Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.
Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.
Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Lamaran.
Hari dimana yang ditunggu-tinggu akhirnya tiba, hari dimana Pesantren setelah ziahrah diliburkan banyak yang santri yang berpulang kerumah dan ada juga yang memilih menetap di pesantren menghabiskan liburannya di pesantren.
Agatha dan ketiga temannya berpisah di gerbang depan pesantren. Mela memilih ikut balik kerumah Agatha, karna menurutnya balik kerumahnya pun percuma tidak ada yang peduli kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya tidak pernah mau tahu bagaimana keadaan putrinya.
Setelah menempuh 4 jam lamanya akhir ya ia berhenti di depan rumah bercat warna putih. rumah yang tidak besar dan tidak juga kecil rumah itu sederhana dengan halaman yang cukup luas. berbeda dengan rumah sahabatnya Mela, yang terlihat besar dengan dua lantai.
"Assalamu'alaikum! " salam keduanya setelah melihat wanita paruh baya sedang duduk di teras di temani dengan secangkir teh.
"Waalaikumsalam Putri-putri mamah sudah sampai! "
Agatha dan Mela mencium tangan Saidah. dan memeluk sang Mamah.
"Mama gak kangen sama kita? " tanya Mela.
"Buat apa kangen sama anak bagor kaya kalian. "
"Mah! " kata Agatha.
Saidah tersenyum melihat kedua putri nya, Mela sudah di anggap sebagai anak sendiri oleh Saidah, dari Mela dan keluarga nya masih jadi tetangganya sampai ia pindah kedekatan Mela dengan mereka masih sama saja.
"MasyaAllah anak-anaknya Mamah cantik sekali pakai Hijab! " puji Saidah.
"Dari masih janin kita mah cantiknya." kata Agatha.
"Iya iya deh yang bentar lagi di lamar! " kata Saidah membuat Mela membulatkan matanya.
"Lamar? siapa yang mau dilamar mah? " tanya Mela penasaran.
"Mah! " panggil Agatha.
Saidah mengabaikan panggilan anaknya, "Tuh tuan putri mau dilamar sama seseorang. "
Mela melihat kearah Agatha sedangkan yang di lihat memalingkan wajahnya kearah lain. "HAH! SAMA SIAPA? " pekik Mela.
"Sam__" ucapan Saidah terpotong oleh Agatha yang memotong ucapannya.
"Liat aja nanti, biar jadi kejutan. " setelah mengatakan itu ia beranjak masuk kedalam sambil menggandeng sang mamah meninggalkan Mela.
••••••
Keesokan harinya hari dimana Zayn berkata akan datang kerumah mamanya dan membawa kedua orang tuanya.
Bolak-balik Agatha melihat jam dinding dirumahnya, ia juga memperhatikan kondisi rumahnya sudah sangat rapih dan bersih sekrang masih pukul 2 siang.
hari ini dimana Gus Zayn melamarnya.
Agatha sudah rapi dengan menggunakan gamis berwarna putih dengan corak bunga kecil-kecil yang di belikan sang mama untuknya.
dilain sisi Laila melihat ke arah Abangnya yang terlihat gugup. pandangannya turun melihat kaki Abangnya yang bergerak gusar dalam mobil, ia jadi capek sendiri melihat Abangnya.
"Gugup banget ya bang? " tebak Laila dengan tatapan anehnya pada Zayn.
"Iya Lai. "
Baru kali ini Zayn segugup ini, tak henti-hentinya ia membuka tutup kotak cincin yang akan ia gunakan untuk melamar Agatha. Buket bunga dipangkuannya juga ia jaga agar tetap baik.
"Yang tenang! " Farah mengusap lengan Zayn berusaha menyalurkan ketenangan.
Zayn tersenyum melihat mata Ummi nya, "MasyaAllah Zayn gugup banget Umm. "
"Ummi tahu bagaimana gugupnya kamu. "
"Ngapunten ini lorong komplek nya yang sebelah mana Abah, Gus? " tanya Ali yang menjadi supir mereka.
"Masih depan lagi, nanti didepan ada warung deket tikungan nanti belok kanan. " jawab Zayn setelah mendapat lokasi yang di kasih Agatha.
