudah keterlaluan Darren. Sikapmu dan kelakuanmu sudah melewati batas. Kau berubah menjadi monster yang kejam. Kau berani melukai saudaramu dan bersikap kasar pada kakak-kakamumu sendiri!" ucap Agneta
"Sekarang ikut Mama. Kau harus dihukum atas perbuatanmu itu."
Agneta menarik kasar tangan Darren. Tapi bukan Darren namanya kalau dirinya pasrah begitu saja ditarik oleh Agneta.
"Lepaskan aku!" bentak Darren, lalu Darren menarik kuat tangannya. Dan tangannya berhasil lepas
Darren menatap tajam wajah Agneta. "Kau bukan siapa-siapaku. Jadi kau tidak berhak memberikan hukuman padaku."
PLAKK!!
Agneta menampar Darren dengan keras. "Kau..." tunjuk Darren tepat di wajah Agneta. Kemudian Darren langsung mendorong tubuh Agneta dengan kuat
BRUKK!!
"Mama!" teriak Adrian, Mathew, Nathan dan Ivan. Mereka berlari menghampiri ibu mereka
"Kak Darren!" teriak Adrian
Agneta terjatuh di lantai. Sementara Darren menatap dengan penuh emosi. "Kau benar-benar menjijikan. Kau ibu yang tidak berguna untukku. Kau berani menamparku dan memperlakukanku seperti binatang hanya membela putra-putramu yang lain. Kau dan suamimu menyaksikan dan mendengar apa yang telah dilakukan dan apa yang telah mereka katakan padaku. Tapi kau dan suamimu yang menjijikan itu hanya diam tanpa ada niat untuk membantuku atau sekedar melerai. Tapi disaat aku membela diri dengan memukul putra-putramu dan bersikap kasar pada mereka, kau seenaknya bersikap kasar padaku dan mengatakan aku seorang monster yang kejam. Kalau aku monster, lalu mereka apa? Disini aku yang korbannya. Disini aku yang dipukul dan dimaki. Tapi kenapa justru aku yang disalahkan!" Darren berbicara dengan berteriak dengan menatap tajam Agneta dan jari telunjuknya menunjuk kearah kakak-kakaknya
"Aku akan membuatmu menyesal seumur hidupmu karena telah menamparku. Aku tidak akan pernah memaafkanmu, sekalipun kau menangis memohon maaf kepadaku. Aku tidak akan pernah melupakan tamparanmu dan juga perkataanmu yang menyebuku monster, Nyonya Agneta Smith! Aku benar-benar akan membuatmu menyesal sampai kau mati. Ingat itu!!" bentak Darren
DEG!!
Agneta tersentak mendengar penuturan Darren. Ditambah lagi dirinya dipanggil dengan sebutan Nyonya oleh Darren, Setetes liquid bening mengalir membasahi wajah cantiknya.
"Darren. Apa kau sadar dengan ucapanmu itu, hah?!" bentak Gilang
"Dia Mama kita. Orang tua kita. Kau tidak berhak berbicara seperti itu. Kau benar-benar keterlaluan Darren!" bentak Dzaky
"Kenapa? Kalian tidak suka? Lagian perempuan itu pantas mendapatkannya. Bahkan aku juga bisa melakukan hal tersebut pada kalian. Kalian pikir aku takut dan aku tidak akan berani melukai kalian, hah! Kalian saja berani bahkan tega menyakitiku, begitu juga denganku. Kalau aku mau, hari ini aku bisa menghabisi kalian semua. Kalian tidak tahu siapa aku selama ini. Kalian tidak tahu apa yang aku lakukan dibelakang kalian. Jadi jangan pernah cari masalah denganku jika kalian masih sayang nyawa.
"Soal perempuan itu." Darren menunjuk kearah Agneta. "Apakah ucapan kalian itu dapat dipercaya? Apa benar perempuan itu ibu kandungku, hum? Apa kalian sedang tidak membohongiku tentang perempuan yang kalian sebut Mama itu?" ucap dan tanya Darren dengan menatap tajam kelima kakaknya yaitu Davin, Andra, Andra, Adnan dan Gilang
DEG!!
Davin, Andra, Dzaky, Adnan dan Gilang terkejut mendengar penuturan Darren. Dalam hati mereka merasakan ketakutan jika Darren mengetahui tentang Agneta. Mereka juga terkejut ketika Darren mengatakan akan menghabisi mereka semua.
