Kisah kali ini adalah kisah tentang gadis cantik"Adeline scots".
Adeline scots adalah wanita yang cuek, berkarakter dingin.
Adeline tidak pandai bergaul dia hanya mempunyai satu sahabat "ROSHI LEE".
Dulu mendiang kakek adeline mengalami kebangkrutan salah satu sahabat lamanya membantunya dengan sukarela.
Sebagai ganti karena kebaikan sahabatnya, mendiang kakek adeline berjanji kelak cucunya akan menikah dengan cucu sahabatnya itu sebagai ucapan terimakasih.
Adeline duduk dan termenung, sebatang rokok ia nikmati dalam kesendirian.
Membiarkan asap rokok itu melambung terbang tinggi terhempas angin dan menghilang.
"Karena suatu keadaan aku harus menerima pernikahan itu"Gumam adeline.
Hidupku bagai secangkir kopi pahit.
Mau aku suguhkan pada siapa pun orang pasti enggan untuk meminum dan menerima.
Pahit manis biar aku tengak sendiri.
Dengan berat hati adeline menerima pernikahan itu.
Lelaki itu adalah Park Gou seorang CEO muda sombong dan playboy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon disxa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WEDDING
Ini tentang gaun putih yang menjuntai di lantai,beberapa lapis make up menempel pada wajahku.
"Ma....apa aku cantik"gumamku.
Setelah aku setuju untuk menikah dengan tuan muda Gou,tuan Gou memberi pengumuman pada keluargaku"Scots"bahwa seluruh kekayaan adalah milikku "Adeline Scots".
Dimata lelaki yang menikahiku aku menikah demi uang.
Dimata keluargaku aku adalah ular tamak penguasa kekayaan Scots.
Aku dibenci tapi aku tidak peduli.
Disisi lain aku tetap bahagia untuk mereka,mereka yang dengan tulus mengabdi dan membantu perkembangan bisnis keluarga Scots.
Karpet merah terbentang sepanjang jalan,kini tanganku melingkar pada pria itu.
Kini aku dan dia sudah menjadi satu dalam sebuah ikatan.
Lelaki yang selalu datang pada pelukan wanita yang berbeda,kini marganya sudah melekat padaku "Adeline Gou".
Seluruh mata memandang memberi tepuk tangan dan sorotan.
Apa aku bahagia?
Tidak!!!!!!aku ingin menangis tapi aku kuat dan aku bisa melewati ini,di bawahku masih ada mereka yang diuji lebih berat.
Kini aku memainkan peran sebagai seorang istri.
Istri sang Playboy.
"Del selamat"ucap Roshi Lee dengan memelukku.
Aku hanya membalas dengan senyuman kaku.
"Del yakin semua akan indah"
Aku menepuk pundak sahabatku.
Aku tidak bisa berkata apa-apa,kini otakku hanya berfokus pada satu" tahan air mata itu".
Setelah pesta pernikahan usai tuan muda Gou mengajakku ke kediamannya.
Rumah yang tak jauh berbeda dari rumahku.
Besar,indah tapi kosong.
Kosong akan cinta dan ketulusan para penghuninya.
Tuan muda Gou mengarahkan aku menuju kamarnya.
Aku duduk di meja rias sembari membersihkan riasanku.
"Aku kira kamu wanita yang tidak perhitungan"
"Tuan muda sepertinya anda naif,mana ada wanita yang tidak akan tergiur akan uang"ucap Adeline sembari berdiri dan membuka kopernya untuk mengambil baju tidur.
"Kau bahkan sudah mengambil keuntungan atas pernikahan ini"
"Lantas"
"Ini bacalah"Park gou menyerahkan selembar surat.
"Pernikahan kontrak?"
"Ya aku sungguh tidak tahan jika harus bersama dengan wanita penjilat lidah mata duitan sepertimu"
"Aku tidak pernah menyuruhmu untuk selamanya bersamaku!!!!Pernikahan ini juga bukan aku yang inginkan,Di sisi lain aku juga punya lelaki yang aku cintai.Kita hanya perlu menjaga privasi masing-masing".
"Silahkan tanda tangan nona Adeline"
Adeline dengan teliti membaca setiap halaman demi halaman surat kontrak pernikahan itu.
Adeline merobek surat itu.
dan......
"1.Aku menyetujui pernikahan kita selama 1 tahun.
2.Maaf aku tidak akan mengijinkan mu melakukan hubungan suami istri denganku,Aku tau kamu memiliki banyak wanita kamu bisa melakukan itu dengan wanitamu,aku hanya akan melakukan tugasku sebagai istri kecuali di ranjang aku menyetujuinya.
