NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Multisemesta

Reinkarnasi Kaisar Multisemesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"

Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.

Namun, takdir seolah sedang bercanda.

Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.

Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Bab 10: Tiga Ribu Pasukan dan Tamparan yang Mengguncang Bumi

Pintu jip militer lapis baja hitam itu tertutup dengan suara dentuman pelan yang meredam seluruh kebisingan dunia luar. Di dalam kabin, Sun Mo duduk dengan punggung tegak, napasnya memburu cepat sementara keringat dingin membasahi seluruh kemudi baja di genggamannya. Melalui kaca spion, ia melirik sosok Shen Long yang kini duduk bersila dengan mata terpejam di kursi belakang. Ketakutan primal yang dirasakan Sun Mo bukan lagi karena ancaman dari Departemen Pengawasan Provinsi, melainkan karena keagungan tak terbatas yang memancar secara samar dari tubuh pemuda di belakangnya. Pemuda itu baru saja meratakan kompleks kediman raksasa Keluarga Han menjadi abu dalam hitungan menit, namun ekspresi wajahnya tetap sedatar permukaan telaga es abadi.

"Kakak Shen, ke mana kita akan menuju sekarang?" Sun Mo bertanya, suaranya bergetar halus namun penuh dengan kepatuhan yang mutlak. Setelah menyaksikan pembersihan total terhadap Keluarga Han, Sun Mo tahu bahwa identitas militer atau hukum fana tidak lagi memiliki arti di hadapan Shen Long. Pemuda ini adalah hukum itu sendiri.

Shen Long tidak membuka matanya. Ia menyilangkan kedua lengannya di atas lutut, menarik napas dengan ritme yang sangat teratur. "Menujulah ke Alun-Alun Gerbang Utara Jiangnan City. Karena Lin Tian ingin mengumpulkan seluruh pasukannya di sana untuk mengepungku, aku akan mempermudah jalannya. Menunggu tiga jam terlalu membosankan; biarkan mereka melihat bahwa naga ini sudah menunggu untuk menginjak-injak kesombongan mereka."

"Siap, Kakak Shen!" Sun Mo mengencangkan cengkeramannya, memindahkan tuas transmisi, dan menginjak pedal gas dalam-dalam. Jip militer hitam itu menderu keras, melesat membelah sisa-sisa debu abu kedai klan Han yang terbang ditiup angin, meninggalkan area kawah mati sepi tersebut menuju distrik perbatasan utara kota.

Sepanjang perjalanan melintasi jalan-jalan utama Jiangnan City, suasana kota metropolitan tersebut telah berubah total menjadi kepanikan massal yang luar biasa. Berita tentang runtuhnya Hotel Fenghuang Tian, tewasnya Han Junhao serta Tetua Han Rong, disusul dengan pemusnahan total kedai utama Keluarga Han hingga rata dengan tanah, telah menyebar seperti wabah api di kalangan masyarakat. Sirene darurat kota berbunyi melengking terus-menerus di atas langit. Kendaraan-kendaraan mewah milik klan-klan kecil tampak berebut keluar dari pusat kota, menyebabkan kemacetan total di berbagai persimpangan. Toko-toko besar menutup pintu besi mereka rapat-rapat, dan warga sipil berlarian dengan wajah pucat pasi, mengunci diri di dalam rumah karena mengetahui bahwa badai pertempuran kultivator berskala raksasa akan segera meledak di kota mereka.

Di kursi belakang yang sunyi, Shen Long sama sekali tidak terpengaruh oleh kekacauan visual di luar jendela kaca yang gelap. Kesadarannya sepenuhnya tenggelam ke dalam wilayah dantiannya sendiri. Puncak tingkat kedelapan ranah Penguatan Tubuh yang dicapainya tadi telah memperkuat seluruh jaringan otot dan struktur tulang fananya hingga setara dengan kualitas baja dewa, namun untuk menghadapi kepungan tiga ribu pasukan kultivator yang membawa formasi perang gabungan, ia membutuhkan kapasitas kuantitas energi spiritual yang lebih luas.

