NovelToon NovelToon
Kabur Dari Tuan Muda

Kabur Dari Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Rania terlahir kembali ke lima tahun sebelum tragedi dalam hidupnya terjadi. Di masa depan setelah ia menikah dengan Arya, Rania dijebak oleh Salsa dan dibunuh tepat di malam pertamanya. Di kesempatan kedua ini, ia akan menghindar dari pernikahan itu agar tidak mengalami nasib yang sama.

Berhasilkah ia kabur dari genggaman sang Tuan Muda dan menghindari takdir kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Kebenaran yang terungkap (2)

Tubuhnya terasa begitu lemas dan wajahnya terasa sangat perih. Bahkan sedikit tiupan pendingin ruangan saja cukup membuatnya merasa kesakitan. Air matanya sudah tidak bisa keluar lagi dan suaranya pun sudah habis.

"apa kamu tau? Tubuh Rania hancur. Tulang rusuknya remuk, tangan dan kakinya patah. Tidak hanya wajahnya yang hancur, tapi kepala dan isinya juga ikut hancur."

Kalimat itu lebih terdengar seperti putusan hakim pengadilan untuknya. Kepala Salsa menggeleng lemah dan ia menangis tanpa suara dan tanpa air mata.

"tangan dan kakinya dulu, lalu tulang rusuknya. Setelah itu kepalanya yang terakhir."

Daripada sebuah perintah, lagi-lagi itu lebih terdengar sebagai putusan hukuman mati untuknya.

"ke.. na.. pa?" tanyanya dengan terbata-bata.

"karena kamu sudah membunuh kekasihku."

Kata kekasih berhasil membunuh hatinya dalam sekejap. Ia baru sadar, cinta Arya untuk Rania ternyata sedalam dan sekuat itu. Tindakannya yang mengusik Rania ternyata berujung petaka untuk dirinya sendiri. Menyesal? sudah pasti ia rasakan, tapi apa gunanya menyesal di akhir seperti ini. Jika ia mendapat kesempatan lagi, ia tidak akan pernah lagi merebut sesuatu milik orang lain.

Setelah perintah itu diberikan, Arya berdiri dari kursinya dan keluar. Sementara Salsa di dalam sana terus disiksa. Suaranya yang sudah habis kembali muncul menyiratkan rasa sakit yang begitu kuat. Teriakannya menggema ke seluruh penjuru ruangan mengiringi setiap langkah kaki Arya keluar dari tempat gelap itu.

.

"di dalam penjara itu, ada beberapa orang yang aku tau. Mereka pengusaha besar yang mendukung Dona," ucap Salsa kepada Rania. Terhitung sudah hampir dua jam mereka duduk di tepi pantai tersebut. Salsa menceritakan semua yang dialaminya setelah kematian Rania di kehidupan dulu.

"kenapa mereka ditangkap juga?"

"aku dengar salah satu diantaranya sempat menghinamu secara terang-terangan saat kamu dipergoki selingkuh."

"aku tidak selingkuh!"

"ya aku tau dan sangat tau."

Rania mencebikkan bibirnya merasa kesal karena diingatkan lagi tentang kejadian itu. Biar bagaimanapun juga, Salsa lah orang yang dulu menjebaknya.

"Arya menghabisi semua orang yang bersangkutan dengan kejadian itu juga dengan orang yang terus menyinggungmu dengan kata-kata yang buruk."

"kenapa dia melakukan itu?"

"karena mencintaimu lah, memangnya karena apa lagi?"

"terus yang aku dengar malam itu apa? dia jelas-jelas bilang kalau aku sudah tidak berguna karena sudah mati."

"entahlah, yang jelas untuk saat ini kita harus hati-hati dengan Dona. Dia biang keladi semua kejadian yang menimpa kita."

Rania setuju dengan ucapan Salsa tapi kemudian ia menambahkan, "dan Arya, kalau dia tidak ada, mungkin kita tidak akan memperebutkannya seperti ini."

"ya kamu benar," meskipun terdengar kejam, tapi Arya memang menjadi sumber malapetaka di kehidupan mereka yang lalu. Hanya demi merebut kasih sayang pria itu, hidup mereka harus berakhir tragis.

Setelah selesai menceritakan semuanya, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah. Setelah mengembalikan piring dan membayarnya, Salsa dan Rania bergegas menuju tempat parkir karena hari yang semakin gelap.

Saat sudah hampir sampai, langkah keduanya terhenti saat melihat sosok yang begitu familiar.

"Arya?"

"Ran, kenapa ditelfon nggak diangkat sih? sudah pulang dari tadi kan, kenapa malah nggak langsung pulang ke rumah?"

