NovelToon NovelToon
Dicari! Staf Admin Untuk Raja Iblis

Dicari! Staf Admin Untuk Raja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:287
Nilai: 5
Nama Author: Ichigatsu

Avara hanya staf administrasi biasa di perusahaan finance yang terbiasa bekerja lembur.
Pada satu hari seperti biasa dia lembur seorang diri, lelah dan mengantuk. Saat terbangun, bukannya berada di kantor, dia justru bertransmigrasi ke dunia iblis. Menjadi satu-satunya sosok manusia di sana, Avara harus dicurigai dan hampir mendapat hukuman mati. Namun berkat kemampuannya mengolah data, dia berhasil selamat!
Kini hari-harinya disibukkan oleh pekerjaan administrasi di istana iblis, dan semata-mata bekerja untuk Raja Iblis Fulqentius yang terkenal keji, dingin, dan misterius.
Bisakah Avara bertahan hidup di dunia yang sama sekali asing baginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichigatsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10 - Krisis Kepemilikan Wilayah

Beberapa hari setelah Avara dan timnya selesai mengerjakan semua proyek mereka, muncul sebuah masalah baru.

Mereka sedang melakukan sinkronisasi data wilayah saat menemukan kejanggalan bahwa terdapat sebuah wilayah yang memberikan pajak kepada dua Duke berbeda, peta baru berbeda dari peta lama, terdapat desa yang tidak terdaftar, dan satu tambang diklaim tiga klan iblis.

Mulanya Avara berpikiran untuk menyimpan data terkait wilayah ke dalam database wilayah, tapi justru ditemukannya data saling berkontradiksi dan tidak memiliki keteraturan sistemik.

"Kenapa di sini tertulis alamatnya 'belok kiri pohon besar lalu lurus sampai ada bau belerang'?" Avara mengerjap. "Kenapa tanah ini dikatakan milik iblis A tapi sesuai pajak dimiliki oleh iblis B?"

Ini tidak bisa dibiarkan, batin Avara. Tanah dapat berbahaya secara politik bagi raja iblis, sebab tanah berhubungan dengan pajak, hasil panen, tambang, dan populasi. Bukannya dia mati-matian ingin menjaga kepemilikan dan kuasa Fulqentius, tapi Avara sadar dirinya terikat kontrak kerja yang mengharuskannya bekerja sebagai pegawai sang raja sebagaimana harusnya.

"Selama ini memang seperti itu," komentar Oxron terhadap petunjuk alamat yang dibacakan Avara. "Memang benar kerajaan telah dibagi atas kota dan desa-desa, tapi banyak sekali tempat yang kurang jelas letak strategisnya."

"Kau pernah dengar soal sertifikat hak tanah?"

"Apa itu?"

"Dengan sertifikat itu, kau memiliki hak dalam memiliki sekian luas tanah yang telah jelas dicantumkan, dan tidak ada seorang pun yang bisa mengusikmu atas itu. Bahkan pemerintah kerajaan."

Oxton terpana. "Apa surat khusus itu berasal dari duniamu?"

Avara mengangguk. "Aku ingin semua iblis yang memiliki tanah, juga memiliki sertifikat ini."

"Seperti segel kontrak?"

Avara kembali mengangguk, paham bahwa dia harus beradaptasi dengan berbagai perbedaan istilah antara dirinya dan dunia ini.

Maka mereka berdua memberanikan diri menghadap Fulqentius yang tidak pernah senggang. Di dalam kantornya, Avara menyampaikan maksud dan proyek terbarunya pada sang raja.

"Siapa Duke yang memerintah wilayah dengan pembayaran pajak dobel itu?"

"Duke Valzak dan Duke Khalron, Your Majesty. Wilayah itu adalah perbatasan dari wilayah dua Duke tersebut," jawab Oriole yang hampir selalu ada di samping Fulqentius.

"Jadi selama ini tidak ada kejelasan bagi wilayah itu, kepada Duke mana mereka tunduk?" cecar Avara. "Selama ini mereka bayar dobel, lho."

"Mohon maaf, Your Majesty," baik Oriole maupun Oxron meminta maaf pada sang raja iblis.

"Terkait masalah ini, saya ingin mengajukan usulan untuk dilakukan sensus ulang dan pembagian wilayah yang jelas. Nantinya akan jelas seberapa luas tanah yang dimiliki seorang iblis dan seberapa luas wilayah yang dikuasai seorang Duke. Kejelasan ini diharapkan akan berpengaruh secara positif pada pemasukan pajak maupun hasil panen kerajaan. Mohon kiranya Your Majesty mempertimbangkannya."

Fulqentius merapatkan punggungnya ke sandaran kursi. "Apa yang kau rencanakan?"

"Saya ingin membuat..," Avara mencoba mengingat istilah yang digunakan Oxron. "Kontrak segel berupa sertifikat tanah bagi para pemilik tanah. Dan memperjelas pula batas-batas wilayah tiap-tiap Duke yang berkuasa. Dengan cara ini saya pikir masalah serupa tidak akan terjadi lagi."

