NovelToon NovelToon
Istri Rampasan Mafia Dingin

Istri Rampasan Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya Sonya Munic terpaksa harus membatalkan pernikahannya dengan Sagara Sardi tepat saat akan mengucapkan janji pernikahan. Batara Moretti datang merampas pengantin atas alasan utang keluarga. Padahal keluarga Munic telah mengatur pernikahan Batara dengan Talitha Munic, adik tiri Sonya. Di bawah ancaman nyawa ketua mafia paling berbahaya, Sagara terpaksa menyerahkan calon istrinya.
Tak mudah bagi Sonya, gadis yang terkenal lemah lembut hidup di lingkungan mafia dan sikap dingin Batara yang hanya menganggapnya sebagai istri pelunas hutang. Selain menagih hak suami istri Batara selalu diam dan acuh, saat Sonia mulai berdamai dengan keadaan, satu persatu kebenaran mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepemilikan Yang Terenggut

Mentari pagi baru saja menyembul di balik perbukitan batu Wilayah Maldav, memancarkan sinar keemasan yang menembus kabut tipis. Di Mansion Moretti, suasana tampak begitu sunyi. Batara Moretti telah meninggalkan kediamannya sejak pukul empat subuh menuju Kota Qislan untuk mengurus sengketa wilayah tambang yang sempat tertunda. Kepergian sang ketua mafia meninggalkan mansion megah itu dalam ketenangan yang semu.

​Namun, ketenangan itu hancur berantakan ketika sebuah mobil sedan mewah berwarna merah menyala berhenti tepat di depan pelataran mansion. Suara derit bannya berdecit nyaring, memecah keheningan pagi.

​Seorang wanita dengan gaun desainer papan atas berwarna hitam ketat melangkah keluar dengan anggun namun terburu-buru. Talitha Munic. Adik tiri Sonya yang berwajah angkuh itu melangkah lebar, membiarkan sepatu hak tingginya mengetuk lantai marmer koridor dengan suara yang nyaring. Para penjaga di depan pintu luar sempat membungkuk hormat, tak berani menahan langkah wanita yang mereka kenal sebagai putri bungsu kesayangan keluarga Munic dari Laviata, wanita yang sejak awal direncanakan dan dijodohkan oleh keluarga mereka untuk menjadi istri resmi Batara Moretti.

​Talitha datang jauh-jauh ke Maldav hari ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk menuntut penjelasan langsung dari Batara. Ia tidak terima mengapa posisi megah yang seharusnya menjadi miliknya justru diambil alih oleh Sonya, kakak tirinya yang selalu dianggap sebagai aib dan kesialan di rumah mereka.

​"Di mana Tuan Batara?!" tanya Talitha dengan nada ketus kepada salah seorang pelayan pria di koridor utama.

​"M-Maaf, Nona Talitha. Tuan Besar Batara sedang pergi ke Kota Qislan sejak subuh tadi. Kemungkinan baru kembali nanti siang," jawab pelayan itu dengan kepala menunduk takut.

​Talitha mendengus kasar. Matanya berkilat penuh amarah yang tertahan. "Lalu di mana jalang kecil, Sonya? Di mana kakak tiriku yang tidak tahu diri itu?!"

​"Nyonya muda ada di kamar utama, Nona..."

​Tanpa mendengarkan penjelasan lebih lanjut, Talitha langsung membalikkan badannya dan melangkah lebar menuju tangga besar, mengarah lurus ke kamar utama di lantai dua. Amarahnya sudah membakar akal sehatnya sejak kedatangan Batara ke pernikahan Sonya dan merampas calon pengantin wanita, Sonya sebagai pelunas utang, dan Batara malah meniduri wanita penyakitan itu di kamar utama, kamar sakral yang seharusnya menjadi takhta kekuasaannya sebagai istri sah seorang Moretti.

​Brak!

​Talitha mendorong pintu ganda kamar utama dengan kasar hingga menghantam dinding.

​Di atas ranjang besar beludru hitam, Sonya Munic masih terlelap dalam posisi meringkuk. Tubuhnya yang mungil tampak begitu rapuh di balik selimut sutra yang separuh terbuka. Saat selimut itu bergeser, pandangan mata Talitha langsung tertuju pada kulit leher, bahu, hingga area sekitar dada atas Sonya. Di sana, bertebaran banyak bercak kemerahan dan keunguan yang sangat kontras dengan kulit putih pucatnya, tanda kepemilikan yang ditinggalkan Batara setelah aktivitas panas mereka semalam.

​Pemandangan itu laksana bensin yang menyiram api cemburu di dada Talitha. Rasa iri, dengki, dan murka bergejolak hebat di dalam kepalanya. Sambil gemetaran menahan emosi, ia teringat bagaimana rencana pernikahan mewahnya dengan Batara hancur berantakan hanya karena posisi itu mendadak digantikan oleh anak pertama yang selalu diabaikan dan ditindas di rumah mereka.

