Di dasar lubang yang gelap tempat ia sebelumnya terperosok...Sein kini berada didalam ruang dua kali empat tombak...
sein yang sudah tersadar dari pingsannya mengerang kesakitan..sekujur tubuhnya terasa sakit...kulitnya dipenuhi bengkak menghitam akibat nanyak terbentur dan terseret pinggiran lubang yang ternyata dipenuhi tumbuhan beduri dan beracun tingkat tinggi...
emhhh..aku tidak boleh mati disini...Sein sekuat tenaga merangkak..berusaha bangkit..tapi tak jauh ia merangkak ia kembali tersungkur..akhhh..aku harus bisa keluar dari sini..!!
+++
Dengan kondisi yang keracunan amat parah, Sein terus berusaha merangkak secara tak sadar sampai ke pinggiran ruang gelap yang seukuran sekitar dua kali empat tombak itu..dia merasa lapar dan haus...dengan tangannya ia mencoba menggapai sekitarnya ia merasakan di dinding ruangan itu ada tumbuhan, ia merasa tumbuhan ini begitu dingin seperti es...karena ia haus ia langsung saja memakan daun tumbuhan itu..perasaan sejuk merambat disekujur tubuhnya...kepalanya dan badannya yang tadinya terasa sakit kini agak berkurang..dengan nafas terengah engah ia kembali meraih lagi beberapa daun dari tumbuhan dingin itu kemudian memakannya...kembali sekujur tubuhnya terasa sejuk dan sakit kepala dan tubuhnya kini banyak berkurang...Sein kini berbaring dilantai ruangan itu mengatur nafasnya...
+++
Di rumah kepala lembaga penyelidik, Tuan Taha menjura, salam kepala lembaga..!ah ya salam guru kepala, silahkan duduk..sambut kepala lembaga Usen..
kepala lembaga..saya ada permohonan kepala lembaga..kiranya kepala lembaga bersedia menolong saya...kata tuan Taha mengutarakan maksud kedatangannya setelah duduk...
ehmm...bantuan apa yg guru kepala butuhkan dari saya..?tanya kepala lembaga Usen..
kepala lembaga, anak saya Sein, beberapa hari lalu hilang dibelakang rumah mertua saya di pinggir hutan larangan...dengan tenang kepala lembaga Usen mendengarkan cerita tuan Taha dan perkembangan pencarian terakhir yang dilakukan oleh kakek Dai..setelah menuturkan kejadiannya dengan lengkap, tuan Taha kembali diam dan menunggu tanggapan dari kepala lembaga Usen..
emm..ada kemungkinan nak Sein bermain dan tersesat, atau dia masuk wilayah yang susah dijangkau orang...aku akan mengerahkan divisi 4 untuk membantu guru kepala menyelidiki keberadaan nak Sein...terimakasih kepala lembaga..Tuan Taha kembali memberi hormat..
Tuan Taha tunggu saja berita selanjutnya dari lembaga penyelidik...kata jendral Usen..baik kepala lembaga..kalau begitu, saya mohon pamit dulu...ah iya..jawab kepala lembaga Usen singkat...
+++
Di rumah kakek Dai,
wajah nenek Asih masih kelihatan gusar..cucu nya belum juga kembali..
Hmmmh...semoga Taha bisa segera mengirim bantuan untuk mencarinya...hutan larangan terlalu luas..kita sudah berhari hari mencarinya tapi belum juga ada hasilnya...
Setelah mengirim pesan ke tuan taha, kakek Dai dan nenek Asih merasa bosan kalau hanya harus menunggu..karena itu beberapa hari ini mereka berpencar menjelajahi hutan larangan mencari Sein...
apa jangan jangan Sein sudah diterkam binatang buas...hik hik hik..nenek Asih sudah mulai menangis...tapi segera ditenangkan oleh kakek Dai...tenanglah...kalau Sein diterkam binatang buas..kita pasti sdh melihat sisa jasadnya...mungkin dia terjebak suatu tempat dalam hutan kemudian dia pingsan...kata kakek Dai...
Nenek Asih mulai reda tangisnya..semoga saja Sein tidak apa apa, tapi dia pasti sdh beberapa hari tidak makan...kasihan Sein...
+++
Sementara itu, di kedalaman lubang,
Sein yang nafasnya sdh mulai teratur, bangun dan duduk kini pandangan nya sdh terbiasa dgn gelap juga karena pengaruh racunnya mulai berkurang...pandangan nya walau samar samar dia bisa.melihat kalau dia berada dalam ruangan persegi panjang, diatas ruang itu ada lubang gelap sebesar dua badan pendekar dewasa..aku terjatuh dari lubang ini sepertinya...gumam Sein...
dia terus memperhatikan sekitarnya..emm tempat apa ini..aku sepertinya keracuan dan setelah makan rumput dingin itu kondisiku sepertinya membaik...
