NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:403
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

George Hayden Maximilian

"Maaf ya.. Aku tidak mengakui anda sebagai Ibuku, karena sampai kapanpun Ibuku hanyalah Helena Celestine!" ucap Anna dengan lantang.

"Ahh.. Jadi begitu, baiklah.. Tapi bagaimana yaa.. Meskipun kau tidak suka, aku sudah menjadi Ibumu.. Hehe.. Tapi sangat disayangkan, Putri kecil tidak hadir di pesta pernikahan kami kemarin.. Tapi saya mengerti itu karena kondisi anda sedang tidak bagus kan" ucapnya lembut.

Anna tak menghiraukannya, ia hanya terus melanjutkan makan dengan tenang, reaksi Anna yang seperti itu membuat Diana menggertakan giginya, ia kesal namun ia harus menahan diri karena ada putra mahkota di tempat ini.

Nicholas menarik tangan Diana "Sudah cukup omong kosongnya! Ayo pergi.."

"Baiklah Yang Mulia.." Diana sengaja merangkul lengan Nicholas di hadapan Anna.

Namun begitu sampai di luar, Nicholas menepis tangan Diana dengan kasar kemudian langkahnya terhenti di depan rumah kaca.

"Aku peringatkan padamu Diana Angelos! Jangan pernah! Jangan pernah menemui putriku lagi kedepannya!!"

"Yang Mulia.. Sekarang saya ini istri anda, anda tidak boleh melarang larang saya menemui Putri kecil, saya ingin mengakrabkan diri dengan putri anda!"

"Tidak perlu! Aku terpaksa menikahimu hanya karena paksaan Kaisar, kau harus memahami itu dan tahu dirilah !!" Nicholas berjalan dengan cepat meninggalkan Diana disana.

"Hahh.. Memangnya aku suka menikah denganmu? Putra mahkota duda yang sudah memiliki putri berusia 10 tahun, seharusnya kau yang tahu diri! Sukur sukur aku tetap mau menikah denganmu setelah kau membuat skandal besar hingga membuat semua orang tahu! Padahal harga diriku terluka karena menikahi pria sepertimu! Hahh.. Aku kesal sekali, bahkan Putrinya yang dibesarkan di hutan menuruni sifat angkuhnya!! gumam Diana dengan kedua tangannya mengepal.

.

Setelahnya hari hari berjalan dengan tenang, Anna mulai disibukkan dengan kelasnya, berkat itu ia perlahan melupakan segala kesedihannya.

Mulai dari kelas tata Krama, kelas pendidikan anggota keluarga kerajaan, ilmu berpedang dan memanah dan lain sebagainya, semua dapat di jalani Anna tanpa masalah. Bahkan beberapa tutor sangat memuji mujinya karena pada dasarnya Anna adalah anak yang rajin dan pintar, bahkan para guru kaget karena anak yang dibesarkan di pinggir hutan itu ternyata sudah pandai membaca dan menulis. Semua pelajaran berjalan lancar tanpa masalah yang berarti.

Tak terasa kini Anna sudah tinggal dan menjalani kehidupannya sebagai seorang Putri selama Satu bulan.

Sore itu Anna keluar dari tempat latihan berpedang dijemput oleh Tuan Nero yang adalah ajudan Kaisar. Sembari berjalan Anna merasa gugup sekaligus kawatir karena ini akan menjadi pertemuan pertamanya dengan Baginda Kaisar.

Jantungnya berdebar kencang saat ia sampai di depan pintu ruang kerja Kaisar, begitu pintu dibuka Anna berjalan masuk dengan hati hati. Kaisar yang sudah tua itu menyambut kedatangannya dengan senyuman ramah.

"Duduklah Sylvana"

"Baik Yang Mulia"

"Bagaimana kehidupanmu di istana? Kau merasa nyaman di tempat ini?"

"Tentu saja Baginda, terimakasih karena anda mengizinkanku tinggal di sini"

"Kau tahu aku ini kakekmu kan?"

Anna mengangguk.

"Kau boleh memanggilku kakek kalau kau mau"

"Baik"

"Apa kau takut denganku Sylvanna?"

"Sedikit.."

"Jangan takut.. Rileks kan tubuhmu, aku mencarimu tanpa ada maksud lain"

"Iya Baginda.."

"Apa kau sudah bertemu dengan Kakekmu yang lain?"

"Kakek yang lain?"

"Ahhh.. Jangan jangan kau belum tahu kau memiliki keluarga dari pihak Ibumu?"

