Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.
Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.
Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.
"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."
Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.
Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.
Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Tidak mau menyerah, Zhao Jie mendengus dingin, berkata dengan lantang.
"Keluarga kita sudah membuat kesepakatan dengan Kang Yance. Dia akan segera datang untuk melamar, bagaimana mungkin Jiao tidak menikah..?"
"Lalu kenapa calon menantumu itu belum datang juga sampai sekarang..?"
Song Aran mengusap lembut gelangnya, tersenyum sinis melirik bengis wajah Zhao Jie
"Kalau aku memberi tahu nyonya Kang jika menikahi Zhao Jiao tidak akan ada mahar sama sekali, apa menurutmu putri kesayanganmu itu masih bisa masuk ke keluarganya..?"
"Kau sangat kejam, Jiao-ku tidak pernah menyinggungmu." Zhao Jie panik.
"Atau, bagaimana kalau aku sebarkan kepada semua orang jika mereka berselingkuh, seorang kakak merebut suami adiknya. Ah, itu bisa membuat reputasi Kang Yance sebagai sarjana menjadi buruk." lanjut Aran memprovokasi.
"Meski pun dia bukan saudara kandungmu, kalian tumbuh bersama, bagaimana kau bisa melakukan ini pada Jiao-ku..?"
Belum sempat Aran menyahuti, teriakan dari jalan mengalihkan perhatian mereka.
"Bibi Zhao, Bibi Zhao, Jiao ingin melompat ke sungai, cepat ke sana..!"
Zhao Jie terhuyung, nyaris terjengkang karena kaget.
"Apa yang kau katakan..? Jiao-ku..!"
Zhao Jie menepuk pahanya, mengabaikan pertengkaran dengan si kedua anak tiri. Ia langsung berlari ke tepi sungai.
"Kakak, simpan semua mas kawinku di kamarmu." ujar Song Aran "aku tidak berani meninggalkannya di kamarku, takut Jiao merusaknya."
Setelah mengatakan itu, Aran berlari keluar guna menonton keseruan yang akan Jiao tampilkan.
Song Aran sangat antusias ingin melihat tingkah konyol tak tahu malu Zhao Jiao. Ia yakin saudara tirinya itu tidak akan berani mengorbankan nyawanya sendiri.
"Ran'er, jangan terlalu dekat dengan sungai, apa lagi kedua jalang itu." teriak Song Qing Bao, sebelum mengangkat semua barang yang baru dibeli ke kamarnya.
Song Aran bersembunyi di balik pohon, menyaksikan drama kolosal didepannya.
Harus diakui, Zhao Jiao sungguh sangat bernyali sekali.
"Kakak Yance, kita memang tidak ditakdirkan bersama." ujar pilu Zhao Jiao, mundur pelan kala Kang Yance mengikis jarak.
"Seharusnya aku tidak hadir diantara hubunganmu dan adikku, aku sudah merusak pertunangan kalian. Aku bersalah karena tak bisa mengendalikan hatiku." tangis Zhao Jiao makin pecah, ia menutup wajah dengan kedua telapak tangan.
"Jiao, jangan bertindak bodoh..!" pekik Kang Yance.
"Kau memilih menyelamatkanku terlebih dulu, kau pasti memiliki perasaan yang sama denganku. Aran juga sudah merelakan semuanya, tapi ibumu---
Zhao Jiao menepuk dadanya berulang kali. Tangisnya sungguh memilukan, membuat sebagian orang yang berkumpul disana merasakan simpati.
"Aku tidak bisa membiarkanmu menjadi anak durhaka, jadi biarkan aku mati saja. Kakak Yance, kuharap kau bisa menikahi gadis baik yang disukai oleh ibumu. Semoga kau bahagia..!"
Zhao Jiao berdiri tepat di bibir sungai, matanya memerah, wajahnya pucat, penampilannya sedikit berantakan. Sungguh sangat menyedihkan.
Kang Yance berdiri cemas melihat orang-orang berbisik, melirik penuh cibiran padanya.
Sementara nyonya Kang gemetar karena marah.
"Dasar rubah sialan, apa kau sedang mencoba untuk memaksaku agar menerimamu menjadi menantu..?"
Nyonya Kang meludah ketanah, menunjuk bengis Zhao Jiao.
"Apa kau tidak punya rasa malu..? gadis macam apa yang rela mati hanya untuk menikahi seorang pria, kemana harga dirimu..?"
Kegaduhan makin meluas, penduduk yang hadir untuk menonton kian banyak.
"Jika kau berani, lompat saja. Nyawamu itu tidak berharga, apa lagi tubuh murahanmu itu." teriak menggelegar nyonya Kang.