​"Dasar jalang tidak tahu diri!" desis Talitha dengan wajah yang mengeras.

​Talitha melangkah mendekati meja nakas, mengambil segelas air putih dingin yang sengaja disiapkan pelayan untuk Sonya. Tanpa belas kasihan sedikit pun, Talitha menyiramkan seluruh isi gelas itu tepat ke wajah Sonya yang sedang tidur.

​Byurr!

​"Ah!" Sonya tersentak bangun, terbatuk-batuk karena air dingin yang tiba-tiba masuk ke hidung dan mulutnya. Kepalanya yang masih terasa sangat berat dan pusing akibat kejadian kemarin mendadak berdenyut hebat.

​Belum sempat Sonya mengumpulkan kesadarannya sepenuhnya, Talitha sudah maju dan mencengkeram rambut panjang Sonya yang halus dengan sangat kuat.

​"Aw! Sakit! Talitha, lepas!" jerit Sonya kesakitan, air matanya langsung meleleh keluar saat kulit kepalanya terasa seperti mau terkelupas.

​"Bangun kau, pelacur murah!" teriak Talitha penuh kebencian. Dengan kekuatan penuh, ia menarik rambut Sonya, menyentak tubuh lemas gadis itu hingga terjatuh dari atas ranjang tinggi dan mendarat dengan keras di atas lantai marmer yang dingin.

​Bruk!

​"Aakkhh..." Sonya meringis, memegangi perut bawahnya yang kembali memekikkan rasa sakit yang luar biasa. Tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih dari trauma fisik malam-malam sebelumnya kini harus menerima siksaan baru dari adik tirinya sendiri.

​Talitha tidak berhenti di situ. Ia tidak membiarkan Sonya berdiri. Sambil terus mencengkeram dan menjambak rambut panjang Sonya, Talitha menyeret tubuh mungil itu keluar dari kamar utama, melintasi koridor lantai dua menuju ke arah tangga lantai dasar.

​"Sakit, Dek... saya mohon lepaskan... ini sakit sekali..." ratap Sonya dengan suara parau yang menyedihkan. Jemarinya mencoba memegang tangan adik tirinya untuk melepaskan cengkeraman pada rambutnya, namun tenaganya yang lemah sama sekali tidak sebanding dengan kegilaan Talitha yang sedang kerasukan cemburu.

​"Sakit? Ini belum seberapa dibandingkan dengan apa yang sudah kau rebut dariku, dasar pelacur penggoda!" maki Talitha sepanjang jalan, suaranya melengking memenuhi koridor mansion. "Kau pikir kau siapa, hah?! Kau itu hanya kakak tiri pembawa sial yang tidak diinginkan! Pernikahan dengan Batara itu hakku! Aku yang sejak awal dijodohkan dan dijanjikan untuk menjadi Nyonya Moretti, bukan kau, dasar pengemis!"

​Talitha terus menyeret Sonya hingga menuruni anak tangga menuju lantai dasar. Tubuh Sonya berulang kali menghantam sudut anak tangga, menciptakan memar-memar baru di kulitnya yang sensitif.

​Di lantai dasar, beberapa pelayan yang sedang bertugas membersihkan ruangan langsung menghentikan aktivitas mereka. Mereka berkumpul di sudut ruangan, menyaksikan pemandangan mengerikan itu dengan mata terbelalak. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang berani maju untuk menolong Sonya. Mereka semua membisu, bersikap acuh tak acuh karena mereka tahu betul siapa Talitha, wanita terhormat dari keluarga Munic yang awalnya dijodohkan dengan Tuan mereka, sementara Sonya hanyalah seorang wanita tawanan yang dijadikan pelunas utang. Rasa hormat dan ketakutan para pelayan sepenuhnya ditujukan kepada Talitha.

​Tak lama kemudian, Jenna datang dari arah dapur belakang. Melihat Talitha sedang menyiksa Sonya, wajah Jenna yang kemarin sempat memar akibat tamparan Ibu Yooka kini langsung berubah cerah. Senyum kelicikan terukir jelas di bibirnya. Ia segera berlari kecil menghampiri Talitha, membungkuk dengan sangat hormat seolah-olah sedang menyambut seorang ratu sejati.

​"Selamat pagi, Nona Talitha yang cantik dan agung," sapa Jenna dengan nada suara yang dibuat-manis dan penuh sanjungan. "Ah, Anda menodai tangan Anda yang indah hanya untuk menyentuh sampah ini? Biarkan saja dia, Nona."

​Talitha menghentikan seretannya, melempar kepala Sonya hingga terantuk lantai marmer ruang tengah. Sambil terengah-engah, Talitha menatap Jenna. "Kau pelayan di sini? Beritahu aku, apa yang dilakukan jalang ini selama Batara di rumah?!"

