NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merampas akar spiritual bawaannya, Lin Tian—sang jenius nomor satu dari Kota Daun Gugur—jatuh menjadi "sampah" yang dilumpuhkan dan dihina oleh klannya sendiri. Selama tiga tahun, ia menelan segala penderitaan dan penindasan dalam diam, bertahan hidup hanya demi mencari kebenaran tentang orang tuanya yang hilang dan membalas dendam pada mereka yang merampas masa depannya.
​Namun, roda takdir berputar ketika darahnya tanpa sengaja membangkitkan jiwa Kaisar Alkemis Surgawi yang tertidur di dalam liontin peninggalan ibunya, Mutiara Kekacauan Primordial.
​Mendapatkan warisan kuno dan merombak fisiknya menjadi Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian kembali menapak jalan kultivasi yang kejam. Di dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak dan kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, Lin Tian harus menggunakan akal, taktik, dan kekuatan barunya untuk membelah segala rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Pemburu di Balik Bayangan

​Hutan di dalam Reruntuhan Ribuan Siluman semakin menggelap. Kabut beracun berwarna ungu samar mulai merayap naik dari permukaan tanah yang lembap, membatasi jarak pandang hingga kurang dari sepuluh meter. Suasana ini adalah mimpi buruk bagi kultivator biasa, namun merupakan surga bagi mereka yang berjalan di jalur pembunuhan.

​Lin Tian terus melangkah dengan ritme yang lambat dan stabil. Di tangannya, ia memegang sebuah peta perkamen kuno yang ia rampas dari mayat kultivator bangsawan sebelumnya, tampak seolah seluruh konsentrasinya tersita oleh gulungan tersebut. Ia berjalan memasuki sebuah celah sempit di antara dua bukit batu hitam, tempat di mana cahaya sama sekali tidak bisa menembus.

​Ini adalah jebakan psikologis yang sangat mendasar. Secara logika, seorang kultivator yang baru saja membunuh siluman tingkat tinggi pasti merasa kelelahan, dan celah sempit ini tampak seperti tempat yang ideal untuk bersembunyi. Bagi seorang penguntit, momen saat targetnya merasa aman dan mengalihkan fokus adalah momen terbaik untuk menyerang.

​Di belakangnya, sejauh lima puluh meter, sebuah bayangan memisahkan diri dari batang pohon yang membusuk. Sosok itu mengenakan pakaian ketat berwarna hitam pekat, menyatu sempurna dengan ketiadaan cahaya. Auranya ditekan hingga menyerupai batu mati. Ini adalah teknik tingkat tinggi dari Seni Pernapasan Hantu.

​Sosok itu melesat mendekat tanpa menghasilkan getaran di udara. Di tangannya, sepasang belati bengkok yang dilumuri racun hijau beracun siap untuk mencabut nyawa. Sang penguntit adalah seorang pembunuh bayaran yang disewa oleh salah satu faksi besar untuk mengeliminasi pesaing-pesaing potensial di ujian akademi ini. Kultivasinya berada di Tahap Pendirian Yayasan Tingkat 4.

​Jaraknya kini hanya tersisa sepuluh meter. Lima meter.

​Sang penguntit mengunci targetnya di titik buta Lin Tian—tepat di pangkal leher, tempat di mana perisai Qi biasanya paling tipis. Dengan presisi seorang veteran, ia menerjang maju bagaikan ular berbisa yang mematuk mangsanya.

​Tiga meter. Dua meter. Belati beracun itu sudah hampir menembus kulit Lin Tian. Sang pembunuh tersenyum sinis di balik topeng kainnya, merasa kemenangannya sudah mutlak.

​Namun, senyum itu membeku ketika ruang di depannya tiba-tiba terdistorsi.

​Alih-alih menembus daging, belatinya hanya merobek udara kosong. Pemuda berjubah abu-abu yang seharusnya sedang sibuk membaca peta itu telah menghilang dari posisinya, meninggalkan ilusi visual sementara—sebuah bayangan Qi yang ditinggalkan akibat kecepatan gerak ekstrem.