Rubah ini bahkan lebih buruk dari pada Song Aran, yang masih bersikap sopan serta memperlakukannya dengan hormat.
Mendengar kata-kata nyonya Kang, Song Aran menyeringai lucu penuh kepuasaan dari tempatnya mengintip.
Akting Zhao Jiao memang sangat payah, tapi pria bodoh seperti Kang Yance, jelas mudah tertipu.
Kalau tidak, Song Aran tak akan terluka berdarah-darah sampai mati hanya untuk mendapatkan secuil perhatian. Apa pun yang dikatakan Zhao Jiao, pria bejat itu pasti mempercayainya.
Sekarang melihat melihat Jiao dimaki seperti itu, Song Aran amat berbunga hati.
"Kalau kau ada bersamaku dikehidupan sebelumya, sudah aku lempar kau dari atas gedung The Queen..!" oceh gemas Aran, meremat-meremat tinjunya.
Bisikan sumbang penduduk desa, masih nyaring berdengung bak laron.
"Ibu, jangan membuat Jiao sedih. Dia tidak melakukan kesalahan apa pun, aku yang memilihnya. Jiao gadis baik dan berbakti, kenapa Ibu bisa begitu kejam sampai memaksanya mati..?"
Kang Yance akhirnya bersuara, membela sang selingkuhan dengan gagah berani.
"Jiao, jangan melompat ke sungai. Siapa yang berani bicara omong kosong kalau kita tidak ditakdirkan bersama..? aku tak akan menikahi siapa pun selain dirimu."
Lihat, begitu gentleman sekali Kang Yance.
Sungguh lelaki berpikiran sempit, pecundang bodoh. Baru melihat keadaan Zhao Jiao yang menyedihkan saja sudah luluh lantah, bahkan sampai menentang ibunya.
Secara tidak langsung, Kang Yance telah menuduh ibunya menindas Jiao.
"Jiao, jangan bertindak gegabah, Jiao-ku...!"
Zhao Jie berteriak keras saat melihat penampilan kacau putrinya, sungguh sangat mengenaskan. Ia mendelik marah pada nyonya Kang.
"Nyonya Kang, jika terjadi sesuatu pada putriku, aku tidak akan pernah memaafkanmu..!"
Zhao Jie menghampiri Kang Hua, menarik konde rambut wanita itu lalu berteriak lantang.
"Jika terjadi sesuatu pada putriku, putramu akan ikut menderita. Apa kau mau melihat putramu bersedih..?"
Kang Hua meraung, berusaha membalas jambakan Zhao Jie.
Melihat pertengkaran itu, Kang Yance acuh tak acuh. Ia melenggang pergi guna mendekati Zhao Jiao, mengabaikan rambut ibunya yang hampir terlepas dari kepala.
Tubuh Zhao Jiao diseret dari bibir sungai, dipelukan dengan erta oleh Kang Yance.
Sungguh pemandangan yang luar biasa menggelikan.
Song Aran menyeringai, terkekeh sinis.
"Ternyata dimasa ini ada juga orang-orang bodoh dan licik."
Melihat Zhao Jiao tidak jadi bunuh diri, Aran pun kembali kerumah.
Sementara penduduk desa melerai perkelahian antara dua wanita yang akan segera berbesanan.
Sebagian dari mereka, menunjuk seraya bergosip tentang Zhao Jiao dan Kang Yance.
Tanpa memperdulikan pandangan orang, Kang Yance membawa Zhao Jiao pulang.
"Jiao, putriku..!"
Zhao Jie berteriak, melihat Kang Yance membawa pergi Jiao. Ia kemudian berlari menyusul, mengekori dari belakang.
Kang Hua sangat marah. Gadis licik macam apa ini.
Belum menikah saja sudah bersikap menyebalkan, manipulatif sampai membuat putranya jadi bodoh, bagaimana nanti kalau sudah menjadi bagian keluarga Xiao.
"Ada apa lagi ini..?" Song Dahuan pulang dengan wajah muram.
Dahuan mendengar terjadi sesuatu di rumah. Oleh sebab itu ia kembali lebih awal.
Setelah kedua putrinya membuat kekacauan waktu itu, putranya sendiri memanfaatkan peluang untuk memeras uang darinya. Sekarang malah ada lagi insiden lain.
Ketika Song Dahuan tiba di rumah, ia melihat warga desa berkumpul di halaman dengan Kang Yance masih menggendong Zhao Jiao. Kepalanya mendadak pusing berputar, hingga nyaris membuatnya pingsan.
Apa anak tirinya itu jatuh ke air lagi..?
Satu-satunya hal yang membuat kewarasan Song Dahuan tetap pada tempatnya, yang menggendong Jiao adalah kali ini Kang Yance.