NovelToon NovelToon
My Professor, Wo Ai Ni

My Professor, Wo Ai Ni

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dosen / Komedi
Popularitas:41k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.

Gen 8 klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diskusi Berdua

"Jika kamu masih ada urusan dengan ...."

"Nope! Aku janjian sama kamu jadi ya sama kamu lah!" jawab Leerant judes.

Katerina tertegun melihat reaksi Leerant seperti itu. Dia melirik ke arah Emerald yang tampak terluka dan marah. Gadis itu lalu berdiri dan mengangkat dagunya. Emerald juga menatap judes ke Katerina.

"Yakin kamu itu seorang Professor? Aku rasa kamu bukan seorang Professor! Kamu hanya orang yang menyamar!" ejek Emerald dengan wajah sinis.

"Em! Sopan sedikit!" hardik Leerant.

Emerald mendengus dan pergi meninggalkan Leerant dan Katerina. Dosennya itu menoleh ke Leerant.

"Pacarmu?" tanya Katerina.

"Bukan. Tapi dia berharap jadi pacarku," balas Leerant judes.

Katerina pun duduk di depan Leerant. "Kamu mau tanya apa? Soal Dorian Gray?"

Leerant membuka novel yang sudah diberikan banyak post it kecil-kecil. Katerina tersenyum karena buktinya Leerant membacanya.

"Aku punya dua versi. Mandarin dan English. Sudah aku baca dua-duanya," ucap Leerant.

"Wow! Hebat! Dalam semalam?" puji Katerina.

"Yup. Jujur harus serius," jawab Leerant. "Hei, aku banyak nganggurnya."

“Dan?” Katerina menatap pria itu dengan wajah penasaran.

“Aku punya satu masalah," ucap Leerant.

“Buku itu terlalu sulit?” tanya Katerina.

“Bukan.”

“Tidak suka Dorian?”

“Juga bukan.” Leerant menghela napas. “Aku justru bingung bagaimana Oscar Wilde bisa menulis buku seperti itu pada zaman Victoria.”

Katerina menangkupkan kedua tangannya di atas meja. “Nah. Sekarang kita masuk ke pertanyaan yang menarik.”

“Serius, Katerina. Aku membaca beberapa bagian dan berpikir, ‘Ini benar-benar ditulis pada era Victoria?’” Leerant menatap Katerina bingung.

“Kenapa?”

“Karena Wilde seperti sengaja bermain-main dengan moralitas. Dia membuat pembaca mempertanyakan apakah Dorian benar-benar jahat, apakah Lord Henry yang memengaruhinya, apakah masyarakat sebenarnya lebih munafik daripada Dorian…”

Katerina memajukan tubuhnya. Matanya tampak berbinar karena Leerant semakin suka berdiskusi tugasnya. “Dan menurutmu, seorang penulis di jaman Victoria seharusnya tidak boleh melakukan itu?”

“Bukan begitu.”

“Lalu?”

Leerant berpikir sebentar. “Rasanya terlalu berani.”

Katerina tersenyum. “Justru itu salah satu alasan Wilde menarik untuk dipelajari.”

“Jadi kalau aku membuat paper tentang novel ini…”

“Kamu tidak boleh hanya menulis, ‘Dorian Gray adalah orang yang terpengaruh gaya hidup buruk lalu mendapat akibatnya.’ Kamu harus mengembangkan isi dari buku itu," potong Katerina.

Leerant mengerutkan kening. “Kenapa?”

“Karena itu kesimpulan yang terlalu sederhana.”

“Lalu aku harus membahas apa? Aku bukan anak pure ambil sastra Inggris." Leerant menatap Katerina. "Aku kuliah ini demi menghapus nilai D aku."

Katerina mengambil pulpen dan menulis beberapa kata di kertas kosong agendanya.

Beauty. Morality. Society. Identity.

“Coba lihat ini.”

Leerant membaca tulisan tersebut. “Keindahan, moralitas, masyarakat, identitas," ucap Leerant dengan bahasa Mandarin.

“Ya. Sekarang bayangkan kamu adalah Wilde.”

“Waduh.” Leerant menepuk keningnya.

“Jangan takut. Dia tidak akan muncul dari lukisan.” Katerina mengerlingkan matanya.

Leerant tertawa. “Untunglah.”

Katerina menunjuk kata pertama. “Dorian sangat terobsesi dengan kecantikan. Menurutmu, kenapa?”