"Manusia fana di dunia ini mengira bahwa mengumpulkan jumlah pasukan yang banyak bisa menutupi jurang perbedaan ranah kultivasi," Shen Long membatin dengan penuh cemoohan dingin. "Mereka tidak akan pernah memahami bahwa di hadapan esensi jiwa Penguasa Multisemesta, jutaan semut tetaplah semut yang mudah dihancurkan dalam satu kali injakan."

Shen Long kembali mengaktifkan *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* dengan kapasitas penuh. Kali ini, ia tidak hanya menyerap energi spiritual alam yang tipis dari udara, melainkan secara paksa menarik seluruh energi kepanikan, emosi kemarahan, dan fluktuasi spiritual yang bergejolak dari jutaan manusia di seluruh penjuru Jiangnan City. Energi-energi emosional dan spiritual yang bercampur baur itu ditarik masuk melalui pusaran tak kasat mata di atas atap jip militer, disaring secara ekstrem oleh hukum kosmis di dalam jiwanya, lalu diubah menjadi tetesan esensi cairan emas murni yang mendidih di dalam pembuluh darahnya.

*KRAK! KRAK!*

Suara transformasi internal kembali terdengar dari dalam persendian Shen Long.

Tingkat kesembilan ranah Penguatan Tubuh!

Hanya dalam waktu tiga puluh menit perjalanan, tubuh fisiknya telah mencapai batas mutlak dari ranah Penguatan Tubuh fana. Namun, perubahan tidak berhenti di sana. Tetesan cairan emas murni di dalam dantiannya mulai berkumpul membentuk sebuah pusaran samudra emas raksasa. Pusaran tersebut berputar dengan kecepatan kosmis, memecahkan dinding pembatas ranah berikutnya secara paksa tanpa memerlukan pil kultivasi atau bantuan meditasi bertahun-tahun.

*BUM!*

Sebuah dentuman halus yang membawa frekuensi keagungan kuno bergema di dalam jiwa Shen Long. Dantiannya meluas hingga ratusan kali lipat, dan seluruh esensi energinya kini telah berubah wujud menjadi aliran gas emas yang sangat padat dan suci. Ia telah resmi melangkah masuk ke dalam tingkat pertama ranah Pengumpulan Qi (*Qi Gathering*).

Meskipun secara nominal ia baru berada di tingkat pertama ranah Pengumpulan Qi, kualitas kemurnian dan kerapatan energi emas murni milik Shen Long melampaui batas energi spiritual kotor para master ranah Fondasi Jiwa tingkat tinggi di dunia ini. Kapasitas wadah energinya kini telah siap untuk melepaskan kekuatan penghancur berskala masif yang sesungguhnya. Shen Long perlahan membuka matanya, dan sepasang pupil matanya kini memancarkan kilau keemasan yang redup namun membawa otoritas tirani mutlak yang mampu mengintimidasi seluruh makhluk hidup.

---

Satu jam kemudian, jip militer lapis baja hitam itu akhirnya tiba di Alun-Alun Gerbang Utara Jiangnan City. Tempat ini adalah sebuah area terbuka seluas puluhan hektar yang dilapisi oleh semen beton tebal, biasanya digunakan untuk upacara besar atau mobilisasi logistik provinsi. Namun sore ini, alun-alun raksasa tersebut telah dikosongkan sepenuhnya dari aktivitas warga sipil, berubah menjadi sebuah medan perang fana yang sangat mencekam.

Di seberang alun-alun, langit di atas gerbang utara kota tampak berubah menjadi hitam pekat, ditutupi oleh awan badai tebal yang berputar-putar liar. Sambaran-sambaran petir ungu raksasa merobek langit terus-menerus dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga, menciptakan atmosfer yang menyerupai hari kiamat.

