(Novel kisah tentang perselingkuhan dan pelakor)
Eva gadis manja dan keras kepala dia sangat dicintai Orang Tuanya, tapi kenyataan pahit harus diterima Eva disaat Orang Tuanya akan bercerai karena Papahnya mencintai Wanita lain.
Untuk membalas rasa sakit hatinya Eva akan menghancurkan kebahagian Papahnya dan Wanita itu. Dengan membuat Rafto menjadi Budak cintanya dia akan melakukan segala cara hanya untuk Eva
Akan kah misi Eva berhasil atau malah terjebak akan permainannya sendiri...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah
Reno yang melihat Putrinya datang kekantor dengan langkah yang mulai mendekat, hati dan jiwanya merasa marah disaat Ibu Mulan Emi memberitahu melalui telepon bahwa Putrinya Eva menghina Kekasihnya Mulan secara terang-terangan.
"Hallo Papah." sapa Eva dengan senyum tercetak jelas diwajahnya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Reno tenang dengan penuh penekanan disetiap kalimatnya.
"Apa?" tanya balik Eva.
"Kamu bilang apa pada Mulan?" tanya Reno yang berusaha menahan emosi dihatinya.
Eva yang mulai mengerti, arah berbicara Papahnya merasa kesal. Hanya karena wanita itu Papahnya berani mengintimidasi dirinya.
"Apa dia mengadu?" tanya Eva kesal karena Wanita itu benar-benar ga tau diri.
"Papah tanya sekali lagi, apa yang kamu katakan pada Mulan?" tanya Reno dengan mulai meninggikan suaranya.
"Aku hanya bicara tentang fakta Papah." ujar Eva berusaha tenang.
"Fakta tentang dia yang memuaskanku seperti Wanita satu malam gitu," teriak Reno yaring hingga membuat para karyawan merasa penasaran akan pertengakaran antara anak dan ayahnya.
"Apa kau berteriak pada ku," teriak Eva penuh amarah karena Papahnya sudah mulai berani berteriak pada dirinya.
"Dia kan menjadi Ibu tiri mu dan kau harus menghormatinya Eva," kata Reno berusaha menenangkan emosi yang sedang membara.
"Cih, Wanita pelakor itu tak pantas di hormati dan Ibuku hanya Mamah Martha seorang, bukan Wanita yang menjadi Sugar Daddy," balas Eva dengan penuh emosi disetiap kalimat.
Reno yang mendengar penuturan Putrinya merasa amarahnya bangkit saat Putrinya menghina Wanita yang dia cintai sepenuh hati dan jiwanya. Entah terlalu emosi atau kerasukan hantu tanpa Sadar Reno mengangkat telapak tangannya dan......PLAK
"Om Reno." teriak Rafto setelah melihat apa yang terjadi saat dia masuk kedalam.
Eva merasa terkejut saat ia menerima tamparan keras oleh Papahnya sendiri. Eva hanya diam dengan kepala tertunduk wajah tertutup helai rambut, menahan air mata yang keluar dari bola mata yang mulai merah.
Reno tersadar melakukan kesalahan hanya diam dengan tubuh kaku, melihat Putrinya tertunduk.
"Apa yang kau lakukan Om." ucap Rafto dingin.
"Aku hanya mengajarkan dia sopan santun," balas Reno lesuh dengan tangan yang gemetar.
"Dengan cara seperti ini ?, kau hanya dibutakan dengan cinta pada wanita itu, tapi kau melupakan cinta mu pada darah daging mu sendiri," unjar Rafto dingin.
Rafto mendekat kepada Eva, lalu mengenggam tangan Eva untuk keluar dari ruangan menuju lift. Dengan kepala Eva yang masih tertunduk dengan rambut menutupi wajahnya.
Di lobi, Willy sedang mengoda para karyawan wanita. Tanpa sengaja dia mendengar perkumpulan para wanita rumpi, yang sedang bergosip tentang perdebatan yang terjadi antara Bos mereka dan Putrinya.
Willy merasa aneh mendengar nama mereka 1...2...3 " Omaigat berarti Eva sama Om Reno dong." teriak Willy tak tau malu langsung bergegas menuju lift, tapi dia melihat Eva keluar dari lift bersama pria yang ia temui di Restaurant.
"Eva, apa yang terjadi?" teriak Willy dengan langkah cepat mendekati Eva.
Eva hanya diam tanpa menjawab atau melihat sahabatnya yang bertanya serius dengan nada khawatir.
"Saya akan menghantarkan Eva pulang," timpal Rafto setelah melihat Eva hanya diam.
"Oh baiklah, jaga dia." ucap Willy hanya pasrah saat Rafto membawa Eva pergi.
Rafto menyetir mobil dengan suasana hening sambil terus melirik Eva yang hanya tertunduk dengan telapak tangan yang saling mengait.
"Menangislah," kata Rafto sambil menyalakan musik dengan keras.
Saat musik terdengar, hiks..hiks..hiks Eva mulai meneteskan air matanya yang jatuh ketelapak tangan kecilnya, sepanjang perjalanan Eva hanya menangis dengan kepala tertunduk dengan hati yang kecewa.
"Antarkan aku ke hotel." ucap Eva tiba-tiba.
"kenapa?" tanya Rafto bingung.
"Aku tak ingin pulang, cepatlah." ucap Eva.
"kita pergi ke apartementku, tak baik pergi ke hotel dengan kondisi mu yang sekarang." jawab Rafto sambil memutar balik mobil menuju apartementnya.
Prang...Prang!
Reno memukul guci yang ada dikantornya hingga hancur berkeping-keping, dengan tangan yang sudah mengeluarkan darah. Rafto merasa frustrasi bahwa tangan ini yang menampar Putrinya dengan keras.
"Tuan, anda baik-baik saja?" tanya seketaris Reno.
"Ada apa?" tanya Reno dingin.
"Nona Mulan menghubungi saya, bertanya kenapa anda tidak menjawab panggilan darinya." kata sekretaris Reno.
"Bilang saja saya sibuk." ucap Reno tegas.
"Baiklah. Saya akan segera memanggil dokter, jadi tuan tetaplah disini," kata sekretaris Reno lalu pergi.
Reno hanya menganggukan kepala kepada sekretarisnya. Pikirannya sekarang sedang melayang bingung tentang semua yang terjadi. "Aku harus berbuat apa?"ucap Reno dalam hati.
"Yuk ikuti terus perjalanan hidup Eva"
Jangan lupa untuk vote dan komen untuk membuat karya ini terus berlanjut...Yuk Yuk tekan mereka free loh.
maaf baru hadir
semangat 😁👍
salam dari :
- menikah karena skandal
- balas dendam cowok kampungan
🥀ceosomplak & MDD
Semangat ngetiknya 💪💪
Salam dari "Awal Tanpa Cinta" dan "Aku yang dijual" 😍