NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar Zoya

Di Balik Cadar Zoya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menikahimu karena terpaksa, jadi jangan pernah berharap ada cinta di rumah ini."

​Bagi Arvin Dewangga, Zoya Alana Clarissa hanyalah orang asing yang dipaksakan masuk ke hidupnya. CEO dingin itu membangun dinding es yang tinggi, namun Zoya tetap bertahan dengan ketenangan dan keteguhan di balik cadarnya.

​Di antara penolakan yang menyakitkan dan rahasia masa lalu yang membayangi, mampukah kesabaran Zoya meluluhkan keangkuhan Arvin? Ataukah perpisahan menjadi satu-satunya cara untuk menemukan kebahagiaan masing-masing?

​Kita Simak Kisah Selanjutnya Di Novel => Di Balik Cadar Zoya.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10

Langit di atas kampus mulai berubah menjadi abu-abu pekat, seolah ikut merasakan ketegangan yang menggantung di udara. Zoya berdiri dengan kaku di sisi koridor yang sepi, masih berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup tak karuan setelah konfrontasi singkat dengan Arvin.

Di sampingnya, Liam menatap dengan penuh tanda tanya, merasa ada sesuatu yang tidak beres antara sahabatnya dan sang CEO tamu.

"Zoya, kamu benar-benar tidak apa-apa? Wajahmu pucat sekali," suara Liam terdengar khawatir. Ia hendak menyentuh bahu Zoya untuk menenangkan, namun Zoya refleks mundur selangkah.

"Aku... aku tidak apa-apa, Liam. Aku hanya sedikit pusing setelah menjawab pertanyaan tadi. Kurasa aku harus pulang sekarang," jawab Zoya, suaranya bergetar pelan.

"Aku antar ya?"

Belum sempat Zoya menjawab, sebuah pesan masuk di ponselnya yang baru saja menyala setelah diisi daya di perpustakaan.

...~Tuan Arvin~...

"Tunggu di pintu belakang gedung dekanat. Sekarang. Kalau aku melihatmu masuk ke motor pria itu lagi, jangan salahkan aku jika besok dia tidak punya masa depan."

Zoya menelan ludah. Ancaman itu nyata. Ia tahu Arvin tidak pernah bermain-main dengan ucapannya.

"Maaf, Liam. Kerabatku sudah menjemput di dekat gedung dekanat. Aku harus segera ke sana," ucap Zoya terburu-buru.

Tanpa menunggu balasan Liam, ia melangkah cepat, hampir berlari, meninggalkan Liam yang berdiri mematung dengan rasa penasaran yang semakin besar.

Zoya sampai di pintu belakang gedung yang tersembunyi dari keramaian mahasiswa. Sebuah mobil SUV hitam dengan kaca gelap sudah menunggu dengan mesin menyala.

Pintu belakang terbuka secara otomatis. Zoya masuk dengan kepala menunduk, seolah ia adalah seorang buronan yang sedang diselundupkan.

Di dalam, Arvin duduk dengan posisi angkuh, tangannya masih memegang tablet kerja. Suasana di dalam mobil terasa begitu dingin hingga Zoya merasa seolah oksigen di sana terbatas.

"Masuk ke kursi depan," perintah Arvin tanpa menoleh.

"Tapi Tuan, tadi Kau bilang..."

"Masuk ke depan, Zoya Alana. Aku tidak ingin sopirku mengira aku sedang membawa asisten rumah tangga," potong Arvin tajam.

Zoya berpindah ke kursi depan di samping sopir dengan hati yang hancur. Sepanjang perjalanan, Arvin tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya sibuk dengan ponselnya, namun aura kemarahan terpancar jelas dari setiap gerakan tangannya yang kasar saat menyentuh layar.

Begitu sampai di apartemen, Arvin turun lebih dulu dan berjalan cepat menuju lift pribadi. Zoya mengikutinya dari belakang, merasa seperti bayangan yang tidak diinginkan. Begitu pintu penthouse tertutup rapat, ledakan yang tertahan sejak di kampus akhirnya pecah.

"Apa yang kau pikirkan, Zoya?!" Arvin membanting tas kantornya ke atas meja marmer. Suaranya menggelegar, memantul di dinding-dinding apartemen yang luas.