Di bawah naungan awan badai tersebut, berdiri sebuah armada militer berskala raksasa yang sangat menakutkan. Tiga ribu prajurit elit kultivator dari Departemen Pengawasan Provinsi telah berbaris dengan formasi persegi panjang yang sangat rapi dan kaku. Mereka semua mengenakan jubah tempur besi berwarna hitam perak dengan tombak-tombak spiritual panjang di tangan mereka, memancarkan aura kombinasi ranah Penguatan Tubuh tingkat tinggi dan ranah Pengumpulan Qi yang menyatu menjadi satu lapisan tekanan energi raksasa yang menghimpit seluruh area alun-alun.

Di barisan paling depan armada, terdapat empat sosok pria tua yang melayang samar di udara setinggi beberapa meter, mengenakan jubah abu-abu dengan sulaman petir ungu besar di dada mereka. Mereka adalah empat Penasihat Agung dari Sekte Pedang Guntur: **Lei Feng**, **Lei Bao**, **Lei Guang**, dan **Lei Yan**. Keempat orang tua ini memiliki wajah yang sangat kaku dengan aura keganasan yang tak tertandingi. Basis kultivasi mereka masing-masing berada di ranah Fondasi Jiwa tingkat ketiga hingga kelima sejati. Kematian Lei Zhen pagi tadi telah memicu kemurkaan terdalam dari sekte mereka, membuat mereka turun gunung bersama-sama demi merebut jiwa Shen Long dan mengekstrak seluruh warisan kunonya.

Tepat di tengah-tengah keempat penasihat sekte, berdiri sebuah kereta perang baja modern yang ditarik oleh kendaraan lapis baja berat. Di atas kereta tersebut, berdiri sosok pria paruh baya bertubuh tegap dengan jubah panglima tertinggi berwarna hitam emas yang dipenuhi sulaman sembilan naga murni—**Lin Tian**, Kepala Tertinggi Departemen Pengawasan Kultivator Provinsi. Wajah Lin Tian sedingin batu pahatan, sepasang matanya memancarkan kilatan petir ungu yang sangat masif, dan aura ranah Fondasi Jiwa tingkat ketujuh miliknya menyebar ke radius ratusan meter, mengendalikan seluruh pergerakan awan badai di atas langit secara mutlak.

Jip militer hitam nomor satu yang dikemudikan Sun Mo perlahan berhenti di ujung seberang alun-alun, terpisah jarak sekitar dua ratus meter dari hadapan tiga ribu pasukan Lin Tian. Ukuran jip militer tunggal itu tampak sangat kerdil dan terisolasi jika dibandingkan dengan armada raksasa yang memenuhi gerbang utara kota.

"Kakak Shen... mereka... mereka benar-benar membawa seluruh kekuatan provinsi di sini," Sun Mo berbisik dengan wajah yang memucat tanpa darah, seluruh tubuhnya menegang menahan tekanan aura ranah Fondasi Jiwa tingkat tinggi milik Lin Tian yang menembus kaca mobil.

Shen Long hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh dengan cemoohan yang teramat sangat. "Tiga ribu serangga besi dan empat ekor anjing gunung tua... Lin Tian ini benar-benar sangat menghormati kedatanganku dengan mengumpulkan tumpukan debu sebanyak ini."

Shen Long mendorong pintu jip militer lapis baja hitam tersebut dan melangkah keluar dengan gerakan yang sangat tenang dan anggun. Sepatunya mendarat dengan stabil di atas permukaan semen alun-alun yang dingin ditiup angin badai. Angin kencang yang membawa hawa petir meniup jubah militer hijaunya, namun posisi berdirinya begitu tegak, seolah-olah ia adalah penguasa tertinggi yang sedang meninjau pasukan pribadinya, bukan seorang tersangka yang sedang dikepung oleh tentara negara.

