NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Panglima TNI.

Terjebak Cinta Panglima TNI.

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Aruna mencoba segala cara agar pertunangannya dengan seorang Panglima TNI bernama Axel dibatalkan. Tapi semua cara yang ia lakukan itu justru tidak membuahkan hasil sama sekali. Axel justru semakin menyukai dirinya, dan memberikan apapun yang dia mau. Bagaimana kelanjutan kisahnya? ikuti terus hanya disini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Isi surat Rahasia yang ditulis Axel.

"Saat pertama kali aku melihat fotonya... aku pikir, ini akan terasa sama seperti yang sudah berlalu. Aku sudah terbiasa menolak, sudah kebal dengan semua wajah cantik yang Papah kenalkan, denganku. Jadi aku kira, kali ini juga akan sama.

Tapi siapa sangka... begitu mataku menyentuh gambar itu, duniaku seakan berhenti berputar sejenak. Jantungku berdetak kencang, degupnya keras dan tak beraturan. Rasanya... hampir sama persis seperti detik-detik mengepung teroris yang siap beraksi dengan bomnya. Jantung berpacu, napas tertahan, dan seluruh indra jadi sangat tajam.

Darahku berdesir hebat mengalir deras ke seluruh tubuh, sebuah sensasi yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku tak bisa bohong, tak bisa mengelak lagi. Dia cantik... luar biasa cantik. Bahkan kata cantik saja, rasanya tak cukup untuk mengindahkan wajahnya yang sempurna itu. Bukan cuma cantik fisik, tapi ada aura lembut dan anggun yang memancar dari sana, membuatku tak bisa mengalihkan pandangan.

Dan anehnya... aku jatuh cinta. Cuma hanya dengan melihat fotonya saja. Gila?memang.Tapi itu kenyataannya.

Aku perlahan membaca nama yang tertulis di bawah foto itu.

Aruna Aurora Vanessa..

Nama itu indah, sama persis seperti wujudnya yang terpancar di sana.

Aku tahu, aku bukan orang yang pandai merangkai kata-kata manis atau puitis. Tapi intinya hanya satu... dia berbeda. Dia spesial. Gadis ini... adalah sesuatu yang selama ini aku cari tanpa sadar. Aku seperti menemukan sebagian nyawaku yang telah lama hilang.

Aku merasa sangat hidup dikala melihat tatapan, matanya yang indah dan menyihir. Ambisi ingin memilikinya tiba-tiba terkumpul, di dalam dadaku. Aruna.. Sungguh, Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama aku melihat fotomu.."

Mata Aruna terpejam sejenak setelah membaca kalimat terakhir dari surat yang ditulis Axel. Pipinya memanas, dan dadanya terasa penuh dengan perasaan hangat yang meledak-ledak. Ternyata, pria dingin dan keras kepala itu, punya sisi yang begitu lembut dan tulus untuknya.

Dengan rasa penasaran yang semakin memuncak, Aruna membalikkan kertas itu ke sisi belakangnya. Dan benar saja, masih ada tulisan tangan Axel yang rapi dan tegas, kali ini menceritakan tentang pertemuan pertama mereka secara langsung. Aruna mulai membacanya perlahan.

"Aku sudah membayangkan betapa cantiknya Aruna, saat bertemu denganku untuk pertama kalinya. Aku membayangkan dia datang dengan anggun, lembut, dan mempesona seperti di foto. Tapi siapa sangka... kenyataan yang aku temui sungguh di luar dugaan.

Dia malah datang dengan perwujudan seperti setan. Ah... aku sudah tak bisa berkata-kata, dengan penampilan anehnya. Dia memakai make up yang sangat tebal, pipinya dipoles merah menyala seperti badut Ancol, dan bibirnya tak kalah merahnya, membuat wajah cantiknya tertutup total. Rambutnya memang masih terlihat indah tergerai begitu saja, tapi itu tak menolong sama sekali.

Dan yang paling tak masuk akal, dia datang mengenakan gaun yang terbuka dan tipis, padahal cuaca saat itu lagi dingin-dinginnya sehabis hujan. Gila memang. Aneh, luar biasa aneh. Tapi entahlah... aku saja tak mengerti jalan pikirannya kala itu.

Tapi setelah dia mulai berbicara... aku mulai paham. Gadis itu ternyata sedang mencoba menghindariku dengan halus. Aku tahu betul, setiap gerak-geriknya terlihat jelas sekali ingin aku pergi dan jijik padanya. Mungkin dia memang berharap aku akan membatalkan pertunangan di antara kami karena melihat penampilannya yang aneh itu.

Tapi aku tetap pada pendirianku. Aku akan mengejar dia, sampai dia mau menjadi Ratu dalam duniaku.

Namun... ada satu pernyataan darinya yang seketika membuat hatiku runtuh. Rasa percaya diriku hilang begitu saja seketika. Aku menjadi takut... takut sekali mengecewakannya.

'Bagaimana jika kamu mati meninggalkanku? Aku tak mau, aku tak siap dengan konsekuensi itu..'

Ucapan itu, membuatku terdiam membeku. Sadarku terbuka lebar... betapa bahayanya duniaku untuknya. Betapa besar risiko yang harus dia tanggung jika memilihku. Aku takut, sungguh takut. Saat itu aku sempat ingin mundur, menyerah demi kebaikannya sendiri.

Tapi perasaanku tak bisa menerima itu, apalagi saat Papah bilang akan menjodohkannya dengan adikku... aku jelas marah besar dan tak menerima semua itu. Dia milikku.