"Papa benar-benar kecewa padamu, Darren. Beginikah caramu bersikap pada kami keluargamu. Apa salah kami Darren?" ucap dan tanya Erland
"Hahahaha." Darren tertawa keras
"Anda barusan bicara apa, tuan? Apa aku tidak salah dengar, hum? Disini ini aku yang disakiti, aku dipukul, aku dihina, aku dimaki oleh putra-putra anda. Tapi kenapa anda justru mengatakan bahwa anda kecewa dengan sikapku. Apa anda tidak salah, tuan." Darren menatap nyalang Erland
Setelah itu, Darren menatap satu persatu wajah anggota keluarganya. "Kalianlah yang sudah membuatku seperti ini!!" teriak Darren
Darren kembali menatap wajah ayahnya "Dan anda, tuan! Sekarang anda malah menyalahkanku atas sikapku yang seperti ini. Ini semuanya salah anda. Jangan anda pikir aku tidak mengetahui apapun yang anda sembunyikan dariku. Jangan anda pikir aku tidak menyadari akan sikap anda padaku selama ini!" teriak Darren
"Darren. Jaga nada bicaramu. Aku ini adalah Papamu!"
"Kenapa aku harus menjaga nada bicaraku pada anda. Sementara anda tidak pernah menunjukkan rasa sayang dan rasa perhatian anda padaku. Anda adalah ayah sangat menjijikan," jawab Darren
"Darreennn!!"
PLAKK!!
"Apa begini cara anda mendidik putra-putramu, hah? Pantas saja mereka." Darren menunjuk kearah kelima kakaknya. "Bersikap kasar padaku. Ternyata belajar dari anda, tuan."
"Darren," batin Erland lirih
Darren berlahan melangkah mundur. Air matanya tidak bisa lagi ditahan. Darren menangis. Menangis dalam diam tanpa isakan.
"Aku kecewa dengan kalian semua. Kalian memperlakukan aku seperti penjahat di rumah ini. Tidak ada satupun dari kalian yang mempercayaiku. Kalian lebih percaya dengan video yang kalian tonton itu sebelum kalian menyelidiki kebenarannya. Untuk apa lagi aku berada dirumah ini. Lebih baik aku pergi dari rumah ini."
Darren berucap dengan lirih dan juga wajah yang dingin, lalu Darren pergi meninggalkan anggota keluarganya menuju kamarnya di lantai dua.
"Sudah puas kalian!" bentak Carrisa selaku adik perempuan Erland. "Aku muak dengan sikap kalian seperti ini. Kalian sangat menjijikan."
Setelah mengatakan hal itu, Carrisa pergi menuju kamarnya dan disusul oleh suaminya Evan dan ketiga putranya.
"Sudahlah, Pa. Jangan dipikirkan apa yang dikatakan, bibi. Bibi seperti itu karena terlalu memanjakan anak tak tahu diri itu," kata Davin
"Dan Papa juga tidak perlu menanggapi ucapan Darren. Aku yakin Darren tidak serius dengan perkataannya. Darren tidak akan pergi meninggalkan rumah ini. Kalau pun Darren pergi. Dia akan tinggal dimana? Bersama siapa?" ucap Andra
"Apa yang dikatakan kak Andra benar, Pa. Darren tidak akan pergi kemana-mana," sela Gilang
Saat mereka tengah sibuk memikirkan perkataan Darren yang ingin pergi dari rumah. Mereka dikejutkan suara langkah kaki menuruni anak tangga
TAP!!
TAP!!
TAP!!
Mereka semua mengalihkan pandangan melihat kearah Darren. Dan mereka semua terkejut saat melihat Darren yang menyeret dua koper.
Agneta langsung berdiri dan ingin menghampiri Darren, tapi Darren sudah terlebih dahulu berteriak. "Jangan mendekat. Tetap disitu dan jangan pernah menyentuhku. Kau bukan ibuku. Kau adalah musuhku."
DEG!!
Lagi-lagi Agneta terkejut akan perkataan Darren. Dan lagi-lagi air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya.
