Hari masih pagi ketika tiga orang berkelabat meninggalkan tepi hutan larangan...
mereka bertiga berkelebat dengan kecepatan tinggi menuju Kota Gaharu..
Ditengah kesibukan mereka berkelebat,
Kakek Dai merasakan sesuatu yang berbeda dari Sein...emhh rupanya anak ini menekan tingkat beladirinya sampai master tingkat sembilan awal...kakek Dai tersenyum kecil...
kini kakek Dai yang berada di ranah grand master memiliki dua ribu lingkaran beladiri merasa bangga dengan kemampuan cucunya yang sudah melebihi dirinya di usia yang masih sangat muda..
Ketiganya terus memacu larinya menuju kota Gaharu...
setelah lewat tengah hari mereka tiba di luar kota..mereka menghentikan larinya dan berjalan santai memasuki gerbang kota...selamat datang kakek Dai..sapa beberapa prajurit penjaga gerbang...ah..ya..terima kasih tuan tuan..kata kakek Dai sembari menjura..
Mereka terus berjalan menyusuri pinggiran kota, tak lama kemudian mereka memasuki halaman sebuah rumah..
Unaaaa...nek Asih teriak memanggil nek Una...
sosok perempuan tua berjalan cepat keluar menyambut mereka bertiga..
oh..kakak..kakak ipar..kalian sdh kembali..sambut nek Una..
pandangannya kemudian tertuju pada Sein..
dengan sedikit heran, ia berkata...ini..siapa?
ah..Una kau ini bagaimana..ini Sein..kata nek Asih..
Seiiinnnn!!??
Sein!!
oh kau sudah sebesar ini rupanya...kata nek Una dan segera memeluk sein dengan erat..ada rasa haru dalam hatinya..
cucunya..yang dulu ia bawa dari kota Pandan dan tidak memiliki harapan bertahan hidup..kini sudah jadi pemuda yang tampan...
setelah melepaskan pelukannya iya mengajak ketiganya masuk ke ruang tengah...
bocah!! kau cukup tampan..awass saja jika kau sampai menggoda murid murid disini..ketus nek Una..Sein yang mendengar itu hanya tersenyum canggung...
apakah aku setampan itu??tanya sein dalam hati..
Ayo kita makan siang dulu..kalian pasti lapar setelah berlari seharian..ajak nek Una..
di ruang makan..
sambil menikmati makan siang,
Nek Una mulai berbincang dengan nek Asih dan kakek Dai..
kalian tidak akan membiarkan aku sendiri mengurus tempat ini lagi kan..!?kalian sudah disini, aku benar benar senang..sungguh repot mengurus tempat ini sendirian...keluh nek Una..
iya..aku akan tinggal disini lagi bersamamu..tapi kakak iparmu dan Sein akan ke kota Pandan menemui ayah Sein..jawab nek Asih...
Sein buru buru menyesadikan makannya, ia tidak ingin terlibat dalam pbicaraan para orang tua itu..
Setelah selesai makan, Sein pamit akan keliling melihat lihat kota sekalian membeli pakaian...
biar kau diantar oleh Meilan berkeliling kota..kata nek Una..
em iya baiklah nek..kata Sein.
nek Una manggil salah seorang muridnya...
tak lama berselang,
seorang gadis berusia sekitar enam belas tahun berjalan menghampiri Sein yang sudah berdiri menunggu di halaman..
em perkenalkan aku Meilan murid ketujuh perguruan ini..
aaaa? ini perguruan??tanya Sein..karena tempat ini hanya nampak seperti kediaman biasa tidak nampak seperti sebuah perguruan..
tentu saja..kami disini mempelajari ilmu pengobatan..tempat latihannya jauh dibelakang rumah ini..jadi tidak tampak seperti perguruan..tapi yakinlah kami cukup handal dalam pengobatan...jelas Meilan dengan penuh semangat..
oh..ya baiklah namaku Sein...
ayo kita jalan...
baiklah...mari tuan Sein..
hei...siapa yang kau sebut tuan..apa kau tidak lihat kalau aku ini masih muda...!!?protes Sein...
mmm...kalau begitu aku panggil kakak Sein aja...jawab Meilan manja...
naaahhh itttuuu...lebih enak dengernya..
oh iya aku ingin membeli beberapa pakaian.. kau tau dimana aku bisa membelinya?
ah ya mari kak ikut aku...
ehm...begini ya suasana kota..Sein melihat ada banyak orang yang lalu lalang..dia melihat banyak sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya dengan terkesima...
