NovelToon NovelToon
Transmigrasi Permaisuri Yang Tidak Dicintai

Transmigrasi Permaisuri Yang Tidak Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Time Travel
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Afrasya Andila

Dahulu, dia hanyalah seorang wanita biasa yang hidup pas-pasan. Namun, takdir berkata lain. Dia terbangun dalam tubuh seorang permaisuri yang tak dicintai, diabaikan oleh suaminya dan tak dianggap oleh rakyat.

Tapi, bukannya bersedih, dia malah kegirangan! Siapa yang peduli dengan cinta jika dia memiliki kekayaan, kekuasaan, dan kehidupan mewah yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya? Menjadi permaisuri abal-abal yang kaya raya? Tentu saja dia mau!

Dia akan menikmati setiap momen dalam kemewahan ini, biarpun tanpa cinta. Karena baginya, yang penting adalah menjadi permaisuri kaya, bukan permaisuri yang dicintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afrasya Andila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Kutukan Tanpa Cinta dan Rahasia Masa Lalu

Lampu minyak di perpustakaan besar istana berpijar lembut, memberikan nuansa kuning temaram pada ribuan jilid buku yang berjejer rapi hingga ke langit-langit.

Melan duduk di salah satu sudut paling tersembunyi, di atas sofa kulit yang empuk, dengan tumpukan kitab kuno di sampingnya.

Gue harus tahu, ini sebenarnya dunia macam apa. Nggak mungkin kan cuma modal 'simsalabim' gue nyasar ke sini? batin Melan sambil membalik halaman buku berjudul Sejarah Kelam Valerius.

Tangannya yang putih mulus menelusuri barisan tulisan kuno. Dia bukan lagi Kinan si kasir yang pusing menghitung kembalian receh dia adalah Melan, Permaisuri yang otaknya sedang bekerja keras membedah misteri kerajaan tempatnya bernaung. Namun, semakin dia membaca, semakin dahinya berkerut.

"Aneh... Kerajaan ini makmur, militernya kuat, tapi kenapa catatan tentang silsilah emosional para rajanya kosong melompong?" gumam Melan pelan.

Sret.

Suara langkah kaki yang berat dan berwibawa mendekat. Melan tidak perlu menoleh untuk tahu siapa itu. Aroma dupa cendana yang bercampur dengan hawa dingin yang khas sudah cukup menjadi penanda.

Raja Nolan menarik kursi kayu berat di hadapan Melan dan duduk tanpa suara. Dia tidak memakai jubah kebesarannya yang norak itu, hanya kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan otot lengannya yang kokoh.

Dia menatap Melan dengan tatapan yang sulit diartikan. penasaran, tapi tetap ada sisa keangkuhan di sana.

"Sejak kapan Permaisuri saya jadi gemar membaca buku sejarah yang membosankan?" tanya Nolan, memecah kesunyian.

Melan menutup bukunya dengan suara berdebam kecil, lalu menatap Nolan datar. "Sejak saya sadar bahwa tinggal di istana ini tanpa tahu aturannya sama saja dengan bunuh diri secara perlahan, Yang Mulia."

Nolan mengangkat sebelah alisnya. "Anda benar-benar berubah. Melan yang saya kenal dulu akan membakar perpustakaan ini jika saya lebih lama menghabiskan waktu dengan buku daripada dengannya."

"Yah, anggap saja api itu sudah padam dan sekarang saya lebih butuh cahaya dari ilmu pengetahuan daripada cahaya cinta Anda," sahut Melan sinis.

Nolan terdiam, matanya menatap tajam ke arah buku yang tadi dibaca Melan. "Apa yang Anda cari di sana?"

Melan memajukan tubuhnya, menopang dagu dengan kedua tangan. "Saya menemukan sesuatu yang menarik. Tentang kutukan para Raja Valerius. Katanya, siapapun yang naik takhta dan memakai mahkota itu, dia tidak akan pernah bisa merasakan cinta. Benar begitu?"

Suasana di perpustakaan itu mendadak jadi jauh lebih dingin. Rahang Nolan mengeras. Dia mengalihkan pandangannya ke arah jendela yang gelap, seolah sedang menatap memori yang ingin dia kubur dalam-dalam.

