NovelToon NovelToon
Dia Sudah Full Level, Kamu Masih Cari Masalah?

Dia Sudah Full Level, Kamu Masih Cari Masalah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Membalas dendam / Balas Dendam / Wanita perkasa / Identitas Tersembunyi / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Lestari

Keira Wulandari — gadis adopsi dari perumahan subsidi, dianggap bodoh, jelek, dan tidak berguna.
Tapi tidak ada yang tahu... di kehidupan sebelumnya, dia adalah Blood Shadow — pembunuh nomor satu dunia, hacker terhebat, dan dokter legendaris.
Sekarang dia terlahir kembali. Dengan semua kemampuan dari kehidupan sebelumnya, dia kembali untuk melindungi adiknya, membalaskan dendam, dan membuat semua orang yang pernah meremehkannya berlutut.
Dan CEO konglomerat terkaya di Indonesia — Tan Hansel — yang dingin kepada semua orang kecuali dia?
"Dia istriku. Ada masalah?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Bab 010: Hacker X

Di dunia nyata, Keira Wulandari hanyalah siswi SMAN 7 Megawan yang duduk di bangku belakang dan masih sering disebut aneh.

Di dunia jaringan gelap, satu huruf saja cukup membuat forum internasional mendadak hening.

X.

Malam itu, huruf itu muncul kembali setelah berbulan-bulan tidak aktif.

Sebuah server perusahaan farmasi di Eropa yang disandera ransomware tiba-tiba dibuka dari dalam. Kunci enkripsi dikembalikan. Data pasien yang hendak dijual di pasar gelap dikunci ulang. Pelaku yang bersembunyi di tiga negara berbeda kehilangan akses dalam waktu dua belas menit.

Tidak ada pesan panjang.

Tidak ada tanda tangan sombong.

Hanya satu baris di log sistem.

Clean your door before selling locks.

Di kamar sempit rumah Prasetyo, Keira menutup laptop tua sebelum kipasnya meledak karena bekerja terlalu keras.

Ia tidak mengambil semua hadiah. Hanya biaya jasa legal yang dikirim melalui jalur aman. Cukup untuk obat Bayu, kuota internet, dan sedikit cadangan kalau Bu Sri tiba-tiba memotong uang sekolahnya lagi.

Ada bagian dirinya yang bisa mengosongkan rekening perusahaan itu tanpa kesulitan. Dulu, Blood Shadow melakukan hal semacam itu untuk membiayai senjata, paspor palsu, dan rute kabur. Sekarang, ia hanya menghitung harga jarum perak dan ongkos angkot.

Perubahan hidup kadang tidak perlu metafora besar.

Kadang cukup terlihat dari daftar belanja.

Di Jakarta, Tan Yannic hampir menjatuhkan kopi.

"Koh."

Tan Hansel yang sedang membaca laporan medis Engkong tidak mengangkat kepala. "Apa?"

"X aktif."

Baru saat itu Hansel melihat layar.

Yannic memutar laptop ke arahnya. Di sana ada jalur serangan, log pembersihan, dan pola kode yang terlalu bersih untuk manusia normal. Mata Yannic bersinar seperti penggemar yang baru melihat idolanya turun dari panggung.

"Ini X asli. Bukan peniru. Cara dia masuk, cara dia menutup celah, bahkan komentar sarkastiknya. Ini dia."

Yannic tampak seperti orang yang ingin berdiri hormat di depan laptop. Selama bertahun-tahun, ia mengejar jejak X di forum gelap, membaca ulang potongan kode lama, bahkan menyimpan satu folder khusus berisi teori tentang gaya serangannya.

Di dunia hacker, Q berada di peringkat sepuluh dan itu sudah cukup untuk membuat banyak orang menunduk. Namun di depan X, Yannic dengan sukarela menjadi penggemar.

"Jangan terlihat terlalu bahagia," kata Hansel.

"Saya gagal, Koh."

Hansel membaca baris pendek itu.

Clean your door before selling locks.

Sudut bibirnya hampir bergerak.

Hacker X, peringkat pertama dunia, sudah lama menghilang. Banyak orang mengira X ikut mati dalam runtuhnya jaringan Shadow. Beberapa mengira X hanyalah kelompok, bukan satu orang. Yannic, yang berada di peringkat sepuluh dengan kode Q, selalu bersikeras X adalah individu.

"Lokasi?"

"Sulit. Dia memantulkan lewat banyak node. Tapi aktivitas awalnya..." Yannic berhenti, lalu memperbesar peta. "Asia Tenggara. Lebih sempit lagi, kemungkinan Indonesia. Ada ping aneh dari Jawa bagian barat, tapi hilang terlalu cepat."

Hansel diam.

Jawa bagian barat.

Megawan berada di sana.

"Kebetulan?" tanya Yannic, lebih kepada dirinya sendiri.

Hansel menatap layar, tetapi yang muncul di pikirannya bukan kode. Melainkan gadis berseragam sekolah yang memilih jarum perak seperti dokter tua, menyelamatkan Yucen seperti pembunuh profesional, lalu naik angkot tanpa menoleh.

"Cari hubungan dengan kasus farmasi itu," kata Hansel.

"Baik."

"Jangan sentuh X langsung."

Yannic langsung mengangkat kepala. "Koh, saya tidak sebodoh itu."

"Aku tahu. Aku hanya tidak ingin kau mati karena terlalu senang."

Yannic batuk kecil. "Sebagai penggemar, saya tersinggung. Sebagai hacker Q, saya setuju."

