Dilarang Spam promo!!!
Promo boleh tapi jangan spam...
Diasingkan dan dikurung di bulan oleh Ayah yang dia kira Ayah kandungnya sendiri hanya karena difitnah oleh adik angkatnya membuat hati kecilnya tersakiti.
sampai suatu hari sang Ayah palsu membunuh seorang gadis hanya karena tidak sengaja menggores lengan putri kesayangannya Fedora dengan anak panah, sang kakek dari gadis tersebut mengutuk ayahnya.
Dan dia harus menunggu malam di mana bulan merah di kelilingi tujuh bintang barulah dia bisa keluar dari bulan.
"Aku kembali hanya untuk membuat kalian menderita seperti yang pernah kalian perbuat kepada... Bunda"
-Chiarina Ayla Aezar-
Namun siapa yang tahu perubahan saat di akhir. Yang dia kira adalah kebahagiaan nyatanya hanya kepedihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cute summer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak tahu
Happy reading
Ayah Pejo dan Rhett sudah kembali ke dunia sana setelah memastikan Ayla tertidur lelap.
Tanpa mereka ketahui ternyata Ayla hanya pura-pura tidur.
"Huft... sekarang coba mantra yang baru aku pelajari." gumam Ayla melafalkan beberapa patah kata.
Cahaya kuning keluar dari tubuh Ayla dan berkumpul ditelapak tangannya, ketika sudah terkumpul sepenuhnya Ayla melemparkan bola kuning itu ke kaca berulangkali, tapi yang berhasil menembusnya sangatlah tipis seperti asap, namun perbuatannya itu memberi dampak bagi kehidupan di bawah sana.
Asap tipis yang jatuh ke bawah berubah menjadi bola besar saat diperjalanan. Tanah yang tadinya gersang kini kembali subur setelah terkena bola kuning yang datang dari bulan, hewan dan tumbuhan kembali seperti sedia kala, semua orang berteriak kegirangan dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Ayla karena mereka mengira kalau Ayla sedang membantu mereka tapi nyatanya Tidak.
"Terimakasih putri sudah mendengarkan keluh kesah kami."
"Putri Ayla memang mulia."
"Syukurlah Putri Ayla mendengar kita"
"hiks Putri sangat baik tidak seperti Yang mulia Kaisar."
"Apa yang mereka katakan? aku melakukan ini demi kepentingan pribadi bukan kepentingan mereka tahu." gumam Ayla kesal.
...Istana Kaisar...
***
"Yang mulia sepertinya Putri Ayla memiliki hati yang sangat mulia bahkan disaat seperti ini dia masih mau membantu kita." ucap Jenderal Xiel terharu.
"Bodoh... dia sedang mencoba untuk keluar bukan membantu." bantah Kaisar Abercio menatap tajam kearah Jenderal Xiel.
"Tapi baguslah setidaknya anak itu berguna juga saat ini." lanjutnya acuh.
"Ya dewa bukalah hati Kaisar Abercio agar bisa membedakan kebatilan dan kebajikan hiks..."
"Hihihi ini sangat menyenangkan." gumam seseorang yang sedang menguping pembicaraan Kaisar dan Jenderal.
"Adik maafkan kakakmu yang tidak berguna ini." gumam Putra mahkota dengan sedih.
"Tenang saja akan kakak beri dia pelajaran yang setimpal dengan perbuatannya kepadamu."
"Salam Putra mahkota..."
"Kenzie? sudah berapa kali aku katakan panggil aku kakak." bentak Putra mahkota.
"Maaf, Permaisuri Maira bilang aku harus menyadari bahwa posisiku hanyalah anak seorang Selir." Jawab pangeran Kenzie.
"Huh abaikan saja orang itu..."
"Bagaimana keadaan Chasa?." tanya Putra mahkota.
"Dia sudah lebih baik dari sebelumnya." jawabnya.
"Hah kenapa keluarga kita menjadi kacau sejak anak itu datang." keluh Putra mahkota.
"Ada sesuatu yang ingin ku katakan kak." ucap Pangeran Kenzie.
