NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: PERSEKUTUAN DI PENGHUJUNG SENJA

​Xuan Chen tidak menjawab. Denyut halus di pelipis matanya bergetar samar, memberikan sinyal bahaya yang tak asing bagi insting bertahannya. Pandangannya menatap lurus menembus kabut senja ke arah jalur utama menuju gerbang raksasa.

​"Bukan apa-apa," desis Xuan Chen pendek, sudut bibirnya terangkat membentuk garis tipis yang tajam.

​Mereka melesat melanjutkan pergerakan mereka di balik bayang-bayang pepohonan purba. Langkah kaki Xuan Chen dan Lu Feng menyapu dahan-dahan batu tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, menyatu sempurna dengan kian gelapnya rimba Hutan Bayangan di sore hari. Pergerakan mereka amat presisi, meminimalisasi kibasan angin agar keberadaan mereka tidak mudah terdeteksi oleh para pesaing lain yang bersembunyi.

​Jauh di atas lautan awan hitam yang menutupi atmosfer Hutan Bayangan, dua figur melayang tenang di udara, mengamati seluruh kejadian dari ketinggian ribuan meter.

​Tetua Mo berdiri tegap dengan kedua tangan terlipat di balik jubah hitamnya. Di sampingnya, gumpalan bayangan pekat berputar halus, menyingkap siluet sosok misterius yang tekanan spiritualnya sanggup membiaskan ruang sekitar. Sepasang mata dari balik kegelapan itu menembus ribuan meter kabut tebal, mengunci pergerakan pemuda bermata bening keabu-abuan di bawah sana.

​Kedua pilar utama Sekte Jurang Jiwa itu telah berdiri di atas langit sejak fajar menyingsing, mengamati jalannya seleksi 25 kuota perwakilan Alam Rahasia dari awal hingga akhir.

​"Bagaimana penilaianmu terhadapnya?" tanya Tetua Mo pelan, memecah keheningan di atas lautan awan.

​"Tindakan yang efisien, tidak terikat oleh kebiasaan kaku, dan Hati Dao yang amat dingin," jawab sosok misterius itu. Suaranya bergema dalam dan berbobot, bagaikan dentangan genta kuno dari kedalaman lautan purba. "Dia meloloskan diri dari bahaya tanpa membuang tenaga yang tidak perlu."

​Tetua Mo menyipitkan mata, mengingat bagaimana Xuan Chen bermanuver di dalam rimba. "Dan mata misterius itu... dia telah menggunakannya untuk membalikkan keadaan."

​Siluet misterius itu terkekeh dingin, gelombang auranya membuat kabut di sekeliling mereka bergetar pelan. "Mata itu belum benar-benar bangkit. Apa yang digunakannya sejauh ini... bahkan belum menyentuh satu persen dari potensi sejati yang tersembunyi di balik jiwanya. Jika dia tidak sanggup bertahan dari tempaan darah di Ranah Penempaan Tubuh ini, maka mata itu hanya akan terkubur bersama mayatnya."

​"Artinya kita tetap membiarkannya tanpa intervensi?" tanya Tetua Mo memastikan.

​"Terus awasi perkembangan Xuan Chen. Biji iblis yang baik hanya akan tumbuh dan mekar jika disiram oleh darah musuh-musuhnya."

​Waktu terus berlalu di Hutan Bayangan tanpa memberikan belas kasihan bagi para kultivator fana. Sinar matahari kemerahan di ufuk barat Benua Merah kian meredup dan bergeser makin rendah, menyisakan garis jingga tipis di balik awan. Batas akhir ujian yang ditetapkan oleh Utusan Sekte berzirah hitam sudah berada di penghujung senja.

​Atmosfer di dalam Hutan Bayangan berubah menjadi sangat berat dan menyesakkan. Hampir separuh dari ratusan murid luar yang melangkah masuk saat matahari terbit tadi kini telah meregang nyawa.

​Tanah basah rimba dipenuhi genangan darah dan tubuh-tubuh yang tak lagi bernyawa. Sebagian murid gugur akibat terjerat oleh formasi alami hutan yang ganas, namun sebagian besar lainnya tewas dalam pembantaian liar antar-sesama murid demi merebutkan Token Darah.