Hansel kembali melihat log. "X mengambil bayaran?"

"Kecil. Aneh sekali. Kalau dia mau, perusahaan itu bisa diperas sepuluh kali lipat."

"Berarti butuh uang cepat, bukan uang besar."

Yannic menatapnya. "Koh sedang memikirkan siswi Megawan itu?"

Hansel tidak menjawab.

Di layar lain, laporan awal tentang Keira Wulandari terbuka. Anak angkat keluarga Prasetyo. Nilai sekolah buruk. Sering dirundung. Baru keluar rumah sakit. Tidak ada catatan perjalanan luar negeri. Tidak ada pelatihan medis. Tidak ada hubungan dengan dunia bawah.

Terlalu bersih.

Justru itu yang mengganggu.

Orang biasa memiliki jejak biasa. Foto lama, kesalahan kecil, percakapan konyol, tag teman, kebiasaan belanja. Keira Wulandari seperti lembaran kusut yang sebagian isinya sengaja dihapus.

Hansel membuka foto CCTV dari Grand Megawan Arcade. Dalam gambar itu, Keira berdiri di depan toko alat kesehatan, bahu sedikit miring untuk menutupi Bayu dari arah kamera. Gerakan kecil. Hampir tidak terlihat. Tetapi orang yang terbiasa menjaga orang lain dengan tubuhnya sendiri akan mengenali kebiasaan itu.

Ia pernah melihat kebiasaan serupa pada pengawal terbaik.

Bedanya, gadis ini masih memakai seragam sekolah.

Yannic berkata pelan, "Secara logika, tidak mungkin dia X."

"Kenapa?"

"Dia delapan belas tahun. Keluarga miskin. Laptop rumahnya mungkin lebih tua dari saya. Lagi pula X sudah aktif jauh sebelum Keira bisa punya akses."

Hansel menatapnya.

Yannic langsung mengangkat kedua tangan. "Saya tahu. Di dunia kita, yang tidak mungkin biasanya hanya berarti datanya kurang."

Hansel menutup laporan. "Terus pantau. Tanpa mendekat."

"Kalau X sadar kita pantau?"

"Minta maaf."

Yannic tersedak kopi.

Malam yang sama, di Megawan, Keira membuka pesan Yves untuk kedua kalinya.

Ia belum membalas.

Nama Yves membawa terlalu banyak hal. Bau mesiu. Kasino bawah tanah di Benua M. Luka Wind Shadow. Tawa pria Prancis yang selalu terdengar malas padahal tangannya paling cepat menarik pelatuk. Dan kabar kematian Blood Shadow yang mungkin menghancurkannya lebih dari yang ia duga.

Bayu bergerak dalam tidur di belakangnya.

Keira menatap layar.

Di dunia ini, ia punya Bayu yang perlu disembuhkan. Punya Bu Sri dan Laras yang harus diawasi. Punya Tan Hansel yang terlalu cepat mencium jejak. Punya Shadow yang entah kapan akan menyadari bahwa aset terbaik mereka mungkin belum benar-benar hilang.

Ia mengetik satu kalimat.

Belum mati. Jangan berisik.

Pesan itu terkirim melalui tujuh lapis jalur palsu.

Tiga detik kemudian, layar dipenuhi panggilan masuk terenkripsi dari Yves.

Keira mematikan laptop.

Di layar yang gelap, bayangan wajahnya sendiri muncul sebentar. Bukan Blood Shadow yang ramping dan penuh luka lama. Bukan Keira lama yang selalu menunduk. Sesuatu di antara keduanya sedang terbentuk, masih berat, masih belum nyaman, tetapi hidup.

Ia menyentuh tepi laptop.

"Besok saja, Yves."

Untuk malam ini, ia masih Keira.

Di Jakarta, Yannic melihat satu titik node berkedip di peta, muncul lalu hilang dari sekitar Megawan.

Ia perlahan menoleh ke Hansel.

"Koh..."

Hansel sudah melihatnya.

Di ruang kerja yang sunyi, pertanyaan yang sama menggantung di antara mereka.

Tidak mungkin orang yang sama, kan?

1
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
bayu sama kakak nya ini seumuran apa gmna dia anak kandung bu Sri apa anak angkat
falea sezi
bagus
falea sezi
ini novel al kah
Erna Fkpg
makin misterius dan menegangkan
Erna Fkpg
ceritanya menarik dan menegakkan
Erna Fkpg
wah makin mantap ceritanya 💪💪💪
Erna Fkpg
pada akhirnya tetap ditakdirkan pd jalan yg selalu dihindari untuk mencari kenyamanan
Cty Badria
/Rose/
Erna Fkpg
ni sebenarnya Bu Sri orang kaya bukan sih kok selalu memerintah dengan uang
Cty Badria
/Rose/
Erna Fkpg
nah Lo malu sendiri GK tu Bu Sri ngomongnya ngurusin keyra padahal dijadikan babu
Erna Fkpg
harusnya Laras dapat nilai dibawah Bayu biar kalah telak dan mati kutu dengan kesombongannya 💪💪💪
Cty Badria
👍👍👍
Erna Fkpg
secangkir kopi untuk semangat up💪💪💪
Cty Badria
ayo semangat up lg ni hadiah /Rose/
Cty Badria
jgn lm2 up nya thor ni hadiah biar semangat /Rose/
Erna Fkpg
GK sabar nunggu hasilnya 💪💪💪🙏🙏🙏
Anne Soraya
lanjut 👍
Erna Fkpg
lanjut thor tetap semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!