"Apa?"
Flashback on
Empat hari sebelumnya Pangeran Kenzie sedang berjalan sendirian di hutan belakang istana setelah kembali dari gudang penyimpanan senjata.
"Udaranya dingin sekali." gumamnya sambil menggosok kedua telapak tangannya.
"is gagal lagi..."
"Eh apa itu?" ucapnya kaget saat mendengar suara dari hutan, dia melangkah mendekati asal suara itu dan bersembunyi dibalik pohon. Terlihat seorang gadis kecil sedang mengeram marah berusaha untuk mengeluarkan sesuatu dari kepalanya. Matanya yang merah kini menyala bagaikan mata serigala yang sedang mengincar mangsanya.
"Dia sedang apa disana?" batin Pangeran Kenzie.
Keluarlah sebuah tanduk dikepala gadis kecil itu, yang membuatnya kegirangan namun tidak lama setelahnya tanduk itu menghilang.
"Hah kenapa selalu gagal, ayah pasti akan marah." ucap gadis kecil itu cemas.
"Siapa ayah yang dia maksud?" batin Pangeran Kenzie curiga.
Flashback off
"Apa kau tidak salah lihat?" tanya Putra mahkota.
"Tidak!! wajahnya sangatlah jelas." jawab Pangeran Kenzie yakin.
"Kita cari tahu dari kubu mana dia." putus Putra mahkota di angguki oleh pangeran Kenzie.
Malam ini sangatlah damai, Ayla sudah tenggelam di alam mimpi sejak tadi kini dia sedang bermimpi, di dalam mimpinya dia berjalan di sebuah jembatan yang serba putih di bawahnya terdapat sungai yang sangat jernih dihiasi oleh bunga teratai, di depan sana ada seorang wanita cantik yang sedang duduk disebuah kursi dan menatapnya lembut, rambutnya yang biru berkibar bagaikan bendera, senyumnya membuat Ayla terpesona, entah kenapa secara refleks Ayla langsung mendekatinya dan bertanya.
"Anda siapa dan di mana ini?" tanya Ayla kepada wanita itu.
"Kembalilah..."
"Tapi pertanyaanku."
"Di sini bukan tempatmu."
"Tap-tapi."
Setelah itu cahaya menyilaukan datang menutupi penglihatan Ayla dan Ayla terbangun dari tidurnya, hari masihlah malam karena itu dia melanjutkan tidurnya dan terus kepikiran wanita tadi.
"Siapa sebenarnya dia..." batin Ayla.
Pagi-pagi sekali Ayla yang masih terlelap dalam tidurnya dikejutkan dengan teriakkan seekor kelinci berbulu putih tepat di telinganya.
"Banguuun..."
"Ugh keras sekali, siapa yang berani mengganggu tidurku." jerit Ayla mengusap telinganya yang terasa perih.
mengalihkan pandangannya kepada hewan bertubuh gempal yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Apa lihat-lihat mau kucolok." ucap kelinci itu.
"Galak banget ini gentong." gumam Ayla yang masih bisa terdengar oleh si kelinci.
"Heyy berani sekali kau mengataiku gentong." bentaknya tak terima.
"Huh siapa kau ini?" Ayla bertanya dengan ketus.
"Malaikat mu." jawabnya.
"Cih..."
"Namaku adalah Rabsy kelinci paling..." kelinci itu memperkenalkan dirinya namun dipotong oleh Ayla.
"Gemuk sedunia!!! benarkan?" potong Ayla mengejek Rabsy.
"Kauuu dasar tidak berperasaan." ucap Rabsy kesal bibirnya bergetar menahan tangis.
"Eh eh jangan menangis anakku sayang cup cup cup." ucap Ayla gugup sambil mengelus kepala Rabsy yang tertimbun bulu lebatnya.
"Bagaimana kau bisa masuk kedalam sini?" tanya Ayla merasa heran pasalnya saat Rhett mencoba masuk kedalam dia justru langsung terpental.
"Tidak tahu..."
Continue...