"Oh Nggih Gus. "
Farah menatap wajah anak sulungnya senyum-senyum sendiri berulangkali melihat kotak cincin dan buket bunga.
"Ummi Zayn mohon do'anya supaya lamaran Zayn langsung diterima Agatha. " mohon Zayn menggenggam tangan Ummi nya.
"Semoga nak, Ummi selalu berdoa untuk kamu. "
"Lai? " Zayn beralih pada adiknya yang duduk disamping Ummi nya.
"Laila jamin lamaran Abang diterima kak Agatha. "
"Aamiin."
"Abah gimana? " tanya Zayn.
"InsyaAllah Abah selalu do'ain. "
Farah merapihkan rambut Zayn yang masih rapi. "Sudah siap? "
"Bismillah siap Ummi. " jawab Zayn dengan yakin saat mobil yang di supiri oleh Ali sudah berhenti dihalaman rumah orang tuanya Agatha.
Zayn tersenyum saat melihat seorang wanita paruh baya berdiri didepan rumah menunggu kedatangan keluarganya. satu persatu turun dari mobil. Zayn mengenal mobil yang terparkir itu milik sahabatnya Mela.
"Abis ini ana sama Laila ya Gus. " Bujuk Ali tak tahu tempat.
"Kalau kamu tidak mau habis ditangan saya, mending tahan dulu, Laila masih sekolah. " Jawab Zayn mempertahankan senyumnya.
"Bang sudah di tunggu bu Saidah itu. "Laila mengingatkan Zayn.
Hamdan dan Farah menghampiri Saidah, " Assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikumussalam." jawab Saidah berbarengan dengan Mela.
Mela sempat terkejut dengan siapa sahabatnya ini dilamar, dari semalam ia selalu mendesak Agatha dan Saidah dengan terpaksa Agatha memberitahu kalau dirinya akan dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren yang ia mereka tempati.
"Serius lo? jangan ketinggian ta nanti jatuh nya sakit. "
"Gue serius Mel, tanya mama dia juga sudah bilang sama mama kalau mau dia mau ngelamar gue. "
"Emang bener mah? " tanya Mela masih tidak percaya.
Saidah hanya mengangguk untuk jawabannya. "Subhanallah ternyata sahabat gue bakal jadi bu nyai. "
"Tapi gue bingung Mel, gue belum cinta sama dia gue cuma mengaguminya, emang si gue pernah sholawatin dia tapi gue minta fotocopy nya bukan aslinya. "
"MasyaAllah ayuk-ayuk masuk dulu. "sambut Saidah mempersilahkan tamunya masuk terlebih dulu.
Hari yang Agatha tunggu akhirnya datang pada hari ini. maaf, bukan Agatha saja tetapi lelaki berkemeja batik di sebrang sana, dihadapannya juga menanti hari ini.
Agatha menatap buket bunga yang ada digenggaman Zayn, bunga yang indah. seperti yang membawanya sekarang. tanpa sadar sudut bibir Agatha melengkung naik, sampai-sampai Mela yang duduk di sampingnya menyentuh jemari tangannya.
" Agatha? " Agatha terkekeh saat ketahuan Mela, "Astagfirullah." sebut Agatha mengalihkan pandangannya.
Agatha dan Mela sama-sama melihat Zayn, lelaki itu tengah mengobrol kecil bersama Ali tapi setelahnya Zayn menyenggol lengan Ali dengan gerakan yang halus.
"Monggo di unjuk Abah. " Kata Rudi paman Agatha.
Sedikit info guys! Agatha ini anak broken home. anak hasil perceraian kedua orang tuanya ayahnya meninggalkan dia dengan ibunya saat usia Agatha menginjak 3 tahun. Agatha berhasil dibesarkan oleh sang ibu sampai seperti sekarang, karna ayah Agatha tidak ada jadi pamannya adik dari Saidah ibu Agatha yang mewakili.
"Nggih nggih. " balas Abah, "maaf sebelumnya tidak tepat waktu karna tadi ada urusan dadakan sebelum kemari yang kami tidak bisa tinggal. "
"Tidak apa-apa. saya yang tidak menyangka ada yang datang secepat putra Abah ini. " ujar Rudi mencairkan suasana rumah.
