NovelToon NovelToon
Lelah Berharap

Lelah Berharap

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: vita no

tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.

"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".

Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kumpul Keluarga

Setelah acara selesai. Aksa dan kedua orang tuanya keluar dari acara kelulusan itu dan pulang kekediaman Praja. Dan disana sudah ada Bintang yang menunggu mereka pulang.

Selama menunggu mereka, Bintang asik dengan kegiatannya membantu mbok Iyem.

"Duh non biar mbok aja yang masak. Non duduk aja di ruang tamu menunggu tuan, nyonya dan den Aksa."

"Nggak lah mbok. Lama rasa hari jika duduk menunggu gitu aja mbok. Tapi kalau bantu bantu gini kan hari juga terasa cepat mbok."

"Ini bukan bantu lagi sih non. Ini namanya non yang masak dan mbok jadi asistennya."guyonan si mbok.

"Mbok bisa aja."kubalas dengan cengengesan.

"Non Bintang ni anaknya sopan dan menghormati orang lebih tua. Beruntung kali den Aksa dapat istri seperti non Bintang."ucapan mbok Iyem dalam hati.

Kegiatan Bintang di dapur sama mbok Iyem sudah selesai. Dan Bintang duduk di ruang keluarga sambil menghidupkan tv. Tak berapa lama terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah. Pertanda Aksa dan orang tuanya sudah sampai.

"Assalammu'alaikum." ucap mereka dari luar.

"Wa'alaikumsalam."ucap ku sambil menyalami mereka satu persatu.

"Mommy dan deddy ke kamar dulu ya. Mau ganti baju dulu."

"Iya mom."

Aksa juga menuju kekamarnya yang diatas. Tanpa menoleh kepada Bintang. Bintang juga cuek dengan sikap Aksa."mulai deh model kulkasnya kalau sudah di rumah ini. Aneh banget tu orang."gumam Bintang dalam hati.

Aku dengar lagi ada mobil yang berhenti di depan rumah. Aku nggak tahu siapa yang datang. Aku buka kan pintu dan aku dibuat terkejut juga merasa surprise, ternyata yang datang mama dan papa ku. Ku berhambur memeluk mama dan papa ku bergantian.

"Mama, papa, kenapa nggak kasih tahu Bintang kalau mau datang kemari. Kan bisa Bintang jemput ke bandara."

"Kan mama sama papa kamu ingin buat kejutan Bin. Gimana sukses nggak kejutannya."ucap mama ku.

"Bangeet suksesnya ma. Bintang senang banget. Apa mama dan papa sudah mau menetap disini lagi."ucapku dengan manja ke pada mama ku.

"Maaf sayang, sepertinya papa masih lama di singapur. Karena usaha papa disana lagi butuh butuhnya perhatian. Kamu sabar ya. Nanti jika kamu sudah tamat sekolah, kamu bisa nyusul kok."

"Iya deh pa."ucap ku dengan memonyongkan bibir ku lima centi.

"Eh kenapa ni menantu mommy cemberut gitu. Apa nggak senang kalau mama dan papa nya pulang?"

"Bukannya nggak senang mom. Tapi mama dan papa hanya sebentar doang. Nanti bakal tinggalin Bintang lagi."

"Kamu kan sudah ada Aksa noh. Harusnya tu kamu manja manja nya dengan Aksa lagi. Bukannya dengan mama atau papa lagi Bintang."

"Tapi kan tetap juga, Bintang anak mama dan papa. Jadi apa salahnya jika Bintang manjanya sama mama dan papa."

"Ternyata ni anak ada juga sisi manjanya. Kira ku ni anak hanya mandiri aja. Benar benar pandai dia menyembunyikan sifatnya."gumam Aksa dalam hati sambil melihat sifat Bintang yang baru saja dia ketahui.

"ya sudah, yuk kita keruang makan lagi. Sudah lapar ni. Yuk Dinda kita makan malam dulu. Biar selesai makan, kita bisa ngumpul ngumpul di ruang keluarga."ucap mommy Ratna.

Dan kami pun menuju ruang makan bersama sama. Diruang makan, aku lihat mommy melayani deddy sedangkan mama juga melayani papa. Aku sendiri sedikit canggung sih sebenarnya. Tapi aku tetap juga harus melayani kak Aksa di hadapan orang tua kami.

"Kak Aksa mau sambal apa? Biar Bintang ambilkan."dan kak Aksa memberikan piring kosong nya pada ku. Aku ambilkan nasi dan lauk yang ada di meja makan, ku isikan dalam piring kak Aksa.

Kami makan malam dengan tenang. Setelah selesai makan malam. Kami berkumpul di taman belakang. Sepertinya akan ada bakar bakar. "Kok aku nggak tahu ya, ada acara ini. Tadi kan belum ada rasa ku."gumam Bintang dalam hati.

Dan benar saja, tak berapa lama mbok Iyem membawa daging yang akan dibakar.

"Mommy memang sudah merencanakan acara ini ya mom?"

"Iya dong Bin. Kan hari ini acara kelulusan suami kamu. Jadi kami ingin mengadakan acara kumpul kumpul keluarga. Kapan lagi coba kita bisa seperti ini. Iya kan Din?"

"Benar yang diomongin mertua kamu itu Bin. Lagian besok mama akan temani papa untuk ketemu klien yang ada disini Bin."