Setelah duduk sekian lama, Sein berdiri dan memeriksa ruangan itu apakah ada sesuatu yang bisa membantunya naik kembali kelubang itu dan pulang kerumah...kakek dan nenek pasti sdh mencariku..entah sudah berapa lama aku disini...
emhh..tidak ada sesuatu yang bisa membantuku keluar melalui lubang itu,..
Sein terus berpikir...ah mungkin saja di ruang ini ada pintu atau jalan keluar lain...dia terus meneliti jengkal demi jengkal ruangan itu..
sampai pada akhirnya, sein merasakan ada yang jsnggsl pada dinding tepat sejajar dengan lubang tempat dia terjatuh...dia mengetuk dinding itu, rupanya itu tumpukan daun kering yang menutupi sebuah lubang seukuran tubuh satu orang dewasa..Sein memutuskan masuk kedalam lubang itu, tapi sebelumnya ia memetik cukup banyak daun tumbuhan dingin yg tadi dia makan sebagai bekal untuk dimakan dan untuk mengatisipasi jika dia kembali keracunan dalam lubang itu, daun itu ia masukkan dalam kantong penyimpanan dalam bajunya..
Sein menyingkirkan daun daun kering itu, cukup lama juga Sein menyingkirkan nya karena daunnya cukup banyak..
setelah merasa bisa ia lewati ia pun merangkak masuk kedalam, kini ia berada dalam ruang yg lebih dingin lagi, ukuran ruang itu dua kali dua tombak..
Sein mengamati sekelilingnya..
dia menemukan ada tiga buah tumbuhan setinggi pinggang dengan buah sebesar buah kenari berwarna biru pekat yang lebat..
Sein tidak tahu pohon dan buah apa itu, jadi Sein melanjutkan memeriksa sekitarnya...
perhatian Sein tertuju pada sebuah pintu, wahh ternyata disini ada pintu...pintu ini dari batu...gumam Sein..
Sein berusaha membuka pintu itu, tapi pintu itu seolah menyatu dengan dinding..tidak bisa dibuka...!!Sein kemudian meraba raba dan mengamati setiap jengkal pintu itu..barangkali ada tombol atau tuas tersamar untuk membuka pintu itu...
tapi..sama.sekali tidak ada tombol atau apapun di pintu itu...
Perhatian Sein kini diarahkan pada dinding disebelah kiri pintu, Sein mengamati dinding ini, barangkali kenop atau tombol untuk membuka pintu batu ini ada disini, pikir Sein..
tapi setelah mengamati beberapa lama sein tidak menemukan apapun..Sein kembali kedepan pintu batu..karena bosan ia kemudian duduk dan bersandar pada pintu batu..
karena kelelahan Sein tertidur dengan posisi duduk..
+++
Cukup lama Sein tertidur,..
ketika bangun, badannya terasa segar..tenaganya juga terasa lebih segar dari sebelumnya...
Sein kemudian berdiri namun pada saat dia akan berdiri terasa ada yg mennganjal di tangan kanannya yg bertumpu pada lantai, eh apa ini !? seperti benang tapi sangat halus..
benar tersebut terbuat dari bahan yang sangat halus sepanjang satu setengah jengkal..menjulur dari dalam melalui celah halus di bawah pintu batu..sebelumnya Sein tidak merasakan hal ini karena kondisi tubuhnya yg belum prima namun setelah tertidur dan akibat dua kali mengkonsumsi daun rumput dingin kemampuan tubuh Sein meningkat berkali lipat..
kini kelima indranya lebih meningkat..karena itu indra peraba yaitu kulitnya juga saat merasa kan benang yang sangat halus itu...
benang apa ini?ah mungkin ini bisa membuka pintu ini...pikir Sein...dia segera mencoba menarik benang itu..setelah itu dia menunggu apa yang akan terjadi dengan pintu itu...setelah beberapa tarikan nafas..pintu batu itu perlahan berderit terbuka kearah dalam...Sein melihat kedalam ruang itu...ruangan itu cukup luas dan cukup terang karena dinding dindingnya terbuat dari batu pualam..dan ketika terkena angin lampu penerangan di dinding ruang itu tiba tiba menyala..karena cukup terang, Sein dapat melihat didalamnya ada semacam panggung dengan tiga undakan tangga...diatas panggung terdapat rak buku..disamping rak buku sein mengenali benda seperti tungku, sebuah palu, beberapa senjata dan sebuah meja, dikedua sisi meja itu ada dua sosok yang duduk saling berhadapan...dan diatas meja dihadapan kedua orang itu ada dua buah kitab yang masih terbuka...sepertinya kedua orang ini sedang mendiskusikan kedua kitab dihadapan mereka..