"Alhamdulillah kalau seperti itu, selebihnya anaknya sendiri yang akan menyampaikan langsung kedatangan nya kesini, ayo nak!"
Zayn menarik napas lalu berdehem. "Bissmillahirahmanirrahim. kedatangan saya kesini bukan tanpa maksud. sebelumnya saya sudah minta izin terlebih dahulu kepada bu Saidah untuk melamar putri tunggal kesayangannya. Alhamdulillah atas izin Allah saya di perbolehkan. "
Zayn beralih melirik Agatha, lalu tersenyum. "Beberapa hari lalu saya juga meminta izin Agatha untuk datang melamar, dan Alhamdulillah saya diizinkan untuk membuktikan ucapan saya. hari ini saya datang untuk membuktikan janji saya pada kamu Agatha. " ungkap Zayn berhasil membuat Agatha tersipu malu.
"Sebelumnya izinkan saya perkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Zayn Raffan El-Fatih. usia saya sekarang 25 tahun. selama 25 tahun Abah dan Ummi saya selalu mendukung untuk menemukan jati diri saya. dan tentunya ada dorongan dalam diri setelah bertemu Agatha perempuan yang mampu mengubah arah tujuan saya. "
"Mendapatkan didikan agama langsung dari Abah tidak membuat saya merasa cukup dengan ilmu yang saya miliki. saya masih butuh banyak belajar ilmu untuk menyempurnakan agama saya. bahkan beberapa waktu lalu hafalan saya sempat berantakan karena tidak sengaja menatap mata teduh wanita yang akan saya lamar saat ini Agatha tatjana putri. "
Semua terkejut mendengar ungkapan Zayn, bahkan Farah tidak menduga anaknya berani mengatakan hal tersebut. Ali yang duduk di samping sahabatnya yang tengah melamar anak orang hanya mampu mengerutkan alisnya heran. Heran dengan Gus satu ini, pasalnya selama Ali berteman dengannya tidak pernah berani menatap perempuan terkecuali untuk melihat siapa yang akan mendapatkan hukuman.
Zayn kembali menarik nafas. "Agatha tatjana putri, saya semakin takut tenggelam dalam mata indahmu dan hafalan saya tertinggal mengambang. sejatinya yang haram takkan halal dan suci. maka dari itu kedatangan saya kesini untuk menghalalkan kamu Agatha. "
Genggaman Agatha pada sang mama semakin erat untuk pertama kalinya, tidak ada kata ajakan pacaran. tidak ada gombalan dalam ungkapan Zayn. cukup dengan kata halal sangat-sangat membuat Agatha seperti perempuan yang sangat dihormati.
Sembyar jantung Agatha. percayalah mata Agatha sekarang sudah berkaca-kaca karena terharu. tatapan Zayn kepadanya penuh dengan ketulusan dan pengharapan. laki-laki yang paham agama. itulah yang patut di takuti, datangnya bukan hanya sekedar memberi harapan tapi mengajak kehidupan.
Mata Agatha beralih kepada Saidah. wanita paruh baya itu mengangguk. hati Agatha yang sudah luluh Zayn yang tadinya hanya ia anggap sekedar Gus ganteng yang pernah menyelamatkan nya.
"Bagaimana Agatha? apakah kamu mau menerima pinangan dari anak Abah? " tanya Abah saat Agatha hanya diem.
"Abah, Ummi dan Gus apakah Agatha boleh mengajukan beberapa pertanyaan sebelum menjawabnya? "
"Boleh Nak, tanyakan saja. " jawab Abah dengan senyum.
"Silahkan Agatha saya akan jawab sebisa dan sejujur saya. "
"Mah? " panggil Agatha meminta izin kepada Saidah.
Saidah mengangguk mengizinkan putrinya.
"Maaf sebelumnya Gus, tapi apa yang membuat Gus Zayn yakin pada perempuan biasa yang sederhana seperti saya? saya bukanlah perempuan yang paham agama. berbeda jauh dari perempuan yang keturunan anak kiai atau yang paham agama? "
•
•
•
Jangan lupa like and comment guys.
see you next chapter..