NovelToon NovelToon
Aku Sayang Kakak Iparku

Aku Sayang Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.

Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.

Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.

Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 9

Setelah selesai sarapan pagi, Rara sibuk memasukkan dan menata pakiannya kedalam koper. Pagi ini, ia berencana untuk pindah ke rumah kakaknya.

Ia tidak terburu-buru namun teliti. Ia mengeluarkan pakaian dari lemari dan menata dengan rapi ke dalam koper. Sekarang jam di dinding menunjukan pukul 09.20 pagi, berarti sudah satu jam ia bergelut dengan aktivitas itu.

Semua pakaian dan barangnya sudah selesai ia masukkan ke koper. Sehingga dikamar tidurnya sekarang, tinggal barang yang sejak awal sudah ada. Barang-barang yang telah ada saat pertama kali ia masuk ke apartemen itu.

Rara membawa 2 koper keluar apartemen. Setelah mengunci pintu, ia melangkah menuju lift.

Belum jauh ia melangkah menjauh dari pintu, ponselnya didalam tas bahunya yang mewah, berdering. Seketika ia menghentikan langkah.

Ia mengambil ponselnya. Layar ponsel itu menampilkan nama Mas Rudi. Melihatnya, ia sebenarnya malas mau menanggapinya.

"Mas Rudi. Ada apa sih dia nelpon," ujarnya sambil menatap layar ponsel di genggamannya dan enggan mengangkat panggilan itu. Ia membiarkan ponselnya berdering dan memasukkan kembali ke tasnya. Sesaat dering ponselnya tak berbunyi, namun tidak lama setelah itu ponsel kembali berdering.

Ia menghentikan langkahnya kembali. Lagi-lagi panggilan itu dari nama yang sama, Mas Rudi. Dengan muka yang mulai kesal, Rara terpaksa mengangkat panggilan itu.

"kenapa nelpon ?" kata Rara kesal.

Kenapa kamu transfer balik uang imbalan dari aku. Emang kamu nggak mau terima.

"kamu kan udah bangkrut. Makanya uangnya aku kembaliin biar kamu punya uang," jawab Rara, seolah-olah ia belum tahu masalah yang sedang menimpa Rudi.

Seketika terdengar tawa pria itu.

Kamu jangan sok gitu. Kamu bisa hidup enak diapartemen dari siapa ? Dari aku.

"tapi kamu sekarang kan udah bangkrut. Palingan sebentar lagi uang kamu habis. Makanya uang yang aku transfer balik uang imbalan dari awal sampai ketemuan kemarin. Oh iya, aku juga mau ngabarin aku mau tinggalin apartemen yang kamu kasih. Aku balikin semua yang kamu beri," ucap jelas Rara.

Pasti kamu sudah tahukan apa masalah yang sedang keluarga aku hadapi. Jujur aja ?. Kalau kamu belum tahu nggak mungkin semua yang aku berikan ke kamu, dikembaliin gitu aja tanpa alasan yang jelas.

"iya, aku memang udah tahu. Ternyata Rudi yang selama ini sombong dan merasa kaya, menikmati uang hasil korupsi ayahnya," ejek Rara.

Diam kamu ya ra!. Kamu pikir dengan mengembalikan semuanya, kamu udah tidak ada lagi hubungan dengan aku. Salah, apa yang kamu kembalikan masih kurang.

"apa yang kurang ? Semuanya sudah aku kembaliin," kata Rara nadanya mulai naik.

Kamu lupa soalnya bunganya. Bunganya 20 persen dari semua uang yang kamu kembalikan.

"brengsek ya kamu mas !, jangan manfaatin aku," kata Rara dengan nada yang mulai meninggi.

Kalau kamu nggak mau bayar, aku akan bawa kamu dalam masalahku. Lebih baik kamu bayar bunganya kalau mau aman.

Rara memilih mengakhiri panggilan itu dan tidak menggubris ancaman pria itu. Ponsel langsung ia masukkan ke tas dengan kesal. Ia lalu kembali melangkah menuju lift.

Ia keluar lift, masih terlihat kesal. Batinnya terus bergumam, pria itu adalah pria brengsek yang mau memanfaatkan dirinya. Namun, perlahan ada sedikit rasa was-was dalam hatinya mengenai ancaman dari Rudi.

Ia tahu gimana sifat pria ini. Pria ini adalah pria yang nekat dan memiliki banyak koneksi dengan orang yang paham hukum diluar sana. Ia pun pernah sekali diajak menemaninya berkunjung ke beberapa koneksinya.

Untuk sementara waktu, Rara berpikir untuk memilih menghindar saat bertemu orang koneksi Rudi yang ia kenal. Agar ia bisa terhindar dari masalah.

1
Rumah Pena
lanjutt thorrr..
Pena Biru
jangan lupa like yaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!