“Karena dia takut menjadi tua?”

“Bagus. Lalu kenapa ketakutan menjadi tua begitu penting?” Katerina menulis diatas kertas agendanya.

“Karena masyarakat menghargai penampilan?”

“Lebih jauh.”

Leerant terdiam.

Katerina melanjutkan, “Bagaimana kalau Wilde sebenarnya sedang bertanya: Apa yang terjadi ketika seseorang lebih takut kehilangan penampilannya daripada kehilangan moralitasnya?”

Leerant mulai mengangguk. “Jadi potret itu…”

“Bukan sekadar benda supernatural.”

“Melainkan?”

“Cermin moral.” Katerina tersenyum.

Leerant melihat bukunya. “Karena wajah asli Dorian tetap terlihat sempurna, tetapi potret itu menyimpan akibat dari semua perbuatannya.”

“Persis.” Katerina merasa senang karena mahasiswanya mulai paham.

Leerant tiba-tiba tampak bersemangat. “Berarti aku bisa membahas potret sebagai representasi hati nurani Dorian?”

“Bisa. Bahkan sangat bagus.”

“Dan masyarakat Victoria?” tanya Leerant dengan wajah berbinar.

“Jangan lupa itu.”

“Kenapa?” Leerant tampak bingung.

Katerina menatapnya sejenak. “Karena Dorian bukan satu-satunya orang yang menyembunyikan sesuatu.”

Leerant terdiam. “Wah.”

“Basil menyimpan kekaguman dan perasaannya terhadap Dorian. Lord Henry menyembunyikan konsekuensi pemikirannya di balik kata-kata yang indah. Dorian menyembunyikan kehidupannya di balik wajah yang sempurna.”

“Jadi semua orang punya semacam ‘potret’ mereka sendiri?” simpul Leerant.

Katerina tersenyum puas. “Nah. Sekarang kamu mulai berpikir seperti penulis paper.”

Leerant tertawa. “Jadi paper aku bukan tentang ‘Dorian Gray itu jahat atau tidak’?”

“Kalau kamu menulis begitu, aku akan membaca dengan wajah sedih.” Katerina tertawa kecil.

“Baiklah.”

“Coba ubah pertanyaannya.”

“Menjadi?”

Katerina mengambil pulpen dan menulis: “Is Dorian Gray a product of his society, or a product of his own choices ( Apakah Dorian Gray merupakan produk dari masyarakatnya, atau produk dari pilihannya sendiri )?"

Leerant membaca kalimat itu beberapa kali. “Wah…”

“Menarik, bukan?” senyum Katerina.

“Bisa jadi paper yang panjang.”

“Memang.” Katerina memundurkan tubuhnya.

“Dan sulit.” Leerant memegang keningnya.

“Juga memang.”

Leerant menghela napas dramatis. “Aku datang ke sini untuk meminta topik paper. Pulangnya malah membawa krisis moral.”

Katerina tertawa. “Itulah sastra.”

Leerant memasukkan bukunya ke dalam tas. “Tapi aku masih punya satu pertanyaan.”

“Apa?”

“Bagaimana Oscar Wilde bisa terpikir menulis sesuatu seperti ini?”

Katerina tersenyum. “Mungkin karena dia tahu sesuatu yang sering dilupakan orang.”

“Apa?”

“Bahwa masyarakat yang terlihat paling sopan belum tentu masyarakat yang paling jujur," ujar Katerina.

Leerant terdiam. Dia memikirkan ucapan Katerina.

Katerina kemudian menambahkan dengan nada santai, “Dan mungkin itu sebabnya Dorian Gray masih membuat mahasiswa seperti kamu gelisah lebih dari sekian ratus tahun kemudian.”

Leerant mengangguk

“Baiklah. Aku akan membuat paper tentang kemunafikan moral masyarakat Victoria.”

Katerina mengangguk. “Bagus.”

“Dengan potret sebagai simbol hati nurani.”

“Bagus. Aku suka dengan idemu Leerant."

“Dan hubungan antara kecantikan, identitas, serta moralitas.” Leerant mengetik di laptopnya.

“Bagus sekali. Sebenarnya kalau kamu mau, kamu pintar lho," ucap Katerina.

Leerant memandang gadis di depannya. "Apa maksudnya?"

"Tidak ada orang yang bodoh. Yang ada orang yang malas!" jawab Katerina.

"Aku setuju itu," angguk Leerant.

