Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
THE DARK KNIGHT
setelah pertempuran berakhir nama the dark knight terus menjadi perbincangan di dunia bawah seluruh kelompok mafia terkejut hanya dengan waktu satu minggu dua kelompok mafia telah tumbang di tangan the dark knight
markas the blood snake saat ini kelompok mafia the snake menduduki tingkat ke delapan diseluruh dunia bawah
Di dalam ruangan gelap markas itu seluruh petinggi berkumpul atas perintah king mereka yang bernama Giovanni bredwoo
Gio adalah ceo group bredwoo yang saat ini menduduki perusahaan nomor 4 di dunia bisnis.
Di markas the snake saat ini "apa kalian telah menerima kabar tentang kekalahan white tiger dan black sun" giovani berbicara kepada seluruh petinggi!
"kami sudah mendengar berita itu king" jawab seorang petinggi yang bernama nathan januar
"aku mengumpulkan kalian semua malam ini untuk mencari informasi tentang the dark knight" giovani memerintahkan seluruh petinggi
"baik king perintah diterima" balas seluruh petinggi.
karena giovani tahu target selanjutnya adalah kelompok mafia miliknya.
Pagi hari datang lagi dan malam telah berlalu waktu terus berputar tanpa jeda
pagi ini di SMA yas high School, kayla dan saudaranya baru tiba mereka turun dari mobil mewah.
suara teriakan-teriakan heboh terdengar "kayla i love you" teriak siswa kepada kayla
"aura Luna saranghaeyo" teriakan siswa laki-laki membuat tanda cinta dari tangannya
namun kayla dan saudaranya tidak perduli mereka meninggalkan kerumunan yang masih terus berteriak
Kayla dan Aura telah tiba di depan kelas mereka Namun langkah keduanya tiba-tiba terhenti ketika suara Dinda terdengar dari belakang.
"Kayla, Aura, apa kabar kalian?" tanya Dinda kepada mereka berdua.
aura mengangguk"Kami baik-baik saja, Din," balas Aura sambil tersenyum kepada Dinda.
"Kalian sudah dengar kabar belum? Vira sudah tidak bersekolah di sini lagi. Katanya dia pindah ke luar negeri," ujar Dinda
"Ooooh" jawab Kayla dan Aura hanya ber-ooh ria
"Ayo kita masuk, Dinda. Tidak usah membahas Vira lagi," kata Kayla kepada Dinda.
Setelah itu, mereka bertiga memasuki kelas dan belajar seperti biasa.
Saat ini Nara duduk di kelas tiga SMP dia bersekolah di SMP YAS High School yang letaknya berdampingan dengan SMA YAS High School dan universitas.
Di sekolah, Nara tidak memiliki teman. Bahkan, ia tidak pernah pergi ke kantin dia terlalu malas berada di tengah keramaian Nara lebih sering duduk sendirian di taman sekolah sambil membaca buku.
Para murid pun tidak ada yang berani mendekatinya karena sifatnya yang dingin dan sulit didekati tidak jauh berbeda dengan kakak-kakaknya.
Saat ini Nara kembali duduk sendirian di taman sekolah sambil membaca buku. Suasana begitu tenang, hanya ada dirinya sendiri.
Namun, ketenangan Nara sedikit terusik ketika tiba-tiba dua kakak beradik kembar menghampirinya.
"Boleh kami duduk?" tanya si kembar kepada Nara.
Namun Nara tidak menjawab.
"Boleh kami duduk di sini?" tanya mereka sekali lagi.
"Duduk saja. Tidak ada larangan," balas Nara dengan nada dingin tanpa menoleh.
"Kamu memang sedingin ini, ya?" tanya salah satu dari mereka lagi.
"Hmm" Nara hanya menjawab dengan deheman.
Kedua saudara kembar itu kemudian perlahan duduk di kursi taman.
"Perkenalkan, namaku Veli Ananda, dan ini adikku, Vela Ananda," Veli memperkenalkan diri kepada Nara.
"Nara," jawab Nara singkat, padat, dan dingin.
"Nara saja? Tidak ada kepanjangannya?" tanya Vela penasaran.
"Hmm" Nara kembali menjawab dengan deheman.
Namun, Veli dan Vela terus mencecar Nara dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurutnya tidak penting.
Nara berdiri dari duduknya "Berisik kalian berdua!" bentak Nara karena merasa ketenangannya telah diganggu.
Di perusahaan YAS Corporation, Angga dan Nayla sibuk menandatangani berkas-berkas penting, Namun, suara ketukan pintu terdengar dari luar.
Tok
tok
"Masuk" perintah Nayla singkat.
Pintu pun perlahan terbuka, Putri asisten Angga dan Nayla, masuk ke dalam ruangan.
"Maaf, Tuan, Nyonya. Ada tamu yang ingin bertemu," ujar Putri.
"Siapa?" tanya Angga singkat tanpa menoleh.
"Tuan Vito Ananda dan Nyonya Naura Ananda," jelas Putri.
Angga menghentikan pekerjaannya."Suruh mereka masuk," perintah Angga kepada Putri.
Lalu Putri berpamitan dan keluar dari ruangan.
Setibanya di lobi kantor putri menghampiri kedua tamu tersebut.