Melihat Shen Long keluar sendirian tanpa ada penolong atau master tersembunyi di sekelilingnya, mata Lin Tian yang berdiri di atas kereta perang langsung menyipit tajam. Kilatan petir ungu di dalam pupil matanya bergejolak hebat, membawa tekanan suara yang menggelegar langsung melintasi alun-alun.

"Shen Long! Berani sekali kau memunculkan wajahmu di hadapan pasukanku!" Suara Lin Tian bergema seperti guntur, membuat permukaan semen di bawah kaki para prajurit bergetar halus. "Kau telah membantai keluarga klan besar, menghancurkan infrastruktur kota, dan membunuh pejabat tinggi negara dengan metode yang sangat keji! Tindakanmu adalah pengkhianatan mutlak terhadap hukum stabilitas nasional! Hari ini, di bawah otoritas Sembilan Naga Negara dan kekuatan Sekte Pedang Guntur, aku mendeklarasikan hukuman mati mutlak untuk seluruh eksistensimu!"

Di samping Lin Tian, Tetua **Lei Feng** yang berada di ranah Fondasi Jiwa tingkat keempat melangkah maju di udara, menunjuk ke arah Shen Long dengan pedang panjang ungunya yang memancarkan aliran listrik tajam. "Bocah lancang! Kau telah membantai Saudara Lei Zhen kami di hotel pagi tadi! Sekte Pedang Guntur tidak akan pernah membiarkan jiwamu masuk ke dalam siklus reinkarnasi kembali! Berlututlah sekarang juga, serahkan seluruh teknik kultivasi kuno dari dalam jiwamu, dan mungkin kami bisa memberikan kematian yang lebih cepat bagi tubuh fanamu!"

Tiga ribu prajurit di belakang mereka secara serentak menghentakkan tombak spiritual mereka ke atas semen dengan keras. *BUM!* Sebuah gelombang suara energi gabungan meledak, menciptakan tekanan psikologis yang luar biasa masif yang bisa membuat seorang kultivator ranah Pengumpulan Qi biasa langsung berlutut memuntahkan darah karena hancurnya mental mereka.

Namun, menghadapi gertakan berskala tentara negara dan sekte kuno tersebut, Shen Long tetap berdiri dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku jubah militernya. Sepasang matanya yang kini memancarkan kilau emas redup menatap Lin Tian, Lei Feng, dan seluruh pasukan di seberang alun-alun dengan pandangan yang dipenuhi oleh rasa bosan yang teramat sangat.

"Kalian semua selalu memiliki kebiasaan yang sangat membosankan: berteriak tentang hukum dan keadilan sebelum kalian mati di bawah tanganku," Shen Long berkata, suaranya tidak keras namun entah bagaimana mampu memotong melintasi seluruh gemuruh suara petir dan hentakan tombak tiga ribu prajurit dengan sangat jernih di telinga semua orang. "Lin Tian... kau mengira tiga ribu semut besi ini bisa melindungimu dari keputusanku? Dan kalian, empat ekor anjing tua dari Sekte Pedang Guntur... kalian datang bersama-sama hanya karena takut leher kalian dipatahkan satu per satu olehku?"

"Shen Long menggelengkan kepalanya perlahan, ekspresi wajahnya dipenuhi cemoohan dingin. "Hari ini, di alun-alun ini... aku akan menunjukkan kepada kalian semua seberapa rapuhnya otoritas negara dan kekuatan sekte kuno yang kalian banggakan di hadapan satu ayunan telapak tanganku."

Penghinaan terang-terangan dari Shen Long di hadapan seluruh armada militer langsung meledakkan kemarahan mutlak di dalam hati para pimpinan penasihat sekte.

"Bajingan kecil! Kau sedang mencari mati!!!" Tetua **Lei Feng** meraung histeris dengan kegilaan yang tak terbatas. Sebagai seorang tetua agung ranah Fondasi Jiwa tingkat keempat yang sangat dihormati di wilayah pegunungan, kapan ia pernah dihina sebagai "anjing tua" oleh seorang pemuda ingusan di tengah medan perang terbuka?