Zoya tersentak, namun kali ini ia tidak menunduk. Ia menatap Arvin, meski matanya berkaca-kaca. "Apa maksudmu, Tuan?"

"Jangan berlagak bodoh! Tertawa di taman, berbisik-bisik di aula, bahkan kau membiarkan dia membelamu di depan umum!" Arvin melangkah mendekat, matanya berkilat penuh amarah. "Kau tahu siapa aku? Aku Arvin Dewangga! Nama baikku taruhannya! Bagaimana jika ada media yang tahu bahwa istri seorang CEO Dewangga Group asyik bermain cinta dengan mahasiswa biasa di bawah pohon?"

"Bermain cinta?" Zoya tertawa pahit, sebuah tawa yang sarat akan rasa sakit. "Dia temanku, Tuan. Satu-satunya orang yang menghargai keberadaan aku di tempat itu!"

"Dia mencintaimu, Zoya! Jangan katakan kau terlalu buta untuk melihat cara dia menatapmu!" Arvin mencengkeram bahu Zoya, memaksanya berhadapan langsung. "Kau tidak menjaga martabatku sebagai suamimu! Kau membiarkan pria lain masuk ke ruang yang seharusnya menjadi milikku!"

Zoya melepaskan cengkeraman Arvin dengan paksa. Kekuatan yang selama ini ia pendam seolah meledak keluar.

"Martabat suami?!" Zoya berteriak, suaranya pecah oleh tangis yang tak lagi terbendung. "Martabat mana yang kau maksud, Tuan Arvin? Martabat pria yang menurunkan istrinya dua blok sebelum gerbang karena malu dilihat orang? Martabat pria yang menyuruh istrinya masuk lewat pintu belakang seperti penyelundup?"

Arvin tertegun. Ia belum pernah melihat Zoya meledak seperti ini.

"Kau menuntut aku menjaga martabatmu, tapi pernahkah kau menjaga martabatku sebagai istrimu?" lanjut Zoya, air mata mengalir deras membasahi cadarnya. "Bagaimana aku bisa menjaga martabat suami yang bahkan tidak mengakui keberadaanku? Di depan dunia, aku bukan siapa-siapa bagimu. Aku hanya hantu yang kau kunci di rumah mewah ini!"

"Zoya, kau tidak mengerti..."

"Apa yang tidak aku mengerti, Tuan? Bahwa aku hanya kesepakatan bisnis? Bahwa aku hanya beban bagi citra sempurnamu?" Zoya melangkah mundur, menatap Arvin dengan pandangan yang penuh dengan kekecewaan terdalam. "Kau cemburu pada Liam bukan karena kau mencintai aku, tapi karena egomu terusik melihat 'barang' milikmu dihargai oleh orang lain. Kau begitu egois, Tuan Arvin. Sangat egois!"

Zoya berbalik, berlari menuju kamarnya di lantai bawah. Suara pintu yang dibanting dan kunci yang diputar terdengar begitu nyaring di kesunyian rumah itu.

Arvin berdiri mematung di tengah ruang tengah yang megah. Kalimat terakhir Zoya 'Anda egois' terus berdenging di telinganya seperti lonceng kematian.

Ia biasanya paling benci dibantah. Ia biasanya akan membalas dengan kata-kata yang lebih tajam. Namun kali ini, lidahnya kelu. Ia menatap ke arah pintu kamar Zoya yang tertutup rapat.

Suasana apartemen yang biasanya ia anggap sebagai simbol kesuksesan, tiba-tiba terasa sangat berbeda. Biasanya, jam segini ia akan mendengar suara air di dapur, denting piring, atau gema lembut suara Zoya yang sedang mengaji. Namun malam ini, hanya ada kesunyian yang mencekam.

Arvin berjalan menuju dapur, hendak mengambil minum. Ia melihat meja makan yang kosong. Tidak ada sup hangat, tidak ada catatan kecil, tidak ada aroma masakan.

Untuk pertama kalinya, rumah megahnya terasa sangat hampa. Dingin yang merayap di kulitnya bukan berasal dari AC, melainkan dari kekosongan yang ditinggalkan oleh suara lembut Zoya.

Ia mencoba duduk di sofa, menyalakan televisi untuk mengalihkan perhatian, namun pikirannya terus kembali pada bayangan Zoya yang menangis di bawah payung Liam, dan tangisannya tadi di depannya.