"Seperti yang aku katakan barusan. Aku akan pergi dari rumah neraka ini. Untuk apa aku berada di rumah ini kalau hanya untuk disakiti. Kalau aku masih tetap berada di rumah ini, bisa-bisa aku mati tertekan dan tersiksa akan sikap kalian padaku. Bahkan setiap hari kalian pasti akan bersikap buruk padaku." Darren menatap nya lang anggota keluarganya
"Dengarkan aku baik-baik dan jangan pernah kalian lupakan sedikit pun. Mulai detik ini dan seterusnya namaku Darrendra bukan Darrendra Smith. Aku akan melepaskan Marga Smith di belakang namaku, karena aku sudah tidak sudi lagi memakainya. Saat aku pergi keluar dari rumah ini, kita sudah tidak ada hubungan apapun. Kalian bukan anggota keluargaku dan aku bukan anggota keluarga kalian. Aku memutuskan hubunganku dengan kalian semua. Jadi saat kita bertemu di luar atau di jalanan, anggap kita tidak saling mengenal. Aku tidak akan mengusik kehidupan kalian dan aku juga minta pada kalian untuk tidak mengusik kehidupanku." Darren berbicara dengan penuh penekanan fan dengan wajah dinginnya
DEG!!
Mereka semua terkejut akan ucapan Darren barusan. Mereka tidak menyangka kalau Darren akan mengatakan hal seperti itu. Mereka berpikir kalau Darren hanya emosi saat mengatakan akan pergi dari rumah. Tapi pikiran mereka salah. Darren benar-benar melakukannya. Tapi mereka hanya bisa diam dan tidak ada satu pun dari mereka yang berusaha mencegahnya.
"Aku akan mengingat semua perlakuan kalian hari ini. Dan aku tidak akan pernah melupakannya sampai aku mati. Aku akan buat kalian semua menyesal atas sikap dan perlakuan kalian padaku. Saat kalian mengetahui kebenarannya dan mengetahui siapa pelaku penusukan terhadap tuan Darka dan tuan Melvin, lalu kalian semua menyesal telah menyakitiku dan ingin meminta maaf padaku. Tapi sayangnya semua itu sudah terlambat. Saat hari itu tiba, aku Darren tidak akan pernah memberikan kata maaf pada kalian semua. Mulai hari ini dan seterusnya hatiku telah terkunci rapat. Dan yang ada saat ini adalah kebencian dan dendamku pada kalian." Darren berucap dingin dan ketus
Setelah mengatakan hal itu, Darren pun langsung pergi meninggalkan rumah kediaman Keluarga Smith dengan menyeret dua koper ditangannya.
Sedangkan anggota keluarganya semuanya hanya diam membisu. Mereka tidak menyangka adik, putra, kakak mereka pergi meninggalkan rumah. Hancur sudah kebahagiaan dan kekompakan mereka yang selama ini mereka bangun. Mereka hanya bisa meratapi kebodohan mereka. Hanya karena kemarahan dan keegoisan mereka, mereka harus kehilangan salah satu anggota keluarga.
FLASBACK OFF
"Darren," lirih Andra, Adnan dan Dzaky
"Kak Darren. Kami merindukanmu," lirih Adrian, Mathew, Nathan dan Ivan
Saat mereka sedang memikirkan Darren, lalu terdengar suara bell dari luar.
TING!!
TONG!!
"Itu siapa yang membunyikan bell?" tanya Dzaky
"Biarkan aku yang membukakannya, kak Dzaky," ucap Ivan
Ivan pun pergi meninggalkan ruang tengah menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.
CKLEK!!
Saat pintu terbuka, Ivan terkejut. "Kak Davin"
"Kak Andra, kak Dzaky, kak Adnan. Kak Davin pulang dalam keadaan luka-luka!" teriak Ivan
Mendengar teriakan Ivan, Andra, Dzaky dan Adnan berlari menuju ruang tamu.
"Kak Davin!" Teriak Andra, Dzaky dan Adnan, lalu Adnan dan Dzaky mengambil alih tubuh Davin. Dan membawanya ke ruang tengah.
"Terima kasih, Pak! Sebenarnya apa yang terjadi pada kakak saya?" tanya Andra
"Saudara Davin dihadang oleh lima orang preman. Preman-preman itu selalu meresahkan masyarakat. Tapi kami sudah menangkapnya."
"Terima kasih sekali lagi, Pak."
"Kalau begitu saya permisi dulu. Ini kunci mobil saudara Davin.." polisi itu menyerahkan kunci mobil Davin pada Andra
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 662 Episodes
Comments
whiteblack✴️
ini juga namjon di ganti ya kak
2024-03-10
0
Nhurul
ini novel sambungan atau apa ya kok aq kayak kurang faham sama alurnya,yg mereka ribut trus meninggal karna apa
2023-07-27
1
dewi_00
iya pergi aja ren
2023-04-17
0