"Itu bukan sekadar dongeng pengantar tidur, Permaisuri," suara Nolan terdengar lebih parau.

"Itu adalah harga yang harus dibayar untuk kekuatan dan kemakmuran kerajaan ini. Darah Valerius diberkati dengan kecerdasan dan kekuatan fisik, tapi dikutuk dengan kekosongan hati."

Melan mengerutkan kening. Buset, pantesan ini cowok kaku banget kayak kanebo kering. Ternyata hatinya emang udah mati rasa secara sistematis?

"Jadi, Anda benar-benar tidak bisa merasakan cinta? Sama sekali? Bahkan kepada Nona Bedak Tembok maksud saya, Nona Fek Fe itu?" tanya Melan penasaran.

Nolan menoleh kembali ke arah Melan, senyum miris terukir di bibirnya. "Cinta adalah konsep yang asing bagi saya sekarang. Saya memilih Fek Fe karena perhitungan politik, bukan karena debaran jantung. Jantung saya berdetak hanya untuk memastikan saya tetap hidup untuk memimpin, bukan untuk orang lain."

Melan tertegun. Ada rasa kasihan yang sedikit menyelinap, tapi dia segera menepisnya. "Tapi Anda kan manusia, bukan robot. Apa tidak pernah... sekali saja, Anda merasa jantung Anda berdegup kencang karena seseorang?"

Nolan terdiam cukup lama. Dia menyandarkan punggungnya, matanya menerawang ke langit-langit perpustakaan.

"Dulu... sebelum saya dimahkotai," Nolan memulai ceritanya dengan nada rendah. "Saya pernah merasakannya. Saya pernah jatuh cinta dengan seorang wanita. Sangat dalam.

Saat itu saya pikir, saya bisa melawan kutukan itu. Saya pikir, perasaan saya cukup kuat untuk mematahkan tradisi kelam keluarga saya."

Melan menahan napas. "Lalu?"

"Lalu hari penobatan itu datang," Nolan mengepalkan tangannya di atas meja.

"Begitu mahkota itu menyentuh kepala saya, rasanya seperti ada es yang menjalar ke seluruh pembuluh darah saya. Perlahan, bayangan wanita itu tidak lagi membuat saya tersenyum. Tawanya tidak lagi terdengar merdu di telinga saya. Wajahnya yang dulu saya puja, perlahan-lahan menjadi sesuatu yang tidak berarti. Rasa itu... benar-benar hilang, Melan. Menguap begitu saja seperti kabut yang terkena matahari."

Melan menatap Nolan dengan tatapan tak percaya. "Itu... itu kejam sekali. Terus wanita itu bagaimana?"

"Dia hancur," jawab Nolan singkat. "Dia tidak mengerti kenapa pria yang berjanji akan menjaganya tiba-tiba berubah menjadi pria asing yang menatapnya dengan tatapan kosong. Dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya tidak bisa memberikan apa yang sudah tidak saya miliki."

Melan menyandarkan punggungnya, pikirannya berputar. Gila, ini horor banget. Berarti Nolan ini sebenarnya korban keadaan juga? Tapi tunggu... kalau dia bilang dulu dia jatuh cinta, berarti wanita itu pasti ngerasa tersiksa banget pas dia berubah jadi es batu.

"Makanya," Nolan menatap Melan lagi, kali ini dengan tatapan yang lebih intens.

"Berhentilah mencari perhatian saya, Permaisuri. Berhentilah mengharapkan cinta dari saya. Karena tidak peduli seberapa keras Anda mencoba, Anda hanya akan memukul dinding batu yang tidak akan pernah hancur."

Melan tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat santai dan tidak terbebani. "Yang Mulia Raja, Anda salah paham lagi."

"Salah paham?"

"Iya. Saya bertanya soal kutukan itu bukan karena saya mau cari cara buat bikin Anda cinta sama saya," Melan bangkit berdiri, merapikan gaunnya dengan anggun.

"Saya bertanya karena saya mau memastikan satu hal Kalau Anda memang tidak bisa cinta sama siapapun, berarti posisi saya sebagai Permaisuri akan tetap aman selama saya berguna bagi kerajaan, kan? Saya tidak perlu khawatir Anda akan mendepak saya hanya karena Anda 'jatuh cinta' pada wanita lain, karena Anda memang tidak bisa jatuh cinta."