"Setahu saya Ibuku tak memiliki keluarga, tapi kalau hubungan darah saya tahu tentang keluarga Marquess Celestine"

"Wah.. Ha ha haa.. Bukan keluarga tapi hubungan darah ya? Cara bicaramu sungguh mirip Nic"

"Setidaknya itu yang saya dengar dari mendiang ibu"

"Jadi.. Aku memanggilmu kemari karena Marquess Celestine mengajukan ijin kunjungan padaku untuk menemuimu, seperti yang kau tau, tidak sembarang orang bisa menemui seorang Putri yang tinggal di istana.. Tapi aku mau tahu pendapatmu, kau ingin menemuinya atau tidak?"

"Apa menurut anda saya perlu menemuinya Baginda?"

Kaisar tersenyum bangga "Hoo.. Kurasa kau perlu menemuinya untuk sekedar mengenali hubungan darah itu"

"Jika anda berkata begitu saya akan menemuinya"

"Baiklah.. Kau pasti lelah, tapi maukah kau makan bersama? Kebetulan ini sudah waktunya makan malam"

"Baik Yang Mulia"

Kaisar berjalan bersama Anna menuju ruang makan keluarga kerajaan.

Kesan Kaisar terhadap cucu sulungnya sangat baik, bagi kaisar Anna seperti seorang Putri sekaligus pangeran, karena dia sopan, tangguh, dia mampu menyembunyikan perasaan gugup dan tak nyaman di hadapan raja dengan sangat baik layaknya keluarga kerajaan sejati. Apalagi jika dibandingkan dengan Putri Maria.. Anna jauh lebih pintar dan berwibawa meski belum genap satu bulan ia mulai pendidikannya sebagai anggota keluarga raja. Kaisar merasa Anna akan memiliki masa depan yang cerah dan ada kemungkinan anak ini yang akan memegang takhta di masa depan. Ternyata sebelum bertatap muka Kaisar sudah memperhatikannya dari kejauhan, dan begitu bersamanya sebentar ternyata ia lebih menyukai cucunya itu.

"Yang Mulia Kaisar memasuki ruangan" ucap ksatria penjaga di depan pintu.

Anna diam sejenak, ternyata yang di maksud Kaisar adalah makan malam bersama dengan seluruh anggota keluarga, Nicholas, Diana Angelos, bahkan Putri Maria berdiri menyambut kedatangan raja, Anna merasa canggung karena ini adalah pertama kalinya ia makan di meja yang sama dengan semua orang.

Menyadari perasaan cucunya Kaisar pun menggandeng tangan Anna, membuat Anna cukup terkejut, bukan hanya Anna.. Semua orang di dalam ruangan pun lebih terkejut lagi karena Kaisar seolah sengaja menunjukkan kedekatannya dengan Anna kepada semua orang. Dan yang paling terkejut adalah Nicholas.. Bagaimana bisa Anna terlihat akrab dengan Kaisar yang kejam ini.. Itu yang ia tunjukkan dari ekspresi wajahnya.

"Nero.. Siapkan satu alat makan di sebelah kananku, mulai sekarang itu adalah tempat duduk Sylvanna"

"Baik"

Semua orang pun duduk dan mulai makan malam bersama dalam keheningan.

"Apakah Baginda memaksa Putriku datang kesini?" celetukan Nicholas membuat Kaisar meletakkan sendok di tangannya.

"Apa maksudmu? Apa Sylvanna terlihat dipaksa?" jawab Kaisar sembari melirik ke arah kanannya.

"Kaisar kan sangat suka memaksa orang lain, pasti anda mengancam Sylvanna kan?" ucap Nicholas curiga.

"Ayah tidak boleh menuduh Kaisar seperti itu, itu adalah tindakan tidak sopan..aku datang karena mau" ucap Sylvanna menimpali.

Melihat reaksi Nicholas yang langsung terdiam begitu Putrinya membuka mulut itu membuat Kaisar tertawa.

"Hahaha.. terimakasih sudah membela Kakekmu yang sudah tua ini Sylvanna.. Ah.. senangnya akhirnya ada juga yang berpihak padaku di keluarga ini" gurau Kaisar membuat yang lainnya ikut tersenyum canggung.

"Mulai sekarang Sylvanna akan ikut makan malam bersama disini, setiap 1 bulan sekali kami biasa berkumpul di meja makan ini..kau mau kan Sylvanna?"

"Tentu saja Baginda.."

"Panggil aku Kakek.."

"Baik Kakek"

Sementara Nicholas masih merasa kedekatan putri dan Ayahnya itu mencurigakan.

Obrolan ringan terus berlanjut hingga akhirnya Kaisar meninggalkan ruangan. Begitu Kaisar meninggalkan ruangan Nicholas mengikutinya.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!