Jenna melirik Sonya yang terkapar tak berdaya di lantai dengan pandangan penuh jijik, lalu kembali menatap Talitha dengan senyuman menjilat. "Tentu saja dia hanya bisa menggoda Tuan Batara dengan tubuhnya yang murahan itu, Nona. Tapi Anda tidak perlu khawatir, Nona Talitha adalah wanita berkelas dari keluarga terhormat, satu-satunya wanita yang paling cocok dan pantas untuk menjadi istri sah Tuan Batara Moretti di mansion ini. Sedangkan kakak tiri Anda ini?" Jenna menendang pelan kaki Sonya. "Dia hanya mainan sementara, pemuas nafsu sebelum Tuan Batara bosan dan membuangnya dari sini."

Pujian dan hasutan Jenna membuat ego Talitha melambung tinggi. Ia tertawa sinis, menatap Sonya yang hanya bisa diam membisu dengan tubuh yang gemetar dan sisa-sisa air mata yang membasahi pipinya. Sonya benar-benar tidak memiliki tenaga lagi untuk membantah atau membela diri di depan adik tirinya yang selalu menindasnya sejak kecil di rumah mereka. Rasa sakit di sekujur tubuhnya, kepalanya yang pening, dan hatinya yang hancur membuat ia memilih untuk pasrah pada nasib buruknya pagi ini.

Talitha berlutut di sebelah Sonya, lalu mencengkeram kedua pipi Sonya dengan sangat kuat menggunakan satu tangannya hingga bibir Sonya menarik paksa dan mengeluarkan ringgihan sakit. Kuku-kuku panjang Talitha yang tajam menancap dalam di kulit pipi Sonya.

"Dengar baik-baik, jalang penyakitan," desis Talitha tepat di depan wajah pucat Sonya. Mata wanita itu membelalak mengerikan. "Jangan pernah kau berani bermimpi terlalu tinggi di mansion ini! Batara Moretti adalah pemimpin mafia terbesar, dia hanya cocok disandingkan dengan wanita yang kuat, tegas, dan berdarah muda seperti aku! Sedangkan kau? Kau hanyalah wanita buruk rupa, berpenyakitan, lemah, dan lebih pantas menjadi gembel kelaparan di jalanan Laviata daripada berada di sini! Kau tidak akan pernah bisa menggantikan posisiku!"

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
oh ternyata Ibu Yooka yang menjadi pengasuh Batar, pantes aja jalau dia paham sama sifat Batara
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
Astaga Batara kamu tega banget sih jadi cowok mentang2 di takuti seenaknya ajs sama perempuan, apa kamu gak kasihan sama Sonya yang ketakutan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
pantes aja si Jenna kasar banget ternyata dia punya obsesi terhadap bosnya sendiri
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
Talitha harusnya kamu tuh berfikir kenapa orang memilih Sonya, harusnya kanu jadikan pelajaran bukan malah hidup dengan kedengkian
Muft Smoker
kak jgn sampe deeh si batara tdur sama thalita ,,
kasihan Sonya gx pnrh bahagia ,,
lgan si Sonya lemah amat kak ,,
kasih kekuatan super kek si Sonya ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 😭😭😭😭😭😭
total 3 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ladalah Jenna masih ada disana kirain sudah dibuang jauh jauh dan ini Sonya kau terlalu lemah sekali kapan kau jadi kuat dan berani 🤔😔😔
SENJA
yaelaaah lemah banget lu kan isteri mafia, hadeeeh berubah dikit kek
SENJA
kirain jena udah dipecat hadeeh
SENJA
jangan terpedaya batara si lacur lagi sandiwara
SENJA
lacur emang lah kau sampah 😤
RANDI Satriandi
tuhh kan.. bener plot twist. ternyata Sonya udh duluan donor darah
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: 🤣🤣🤣🤣 tau aja
total 1 replies
RANDI Satriandi
kok curiga saya.. Sonya abis donorkan darah untuk jevan diam².. biasanya othor yang satu ini bikin plot twist/Applaud//Applaud/
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/iya gitu
total 1 replies
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
berani bersikap kurang ajar seperti ini, karena iri hati kah 😂
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
air mata buaya Betina 😑 penuh kepalsuan
Muft Smoker
kak bikin aj dstu mati lampu ,, ad sosok penjaga yg postur tubuh ny sama dg batara ,, yg masuk menggantikn batara ,, pas udh beres lampu nyalah ,, syik syak syok gx tuh si thalita ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂😂
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😑 masa pakai darah Thalita, nnti makin besar kepala diaa
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
harusnya gak perlu panggil tuan 🤭🤭
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
gak perlu takut lagii, kmu istri Batara, harusnya mreka yg takut sama kamuu
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
pantas saja ada musuh di balikk selimut 😑
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Batara kena jebakan kahh ini? 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!