Meilan yang memperhatikan tingkah Sein, bertanya..
sepertinya kak Sein baru masuk kota ya?
iya..aku dari kecil sampai besar seperti ini hanya di hutan Larangan...jawab sein..
Ooo...
eh .. kita sudah sampai di toko pakaian..toko ini toko pakaian yang paling besar di kota gaharu..jelas Meilan..
baik..ayo masuk..
Ketika mereka berdua masuk, seorang pelayan pria berumur setengah baya menghampiri mereka..toko ini memang selalu ramai seperti ini jelas Meilan kepada Sein..Sein hanya manggut manggut..
hai.. anak muda..ada yang bisa kami bantu...sapa pelayan itu..
kakak ku mau membeli baju..bolehkah kami melihat lihat dulu?kata Meilan.
a ya tentu..silahkan.. silahkan...Sein bejalan berkeliling mengamati baju baju yang terpajang..semuanya bagus bagus!!serunya dalam hati..matanya tertuju pada baju berwarna putih hijau yang tergantung di tengah ruangan..itu kayaknya bagus..
Sein memanggil pelayan dan meminta menurunkan baju yang ia maksud..
tuan muda ingin yang ini?tanya pelayan sambil memegang baju putih hijau ..ya dan aku mau membeli beberapa lembar lagi.. jawab Sein..
tapi tuan,..ini harganya cukup mahal tuan..kata pelayan yang tidak yakin melihat penampilan Sein..
tak masalah,..berapa harganya..? tanya Sein..
satu koin emas tuan..jawab si pelayan..
Sein kemudian mengeluarkan satu kantong kulit barisi koin emas dari dalam cincin penyimpanannya kemudian menyerahkannya pada si pelayan..ini isinya lima puluh koin emas boleh tuan hitung dulu..aku juga ingin beberapa baju yang lainya, apa ini cukup!!?.tanya Sein..
si pelayan dengan cepat menjawab iya tuan..cukup cukup..tuan ingin baju yang mana lagi..?tanya si pelayan..
bisakah tuan memilihkannya untukku..? biar aku tunggu disini..kata sein..
ah bisa bisa tuan..bawakan empat lembar lagi untukku, lima lembar untuk umur kakek kakek, sepuluh lembar untuk umur nenek nenek dan satu lembar untuk gadis ini..baik tuan..segera kami siapkan..
si pelayan memberikan kursi untuk Sein kemudian berlalu dan memilih milih mana yang cocok dan terbaik sesuai pesanan Sein..
Beberapa saat setelah Sein duduk..dua orang pemuda berusia sekitar dua puluh tahun dengan penampilan seperti bangsawan memasuki toko tersebut dan sekilas melihat Sein yang duduk dengan santai sambil mengamati seisi toko..yang satunya berbaju merah terang..dan satunya lagi berbaju putih..
kedua orang itu melewati Sein dan meliriknya dengan sinis...gembel aja bertingkah seperti tuan muda..huh...gumam salah seorang dari mereka..
pelayan..!!mana baju yang kemarin terpajang di tengah sini..tanya pemuda berbaju putih..
aduh maap tuan muda Lim, baju itu baru saja ada yang membelinya..kata salah seorang pelayan yang cukup mengenal pemuda berbaju putih itu..apaaa??? aku yang ingin membelinya..kata tuan muda Lim..
baju itu memang telah dibungkus oleh pelayan yang menangani pembelian Sein..
Meilan juga dari tadi hanya diam disamping Sein sambil memperhatikan seisi toko langsung membisiki Sein..kakak..ia anak walikota kita sebaiknya cepat cepat pergi dari sini..
Sein hanya mengangguk pelan..
sekali lagi maap tuan muda Lim..tapi baju itu telah dibeli tuan muda yang duduk disana..pelayan itu menunjuk kearah Sein..
sementara itu pesanan Sein sudah selesai diserahkan oleh si pelayan..
Terima kasih tuan..kata si pelayan..Sein mengangguk..sama sama tuan..kata Sein..
kemudian ia berdiri hendak melangkah keluar toko...ayo Meilan kita pulang..
hei...gembel..!!!
Sein menghentikan langkahnya benerapa saat tapi tidak menoleh sedikit pun..kemudian melanjutkan lagi langkahnya keluar toko..tuan muda Lim terlihat sangat marah..baru kali ini ia merasa diremehkan..
hei gembel tunggu..!! ia teriak sambil menyusul Sein keluar toko..
karena teriakannya cukup kencang hal ini menarik perhatian banyak orang..
para pelayan toko dan pengunjung bergegas keluar toko menyusul mereka...