Rania merasa risih dengan pertanyaan Arya yang terasa begitu posesif kepadanya. Secara reflek, ia mendekati Salsa dan wajahnya terlihat takut. Tidak berbeda dengan Rania, Salsa juga sudah mengeluarkan keringat dingin di seluruh tubuhnya saat melihat Arya. Meskipun wajahnya terlihat tetap tenang, tapi degup jantungnya tidak bisa bohong. Ingatan masa lalu saat ia disiksa sampai mati masih menghantuinya dan terasa seperti baru terjadi kemarin.

"bukan urusanmu, lagian aku mau ke mana juga itu bukan urusanmu kan."

"tidak bisa! ikut aku pulang!"

"NGGAK MAU!"

Rania memberontak berusaha lepas, tapi cengkraman tangan Arya begitu kuat.

"Lepas! aku yang membawanya ke sini, jadi aku yang akan mengantarnya pulang," ucap Salsa sambil berusaha melepas tangan Arya dari Rania.

"tidak perlu."

"PERLU! AKU MAUNYA SAMA SALSA, BUKAN SAMA KAMU!"

Teriakan Rania berhasil mengundang perhatian beberapa orang di sekitar mereka. Akhirnya mau tidak mau Arya melepasnya. Keduanya berjalan cepat meninggalkan Arya menuju ke mobil. Salsa mengatur deru nafasnya setelah duduk di dalam mobil. Ia memejamkan mata dan berusaha menenangkan dirinya sendiri. Begitu juga dengan Rania yang merasakan jantungnya masih berdebar.

Setelah cukup tenang dan aman untuk mengemudi, Salsa melajukan mobilnya dengan tujuan ke rumah Rania.

"omong-omong, bagaimana dia bisa tau lokasimu?"

"tidak tau, dulu aku yang selalu mengikutinya. Jadi aku tidak tau kalau ternyata dia memiliki kemampuan ini."

"Tiba-tiba aku kepikiran sesuatu."

"apa?"

"dia bukan mencintaimu, tapi obsesi."

"obsesi?"

"iya tapi hanya tebakan saja, dari ceritamu di masa lalu, kemudian ceritaku tadi terus sekarang dia bahkan bisa mengetahui lokasimu dengan mudah."

"iya juga ya."

"dipikirkan nanti saja, yang penting tetap hati-hati dan jangan lupa hubungi aku kalau ada apa-apa. Sekarang kita bergantung satu sama lain untuk lepas dari takdir itu."

Rania mengangguk sebagai tanda persetujuan atas ucapan Salsa. Sekarang mereka menjadi partner dengan visi misi yang sama, yaitu berhasil melanjutkan hidup dengan menghindari takdir buruk.

Sepanjang perjalanan, mereka terlihat seperti sahabat lama. Banyak bahan obrolan yang tiba-tiba muncul. Setelah berbicara panjang lebar, ternyata keduanya baru tau kalau memiliki hobi yang sama yaitu membaca novel dan menonton film. Tidak memandang genre ataupun pemain, tapi lebih menikmati alur ceritanya.

"besok kita bertemu di kampus ya," ajak Rania namun dijawab gelengan kepala oleh Salsa.

"besok aku akan mengikuti seminar penulis."

"bukannya dulu kamu sukses menjadi penulis setelah lulus kuliah ya?"

Salsa tersenyum lalu menyentil dahi Rania. "justru karena aku memiliki pengalaman untuk sukses, jadi aku ingin mengambil jalur yang lebih cepat."

Rania mengangguk paham, "iya juga ya, kan kita udah tau masa depan akan jadi apa. Kenapa nggak kepikiran ya?"

"karena kamu terlalu sibuk mikirin Arya terus sih."

"eh enggak yaa."

"haha, sana masuk rumah. Lusa kita ketemu di kampus."

"okee."

Rania turun dari mobil lalu melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam rumah. Dari kejauhan, Arya menatap tajam Rania lalu menghela nafas lelah. Entah apa yang terjadi pada gadis itu, tapi sekarang ia selalu terlihat ketakutan setiap kali melihatnya. Setelah memastikan Rania sudah masuk ke dalam rumah dengan aman, ia berjalan ke rumahnya. Rumahnya dengan Rania masih di komplek dan blok yang sama, hanya selisih tiga rumah. Rumah Arya lebih masuk ke dalam, sedangkan rumah Rania lebih dekat dengan jalan utama perumahan.

Setelah membersihkan diri, Rania berbaring di atas tempat tidurnya lalu memikirkan lagi ucapan Salsa tentang Arya yang terobsesi dengannya. Ia membuka ponsel lalu mengeceknya namun tidak ada aplikasi aneh yang terpasang.

"aku rasa sudah waktunya di service," gumamnya lalu melempar ponsel itu ke lantai hingga layarnya pecah.

Memikirkan bahwa Arya bisa melacaknya dengan mudah membuatnya begitu ketakutan. Pikirannya menjadi semakin liar membayangkan ada penyadap suara di dalam kamarnya. Rania langsung bangun lalu menggeledah isi kamarnya hingga berantakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!