Aruna... sudah kuputuskan. Apapun yang terjadi, aku akan tetap mengejarmu. Aku akan tetap buktikan bahwa cintaku ini besar dan nyata. Aku mencintaimu setulus hatiku... aku inginkan kamu... aku ingin membahagiakan kamu selamanya.."

Mata Aruna terbelalak, jari-jarinya gemetar memegang kertas itu. Ia tertegun lama di tempatnya. Kadang tanpa sadar ia tersenyum lebar, bahkan tertawa kecil saat membaca bagian Axel mengeluhkan penampilan badutnya dulu. Pipinya memerah geli membayangkan betapa konyolnya dirinya saat itu.

Tapi tak lama kemudian, matanya berkaca-kaca. Hatinya terasa perih dan hangat bersamaan saat membaca bagian ketakutan Axel dan tekadnya yang begitu besar.

Campur aduk. Perasaan tertawa, sedih, haru, dan bahagia menyerbu hatinya secara bersamaan. Ia baru sadar, betapa dalamnya perasaan pria dingin itu padanya. Ternyata si Panglima itu sudah memikirkan segalanya, bahkan sampai hal-hal yang tak pernah terpikirkan oleh Aruna sendiri.

Belum sempat Aruna menata kembali perasannya yang sedang campur aduk itu, tiba-tiba ia merasakan sepasang tangan besar dan hangat melingkar erat di pinggang rampingnya.

Dari aroma khas parfum maskulin yang begitu familier, Aruna langsung tahu siapa pemilik tubuh kokoh di belakangnya ini. Tanpa perlu menoleh pun, ia sudah hapal betul itu adalah Axel.

"Sudah puas bacanya, Sayang?" tanya Axel pelan, suaranya terdengar sangat lembut dan manja. Pria itu menyandarkan dagunya di bahu Aruna, wajahnya menempel sangat dekat dengan leher gadis itu, seolah ingin menghirup sebanyak-banyaknya aroma tubuh wanita yang dicintainya.

"Axel!!" Aruna tersentak kaget. Ia langsung berbalik cepat menghadap pria itu, lalu dengan cepat meletakkan kembali kertas catatan itu ke atas meja, wajahnya terlihat sedikit gugup dan salah tingkah.

"Sudah sampai mana kamu baca 'aibku' ini, Aruna??" tanya Axel lagi sambil tersenyum menggoda, matanya menatap tajam ke manik mata gadis itu.

"E.. Eh.. S-semuaanya.." jawab Aruna terbata-bata, pipinya memerah padam karena ketahuan membaca semua isi hati pria itu.

"Hm... senang ya kamu akhirnya menemukan 'harta karun' yang kamu cari itu.." bisik Axel rendah tepat di telinga Aruna.

Tanpa menunggu jawaban, bibirnya langsung bergerak liar. Ia mulai mengecup, mengulum, dan menghamburkan ciuman hangat, di sepanjang leher jenjang Aruna. Sensasi itu membuat bulu kuduk Aruna berdiri tegak.

"Ah!!" Aruna secara otomatis meremas bahu kekar Axel yang terbalut kemeja itu, kakinya terasa lemas seketika.

"Ah... Axel... Jangan gitu dong, aku mau mandi dulu.. Gerah tahu.." rengek Aruna manja, mencoba mengalihkan perhatian dan menghentikan aksi nakal pria itu. Tangannya mendorong pelan dada bidang itu, tapi kekuatannya tak sebanding.

"Nanti saja mandinya..." balas Axel parau, suaranya terdengar berat dan penuh hasrat. Ia tak berhenti, justru ciumannya makin intens dan posesif. "Aku mau puas-puasin dulu manjain kamu. Sekarang kamu nikmatin aja dulu sensasinya.. "

"Gak mau!! Ini bukan di manja namanya.. Tapi di siksa!!" protes Aruna sambil memejamkan mata, napasnya mulai memburu tak karuan. "Ahhh... Axel... Udah dong.. Nggghhhh.. Sayang... Please... berhenti dulu..."

"Mulut kamu minta berhenti, tapi tubuh kamu berkata lain sayang... " Goda Axel Nakal, bersamaan dengan sentuhan tangannya ke Area pinggang ramping kekasihnya. Sentuhan lembut, namun mengoda.

"Unghhhh... Axel.. Stop.."

Rengekan manja Aruna seakan menjadi bensin yang menyulut api hasrat Axel semakin besar. Ciuman-ciuman di leher itu akhirnya berhenti sejenak, dan dengan gerakan cepat, bibir hangat dan tegas Axel kini berpindah mencium bibir ranum Aruna.

SRETT!

Axel melahap bibir itu dengan ganas dan liar, seolah ia adalah pria yang kelaparan bertahun-tahun dan baru menemukan sumber kehidupan. Ciuman itu dalam, intens, dan penuh rasa memiliki yang tak tertandingi. Lidahnya menuntut, menjelajahi, dan bercampur aduk dengan milik Aruna, menciptakan sensasi panas yang menjalar hingga ke ulu hati.

Aruna sama sekali tak berdaya. Kedua tangannya yang sempat mendorong kini justru melingkar erat di leher pria itu, membiarkan dirinya dikuasai sepenuhnya.

Ia hanya bisa pasrah... tenggelam... dan hanyut terbawa arus di antara ciuman panas yang mendominasi itu. Dunia di sekitarnya seakan menghilang, yang tersisa hanya detak jantung yang berpacu kencang dan sentuhan ajaib dari pria yang kini telah memiliki seluruh hatinya.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!