Sein yang mendengar teriakan Tuan Muda Lim..masih saja tidak peduli dan berjalan dengan santai meninggalkan toko..
karena Teriakannya tidak ditanggapi.
tuan muda Lim merasa malu..merasa disepelekan..wajahnya memerah dan dengan suara lantang ia berteriak..hei anak haram!!berhenti atau ku bantai seluruh keluargamu...!!
semua orang merasa kasihan pada Sein..
mereka tahu tuan muda Lim adalah orang yang tidak bisa disinggung..
celaka anak muda ini..dia telah membuat tuan muda Lim marah...para penonton saling berbisik..
mendengar teriakan Tuan muda Lim, Sein menghentikan langkah nya dan berbalik..
Dengan senyum khasnya..kemudian ia bertanya pada tuan muda Lim..heh apa kau orang gila!! dengan ekspresi wajah konyol..
emosi tuan muda Lim makin membara, ia pun mengumpat..apa maksudmu keparat!!?
aku biasa melihat orang gila yang suka teriak teriak tak jelas..hehehe..ledek Sein..
pemuda berbaju merah teman tuan muda Lim. menenangkan temannya..sst..tenanglah dulu biar aku yang memberinya pelajaran..
tuan muda Lim yang dari tadi amarahnya memuncak kini agak tenang..tapi tatapannya kearah Sein tetap saja tajam dengan aura membunuh..
pria berbaju merah itu melangkah maju..pemuda gembel..!!
apa kau tidak takut membuat masalah dengan kami? kau pasti baru di kota ini..
biar kuberitahu..tidak ada seorang pun dikota ini yang berani menegakkan kepalanya diahadapan kami...sambil menunjuk tuan muda Lim ia memperkenalkan..ia adalah putra walikota Gaharu Lim ping ci..namanya Lim Ting...Lim ting membusungkan dadanya dan mencongakkan wajahnya dgn sombong kearah Sein...dan aku tuan muda keluarga Rama dari kota Pandan..ayahku adalah mentri acara di kerajaan Palamerah..Ramagandi..aku Rama pana...
semua orang yang mendengarnya berdecak kagum..wahh ternyata putra mentri acara...salam tuan muda Rama..kata beberapa orang yang ber jiwa penjilat..namun ada juga yang mencibir..karena mereka mem bawa bawa nama keluarga besar mereka menekan orang lain...
Hahahahaha...Sein yang mendengar itu tertawa terbahak bahak, ia sengaja tertawa sampai guling guling di jalan untuk meledek kedua anak pejabat ini....
setelah puas tertawa Sein bangkit dan berkata tanpa ekspresi..siapa mereka yang kau sebutkan tadi, apakah mereka orang terkenal..!??dubrakkk..
semua yang mendengarnya hampir muntah darah...dari tadi dengan gagahnya Rama pana menjelaskan kebesaran keluarganya dan keluarga temannya namun tanggapan Sein hanya seperti itu...sungguh diluar dugaan..benar benar membuat kedua tuan muda ini naik darah...
Rama pana sdh tidak bisa membendung amarahnya dengan cepat ia menyerang sein dengan tinjunya..tinju tujuh susun!!
Sein yang menyadari bahwa rama pana berada di master tingkat tiga...hanya tersenyum tipis dan menghindar dengan mudah..ia sama sekali tidak membalas serangan Rama pana..ia hanya berniat mempermainkan lawannya...
setelah cukup lama menyereng..nafas Rama pana mulai tersengal sengal..tak satupun serangannya yang berhasil mengenai Sein...
ia memberi kode pasa tuan muda Lim untuk membantunya..tuan muda Lim segera menerjang Sein dengan sebuah tendangan cepat..namun karena tingkatannya sangat jauh di bawah Sein..ia juga hanya menjadi bahan permainan Sein..Sein tidak sekalipun membalas serangannya...keduanya menjadi frustasi dan malu karena banyak yang menyaksikan mereka tidak bisa menyentuh Sein..dan baru kali ini ada yang mempermainkan mereka seperti itu...
setelah bosan bermain..Sein dengan cepat menotok mereka berdua..kali ini totokan Sein membuat mereka bukan saja tidak bisa bergerak tapi juga tidak bisa bersuara.....Heheheh...kalian benar benar membuat malu keluarga kalian..
apa kalian para tuan muda hanya bisa menjual nama besar keluarga kalian hah??
