NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Iblis / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DewaC1nta

Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Gema Sunyi di Gulin

 Halaman rumah itu tampak berantakan. Daun-daun kering berserakan di teras kayu yang sudah mulai lapuk, seolah rumah itu telah lama kehilangan napas penghuninya. Su Ying berdiri mematung di depan bangunan yang kini terasa asing baginya.

 Selama ini, ia hidup sendirian di sana. Meski sepi, ia memiliki tetangga-tetangga yang ramah. Meskipun mereka rata-rata adalah orang tua yang usianya sudah memasuki masa senja. Namun malam ini, kampung itu terasa terlalu sunyi. Tak ada lampu minyak yang menyala di rumah sebelah, tak ada suara batuk pelan dari kakek penjual kayu bakar yang biasanya setia duduk di beranda hingga larut malam.

 "Ke mana semua orang?" bisik Su Ying. ia melirik ke arah sebuah rumah yang terletak tepat di samping rumahnya. "Nenek Wu? Biasanya dia selalu menungguku jika sudah seharian tidak melihatku. Apa yang terjadi? Apa sebaiknya aku melihat keadaannya?"

 Su Ying baru saja hendak melangkahkan kakinya, ketika tiba-tiba sesosok bayangan misterius melesat keluar dari rumah nenek Wu. Sosok itu bergerak begitu cepat, seakan-akan ia tidak menapak di atas tanah, hingga Su Ying tak sempat menangkap jelas wajahnya.

 "Kamu!" teriak Su Ying spontan.

 Suaranya tertahan di tenggorokan saat rasa cemas mengalahkan akal sehatnya. Tanpa berpikir panjang, ia langsung berlari masuk menuju rumah nenek Wu, di dorong oleh ketakutan bahwa sosok misterius tadi telah melakukan sesuatu yang buruk pada nenek tua itu.

 Namun, sesampainya di dalam, ia tidak menemukan siapa pun. Ruang tamu itu kosong dan gelap, hanya menyisakan aroma kayu tua yang pengap. Satu-satunya suara yang memecah keheningan adalah bunyi air yang mendidih hebat dari arah dapur di belakang sana.

 "Nenek Wu?" panggil Su Ying pelan, suaranya gemetar.

 Langkahnya terasa berat saat ia berjalan menuju dapur. Uap mengepul tebal dari sebuah panci tua di atas tungku yang apinya masih menyala merah. Baru saja Su Ying hendak memadamkan api tersebut, suara langkah kaki yang tertatih terdengar dari arah ruang tamu. Langkah itu terdengar lamban, menyeret di atas lantai kayu, menuju ke arah dapur.

 Su Ying menoleh dengan jantung berdebar kencang. Di ambang pintu yang remang, muncullah nenek wu. Sosok tua itu diam seribu bahasa, melangkah melewati Su Ying tanpa menoleh sedikit pun, seolah-olah ia hanyalah bayangan yang melintas menuju tungku.

 Su Ying terdiam sejenak. Ia menyipitkan mata, berusaha memastikan bahwa sosok di depannya benar-benar wanita tua yang ia kenal selama ini.

 "Nenek, apa yang terjadi?" tanya Su Ying dengan suara bergetar.

 Nenek Wu tidak langsung menjawab. Dengan gerakan kaku dan lambat, ia memadamkan api tungku hingga ruangan terjatuh ke dalam remang-remang, lalu menyalakan sebuah lentera minyak tua. Cahaya kuning yang redup itu segera menyinari wajahnya, menonjolkan garis-garis keriput yang tampak lebih dalam dari biasanya.

 "Su Ying, kau harus meninggalkan desa ini secepat mungkin," kata nenek Wu. Suaranya terdengar seperti bisikan kering yang dipaksakan keluar dari kerongkongan yang haus. "Desa ini telah kacau, semua orang telah di bantai, tak ada satupun yang selamat..."

 Su Ying terhuyung mundur mendengar kata-kata nenek Wu. Setelah baru saja lolos dari maut akibat gerombolan bandit di makam, kini ia harus menghadapi kenyataan yang jauh lebih menyakitkan. bayangan tentang para sahabat kecil, kenangan bersama ayahnya, sosok pahlawan yang hebat yang selalu ia kagumi serta ibunya, kini terasa seperti belati yang menghujam jantungnya. Mereka adalah orang-orang yang selalu berada di sisinya ketika dunia terasa tidak adil, namun kini, semua itu telah terenggut tanpa sisa.

 "A-apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Su Ying terbata, air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya.

 "Orang-orang itu...mereka bukan lagi manusia. Mereka sangat kejam," jawab nenek Wu. Ia terdiam beberapa saat, matanya menatap hampa ke arah kegelapan, seolah sedang menyaksikan kembali kengerian yang baru saja berlalu. "mereka adalah iblis dalam wujud manusia. Mereka membantai semua orang hanya demi kekuasaan. Bagi mereka, nyawa orang-orang kecil seperti kita tidak ada artinya."

 Su Ying meremas ujung pakaiannya, rasa muak bercampur duka yang luar biasa kini memenuhi dadanya. "Hanya karena kekuasaan? Bagaimana bisa nyawa satu desa di tukar dengan hal semacam itu? Apa yang sebenarnya mereka cari di sini?"

 Nenek Wu menoleh perlahan, ia menatap tajam ke arah Su Ying. Mata keruhnya seakan menembus langsung ke dalam Sukma gadis itu.

 "Kamu" jawab nenek Wu singkat.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!