“Jangan lupa satu hal.”

“Apa?”

Katerina menunjuk buku yang dibawanya. “Jangan sampai kamu lebih terpesona pada Dorian daripada memahami Wilde.”

Leerant tersenyum. “Sepertinya itu justru masalahnya.”

“Kenapa?” tanya Katerina bingung.

“Karena sekarang aku malah penasaran dengan Wilde.”

Katerina tertawa kecil. "Agree."

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
D_wiwied
jeng jenggg tau2 muncul aja nih macam jaelangkung😆🤭🤭
D_wiwied
dan bertambah lagi penggemar sanrio di keluarga ini.. aku curiga jangan2 mereka tu udah di doktrin dr sejak bayi deh kayanya 🤭😆🤣🤣
Ani
udah mulai beraksi nih koko L ... 💪💪💪💪 semoga berhasil
Ani
berapa lapis ? ratusan 🤣🤣🤣🤣 udah kayak merek wafer ternama ya Al.
awesome moment
pantes s4 kluar kata2 'harusnya bukan Tristan' lha wong 7ane mo jd.iin Tristan ATM berjalan. jgn2 seblm ktmu Katerina, Tristan adalah tambang uang mrk. jd bgitu Tristan ketemu Kate dan mrk sanggup menerjang badai ala kelg Ma dan married, Ma fam oleng. cerminan darah kalah sm harta klo bgini.
Elsa Fanie
ya Allah plot twist kejam kali lah,,, mereka sengaja pake nama Tristan berharap yelena dan Kate yg pergi 🥺🤔😡,ayo dom,Liam dan shakeer gercep,,, Alden jg 💪💪💪biar cepat terbongkar,gemes aq m keluarga ma ini
Septi Lahat
lee lee,, nympe di jakarta juga dirimu😁😁😁
senang liat Yelena bisa tertawa kembali,, ank cwek memang perasa banget, apalgi klo sdh mengalami peristiwa yg tragis kayk Yelena,, semangat ya Lena n Kate🥰🥰🥰
Teuing Saha🙃
Pelan² ya Lee, jika memang jodoh gakan kemana
Noey Aprilia
Ga ykin kl tristan ank kndung mreka...
gila bgt smp tega ky gt,pdhl binatang aja syng bgt sm anknya....
Laahhh...ni mnusia kklkuannya sm ky setan....😠😠😠....
km ngpn lee?????
ky jelangkung tba2 nongol.....
Marsiyah Minardi
Wowww Leerant ,gercep
Di sengaja apa ga ya pertemuan mereka
Kalau benar pelakunya keluarga Ma ,hukumnya pakai ala ala Klan Pratomo aja biar mereka minta ssndiri kematiannya
Murti Puji Lestari
astagaaaa tolee tiba tiba nongol, macam tole akamsi polda😅
amilia amel
pasti otaknya dari keluarga Ma
Mereka belum tau apa kalo ada yang menyenggol anggota keluarga Pratomo akan mendapatkan balasan seribu kali lipat🤭🤭🤭
kok tega banget nyelakain menantunya
sefi dwi handriyantin
ya ampun keluarga Tristan bener-bener mengerikan.. targetnya Kate dan Yelena tapi malah kena ke Tristan.. semoga cepat terungkap dan pelakunya segera ketangkap.. biar nyahok tu keluarga Ma.. jangan kasih ampun.. akhirnya Lee ketemu Kate.. misi mendekati janda dimulai..
Rohmatul Kusumaningayu
si leerant bandel amat tau2 udah di jkt aja nyamperin kate sama lena. mana tau pula keberadaan mereka. semoga dom, liam, dan alden segera menemukan titik terang nya
Meeta Baggio
Gilee.....kelakuan dajjal keluarga ma yaa....semoga Dom and the team bisa menemukan bukti2 yg lain nyaa. wow..
Lee akhirnya bisa ketemu dengan Kete yaa
Teuing Saha🙃
Aku juga kangen Abang ku😭
Septi Lahat
duh gemesh liat Yelena,, smg happy selalu ya kalian mama n ank gadisnya🥰🥰🥰
Ani
baca bab ini sambil dengerin lagu sesi potret 😭😭😭😭😭😭 nyesek banget
Andriani Rahmi
😭😭😭😭sesak sekali... anak sekecil itu bs bilang begitu hebat banget... 😭😭😭😭
Elsa Fanie
🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!