Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Suasana di rumah sudah memanas, setiap hari aura nya begitu mencekam. Setiap kali bertemu dengan mereka semua, Raisya merasa ada pandangan sinis untuk nya. Tapi Raisya tidak perduli, toh dia tinggal di rumah nya sendiri, bukan numpang sama mereka.
"Mbak, sebaik nya jangan halangi mas Dimas mau membantu keluarga nya. Sebagi istri nya, seharusnya kau mendukung nya!" Saat sarapan, kembali Neta menyerang Raisya dengan kata - kata pedas.
"Aku tidak pernah menghalangi mas Dimas untuk membantu keluarga nya, silahkan saja. Tapi ingat satu hal, silahkan gunakan uang nya Dimas, bukan uang ku!" Jawab Raisya sambil menyuap kan sarapan ke dalam mulut nya.
"Raisya, jangan lupa satu hal. Sampai mati pun anal lelaki tetap lah milik ibu dan keluarga nya, jadi Dimas pasti akan mendengarkan kami di bandingkan dengan diri mu!" Mama Rika menekan Raisya.
"Aku tidak perduli akan hal itu, Ma. Silahkan saja jika mas Dimas mau memenuhi semua keinginan kalian, tapi aku ingatkan lagi satu hal. Tidak ada satupun di antara kalian, maupun Dimas sendiri yang berhak menentukan bagai mana uang yang ada di rekening ku di gunakan!" Tegas Raisya sekali lagi.
Pada saat yang bersamaan, Dimas turun dari lantai atas. Dia sudah siap dengan seragam kerja nya, dia langsung duduk di kursi yang ada di samping Raisya.
Sebagia seorang istri, Raisya menyiapkan sarapan untuk suami nya walaupun mereka sama - sama diam.
"Raisya, pernikahan Neta dan Rian waktu nya sudah kurang dari satu bulan. Kirim kan uang nya pada ku, biar kami yang atur semua nya!" Dimas berkata tanpa melihat ke arah Raisya.
Mendengar ucapan Dimas, Mama Rika dan Neta langsung tersenyum. Mama Rika sangat yakin, Dimas pasti akan menuruti semua keinginan mereka.
"Harus berapa kali aku tegas kan, mas. Aku tidak akan membiayai resepsi mewah Neta, uang tabungan ku bukan lah dana darurat keluarga kalian. Jika kau punya uang, maka silahkan saja. Tapi jangan bermimpi bisa menggunakan uang ku!" Jawab Raisya cepat.
Setelah berkata seperti itu, Raisya langsung berdiri dari tempat duduk nya. Dia meraih tas kerja nya, lalu bergegas meninggal kan mereka semua yang saat ini sedang berada di meja makan.
"Mbak Raisya memang udah berubah sekarang, tapi resepsi pernikahan ku harus di adakan secara mewah, Ma!" Neta berkata pada Mama Rika.
Dimas terdiam cukup lama, dia sendiri tampak berfikir keras. Seperti nya tidak mungkin memaksa Raisya, karena saat ini Raisya sudah berubah jauh.
"Ma, mungkin benar apa yang di katakan oleh Raisya. Pernikahan Neta kita adlan secara sederhana, yang terpenting kan sah. Neta sendiri sudah hamil, Ma!" Dengan hati - hati Dimas berkata pada Mama nya.
"Apa maksud mu Dimas? Kau ingin mempermalukan Mama? Neta adalah anak bungsu di dalam keluarga kita, apa kata orang - orang jika Neta menikah secara sederhana. Ibu tidak mau tahu, pokok nya pesta pernikahan Neta harus di adakan secara besar - besaran!" Mama Rika memaksa kan kehendak nya pada Dimas.
"Mama benar Mas, lagi pula setelah aku menikah nanti aku akan mewarisi seluruh harta kekayaan nya keluarg Rian. Kalian sendiri akan ikut kecipratan nanti nya!" Neta mendukung apa yang di katakan oleh Mama nya.
"Tapi, dari mana kita nisa mendapatkan uang nya. Raisya tidak mau memberikan uang nya!" Dimas berkata dengan suara lirih.
