Ini adalah kisah seorang pengusaha sukses yang bernama Aryan Bram Wijaya, yang menyamar sebagai pelayan Restoran untuk mengejar cinta seorang wanita cantik.
Karena ia ingin mencari wanita yang benar benar tulus mencintainya, bukan cinta dengan hartanya saja.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan wanita karir yang cantik yang bernama Calista Mahendra, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Wanita itu sangat mencintai Aryan tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai pelayan.
Tapi disisi lain Louis Mahendra ayah Calista sangat tidak menyukai pelayan tersebut, dia tidak mau kalau anaknya hidup susah dengan lelaki yang tidak tepat.
Akankah cinta mereka berakhir bahagia? ikuti terus ceritanya ya.
mohon dukungannya semua.🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Aryan pun sampai di restoran, dan dia bertanya kepada Thomas.
"Thom ada perlu apa kamu kesini?, Saya kan tidak minta di jemput".
"Ini tuan saya mau menyampaikan, tuan besar ingin mengajak tuan makan malam bersama di salah satu restoran sea food terkenal di sekitar daerah sini".
"Ohh ya sudah nanti saya kesana, nanti kamu kirim aja alamatnya ya".
"Tidak saya antar saja tuan? "
"Tidak usah thom saya kan pakai motor Jery"
Aryan pun pergi menuju alamat restoran yang sudah di kirim oleh Thomas. Sesampainya di sana ternyata disana juga ada Arnes dan Calina.
"Selamat malam pah". Ucap Aryan sambil menjabat tangan papah dan merangkulnya.
"Selamat malam semua". Ucap Aryan lagi
dengan nada datar.
"Ya sudah pah, Aryan langsung pulang ya"
"Loh kamu kesini cuma begini saja? sini duduk dulu sebentar, papah sengaja mengumpulkan kalian disini karena ada yang ingin papah sampaikan.
Lalu dengan berat hati Aryan pun duduk menuruti perintah papahnya.
"Iya pah, memang nya mau bicara apa" Tanya Aryan dengan malas.
"Makan lah dulu, nanti baru papah bicara setelah selesai makan"
Lalu mereka pun menyantap makan malam nya. Setelah selesai papah pun langsung membuka pembicaraannya.
"Jadi begini, Aryan kenapa kamu tidak mengajak abang mu untuk bekerja di perusahaan papah, yang sekarang sudah di kelola sama kamu, atau kamu bisa meminta dia untuk memegang salah satu restoran punya kamu?."
"Pahh Aryan sudah sering mengajak bang arnes, tapi dia tetap menolaknya dan aku juga tidak bisa memaksa dia pah". Ucap Aryan.
"Iya pah lagi pula aku sedang fokus untuk mengurus bengkelku. Kalo sudah tidak ada yang di bicarakan aku pamit dulu pah mah". Arnes pun berdiri dari duduk nya.
"Arnes tunggu dulu papah belum selesai bicara, nanti kita pulangnya bareng saja".Ucap mamah Calina.
"Gak mah arnes bisa pulang sendiri, permisi". Arnes pun beranjak pergi meninggalkankan mereka.
"Ya sudah pah aryan juga pulang dulu". Aryan pun menjabat tangan papah dan mencium punggung tangannya, lalu di pun langsung beranjak pergi.
"Hemm padahal papah sengaja mengumpulkan mereka disini, berharap mereka akan lebih dekat, tapi malah begini". Ucap papah dengan wajah sedih.
"Iya pah mamah juga sedih melihat mereka seperti itu terus pah, mamah tuh penginnya mereka tuh deket seperti sodara kandung, dan mamah juga pengin sekali melihat Arnes bekerja di perusahaan papah, karena mamah tuh kasian liat dia cuma kerja di bengkel kecil pah". Ucap mamah calina sambil meneteskan air matanya.
"Ya sudah lah mah mungkin ini belum waktunya, kita berdoa saja semoga mereka bisa dekat lagi seperti dulu".
"Iya pah mereka tuh dulu dekat sekali, tapi kenapa ya semenjak mamah nya aryan meninggal dan papah menikahi aku, mereka malah semakin jauh, apalagi aryan yang sepertinya tidak menyukai mamah".
"Mamah yang sabar ya suatu saat nanti,papah yakin aryan bisa menerima mamah seperti ibu kandung dia, ya sudah mah ayo kita pulang saja".
Mereka pun akhirnya beranjak pergi untuk pulang.
Di kediaman mahendra
Di kamar, Calista masih belum tidur dia terus memikirkan Aryan. Entah kenapa di terus memikirkannya, padahal dia baru nengenalnya.
"Aduhhh kenapa aku terus memikirkannya sih". Gumam Calista.
Kemudian ada suara ketukan pintu, dan Calista pun langsung membukakan pintu.
"Mamah, ada apa?".Tanya Calista kepada mamahnya kemudian dia mengajak mamahnya untuk duduk di tepi ranjang.
"Kamu belum tidur sayang, sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu, apa kamu masih memikirkan perkataan papahmu yang kemarin?" Tanya mamah kepada Calista.
"Tidak apa apa mah, aku sudah biasa kok melihat papah seperti itu, aku hanya heran kepada papah kenapa setiap kali aku dekat dengan lelaki pasti di protes papah".
"Calista kamu tidak usah memikirkan perkataan papah, kalau kamu suka dengan seseorang jalani saja soal papah biar mamah nanti yang akan bicara sama papah kamu"
"Iya mah,makasih ya cuma mamah yang bisa ngertiin perasaan Calista". Kemudian Calista pun memeluk mamah.
"Ya sudah kamu tidur ya sudah malam, jangan begadang".
"Iya mah ini aku mau tidur"
"Ya sudah mamah keluar dulu ya sayang". Mamah mengecup kening Calista, kemudian langsung beranjak keluar.