Sein kemudian meminta dibawakan dua buah pakaian dalam wanita dari dalam toko..setelah mebayarnya ia mengikatkan masing masing satu di wajah mereka...sambil berbisik ditelinga mereka " ternyata di keluarga Lim dan Rama ada banci seperti kalian'...hehehe bisikannya sangat pelan hanya mereka berdua yang bisa mendengarnya..membuat amarah mereka melonjak lagi..mata mereka merah dan melotot..urat urat dileher dan dikepala mereka menonjol dengan jelas...
Sambil cengengesan Sein mengajak Meilan pulang dan meninggalkan mereka berdua dalam keadaan tertotok...
penonton banyak yang tertawa melihat apa yang dilakukan Sein pada kedua tuan muda itu...kemudian serta merta mereka membubarkan diri...siapa anak muda tadi ya..berani sekali dia berurusan dengan keluarga Lim dan keluarga Rama...emhhh..sebentar lagi dia pasti dalam masalah...terdengar pembicaraan beberapa orang dari penonton yang bubar..
Memasuki kediaman nek Una, Sein melangkah kesamping rumah...
ahhhh...Sein merebahkan dirinya diatas dipan.. cukup melelahkan juga...gumam Sein..Meilan yang memgikutinya dari belakang, berdiri disamping nya..kakak Sein, bajunya aku bawa masuk dulu..
ah ya..serahkan saja pada nenek Asih..
Meilan melangkah masuk dan menemui nek Asih..guru Asih...!
ini baju baju yang dibeli tuan muda..saya disuruh memberikannya kepada guru Asih..
oh..letakkan saja dimeja itu...
baik..
setelah meletakkakan baju baju itu, meilan meninggalkan ruangan itu dan melangkah menuju halaman belakang untuk melanjutkan latihannya...
meilan bergegas menemui nek Una..guru..!
ada sesuatu yang penting yang harus aku sampaikan..
em..??nek Una menghentikan pekerjaannya yang lagi menjemur bahan bahan obat,.kemudian menoleh dengan wajah menyelidik...
katakanlah..
e..ini...eh..meilan ragu ragu..
ayoo..cepat lah..
i..iya guru..
itu..tuan muda Sein..tadi di toko pakaian beselisih yang akhirnya menotok tuan muda Lim dan temannya...Meilan kemudian menceritakan semua kejadian di toko pakaian dengan jelas...
Hemmmmhh...nek Una menghela nafas...
bocah ini...baru saja tiba sudah dapat masalah...
guru...yang salah mereka guru...bukan tuan muda...sela Meilan...
iya..aku tahu..
tapi masalah ini tidak akan selesai secepat ini...
nek Una bergegas masuk menemui nek Asih..
nek Asih sementara memisah kan baju baju yang dibeli Sein ketika nek Una masuk..
hei adik..ini ada baju buat mu...
aih..masalah baju nanti dulu..ini lebih serius...!!sela nek Una..
masalah apa yang begitu serius..?tanya nek Asih dengan santai..
nek Una menceritakan apa yang diceritakan Una...
kening nek Asih berkerut setelah mendengarnya...anak ini benar benar bisa sabar...
siapa juga yang bisa sabar setelah dimaki anak haram dan keluarganya akan dibantai...
menurutku Sein sudah cukup sabar dengan hanya menotok mereka..kalau aku, pasti telah kubuat cacat anak walikota itu...timpal nek Una..
kalau walikota Lim pasti tidak akan terlalu mempermasalahkan masalah anak muda ini..
tapi mertua walikota yang terlalu memanjakan cucunya ini pasti akan berbuat tidak masuk akal seperti biasanya...kata nek Asih..
walikota cukup memandang kita, dia tidak akan berani bertindak gegabah..anaknya juga tidak apa apa..hanya ditotok oleh Sein saja..kata nek Una..
iya tapi mertua walikota tidak pernah memandang kita...
dan lagi teman anak walikota yang juga ditotok Sein adalah putra mentri acara..
mentri acara kemungkinan tidak akan membiarkannya...jelas nek Asih...