"Tuan Vito dan Nyonya Naura, silakan masuk," ucap Putri mempersilakan mereka.
"Baik, terima kasih," balas Vito.
Vito dan Naura kemudian berjalan menuju ruangan Angga yang berada di lantai lima belas, lantai paling atas di gedung yas Corporation.
Setelah Vito dan Naura masuk ke dalam ruangan, Vito langsung berjalan mendekati Angga dan memeluknya erat.
"Apa kabar, Bro?" sapa Vito.
"Aku baik-baik sajanVit," balas Angga sambil tersenyum.
"Silakan duduk, Vito dan Naura," ujar Nayla mempersilakan mereka.
"Terima kasih, Nay," balas Naura sambil tersenyum.
Vito dan Naura pun duduk di sofa yang berada di dalam ruangan Angga.
Setelah mereka semua duduk Angga sedikit mendekati Vito untuk mengobrol.
"Anakmu saat ini berusia berapa tahun, Vit?" angga bertanya
"Saat ini mereka berusia empat belas tahun Mereka sekarang duduk di kelas tiga SMP" Vito menjelaskan kepada angga.
"Mereka bersekolah di SMP mana, Vito?" tanya Angga.
"SMP YAS High School milikmu, Ga," jawab Vito.
"Wah, berarti sama dengan putri bungsuku," kata Angga sambil memberitahukan tentang Nara.
Vito hanya mengangguk menanggapi perkataan Angga.
Di sisi lain Nayla dan Naura mengobrol layaknya ibu-ibu pada umumnya. Sesekali mereka tertawa, bahkan terdengar cukup heboh.
Angga melirik sekilas ke arah Nayla lalu dia tersenyum Baru kali ini ia melihat Nayla berbicara sepanjang itu kepada orang lain selain keluarganya.
Angga perlahan menyalakan rokoknya, membuat Vito ikut menyalakan rokok miliknya perlahan Angga menyandarkan kepalanya ke sofa.
"Lalu, apa tujuanmu datang kemari, Vit? Aku tahu kau tidak datang hanya sekadar menyapaku," ujar Angga dengan nada serius.
Vito masih terdiam Ia belum menjawab pertanyaan Angga Ia hanya mengisap rokoknya perlahan sambil menatap Angga. Angga tahu sahabatnya itu sedang memiliki masalah yang tidak mampu ia selesaikan sendiri.
Nayla dan Naura pun menghentikan obrolan mereka. Keduanya mulai mendengarkan pembicaraan para suami mereka.
napas vito terdengar berat "Perusahaanku sedang bermasalah, Ga," balas vito
"Perusahaan mana yang menjadi musuhmu, Vit?" tanya Angga pelan.
"Perusahaan Bredwoo Group, Ga," jawab Vito.
Angga kembali terdiam dia tahu musuh yang dihadapi Vito bukanlah lawan yang mudah.
"Kenapa bisa kau bermasalah dengan mereka, Vit?" tanya Nayla.
Vito menyandarkan kepalanya di sofa dia diam tanpa membalas pertanyaan nayla
"Karena aku adalah mantan kekasih Giovanni," jawab Naura dengan tenang menggantikan Vito.
Meski terdengar tenang di mata Naura tergambar rasa takut yang begitu jelas.
Saat itu juga Angga dan Nayla memahami bahwa akar permasalahan Ananda Group ternyata berhubungan dengan kisah percintaan.
Tiba-tiba ponsel Vito berdering membuat pembicaraan mereka terhenti.
"Maaf, Ga. Aku harus mengangkat telepon dulu Putriku menelepon," ujar Vito.
"Silakan, Vit," balas Angga.
Dari balik sambungan telepon terdengar suara tangisan."Hikss Hikss Papa,tadi Kak Veli hampir diculik," vela berkata di tengah isaknya.
Mendengar perkataan Vela, Vito dan Naura langsung diliputi kecemasan.
"Jadi sekarang kakakmu bagaimana keadaannya?" tanya Naura dengan nada penuh ketakutan.
Vito menggenggam tangan Naura sangat erat karena ia tahu istrinya benar-benar ketakutan.
"Kak Veli sekarang baik-baik saja Ma, Namun teman kami yang menyelamatkan Kak Veli saat ini sedang terluka di UKS," jelas Vela.
"Baik Nak tunggu Papa dan Mama datang ke sekolah kalian," ujar Vito menenangkan vela
"Baik, Pa Kami tunggu," jawab Vela sebelum mengakhiri panggilan.
Vito memandang Angga begitu dalam tanpa mengucapkan sepatah kata pun Namun tatapan itu sudah cukup membuat Angga mengerti.
Angga langsung berdiri dari tempat duduknya "Ayo kita ke sekolah mereka, Vit," ujar Angga.
Tanpa membuang waktu lagi, Angga, Nayla, Vito, dan Naura segera berangkat menuju SMP YAS High School bersama-sama karena masalah yang terjadi cukup serius. Bukan tidak mungkin semua itu ada sangkut pautnya dengan Giovanni Bredwoo.
berhenti berpikir, bergeraklah kalau kau membiarkan sesuatu tanpa penyelesaian kau akan kehilangan sesuatu dengan penyesalan.
BERSAMBUNG....