3.Balkon adalah area ku dan seluruh kamar ini adalah areamu kecuali kamar mandi kita harus berbagi.Kita punya kehidupan masing-masing mari kita hormati.
"Nona Adeline kamu istriku mengapa aku tidak boleh menyentuhmu"
"Kita hanya istri diatas kertas,kenapa harus menyetuhku?beberapa wanitamu aku rasa sudah cukup"
"Baik....dan 1 permintaanku dilarang merokok selama menginjakkan kaki di kediaman Gou"
"Baik tapi hanya malam ini ijinkan aku untuk merokok"
"Baik silahkan terlelap dengan nyenyak di kediaman Gou oh....dan jangan lupa sebelum tidur hitunglah pundi-pundi kekayaanmu sekarang.Apa.....sudah setara dengan kekayaan Gou"Ucap park gou dengan menyerahkan kartu black card untuk Adeline.
Adeline mengambil kartu itu.
Adeline tidak menghiraukan apa yang diucapkan oleh Park Gou tujuan dia datang ke kediaman Gou adalah bukan untuk Park Gou.
Adeline mengarahkan tangannya untuk berjabat tangan dengan park Gou bertanda perjanjian mereka sudah resmi untuk disetujui.
Adeline segera menuju balkon beralaskan sofa dengan bantal dan selimut yang nyaman Adeline membaringkan dirinya memandang ke arah langit.
Hari ini dilangit bintang bertaburan.
Seperti biasa linting nikotin menemaniku,aku menghirup dalam asap itu menghembuskan dengan lembut.
Aku memandang kartu black card dari Park Gou.
"Ternyata ini nilai seorang wanita dimatamu,aku juga memiliki kartu ini bahkan kartu ini aku lempar percuma pada papaku"
Adeline menyimpan kartu itu di bawah bantalnya,Ia tak mungkin memakai uang milik Park Gou.
Malam yang tetap terjaga menanti waktu pagi tanpa tertidur.
"Andai tadi aku membuat secangkir kopi pahit".
Waktu terus berlalu kini jam sudah menunjukkan pukul 04:00 pagi Adeline segera menyiapkan baju untuk Park Gou ke kantor dan menaruhnya pada sofa dekat tempat tidur.
Kakinya melangkah ke arah dapur sudah ada beberapa pelayan yang sibuk di dapur.
"Permisi!!!!menu kesukaan tuan muda Gou apa?"
"Nona biar kami yang siapkan"
"Katakan"
"Roti selai kacang dan secangkir Teh Hijau"
"Baik,kalian jangan siapkan biar aku saja .Aku tidak makan, masakan yang kalian masak untuk kalian sendiri saja"
"Tapi...."
"Aku tidak suka mengulang perkataanku".
"Baiklah nona"
Karena masih terlalu pagi untuk menyiapkan roti dan teh untuk Park Gou, Adeline segera mandi.
Berendam dalam bath up sembari memejamkan mata.
Cukup lama ia terpejam.
Adeline melirik jam dinding yang tergantung pada kamar mandi.
"Jam dalam kamar mandi?apa itu penting?sudah jam 5:30"
Adeline segera menyelesaikan mandinya dan menyiapkan air untuk Park Gou mandi.
Dia segera menuju lantai dasar untuk menyiapkan roti selai kacang dan teh hijau.
setelah selesai Adeline menaruh sarapan itu di meja kamar.
Ternyata Park Gou sudah bangun rasanya begitu canggung dan asing.
"Semua sudah aku siapkan"
"Aku tidak mau roti aku mau nasi"
"Makanlah ini,besok apa yang kamu mau makan tulislah letakkan di meja sebelum tidur"
"Baik"
Adeline melangkah...
"Kemana?"
"Bekerja"
"Sepagi ini?"
"Y"
"Pergi sendiri"
"Y"
"Diantar?"
Adeline hanya menjawab menggelengkan kepala sembari pergi meninggalkan Park Gou.
Hello reader ini karya aku yang kesekian kali😂moga kalian suka ya,jangan lupa like karyaku yang lainnya ya.Kalau kalian ada saran untuk karyaku aku sangat senang,jangan sungkan untuk memberiku saran ya.
ayo budayakan saling dukung.
Arigato readers salam sukses dan sehat selalu.
Anyway, ini titiiny banyak banget kak🙈
udah aku follow ya thor, mohon follbacknya