Kakek Dai yang dari tadi tertidur di kamar, bangun dan keluar kamar..melihat istri dan adik iparnya berbicara dengan serius, ia penasaran dan bertanya..ada apa?kalian bicara seserius ini?..
emh..Sein..kata nek Una
ia kemudian menceritakan lagi kejadian di toko pakaian seperti yang diceritakan Meilan...
kakek Dai hanya manggut manggut...
bagus...!! kata kakek Dai, ini awal Sein melatih pengalaman bertarungnya..hahahahah...tertawa sambil berjalan keluar rumah...
kedua nenek itu hanya memandangnya sambil geleng kepala...
Didepan toko pakaian...
tak lama setelah Sein meninggalkan tempat itu, dua orang berbadan tinggi besar dengan pakaian pendekar..menghampiri dua pemuda yang ter totok dengan tergopoh gopoh..tuan muda..apa yang terjadi..?mereka mencampakkan pakaian dalam yang di ikat Sein menutupi wajah kedua tuan muda itu..menyadari tuannya dalam keadaan ter totok kedua pendekar yang merupakan pegawal pribadi tuan muda Lim segera melepaskan totokan kedua tuan muda itu...
seketika itu totokan keduanya lepas...
kepparattt...!!dari mana saja kalian ...?tuan muda Lim memaki pemgawalnya...cepat cari gembel itu...!! aku tidak ingin melihatnya hidup sampai bwsok pagi...!! perintah tuan muda lim...huh huh huh..ini pengjinaan bagi keluarga bangsawan...ucapnya..dengan nafas tersengal karena emosi..
Tak berselang lama..seorang pria paruh baya tiba ditempat itu..menghampiri tuan muda Rama...tuan muda ada apa? tuan muda Rama memghela nafas kemudian menceritakan kejadiannya bahwa ada pemuda yang menghina keluaga besarnya..dan menyuruh pengawalnya mencari Sein..
setelah kedua pengawal tuan muda Lim mencari keterangan pada orang orang dan pelayan toko, mereka kembali menemui kedua tuan muda itu..eh pendekar Jin..!! sapa mereka kepada pengawal tuan muda Rama...bagaimana ?apa ada keterangan siapa pemuda itu...?tidak ada pendekar Jin..tapi wanita yang bersamanya menurut beberapa orang yang tadi yang menyaksikan kejadiannya adalah pelayan atau murid Rumah Obat..dipinggiran kota...em..Rumah Obat..!!?tanya pendekar Jin..
sepertinya tidak akan mudah mengurus masalah ini...sebagai praktisi beladiri yang sudah puluhan tahun didunia persilatan..pendekar Jin tahu rumah obat dihuni beberapa pendekar tangguh tingkat tinggi dari dunia persilatan...ia juga mengetahui bahwa salah satu tetua di rumah obat adalah mertua kepala akademi kerajaan..
tuan muda, sebaik nya ini kita bicarakan dulu dengan walikota..juga dengan mentri acara..
apaa??hanya urusan kecil ini kalian ingin melibatkan ayahku dan mentri acara??sergah tuan muda Lim...
pendekar Jin hanya mengela nafas dan berbisik ke tuan muda Rama...tuan muda Rama mengangguk pelan..baiklah paman..tuan muda Rama tahu persis pengawal pribadi ayahnya ini selalu bertindak hati hati...
saudara Lim ting, aku kembali dulu ke ibu kota, jangan melakukan apapun dulu..tunggu aku..
hah..dengan heran Lim ting menjawab..saudara Rama pana, apa kau takut dengan mereka..?kalau begitu biar aku dan pengawalku yang akan membereskannya...hmmhhh..terserah padamu saja..tapi nanti aku akan kembali lagi..berhati hatilah berurusan dengan rumah obat...kata Rama pana..kemudian melangkah meninggalkan tempat itu diikuti oleh pendekar Jin...
Lim ting dan dua pengawalnya bergegas menuju rumah obat,..
tuan muda..kita sebaiknya kembali dulu melapor ke walikota..kata salah satu pengawalnya..
ah...tak usah...ikut saja denganku dan kita bereskan masalah ini secepatnya..tapi tuan..salah satu dari kami harus kembali melaporkan ini ke walikota...ya sudah ku saja yang kembali..sana sana sana...cerewet sekali...gerutu Lim ting...pengawal itu menjura dan segera bergegas menuju kediaman walikota...
semetara itu, Lim Ting tetap melanjutkan menuju Rumah Obat..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Putra_Andalas
klo d kasih tanda baca.. psti ebih nyaman nih bacanya..😵
2023-08-22
0
pranacitra
😄😄😄😄 terlalu lebay guling² di jalan
2022-06-29
1
Jantje Gandaria
lanjut
2022-06-28
0