"Untung kamu datang, Sky. Kalau tidak habis sudah," seru Ali.
"Kurang ajar Calvin. Kepalaku jadi sasaran lemparnya," kesal Judy.
"Sudahlah ... obati luka kalian," sahut Sky.
Judy mengambil kotak obat di dalam laci belajar yang memang di dalam tiap kamar asrama selalu tersedia kotak pertolongan pertama.
"Aku rasa Calvin akan sangat penasaran denganmu. Aku takut dia memberitahu orangtuanya dan membuat kita kesulitan," seru Ali.
Sky terdiam sesaat. "Tenanglah. Aku akan mengurusnya."
"Jangan bertindak yang merugikan kita, Sky," pesan Judy.
Sky menatap Judy tajam. Berani sekali pria itu memberiahu apa yang seharusnya Sky lakukan.
"Maafkan aku," ucap Judy.
"Istirahatlah. Urusan Calvin biar menjadi urusanku," tegas Sky yang langsung merebahkan diri di kasur.
Ali menepuk pundak Judy. Ia mengelengkan kepala agar Judy tetap tenang dan tidak terbawa perasaan.
*****
Kegiatan belajar-mengajar dimulai. Baik siswa-siswi masing-masing menuju kelas mereka. Sky masuk bersama Ali sedangkan Judy berada di kelas berbeda.
Ada Calvin serta Sera yang berada di kelas. Terlihat Calvin tengah memegang pinggang Sera dengan eratnya seolah wanita itu adalah miliknya dan setahu Sky keduanya memang menjalin hubungan asmara.
"Hai Sky," sapa Sera.
Hanya deheman yang keluar dari bibir pria itu. Sky duduk di kursi tengah bersama Ali tanpa memperdulikan Sera maupun Calvin.
Bel tanda masuk mulai berdering. Semuanya berhambur dan siap menerima ujian tertulis yang guru pengawas berikan.
"Kamu belajar, Sky?" tanya Ali berbisik.
"Aku bahkan bisa menjadi guru untuk para siswa di sini," jawabnya.
"Kenapa aku bisa lupa jika hidupmu penuh dengan materi pelajaran dan praktek. Mungkin kamu bisa mengajari guru pengawas itu. Matanya sangat jeli melihat siswa yang ingin menyontek," tutur Ali.
Semua siswa baik siswi mengerjakan soal ujian dengan tenang. Namun suara letusan terdengar dari luar serta suara riuh rendah murid lain terdengar panik.
Braak ... !
Semua yang ada di dalam kelas kaget bukan main dan mereka berteriak. Beberapa pria berjaket jeans menodongkan senjata laras panjang.
"Diam semua!" ucap Pria yang kemungkinan adalah pemimpin dari beberapa pria yang masuk ke kelas.
Sontak semuanya menunduk sembari memegang kepala mereka, termasuk Sky serta Ali. Namun mata tajam Sky mengawasi gerak-gerik dari semua pria itu.
"Cari siswa yang bernama Calvin Odonna," perintah Pria itu.
Calvin yang disebut namanya sangat kaget. Itu pasti musuh dari para orangtuanya. Masing-masing siswa diperiksa nama yang tertera di pakaian mereka.
Tangan Sky perlahan mengambil bolpoin begitu juga dengan Ali. Keduanya menunggu kedua orang pria dewasa yang akan segera menghampiri mereka.
"Berdiri," perintah kedua orang pria bersenjata api kepada Sky dan Ali.
Keduanya berdiri secara serempak. Pandangan mata Sky berserobok pada pria yang tengah berdiri di hadapannya.
"Turunkan pandanganmu!" berangnya.
Sky dan Ali saling lirik lalu mengangguk. Secara cepat keduanya telah menusuk leher kedua pria itu dengan bolpoin dan mengambil senjata yang dipegang keduanya. Kejadian itu berhasil membuat semua sangat kaget, bahkan para siswi berteriak histeris.
"Tutup mata kalian," ucap Sky.
"Oh ... anak muda, jangan main-main dengan benda yang kamu pegang itu," kata Pria yang memiliki gambar disekujur lengan tangannya.
"Mau apa kalian? Pergilah dari sini," usir Sky.
"Kami hanya menginginkan anak bernama Calvin Odonna. Biarkan kami menjalankan tugas atau para temanmu akan binasa."
Sky dapat mendengar teriakan para teman-temannya. Diperkirakan ada sekitar delapan orang termasuk dua pria yang telah Sky dan Ali lumpuhkan tadi.
"Kalau begitu ... kita adakan pertukaran," ucap Sky. "Bebaskan teman serta guru kami ... setelah itu, aku berikan Calvin padamu."