​Seiring bergesernya matahari menuju batas peraduan, area aman di Hutan Bayangan kian mengerucut secara sistematis. Hukum seleksi memaksa para penyintas yang tersisa untuk saling berhadapan di wilayah yang makin menyempit dekat pintu keluar.

​Siapakah yang sanggup mempertahankan Token Darah hingga batas akhir ujian?

​Srettt!

​Xuan Chen dan Lu Feng mendarat anggun di atas tanah lapang berbatu yang menjadi satu-satunya jalur utama melintasi perbatasan zona barat. Namun, baru saja pijakan kaki mereka mendarat di atas batu kelabu, langkah keduanya terhenti seketika.

​Aura membunuh yang pekat dan dingin menyergap dari dua arah yang berbeda!

​Dari balik celah pilar batu raksasa di sebelah kiri, Han Xiu melangkah keluar dengan tenang. Rambutnya terikat rapi, jubahnya berkibar pelan ditiup angin sore, dan sepasang matanya memancarkan kegelapan yang penuh niat membunuh. Kultivator Lapisan Empat itu berdiri menghadang.

​Sementara dari arah kanan, sebuah figur bertubuh kekar dan tinggi besar berdiri bagaikan pilar besi yang tak tergoyahkan. Xiong Wei—pakar Ranah Penempaan Tubuh Lapisan Lima Puncak—menatap Xuan Chen dengan otot-otot dada bertato tengkorak yang menegang tajam.

​Dua praktisi yang memiliki pengaruh di zona luar sekte itu kini berdiri berdampingan, menutupi akses menuju garis luar!

​"Hahaha! Akhirnya kalian muncul juga!" tawa Han Xiu meledak, suaranya yang renyah namun dingin memecah keheningan senja di medan batu.

​Han Xiu memalingkan wajahnya sedikit ke arah Xiong Wei yang berdiri tegap di sisinya.

​"Merekalah yang menyerangku tadi pagi, Senior Xiong," ucap Han Xiu dengan nada penuh provokasi. "Bila kau bisa membunuh mereka, token yang kuartikan dan kumiliki ini akan jadi milikmu!"

​Xuan Chen langsung menyipitkan matanya. Pupil mata kirinya berkedip memancarkan pendaran bening keabu-abuan yang sangat tipis, mengkalkulasi posisi dan alur pergerakan kedua musuh di depannya.

​"Cih!" Xiong Wei meludahkan saliva bercampur dahak ke atas tanah berbatu, suara geramannya berat bagaikan hantaman dua batu raksasa.

​"Mereka juga yang merebut token di bawah hidungku!" raung Xiong Wei dengan mata memerah penuh dendam. "Aku tidak butuh tokenmu, Han Xiu! Karena hari ini... akan jadi hari kematian mereka dan akan kubunuh serta kubantai mereka untuk merebut token di balik jubahnya!"

​Di samping Xuan Chen, Lu Feng merapatkan posisi berdirinya. Sepuluh jarinya melengkung tajam membentuk cakar, dialiri tenaga fisik murni dari Lapisan Empat.

​"Situasi ini memburuk, Junior Xuan," bisik Lu Feng dengan suara yang sangat rendah. "Mereka berdua bekerja sama memblokir jalan."

​Xuan Chen merapikan lipatan jubah hitam polosnya dengan gerakan yang amat tenang. Tidak ada riak ketakutan, tidak ada kepanikan, dan tidak ada ragu di dalam sepasang matanya. Baginya, di jalan demonic yang penuh pertumpahan darah, kehadiran musuh yang saling bersekutu hanyalah rintangan lain yang harus dihancurkan.

​"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," desis Xuan Chen datar, suaranya tenang namun sarat akan ancaman mematikan. "Ini hanya berarti... token kedua yang kita cari untuk melengkapi kuota kita sudah diantarkan langsung ke depan mata."

​Xuan Chen menggeser kaki kirinya setengah tapak ke belakang, memasang kuda-kuda rendah. Di bawah naungan langit senja Benua Merah yang kian memerah pekat, pertarungan puncak perebutan Token Darah untuk memastikan siapa yang berhasil sampai batas waktu.

Akankah Xuan Chen mampu melawan Xiong Wei di puncak Penempaan tubuh.

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!