Nolan tampak sedikit terkejut dengan logika Melan yang sangat pragmatis itu.

"Jadi," lanjut Melan sambil berjalan mendekati Nolan, "kutukan Anda itu sebenarnya adalah jaminan keamanan bagi bisnis saya. Anda fokus saja jadi raja yang kaku, saya akan fokus jadi permaisuri yang kaya raya. Kita tidak perlu saling cinta, kita hanya perlu saling menguntungkan. Gimana? Adil, kan?"

Melan memberikan senyum manis. senyum yang murni karena dia merasa lega hartanya tidak akan terancam oleh drama asmara sang raja.

"Anda benar-benar wanita yang unik, Melan," gumam Nolan, matanya mengikuti gerak-gerik istrinya.

"Wanita lain akan menangis mendengar cerita saya, tapi Anda malah menghitung untung-rugi."

"Menangis tidak akan menambah koin emas di gudang saya, Yang Mulia," sahut Melan riang.

"Oh iya, satu lagi. Terima kasih sudah jujur. Cerita Anda tadi lumayan bagus, mirip sinetron yang sering saya tonton. maksud saya, mirip legenda yang sering saya dengar."

Melan berjalan menuju pintu perpustakaan, tapi sebelum keluar, dia menoleh sedikit. "Selamat malam, Raja Nolan. Jangan lupa istirahat, jangan sampai es di hati Anda bikin Anda kena flu."

Begitu pintu perpustakaan tertutup, Melan menghela napas panjang. Hampir aja gue kebawa suasana. Tapi kasihan juga ya si Nolan. Dia pernah cinta sama orang, tapi cintanya dihapus paksa sama mahkota itu.

Dia berjalan menyusuri koridor dengan langkah santai. Namun, dalam benaknya, dia mulai bertanya-tanya. Siapa ya wanita yang dulu dicintai Nolan? Kasihan banget nasibnya. Pasti dia sakit hati banget pas Nolan tiba-tiba jadi dingin. Yah, syukur deh wanita itu bukan gue. Gue mah ogah buang-buang waktu sama cowok yang hatinya udah dibekuin permanen gitu.

Tanpa Melan sadari, Nolan masih duduk di perpustakaan, menatap kursi kosong yang baru saja ditinggalkan Melan. Pria itu menyentuh dadanya yang terasa sedikit... aneh.

"Kutukannya memang tidak pernah salah," bisik Nolan pada kegelapan.

"Tapi kenapa... saat melihatmu tertawa seperti itu, rasanya ada sesuatu yang berusaha untuk mencair?"

Nolan segera menggelengkan kepalanya, menghalau pemikiran konyol itu. Dia adalah Raja Valerius. Dan Raja Valerius tidak mengenal cinta.

Dia bangkit dan melangkah keluar, kembali menjadi sosok kulkas dua pintu yang ditakuti seantero kerajaan, sementara Melan di paviliunnya sudah sibuk lagi menghitung berapa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membangun mall impiannya.

Bodo amat sama kutukan, batin Melan sebelum tidur. Yang penting besok pasukan pembangunan gue udah mulai kerja. Mall Nusantara harus segera berdiri!

1
ilaa
lanjut up thorr, penasaran sama si fek fe
merpati: ga nyangka 🤭
total 1 replies
Ma Em
Melan emang unik sdh diculik tapi msh saja memikirkan bagaimana caranya bisnis untuk mengumpulkan pundi pundi uang masuk ke kantongnya .
merpati: soalnya di kehidupan sebelumnya melan jadi pekerja, di kehidupan kedua dia mau jadi bosnya
total 1 replies
Ma Em
Semoga apa yg akan Melan lakukan segera terlaksana dan benar2 sukses dgn yg Melan bangun agar Raja dan orang2 yg ada di kerajaan Nolan tdk meremehkan Melan lagi .
merpati: melan mah nggak peduli di remehin yg penting kaya dulu 🤭🙏
total 1 replies
Andini Cantik
lanjuttttt up
Firniawati
bagus tidak menye² tapi pemilihan katanya yg campur aduk
merpati: makasih kakaa, nanti aku revisi
total 1 replies
Firniawati
ayo kak kapan updatenya?
Sesarni Andiva
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!