Sky memberi kode kepada Ali agar menjadikan Calvin sebagai tawanan. Ali melangkah menuju pria yang dimaksud dan menjadikan pria itu sebagai tawanan.
"Kalian mau dia, kan?" tanya Sky. "Akan aku berikan, tetapi lepaskan para teman-temanku."
"Anak ingusan berani menantangku," geram Pria itu.
"Ayolah ... tidak baik menakut-nakuti temanku. Persingkat waktu saja," ucap Sky bernada ledekkan.
"Baiklah," jawab Pria itu. "Semuanya pindah ke suatu ruangan. Jangan ada yang berani melarikan diri. Tertiblah berjalan keluar."
Para siswa serta siswi menundukkan kepala mereka sembari keluar dari dalam kelas. Mereka disatukan di dalam satu ruangan dan dijaga oleh dua orang pria jahat di dalam.
Judy yang berada di dalam ruangan itu siap siaga untuk melumpuhkan salah satu dari dua pria tersebut. Ia memutar jam tangan di pergelangannya
Jam itu sebenarnya adalah mata pisau berbentuk jam yang dilengkapi lensa kaca. Untuk menghindari hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekolah, Judi memakainya sebagai samaran.
"Dengar Calvin ... ini semua karena kamu. Semua teman-teman ditahan," bisik Ali di telinga Calvin.
"Kami sudah melakukannya. Berikan anak itu," pinta Pria dengan lengan penuh gambar.
"Kami akan memberikanmu padanya. Dalam langkah ketiga, menunduklah," bisik Sky pada Calvin.
Wajah Calvin terlihat pucat pasi. Sky mendorong tubuhnya melangkah maju menghampiri empat pria yang menodongkan senjata berlaras panjang.
Dalam hati Calvin menghitung langkah dan sampai di langkah ketiga ia menunduk ke bawah.
Dor ... dor ... dor ... dor ... !
Satu per satu komplotan penjahat itu tumbang di hadapan ketiga pria berseragam. Sky meniup ujung benda yang ia pakai.
"Hanya segitu saja kemampuan mereka," ucap Sky remeh. "Hei ...." Sky menendang bagian bawah Calvin hingga pria itu terjungkal ke depan. "Berterima kasihlah karena aku telah menyelamatkan nyawamu."
"Siapa kalian?" tanya Calvin.
"Tidak perlu tahu siapa kami," sahut Ali.
"Ayo selamatkan yang lain," kata Sky.
Ali mengangguk. "Calvin ... kamu telepon pihak berwajib setelah sepuluh menit kepergian kami."
Suara siulan menganggu kedua pria jahat yang masih berada di dalam ruangan lain bersama para tawanan.
"Apa mereka berhasil?" tanya Pria berjambang.
"Pastinya. Ayo kita keluar," jawab rekannya.
Pintu dibuka.
Dor ... dor ... !
Semua berteriak histeris, tetapi saat mereka melihat ke arah pintu depan, tidak ada siapa pun di sana kecuali kedua pria jahat yang telah berhasil dilumpuhkan.
Sky dan Ali masuk ke ruang kelas, tetapi tidak ada senjata yang mereka pegang. Judy bernapas lega karena ia tahu bahwa rekannyalah yang melakukan itu.
"Sebentar lagi pihak berwajib akan datang. Apa pun yang kalian lihat dan dengar, jangan pernah mengatakan kami berdua melakukan hal itu. Aku yakin hal ini membuat kalian trauma, tetapi ini sudah terjadi dan kuharap para pembimbing bisa memberi ketenangan pada kalian," tutur Sky.
Pihak berwajib berdatangan. Siswa dan siswi tidak ada yang keluar sebab mereka tidak ingin membuat masalah selama proses penyelidikan berlangsung.
Sky, Ali mendekati Judy. Ketiganya berada di dekat jendela kelas di mana sinar mentari menembus kaca tersebut. Keduanya melepas sarung tipis bening dari tangan lalu membuangnya ke belakang. Judy membuka kaca tipis bening dari jam tangan yang ia kenakan, lalu membakar pelapis tangan tersebut lewat sinar matahari.
Sky dan Ali segera menginjak benda terbakar tersebut dengan kaki mereka. Tidak ada yang curiga kecuali seorang wanita bernama Sera.
Bersambung.
Dukung Author dengan vote, like dan koment.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Bundane Aurel
wah seru thor
2022-04-07
0
Meta Lia
puyeung deh
2022-03-16
1
Weny Yuniestin
Sera..who🤔🤔
2022-03-07
0