Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Daniel
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤
Kertas kedua, yang membuat darah Queen berhenti mengalir. Surat tes DNA kedua. Bukan tes DNA Daniel dan Stella. Tapi tes DNA... Amanda dan Stella? Tidak.
Tes DNA itu adalah: *Daniel Russo dan Herman Alessandro adalah saudara kandung seayah!* Hasil lab: 99.8% saudara seayah. Queen menjatuhkan kertas itu.
DEG//
"Apa?!" Lucas mengambil kertas itu, membacanya. " Herman dan Daniel itu saudara seayah? Jadi... Herman bukan hanya adik ipar Amanda... Herman adalah... adik tiri Daniel? Atau kakak tiri?" Ucap Lucas.
Tuan Ferretti, manajer bank yang dari tadi diam, menghela napas panjang. " Nona Queen, Tuan King, ada sejarah yang tidak pernah nyonya Alessandro ceritakan pada kalian. Karena ini aib keluarga. Ayah tuan Alessandro, kakek kalian, tuan Salman Alessandro yang pertama, dulu waktu muda punya anak di luar nikah di Palermo dengan seorang wanita pelaut bernama Maria Russo. " Ucap Tuan Ferretti menjelaskan.
" Anak itu adalah Herman. Herman Adijaya sebenarnya adalah Herman Russo. Anak haram tuan Salman. Tapi tuan Salman tidak akui Herman sebagai Alessandro karena Herman lahir dari wanita pelaut. Jadi Herman di besarkan oleh keluarga Russo di Palermo sebagai Herman Russo. Sampai umur 20 tahun, Herman baru di bawa ke Genoa oleh tuan Alessandro, kakak tiri nya, dan di beri nama keluarga Adijaya agar bisa kerja di keluarga."lanjut nya. Semua terdiam.
Jadi Herman adalah anak haram kakek Queen. Paman tiri tuan Alessandro. Bukan adik ipar. Lebih rumit.
"Dan Daniel Russo..." lanjut Tuan Ferretti, "Daniel adalah anak sah dari keluarga Russo. Artinya, Daniel adalah... keponakan tiri Herman. Atau lebih tepat nya, Daniel adalah anak dari kakak angkat Herman di keluarga Russo. Herman dibesarkan bersama ayah Daniel. Jadi Herman dan Daniel tumbuh bersama seperti saudara. Tapi Daniel adalah pewaris sah keluarga Russo, sedangkan Herman adalah anak haram yang di buang ke Genoa."lanjut nya lagi.
Queen sekarang mengerti kenapa Tuan Herman begitu obsesif pada Nyonya Amanda. Karena tuan Herman seumur hidup merasa di buang. Tidak di anggap keluarga. Jadi ketika dia melihat Nyonya Amanda, dia ingin memiliki Nyonya Amanda seutuh nya untuk merasa di anggap.
Dan sekarang Daniel datang. Daniel Russo. Pewaris sah keluarga Russo. Ayah kandung Stella. Datang dengan Maybach dan jam Richard Mille.
"Jadi Daniel itu... Paman tiri kita juga?" tanya King, bingung dengan silsilah yang berantakan.
"Secara darah, tidak," kata Tuan Ferretti. "Daniel tidak ada darah Alessandro. Tapi secara sejarah keluarga, Daniel adalah keluarga. Dan dia datang untuk ambil Stella karena Stella adalah... satu-satu nya cucu perempuan dari keluarga Russo dan Alessandro sekaligus. Darah campuran."lanjut Tuan Ferretti.
Queen memeluk Stella yang sedang tertidur di gendongan King, kelelahan karena tidak tidur semalaman.
"Stella bukan barang warisan. Dia anak kecil. Dia adik ku," kata Queen tegas.
Tepat saat itu, handphone Queen berdering. Nomor tidak di kenal. Queen angkat.
📞"Donna Queen? Ini Daniel." Suara dingin dari laut.
📞"Kau sudah buka brankas No. 19 ya? Aku tahu. Aku punya orang di bank itu. Kau sudah lihat surat DNA aku dan Herman? Sekarang kau tahu siapa aku. Aku bukan pelaut miskin. Aku Tuan Russo yang baru di Palermo. Setelah ayah angkat ku, ayah nya Herman, mati 3 bulan lalu, aku jadi kepala keluarga Russo. Herman itu paman angkat ku yang gagal. Dia gagal rebut tahta Alessandro. Sekarang giliran ku." Lanjut nya.
Queen mengepalkan tangan.
📞"Apa maumu, Daniel?"
📞"Mauku sederhana. Aku mau anak ku. Stella. Dan aku mau 200 Miliar di brankas itu. Itu uang Amanda, tapi Amanda itu ibu nya anak ku, jadi uang itu hak anak ku. Serahkan Stella dan uang itu di Hotel Excelsior jam 3 sore nanti. Kalau tidak..." Ucap Daniel tertawa kecil.
📞"Kau tahu kenapa Suster Agatha buru-buru kirim Stella sendirian naik kapal kargo ke Genoa? Karena 3 hari lalu, gudang senjata keluarga ku di Palermo di bakar orang. Semua orang ku mati. Yang bakar... adalah orang-orang sisa anak buah Herman yang masih setia pada Herman. Mereka mau balas dendam karena Herman di penjara oleh mu. Mereka pikir keluarga Russo yang jebak Herman. Jadi mereka serang kami. Suster Agatha takut Stella jadi korban perang antara sisa anak buah Herman dan keluarga Russo. Maka nya dia kirim Stella ke kau." Lanjut Daniel.
Jadi perang sudah di mulai. Perang antara sisa pasukan Tuan Herman dan keluarga Russo. Dan Stella terjebak di tengah.