Tubuh tua Lei Feng meluncur turun dari udara dengan kecepatan yang melampaui kecepatan suara fana, meninggalkan serangkaian bayangan kabur berwarna ungu tua di atas semen alun-alun. Ia mengangkat *Pedang Guntur Angin* miliknya, mengalirkan seluruh energi spiritual ranah Fondasi Jiwa tingkat keempatnya hingga bilah pedang tersebut meledak melepaskan badai tornado petir ungu setinggi lima meter yang berputar kencang—teknik rahasia *Tornado Petir Pemotong Jiwa Purba*. Target serangannya adalah leher Shen Long, berniat untuk merobek kepala pemuda itu dari tubuhnya dalam satu gerakan kilat tunggal yang mutlak.

Serangan itu membawa tekanan angin destruktif yang sangat besar hingga membuat permukaan semen beton alun-alun di sepanjang jalur lintasannya hancur berkeping-keping menjadi abu batu yang beterbangan. Sun Mo yang berada di dalam jip militer sampai harus menahan napasnya, jantungnya berdegup begitu kencang melihat kedatangan badai petir yang mengerikan tersebut.

Namun, di hadapan badai tornado petir ungu yang meluncur turun menuju dirinya, Shen Long tetap berdiri diam dengan ketenangan seorang dewa tertinggi yang sedang menatap hembusan angin sepoi-sepoi di sore hari. Aliran gas emas murni dari tingkat pertama ranah Pengumpulan Qi yang baru saja dibentuknya dengan sempurna di dalam tubuhnya mulai mengalir deras menuju lengan kirinya, membuat kulit tangannya memancarkan kilau emas samar yang sangat suci dan membawa keagungan tirani yang tak tertandingi.

Shen Long tidak mundur satu langkah pun; ia justru melangkah maju dengan kaki kirinya, mengeluarkan tangan kirinya dari saku jubah militernya, lalu melayangkan sebuah gerakan tamparan telapak tangan terbuka yang sangat luas dan santai ke arah datangnya badai tornado petir Lei Feng.

*PLAAAAAAAALAK!*

Suara tamparan itu terdengar sangat nyaring, membelah suara gemuruh badai di atas langit alun-alun. Kekuatan murni dari esensi emas *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* meledak sepenuhnya dari telapak tangan Shen Long.

*BYARRRRRRRR!*

Tanpa ada perlawanan yang berarti sedikit pun, badai tornado petir ungu setinggi lima meter yang dibanggakan oleh Tetua Lei Feng langsung hancur berkeping-keping menjadi percikan listrik kecil yang padam di udara dalam waktu kurang dari satu milidetik, dinetralkan sepenuhnya oleh kekuatan pembalikan energi emas murni milik Shen Long. Kekuatan tamparan tersebut terus melaju ke depan dengan kecepatan hukum kosmis yang tidak terhindarkan, menembus sisa bilah pedang ungu Lei Feng hingga senjata spiritual itu hancur menjadi serpihan besi tua, sebelum akhirnya telapak tangan Shen Long mendarat dengan telak tepat di pipi kanan wajah tua tetua sekte tersebut.

*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*

Suara hancurnya seluruh struktur tengkorak, rahang, dan tulang pelipis kanan Tetua Lei Feng terdengar sangat renyah dan mengerikan di udara alun-alun yang sunyi. Kekuatan tamparan emas murni Shen Long begitu masif hingga tubuh tua penasihat ranah Fondasi Jiwa tingkat keempat itu terlempar secara horizontal seperti peluru kendali supersonik yang ditembakkan, meluncur sejauh lebih dari lima puluh meter membelah udara, sebelum akhirnya tubuhnya menghantam kereta perang baja milik Lin Tian dengan sangat keras.