Sein perlahan lahan mendekati tempat itu..
ia takut mengganggu kedua orang itu..maaf tetua..saya tersesat...Sein sambil memberi hormat sambil mendekati kedua orang itu..namun setelah sein perhatikan..kedua orang ini sudah merupakan tengkorak..jubah yang mereka kenakan juga sudah terlihat usang
..
Sein, mencoba memeriksa kedua tengkorak berjubah itu..Sein kemudian mengangkat keduanya menuju ruang empat kali dua tombak tempat pertama sein terjatuh...Sein menggali dua lubang untuk mengubur kedua tengkorak itu...
Setelah itu,
Sein kembali keruangan batu pualam,
yang pertama Sein amati adalah dua buah kitab diatas meja...
disamping kitab itu ada sebuah surat..
Sein membuka dan membaca nya..
" SIAPA SAJA YANG MENEMUKAN TEMPAT INI, DAN MEMBACA SURAT INI..MAKA DIA BERJODOH UNTUK MENJADI PENERUS KAMI...
KAMI DIKENAL SEBAGAI SEPASANG PENDEKAR SENYAP..
KAMI MENULIS SURAT INI KARENA KAMI SADAR BAHWA KAMI TIDAK BISA LAGI KEMBALI KEDUNIA PERSILATAN..
KAMI TELAH GAGAL PADA LATIHAN TAHAP AKHIR JURUS BELATI SENYAP..
SETELAH GAGAL, KAMI MENGETAHUI CELAH KEGAGALAN KAMI NAMUN TAK BISA LAGI MENGULANGINYA KARENA ILMU BELADIRI KAMI MUSNAH SAAT KESALAHAN DIPUNCAK PELATIHAN..
TAPI, SEMUA TEHNIK PELATIHAN YANG SUDAH KAMI SEMPURNAKAN, SUDAH KAMI TULIS DALAM KITAB JURUS BELATI SENYAP..
KAMI JUGA SUDAH MENYUSUN KITAB PENGOBATAN SENYAP SEBAGAI PASANGAN KITAB BELATI SENYAP..
BERLATIHLAH DENGAN GIAT..!!
DIBALIK RAK BUKU DIRUANG INI ADA SEBUAH RUANGAN UNTUK MELATIH KEDUA KITAB INI..
GUNAKAN ILMU INI DAN SRMUA YANG ADA DI TEMPAT INI UNTUK MENOLONG SESAMA.."
Mata Sein seketika terbelalak...
walaupun Sein tidak mengetahui siapa itu sepasang pendekar senyap..tapi dia yakin mereka berdua adalah tokoh terkenal dunia persilatan...
dan Sein juga yakin bahwa jurus belati senyap adalah jurus tingkat tinggi...
+++
Sein mengambil kitab bersampul hijau..disampulnys tertulis " KITAB PENGOBATAN SENYAP " dan satunya lagi "KITAB BELATI SENYAP "..
Sein membuka lembar demi lembar kitab pengobatan senyap dengan seksama..dikitab ini ada lima belas bab..dimulai dari bab dasar..berisi tentang petunjuk dasar dasar ilmu pengobatan..bab satu berisi tentang ilmu pengobatan lanjutan yang jika dikuasai akan mancapai master tabib tingkat satu..dan demikian seterusnya sampai bab sembilan dan untuk bab sepuluh maka mencapai ranah grand master, bab sebelas mencapai ranah grand master raja, bab dua belas mencapai ranah grand master bumi, bab tiga belas mencapai ranah grand master suci, bab empat belas mencapai ranah grand master langit, bab lima belas mencapai ranah grand master surgawi..
Sein terus mengamati kitab pengobatan itu dengan teliti...ia berpikir akan melatih kitab itu dirumah, namun dia kembali berfikir bagaimana caranya ia keluar dari lubang berliku tempat ia terjatuh...
karena bingung,
Sein membuka kitab Belati Senyap...
sebagaimana kitab pengobatan senyap..
Sein juga membaca dan mengamati kitab belati senyap dengan seksama..
kitab ini terdiri dari sembilan belas bab..
bab pertama berisi tentang teknik membentuk dan memperkokoh pondasi beladiri..
- menempa tulang
- menempa otot
- menempa kulit
- menempa jiwa
bab kedua berisi teknik meringankan tubuh
-berlari cepat
-berlari diatas dahan
- berlari diatas air
-berdiri diatas air
- langkah sutra
- mengendarai angin..