"Jadi kau ingin memberikan segel sihir untuk batas tiap tanah," gumam Fulqentius. "Siapa saja yang akan membantumu?"

Itu lampu hijau!

"Tim yang bertugas di proyek sebelumnya," Avara menengok pada Oxron yang kemudian mengangguk. "Dan mungkin kami mohon bantuan beberapa iblis lagi untuk melakukan sensus langsung ke lapangan. Saya sendiri akan ikut terjun ke lapangan."

"Kau?" tanya Fulqentius.

Avara mengenyahkan ketidakpercayaan yang disampaikan pertanyaan pendek itu. "Tentu, My Lord."

"Baiklah, sebagai tambahan, aku juga akan meminta seluruh Duke untuk membantu."

...****************...

Duke Kharon dan Duke Varzak duduk saling berhadapan di ruang minum teh. Di hadapan mereka tergeletak beberapa berkas dan kristal sihir. Ada sedikit ketegangan yang mengudara di antara mereka, terutama setelah terbitnya mandat dari sang raja.

"Kau lihat, manusia itu berhasil mengembangkan kristal sihir ini," ujar Duke Kharon sambil menimbang-nimbang kristal dengan jarinya.

"Halah, apa sulitnya," sergah Duke Varzak. "Selama ini kita bisa saja melakukannya, tapi karena sibuk, kita tidak punya waktu. Sekarang saat semua orang bernapas sejenak dari perang, manusia itu justru menimbulkan prahara baru."

"Kau benar."

"Kita harus melaporkan batas-batas wilayah kita dengan segel sihir. Melelahkan sekali," keluh Duke Varzak tanpa henti. "Memangnya kenapa kalau ada wilayah yang memberikan pajak dobel? Toh mereka tidak protes selama ini. Manusia itu hanya suka membesar-besarkan. Dia anggap, siapa dirinya?"

Duke Kharon menenggak habis tehnya. "Tapi bukankah wilayah itu sebetulnya termasuk daerahku? Kenapa mereka juga memberikan pajak padamu?"

"Apa maksudmu? Wilayah itu termasuk daerahku!" seloroh Duke Varzak. "Prajuritku selalu berpatroli ke sana."

Duke Kharon menggeleng-geleng. "Aku yakin wilayah itu milikku. Aku masih ingat bagaimana dulu aku mengesahkan tambang yang ada di sana."

"Tidak, tidak. Itu hanya perasaanmu."

Maka segeralah mereka terjebak dalam perseteruan sengit sebelum rapat besar para Duke diadakan hari itu.

...****************...

Avara ditemani Fulton bersama beberapa iblis lain untuk melakukan sensus ke daerah ibukota Selvaris. Mereka berpencar ke berbagai pemukiman untuk bertanya mengenai kepemilikan tanah-tanah yang mereka huni. Sesuai dugaan, semua iblis di sana tidak memiliki kontrak segel atau sejenis sertifikat, mereka hanya menurut pada tradisi dan ingatan.

Saat Fulton menjelaskan misi mereka hari itu, semua iblis yang hadir memerhatikan dengan seksama, hampir tidak memedulikan seseorang dengan tudung menutup penuh kepalanya yang tidak bertanduk. Avara.

Beberapa iblis yang menyadari keberadaannya bertanya berbisik-bisik, tapi masih cukup kencang untuk didengarkan siapapun. "Apa yang dilakukan manusia itu di sini? Dia tidak merasa berbahaya berkeliaran di antara kita?"

Fulton yang pendiam ternyata sungguh membantu Avara kali itu. Dia menjelaskan, "Proyek ini digagas sendiri oleh Avara Luna Manara. Dia ingin agar kalian memiliki kekuatan terhadap kepemilikan kalian atas tanah kalian sendiri. Sehingga nantinya tidak timbul masalah antara iblis yang satu dengan yang lain, yang memperebutkan tanah atau wilayah tertentu."

Para iblis itu melongo. "Dia sehebat itu?"

Fulton mengangguk. "Dia sudah banyak memberikan pengaruh baik di istana, dan menjadi orang kepercayaan His Majesty."

Para iblis di sana tidak berhenti tercengang.

Namun masalah baru muncul saat Fulton memanggil sebuah nama yang mendatangkan dua orang iblis berbeda.

"Iblis mana yang kau maksud?"

Mau tak mau, segan atau tidak, Avara turun tangan. Di balik tudungnya, dia memastikan. "Apakah kalian tidak memiliki tanda pengenal?"

Para iblis berpandang-pandangan.

Gawat, pikir Avara. "Selama ini bagaimana kalian membedakan diri dari satu sama lain?"

"Biasanya kami menyebut asal iblis itu. Misalnya Velza dari klan Haraoo atau Velza dari desa Mare."

Avara menepuk dahinya. Pekerjaannya bertambah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!