*BUMMM!*

Kereta perang baja modern seberat belasan ton itu ringsek parah membentuk cekungan raksasa sedalam satu meter akibat hantaman tubuh Lei Feng. Tubuh tua penasihat sekte tersebut merosot jatuh ke atas semen di bawah roda kereta dalam kondisi yang benar-benar menghancurkan seluruh kewarasan manusia yang menyaksikannya. Seluruh wajah bagian kanannya telah rata sepenuhnya, hancur menjadi bubuk tulang halus yang bercampur dengan darah kental hitam dan jaringan otak yang rusak. Dantidannya di dalam perut telah meledak berkeping-keping menjadi energi kosong, memusnahkan seluruh meridian utama dan jiwanya secara mutlak dalam waktu satu helaan napas.

Tetua Lei Feng, seorang penasihat agung terhormat dari Sekte Pedang Guntur di ranah Fondasi Jiwa tingkat keempat, telah tewas seketika di tempat hanya karena satu tamparan santai dari tangan kiri Shen Long—sebuah kematian yang mutlak dan penjelasan yang sangat detail mengenai akhir eksistensi sang tetua di dalam dunia fana ini.

Melihat salah satu penasihat tertinggi mereka dihancurkan hingga tewas menjadi tumpukan daging hancur dalam satu tamparan tangan kosong, tiga ribu prajurit elit jubah hitam perak yang berdiri di alun-alun langsung menghentikan seluruh gerakan mereka. Tombak-tombak spiritual di tangan mereka gemetar hebat, dan keheningan mati yang sangat mencekam seketika menyelimuti seluruh area Gerbang Utara Jiangnan City. Wajah tiga penasihat sekte lainnya—Lei Bao, Lei Guang, dan Lei Yan—berubah dari merah padam menjadi pucat pasi seperti kertas semen, seluruh keberanian dan kesombongan ranah Fondasi Jiwa mereka runtuh tanpa bekas dalam sekejap melihat kematian tragis rekan mereka.

Kepala Tertinggi Lin Tian yang berdiri di atas kereta perang yang ringsek merasakan seluruh darah di dalam jantungnya membeku seketika. Sepasang matanya melotot keluar dengan rasa takut primal yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya selama memimpin departemen provinsi. Ia tahu betul seberapa kuat kekuatan Lei Feng; bahkan ia sendiri yang berada di tingkat ketujuh ranah Fondasi Jiwa membutuhkan setidaknya seratus jurus pertarungan sengit untuk bisa membunuh pria tua itu. Namun pemuda di depan mereka ini, seorang tersangka misterius yang baru keluar dari kamp militer, menumbangkannya hanya dengan satu gerakan tamparan anak kecil yang sangat santai!

Shen Long menarik kembali tangan kirinya, mengeluarkan saputangan putih dari sakunya untuk mengusap setitik noda debu dari ujung jarinya dengan ketenangan yang menakutkan. Ia menengadah perlahan, mengunci pandangan matanya yang memancarkan kilau keemasan redup langsung ke arah wajah Lin Tian dan tiga penasihat sekte yang masih hidup.

"Sekarang," Shen Long memanggil dengan nada suara yang rendah namun membawa otoritas tirani mutlak yang mampu meruntuhkan langit jiwa semua orang di alun-alun tersebut. "Siapa lagi di antara kalian, atau apakah tiga ribu semut besi di belakang kalian... yang ingin maju terlebih dahulu untuk merasakan seberapa keras kekuatan telapak tanganku berikutnya?"

Roda kekuasaan tertinggi di provinsi Jiangnan telah dihancurkan sepenuhnya oleh satu tamparan dari sang Penguasa Multisemesta. Di atas semen alun-alun yang retak dan di depan jasad tetua sekte yang hancur, badai pembersihan berskala masif berikutnya kini siap menelan seluruh armada militer tanpa ada satu pun aturan manusia fana yang mampu menahan laju amukan mutlak dari telapak tangan Shen Long.

1
Nanik S
Hadir
Kairon: Terima kasih sudah singgah kak😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!