-gerak hampa
bab ketiga berisi teknik pembentukan dan peningkatan tenaga dalam
- membentuk pusat tenaga dalam
- memperbesar pusat tenaga dalam
- membentuk akar tenaga dalam
- membentuk roh tenaga dalam
Bab keempat berisi jurus tebasan belati meraung..hanya bisa dipelajari jika sudah berada di ranah master tingkat satu..
Bab lima berisi jurus tebasan ganda belati meraung..bisa dipelajari jika sudah berada diranah master tingkat dua..
Bab keenam berisi jurus ayunan belati tertawa
bisa dipelajari jika sdh berada di ranah master tingkat tiga...
Bab ke tujuh Lingkar belati meratap..
bisa dilatih jika sudah berada di ranah master tingkat empat..
Bab kedelapan berisi jurus lingkar ganda belati meratap..
bisa dipelajari jika sudah dalam ranah master tingkat lima..
Bab kedelapan berisi jurus tarian belati angin dapat dipelajari pada ranah master tingkat enam
Bab kesembilan berisi jurus belati angin beliung dapat dipelajari pada ranah master tingkat tujuh
Bab kesepuluh berisi jurus tusukan belati gelisah dapat dipelajari pada ranah master tingkat delapan
Bab sebelas berisi jurus tebasan seratus belati angin dapat dipelajari pada ranah master tingkat sembilan
bab kedua belas berisi jurus belati pengoyak malam Saat dikuasai grand master tingkat satu
bab ketiga belas berisi jurus mata belati kegelapan dapat dikuasai pada ranah grand master tingkat dua
Bab keempat belas berisi jurus seratus belati beku dapat dikuasai pada ranah grand master tingkat tiga
Bab kelima belas berisi jurus belati tujuh unsur dapat dikuasai pada ranah grand master raja
Bab keenam belas berisi jurus tebasan sepuluh ribu belati tujuh unsur belati dapat dipelajari pada ranah grand master bumi
Bab ketujuh belas berisi jurus tarian hujan belati tujuh unsur dapat dipelajari pada ranah grand master suci
Bab kedelapan belas berisi jurus tebasan badai belati tujuh unsur dapat dikuasai pada ranah grand master langit
Bab kesembilan belas berisi jurus belati pelahap energi dapat dikuasai pada ranah grand master semesta..
Berdasarkan keterangan dalam kitab, pertama tama Sein harus mempelajari kitab belati senyap sampai bab ketiga...
kemudian dilanjut mempelajari kitab pengobatan senyap, bartahap tahap seiring kebutuhan tingkatan yang diperlukan untuk mempelajari kitab belati senyap..
akhirnya ia memutuskan untuk melatih kitab belati dab pengobatan senyap ditempat ini...
Sein memilih untuk melatih dasar kitab belati senyap, yakni sampai pada bab tiga..
baru kemudian ia akan mempelajari ilmu pengobatan senyap setelah itu kemudian melatih kitab belati senyap bab ke empat dan seterusnya sesuai tingkat tenaga dalamnya..karena melatih ilmu pengobatan dapat membantu mempercepat dan memperkuat tubuhnya dan meningkatkan tenaga dalamnya sehingga memudahkan menguasai jurus jurus dalam kitab belati senyap..,.pikirnya setelah tingkatan kultivasinya lebih kuat dia akan mudah memanjat lubang tempat dia terperosok dan kembali kerumah...
Sein menuju ruang dibalik rak seperti yang tertulis dalam surat sepasang pendekar senyap...
diruangan ini terdapat banyak sekali tumbuhan dan terlebih lagi ruangan ini sangat luas..boleh dikata ini adalah sebuah taman dalam gua..
berjalan jauh dalam, sein menemukan sebuah kolam dengan air yang berwarna biru pekat seperti buah sebesar kenari dari tiga pohon seukuran tinggi pinggang yang dijumpainya diruang dua kali dua tombak tadi..
karena sudah merasa lapar, Sein memakan lagi daun rumput dingin..lagi lagi ia merasakan sejuk di tubuhnya...kini ia merasa tubuhnya meningkat lagi dari sebelumnya...
karena sebelumnya ia menyadari bahwa khasiat rumput dingin ini akan lebih baik setelah tidur, maka Sein ingin tidur dulu sebelum memulai pelatihannya..
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Putra_Andalas
lumayan bagus ni cerita..cuma Tanda baca aja yg kurang.. kesan nya jd bertumpuk kata²nya..
2023-08-22
1
Tiana
masih berlanjut ternyata
2023-07-12
0
Tiana
👌ok
2023-04-10
0