"Dimas, kenapa kau tidak gadaikan saja rumah ini. Rimah ini sangat besar, mana 2 lantai lagi. Harga gadai nya pasti sangat tinggi!" Tiba - tiba Cika memberi usul.
"Nah, usul Cika boleh juga tuh. Nanti kita tebus lagi saat Neta sudah mendapatkan harta keluarga nya Rian!" Mama Rika setuju dengan usul dari menantu nya.
"Ma, rumah ini adalah harta bawaan nya Raisya sebelum menikah dengan ku. Di sertifikat nya tertulis hanya nama Raisya, tidak ada nama mu. Jadi bagai mana kita bisa menggadaikan nya?" Dimas menjelaskan tentang rumah ini pada keluarga nya.
"Dimas, kamu jangan bodoh. Kamu adalah suami nya Raisya, dan apapun yang menjadi harta Raisya kamu juga punya hak yang sama. Jadi jangan berfikir yang macam - macam, kau hanya mengambil hak mu!" Mama Rika berkata pada putra nya.
"Mama benar Dimas, kau juga punya hak yang sama atas rumah ini!" Alvin pun milai menghasut adik nya.
"Baik lah, aku berangkat ke kantor dulu. Nanti kita akan bicarakan lagi!" Dimas berkata pada mereka semua.
Dimas berangkat ke kantor, dia merasa gamang saat ini. Di satu sisi dia ingin menuruti keingian Mama Rika dengan mengadakan resepsi mewah untuk Neta, tapi di sisi lain dia juga keberatan jika harus menggadai sertifikat rumah.
Dimas sadar, bawah rumah ini seratus persen milik Neta. Rumah ini sudah ada sejak lama, jauh sebelum Raisya menikah dengan nya.
"Harus lah aku menggadai kan sertifikat rumah itu? Tapi Raisya pasti tidak akan setuju, karena rumah itu adalah harta bawaan nya!" Guman Dimas.
Dimas memijit pelipis nya sendiri, dia merasakan kepala nya yang mulai berdenyut. Dimas sendiri tidak kuasa menolak keinginan keluarga nya, tapi dia sendiri tidak memiliki tabungan sama sekali. Gaji Dimas hanya 15 juta perbulan nya, 8 juta dia gunakan unyuk membayar cicilan mobil nya. Sisa nya dia gunakan sebagai uang bensin dan kebutuhan pribadi nya. Bahkan semua kebutuhan keluarga nya di tanggung oleh Raisya.
Sementara itu di rumah, Mama Rika tidak sabar lagi untuk menggadaikan rumah ini. Demi gengsi dan pesta resepsi mewah untuk Neta, dia akan melaukan apa saja.
"Secepat nya kita ambil sertifikat rumah ini, pernikahan Neta dan Rian kurang dari satu bulan. Kita harus mengggadaikan rumah ini secepat nya!" Mama Rika berkata pada anak dan juga menantu nya.
"Mama benar sekali, kalau begitu hari ini kita harus ambil sertifikat rumah ini!" Jawab Cika.
"Iya Ma, mumpung saat ini Mbak Raisya sedang tidak ada di rumah!" Neta ikut menimpali.
"Kita gadaikan rumah ini secepat nya!" Ucap Alvin.
Mereka berempat tengah sibuk membicarakan tentang rencana untuk menggadaikan rumah milik Raisya, tanpa mereka sadari bi Lilis mendengar semua pembicaraan mereka. Bi Lilis yang sedang membersihkan dapur mendengar pembicaraan mereka, karena ruang makan dan dapur hanya di batasi dengan kaca pembatas.
'Mereka berniat untuk menggadaikan rumah ini, aku harus memberi tahu Nyonya Raisya!' Batin bi Lilis di dalam hati.
Bi Lilis bergegas masuk ke dalam kamar nya, dia meraih benda pipih milik nya. Dia tidak ingin menunda lagi untuk memberi tahu Raisya, karena bagi bi Lilis, Raisya sudah dia anggap seperti anak kandung nya sendiri.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