📞"Kalau kau tidak serahkan Stella jam 3 sore, sisa anak buah Herman yang ada di Genoa, sekitar 15 orang, akan serang sekolah pelabuhan mu malam ini. Mereka benci kau, Queen. Mereka anggap kau pengkhianat yang penjarakan Tuan mereka. Aku bisa tahan mereka kalau Stella ada di tangan ku. Karena kalau Stella ada di tangan ku, mereka akan pikir aku dan Herman masih keluarga dan tidak akan serang. Tapi kalau Stella tetap di kau, mereka akan anggap kau culik anak keluarga Russo dan akan bakar sekolah mu seperti dulu mereka bakar vila orang tua mu." Lanjut Daniel mengancam.
Queen menutup telepon. Tangan nya gemetar. Bukan takut. Tapi marah. King melihat wajah Queen dan tahu ada yang tidak beres. "Apa kata dia?" Tanya King.
Queen menceritakan semua nya. Tentang Tuan Herman adalah anak haram kakek nya, tentang Daniel adalah Tuan Russo yang baru, tentang sisa anak buah Tuan Herman yang mau balas dendam dan akan bakar sekolah.
Lucas langsung panik. "Queen, kita harus pindahkan anak-anak sekolah! Kita harus lapor Carabinieri!" Ucap Lucas.
"Tidak," kata Queen. "Kalau kita lapor Carabinieri, perang akan makin besar. Dan nama Mommy akan hancur di koran. 'Anak haram tuan Salman, perselingkuhan Nyonya Amanda'. Aku tidak mau Mommy dihina lagi." Lanjut Queen.
Queen menatap Stella yang tertidur pulas di pelukan King. Wajah kecil itu begitu damai. Begitu mirip Mommy.
Dalam 6 bulan terakhir, Queen belajar jadi Ratu yang tidak membunuh. Vonis ratu yang dia berikan pada Herman adalah vonis hidup, bukan mati. Itu membuat semua Dewan hormat pada nya.
Tapi sekarang, untuk melindungi Stella dan 30 anak sekolah pelabuhan, apakah Queen harus kembali jadi berdarah?
King meletakkan Stella perlahan di sofa brankas. Dia berdiri di depan Queen.
"Queen, ingat waktu kita kecil, Daddy pernah ajarkan kita main catur? Daddy bilang, kadang untuk selamatkan ratu, kita harus korbankan benteng." Ucap King.
Queen mengangguk. "Kau mau korbankan apa?" Tanya Queen.
"Aku," kata King. "Aku akan pergi ke Hotel Excelsior jam 3 sore. Bawa 200 Miliar itu. Bilang aku yang culik Stella. Biar Daniel dan sisa anak buah Herman kejar aku. Kau bawa Stella dan anak-anak sekolah pergi dari Genoa malam ini. Pergi ke Palermo, ke biara Suster Agatha. Di sana aman. Biara di lindungi Vatikan, mafia tidak berani serang biara." Lanjut King.
"Tidak!" Sahut Queen menolak. "Kau baru kembali 6 bulan! Aku tidak mau kehilangan kau lagi!" Lanjut Queen.
Lucas tiba-tiba angkat tangan. "Atau... kita pakai cara lain. Cara yang tidak ada di buku catur Daddy. Cara Mommy." Ucap Lucas.
"Cara Mommy?" Tanya Queen dan King bersamaan.
Lucas tersenyum, mengambil amplop hitam stempel jangkar ular.
"Cara Mommy adalah... Bikin musuh jadi keluarga. Daniel mau Stella karena Stella adalah darah nya. Sisa anak buah Herman mau balas dendam karena mereka anggap Herman masih keluarga. Bagaimana kalau... Kita buat mereka jadi satu keluarga lagi, di bawah pimpinan baru?" Jawab Lucas. Queen dan King saling tatap. Ide gila.
Lucas melanjutkan, "Queen, kau Ratu Alessandro. King, kau Bayangan. Stella adalah darah campuran Alessandro dan Russo. Kalau Queen adopsi Stella secara resmi sebagai anak, bukan sebagai adik, dan angkat Daniel sebagai... Wali baptis atau penasehat pelabuhan, maka Daniel dan sisa anak buah Herman tidak punya alasan perang. Karena mereka semua akan jadi di bawah bendera Sekolah Kasih Amanda. Sekolah yang menyatukan Genoa dan Palermo."
Itu ide yang sangat berani. Ide yang tidak pernah di lakukan keluarga mafia mana pun di kota. Menyatukan dua keluarga musuh lewat sekolah anak yatim.
Queen menatap jam. Jam 09.30. Ada 5 jam setengah sampai jam 3 sore. 5 jam untuk memutuskan: perang atau keluarga. Queen mengambil keputusan. Dia mengambil handphone, menelepon Daniel.
📞"Daniel, ini Queen. Jam 3 sore di Hotel Excelsior. Aku akan datang. Bawa Stella. Bawa 200 Miliar. Tapi aku tidak akan serahkan Stella pada mu. Aku akan tawarkan sesuatu yang lebih besar dari Stella. Aku akan tawarkan tahta."
Di seberang, Daniel terdiam, lalu tertawa keras.
📞" Nona Queen... Kau memang anak Amanda. Gila dan berani. Oke. Jam 3 sore. Aku tunggu. Jangan bawa polisi. Bawa adik mu." Ucap Daniel, telepon di tutup.
Queen menatap King, Lucas, dan Stella yang masih tidur.
"King, kau siap jadi paman sekaligus kakak?" Tanya Queen.
King mengangguk, mengambil linggis lama nya yang sudah dia simpan di balik brankas.
"Aku selalu siap jadi bayangan ratu." Jawab King yakin.
**********
Happy Reading Guys. 🤗🥰