​"Mustahil!" Sang penguntit terkesiap. Insting bertahannya menjerit. Ia menyadari bahwa ia bukan sedang berburu, melainkan telah masuk dengan sukarela ke dalam perangkap sang predator.

​"Kalkulasi waktu serangmu sempurna," sebuah suara dingin berbisik tepat di telinga kanan sang penguntit, membuat darah di nadinya terasa membeku. "Namun, niat membunuhmu bocor tepat satu milidetik sebelum otot kakimu berkontraksi. Di dunia pembunuh bayaran, satu milidetik adalah jarak antara hidup dan mati."

​Sang penguntit tidak menoleh. Ia segera meledakkan energi Qi elemen bayangannya untuk menciptakan pilar asap hitam, berniat melarikan diri menggunakan teknik 遁 (Dun) - Pelarian Bayangan.

​Logika Lin Tian bekerja jauh lebih cepat daripada teknik pelarian tersebut. Sebelum asap hitam itu menebal, tangan kiri Lin Tian melesat ke depan, menggunakan Qi Primordial untuk memadatkan udara di sekitarnya. Tangan itu menembus asap hitam tanpa halangan dan mencengkeram tengkuk sang penguntit dengan kekuatan absolut.

​Brak!

​Lin Tian menghantamkan wajah sang penguntit ke dinding batu hitam di sisi tebing dengan sangat brutal. Batu itu retak, dan sang penguntit memuntahkan darah segar, pertahanan Qi-nya hancur seketika oleh dominasi Tubuh Pedang Kekacauan.

​"Ugh... Lepaskan!" Sang penguntit mengerang kesakitan, mencoba memutar belatinya ke belakang untuk menikam lengan Lin Tian.

​Lin Tian tidak memberinya celah. Ia mematahkan pergelangan tangan sang penguntit dengan satu putaran kasar, membuat belati beracun itu jatuh berdenting ke tanah berbatu.

​"Kau memiliki teknik kamuflase yang sangat efisien, cukup untuk mengelabui ahli Tingkat 5. Tapi otakmu lambat dalam membaca situasi," ucap Lin Tian datar, menekan wajah pembunuh itu semakin keras ke dinding tebing. "Kau mengawasiku membunuh Kera Iblis Lengan Besi. Akal sehat seharusnya memberitahumu bahwa siapa pun yang bisa membunuh monster Tingkat 3 dengan satu serangan fatal bukanlah target yang bisa kau sergap sendirian. Keserakahan menumpulkan logikamu."

​Sang penguntit gemetar hebat. Ia akhirnya menyadari bahwa pemuda di depannya ini adalah monster yang menyamar dalam kulit manusia.

​"T-Tunggu! Jangan bunuh aku!" erang sang penguntit dengan suara parau. "Aku... aku bisa memberikan informasi berharga! Tokenku sudah memiliki empat ratus poin! Ambil semuanya, tapi biarkan aku menghancurkan tokenku untuk keluar dari sini!"

​"Sebuah transaksi kehidupan," Lin Tian sedikit melonggarkan cengkeramannya, membiarkan orang itu bernapas namun tetap mengunci titik meridian utamanya. "Aku mendengarkan. Jika informasi itu setara dengan nyawamu, kau mungkin bisa hidup satu jam lebih lama."

​"Di... di wilayah tengah reruntuhan ini... Aliansi Darah Emas sedang bergerak!" sang penguntit berbicara dengan cepat dan terengah-engah. "Itu adalah aliansi yang dibentuk secara rahasia oleh lima jenius tingkat atas dari Ibukota Kekaisaran. Mereka semua berada di Pendirian Yayasan Tingkat 6 ke atas! Mereka memonopoli area yang disebut 'Lembah Pedang Patah'!"

​"Lembah Pedang Patah?" Mata Lin Tian sedikit menyipit.