'Bagaimana aku bisa menjaga martabat suami yang bahkan tidak mengakui keberadaanku ?'

Pertanyaan itu menghujam Arvin tepat di ulu hati. Ia teringat bagaimana ia menurunkan Zoya di pinggir jalan tadi pagi. Ia teringat bagaimana ia sengaja mempermalukan Zoya di aula.

Arvin bangkit, berjalan menuju kamar Zoya. Ia mengangkat tangannya untuk mengetuk, namun ragu. Untuk pertama kalinya dalam hidup, seorang Arvin Dewangga merasa takut. Takut jika pintu itu tidak akan pernah terbuka lagi untuknya.

Ia menyandarkan keningnya di pintu kayu itu, mendengarkan isak tangis Zoya yang samar dari dalam. Rasa sesak yang ia rasakan saat Zoya demam tempo hari kembali muncul, kali ini jauh lebih kuat.

"Zoya..." bisiknya pelan, namun tidak ada jawaban.

Malam itu, Arvin tidak tidur di kamarnya yang mewah di lantai atas. Ia duduk di lantai, bersandar pada pintu kamar Zoya, menjaga wanita yang ia lukai namun mulai ia sadari sebagai satu-satunya nyawa di dalam rumah kosongnya.

Ia sadar satu hal, dinding es yang ia bangun bukan lagi untuk melindungi citranya, tapi justru menjadi penjara bagi hatinya sendiri yang perlahan mulai hancur karena cinta yang ia sangkal.

...----------------...

To Be Continue .....

1
ρυтяσ kang'typo✨
aaaaccchhhhhh 😭😭😭😭😭nyesek q Zo... g tahan u di perlakukan sekeras itu sama Arvin
ρυтяσ kang'typo✨
mau sampe kapan kau bertahan Zoya🥺😤😭🤧ikut kesel dengan tingkah Arvin
zhelfa_alfira
bagus
ρυтяσ kang'typo✨
cara mu salah Vin, u justru memenjarakan Zoya terlalu ketat n mencekik'y, cinta kata mu🤦‍♀️😌
ρυтяσ kang'typo✨
ya Zoya... q pun merasakan'y apa yang kau rasakan saat ini 🥺🥺
Mei 71
Aku tahu rasanya jadi Zoya😢
ρυтяσ kang'typo✨
sadar beneran g nie???? g kumat tah??? 😌😌😌q ragu dengan tempramental mu itu Vin, u mudah terprovokasi oleh seseorang padahal kan kau itu pemimpin tapi... ya syudahlah
ρυтяσ kang'typo✨
apa kau masih isa terprovokasi oleh Nadia agi Vin🥺🥺Zoya... kau memang berhati lembut semoga kau selalu di lapang kan da" agar selalu sabar dengan tingkah Arvin yang seperti kadal😌😌kadang lembut kadang kek monster
YuWie
yakinnnn nanti labil lagi... karakter tokoh di novel ini gak kuat semua.
YuWie
labil banget arvin kie..lagian kok muter2 wae sih konfliknya..percaya ragu..percaya lagi ragi lagi..kapannn majunyq
YuWie
jgn buat zoya lembek donk..kenapa baru di intimadi nadia aja sdh dibuat aku mau pulang...elahhh
Mei 71
Syukurlah Arvin sadar..
ρυтяσ kang'typo✨
Ingat kalian semua...ingat baik" air mata Zoya g akan pernah bisa dilupakan, sakit hati seorang wanita yang kecewa atas suami'y🥺🥺
Mei 71
Lebih menyakitkan daripada dimarahi dengan kata kata . 😢
Mei 71
Wooow...Dengarkan Nadia ? Kamu tuh sampah yang harus dibuang 🤑
ρυтяσ kang'typo✨
pasti sangat menyakitkan buat Zoya, di hina depan mantan dan ibu'y Arvin🥺🥺🥺lalu Arvin sendiri hanya diam
ρυтяσ kang'typo✨
jangan bilang itu pesan dari Nadia👀duh Arvin mudah sekali kena asap
Buku Matcha
Alur Novel yang aku suka, semangat ya thor
ρυтяσ kang'typo✨
uhuk.... hantu cantik bercadar g tuh🤣🤣🤣🤣🤣
mauza SEB
lanjut ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!