"Oo ceritanya, mama sama papa kesini, sambil menyelam minum air ya!"

Ha..ha...ha...mereka serentak menertawakan aku yang cemberut. Sedang Aksa menatap ku sambil geleng geleng kepala dengan wajah datarnya.

"Selamat ya Aksa, mama sama papa juga bangga loh sama kamu. Nggak salah kami jadikan kamu menantu kami."ucap papa sambil memuluk bahu kak Aksa tanda penyemangat ala laki laki.

"Makasih pa."

"Yuk kita bakar dagingnya lagi. Yang para pria kebagian tugas buat hidupkan api bara nya."ucap mommy semangat.

Disela kumpul kumpul keluarga kami, tiba tiba saja mbok Iyem datang memberi tahu kalau orang tua Tiara dan juga Tiara datang bertamu.

"Assalammu'alaikum jeng Ratna pak Rayyan."ucap mama Tiara.

"Wa'alaikumsalam."ucao kami serentak."eh jeng Sekar dan mas Surya, masuk masuk. Yuk gabung sekalian."ucap mommy.

Aku heran kenapa ada orang bertandang malam malam gini ya."apa mommy juga mengundang mereka. Dan hanya aku saja yang nggak tahu ya!"gumam ku dalam hati.

Akhirnya para bapak bapak berkumpul bicara sambil minum kopi dan memekan daging yang sudah selesai di bakar oleh para ibuk ibuk. Sedangkan aku duduk bertiga, aku, kak Aksa dan Tiara. Aku merasa canggung dengan situasi ini. Mau mengelak dan izin masuk kamar pun segan.

"Kak Aksa selamat ya. Sudah jadi juara umum dan dapat beasiswa sekolah di luar negri."

"Hmmm. Makasih Tia.

"Kalau boleh Tia tahu, nanti kak Aksa mau ambil jurusan apa?"

"Belum tahu."

Aku hanya diam mendengarkan mereka bicara. Sampai terdengar suara notifikasi hp ku. Menandakan ada pesan masuk. Dan yang membuat aku heran, kenapa kak Gavin mengirim pesan kepada ku.

"Malam Bintang. Kamu masih ingat dengan kakak kan?"

"Oh masih kak. Kenapa ya kak ?"

"Gini Bin. Kamu ada acara nggak besok? Kakak rencana mau ajak kamu keluar. Kebetulan hari ini, hari kelulusan kakak. Dan kakak ingin merayakan nya sama kamu."

"Maaf ya kak, kayaknya Bintang nggak bisa deh kak. Maaf banget ya kak."

"Ya nggak apa apa Bin. Kira kira kapan ya kamu ada waktu. Biar kita rayakan pas kamu ada waktu Bin."

"Bintang nggak bisa janji dan pastikan kak. Maaf bangeet ya kak Gavin ."isi chat ku. Dan aku merasa nggak enak hati.

Tanpa aku sadari, aku yang sedang chat dengan kak Gavin di tatap oleh Kak Aksa dengan matanya yang tajam. Setelah chat dengan kak Gavin aku mencoba menoleh ke Tia dan kak Aksa. Seketika mata ku bersitatap dengan kak Aksa. Aku lihat pandangan kak aksa yang begitu seram buat aku. "Kenapa kak Aksa lihat aku seperti itu, seperti orang marah aja. Emang apa sih salah ku. Bukannya dia sibuk ngomong dengan Tia."gumam ku dalam hati. Dan aku coba menghindari tatapan kak Aksa.

Hari sudah larut malam. Orang tua Tiara dan Tiara pamit pulang. Sedangkan mommy dan deddy masuk kekamar mereka. Mama dan papa juga masuk kekamar tamu. Aku dan kak Aksa masuk kekamar kami masing masing yang berada di atas.

1
partini
ortu egois,,tuh si Aska yg ga serius masa kaya gitu ga ngehh kalian par ortu busettt dah bego bngt
partini
para ortu happy tapi anknya nyesek ortu buta ga bisa lihat apa pura" lihat
partini
ngmng ke ke mertua diem"Bae aihhh nanti ada yg deketin jalan barang setatus kamu masih istri Aska ya kamu selingkuh
partini
ajukan perceraian aja kan bisa dari pihak wanita,iya kalau dia pulang masih sendiri kalau udah berdua kamunya macam mana be smart don't be stupid Bin ,ngmng ke mertua toh mertua kamu tau apa yg terjadi di jangn buta karena cinta
partini
seandainya bintang ada temen cowok yg care Banggt bisa buat pelipur lara nantinya pas Aska di sana udah ada cem ceman
partini
enak bener si Aska ini ya udah bin kan dia ngmng kaya gitu moga aja pas dia diluar negri ada cowok ganteng paripurna cinta kamu ga salah dong kan itu yg Aska mau kalian juga ortu Bege
partini
kapan bintang minta pisah Thor ,secara Aska udah mau ke luar negeri
Dewi Puspitasari
k yg banyak up episode 🤭
Bunda Ning
cerita menarik tidak bertele tele
Dewi Puspitasari
k cepetan abdet episode yg banyak
May Maya
mampir Thor semoga karya nya bgus n GK berhenti d tengah jln 🤭 harus sampai tamat ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!