​"Ya! Rumor mengatakan ada senjata tingkat Surga yang rusak di sana, memancarkan resonansi Qi yang sangat kuat. Aliansi itu membantai siapa saja yang berani mendekat dan memaksa peserta lemah untuk menjadi umpan pembersih jebakan formasi di lembah tersebut. Aku ditugaskan oleh fraksi luar untuk membersihkan anomali yang bergerak ke arah lembah."

​Lin Tian mencerna informasi tersebut. Lima ahli di atas Tingkat 6 bekerja sama. Ini bukan lagi ujian biasa, melainkan operasi penjarahan terkoordinasi oleh bangsawan kekaisaran yang menggunakan celah aturan akademi.

​Sebuah senjata tingkat Surga, meskipun rusak, memiliki nilai material yang luar biasa. Bagi Lin Tian, esensi dari senjata tingkat Surga adalah makanan yang sempurna untuk mempercepat pertumbuhan Embrio Pedang Kekacauan di dalam Dantiannya. Mengambil senjata itu bukan sekadar kompetisi, melainkan kebutuhan logis untuk meroketkan kultivasinya sebelum tiba di Ibukota Kekaisaran.

​"Menarik," gumam Lin Tian. "Berapa jarak dari sini ke Lembah Pedang Patah?"

​"S-sekitar dua ratus mil ke arah utara. Lewati hutan rawa beracun, kau akan melihat gunung yang terbelah dua. Itulah tempatnya! Aku sudah mengatakan semuanya. Sekarang, izinkan aku mengaktifkan token keluar—"

​Tangan sang penguntit bergerak menuju pinggangnya, bermaksud menghancurkan token hitam yang akan mengirimnya keluar dari dimensi ini dengan selamat.

​Namun, gerakan Lin Tian lebih cepat dan tanpa ampun. Tangan kanannya mengayunkan bilah Qi abu-abu yang setajam kilat.

​Cras!

​Sebuah garis lurus memotong dari bagian belakang leher hingga menembus jantung sang penguntit. Eksekusi mati dalam satu kedipan mata.

​Mata sang penguntit membelalak lebar, memancarkan ketidakpercayaan sebelum tubuhnya merosot ke tanah sebagai mayat tanpa nyawa.

​Lin Tian mengambil token hitam dari mayat tersebut yang memuat empat ratus poin, dan menggabungkannya ke dalam tokennya sendiri. Angka merah di tokennya kini menunjukkan '500'.

​"Menyimpan musuh yang mengetahui lokasiku dan kemampuanku untuk kembali ke dunia luar adalah kecacatan strategis," ucap Lin Tian datar, mengusap debu dari tangannya. "Aku tidak pernah setuju dengan transaksimu."

​Di dunia kultivasi, kebenaran mutlak selalu berpihak pada mereka yang berdiri di akhir pertarungan. Janji kepada musuh yang ingin membunuhmu adalah ilusi yang tidak memiliki bobot moral apa pun.

​Lin Tian mengambil belati beracun milik pembunuh itu dan memasukkannya ke dalam Cincin Naga Hitam, beserta cincin penyimpanannya. Ia kemudian menatap ke arah utara, menembus kabut beracun yang semakin pekat.

​"Lembah Pedang Patah," Lin Tian menyeringai dingin, sebuah lengkungan bibir yang dipenuhi dengan rasionalitas seorang penakluk. "Aliansi bangsawan yang berpikir mereka adalah predator puncak. Saatnya mengajarkan mereka hukum dasar rantai makanan."

​Tanpa menoleh lagi ke arah mayat yang perlahan ditelan oleh kabut, tubuh Lin Tian berkelebat maju. Ia melesat menembus bayangan hutan.

1
yos helmi
💪💪💪👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪🙏
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣3🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪
yos helmi
💪💪💪💪🤣🤣🤣👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍
Fajar Fathur rizky
klan huangpu dan leluhurnya akan musnah hahahaha
Daryus Effendi
terlalu banyak penjelasan jadi nya membosankan
T28J
semangat kak 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!