NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Transmigrasi Si Kembar Ke Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Evana dan Evita, kedua saudara kembar yang tidak pernah menyangka kalau kejadian aneh dan tak masuk akal bisa mereka alami.

Ber-transmigrasi atau berpindah jiwa yang tidak pernah mereka sangka ada dalam dunia nyata terjadi pada keduanya.

Masuk kedalam tubuh kedua istri yang tak pernah akur dan berakhir mengenaskan di akhir kisah, lalu apa yang akan keduanya lakukan? Menikmati hidup dalam dunia yang tak mereka tahu atau memilih mengikuti alur untuk mati yang kedua kalinya?

Kisah mereka semua ada di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

  Di dalam rumah, setelah nenek Mahira berlalu ke kamar, ruang tamu hanya menyisakan tiga orang yang terdiam dalam kesunyian.

  Rayandra duduk terpaku, matanya tak beranjak dari layar ponsel seolah dunia nyata tak pernah ada. 

  Ardhanaya, dengan tatapan yang mulai dingin dan penuh pertanyaan tak terucap, masih mencoba membuka percakapan pada Calista yang duduk di depannya.

  “Kapan kamu pulang dari luar negeri?” tanya Ardhanaya, pura-pura baru mengetahui kepulangan Calista.

  Calista tersenyum tipis, menyembunyikan amarah kecil yang membakar di dalam dada karena sikap acuh Rayandra. 

  “Beberapa hari lalu, Kak. Setelah istirahat sebentar, aku langsung ke sini,” jawabnya, nada bicaranya santun tapi penuh arti yang tersembunyi.

  Tiba-tiba, pintu utama terbuka dengan bunyi langkah yang bergema, mengoyak keheningan ruang tamu. 

  Suara hentakan kaki yang berat di lantai membuat ketiganya spontan menoleh, hati masing-masing berdebar tanpa alasan yang jelas seperti pertanda akan hadirnya badai yang segera menghancurkan kedamaian mereka. 

  Elvara dan Ayasha melangkah masuk, pandangan mereka seketika terkunci ke ruang tamu tempat Rayandra, Ardhanaya, dan Calista duduk bersama. 

  Keduanya bertukar tatap penuh kecemasan, bibir mereka berbisik getir, "Siapa dia? Kamu harusnya tahu, Yasha."

  Ayasha terdiam sesaat, lalu matanya membesar menatap tajam ke arah Calista, alisnya berkerut dalam kebingungan yang berujung ketakutan. "Astaga, Kak... apa yang harus kita lakukan? Nyawa kita terancam," suaranya bergetar berat. 

   Elvara mendekat, napasnya memburu, "Maksudmu apa, Yasha?"

  Dengan suara serak yang hampir tak terdengar, Ayasha menjawab, "Dia... Calista. Wanita protagonis itu, yang akan merebut nyawa kita, menghapus keberadaan Elvara dan ayasha dari dunia ini."

  Suasana berubah jadi beku, ketegangan menyelimuti ruangan, seolah bahaya itu sedang mengintai dalam diam.

...****************...

  "Baru kembali? Kenapa malah diam? Kemari dan duduk di sini!" suara serak dan maskulin Rayandra memecah ketegangan yang terasa membeku itu.

  Elvara dan Ayasha saling tatap, mereka mengusap tengkuknya yang terasa merinding.

  "Kenapa diam?" Ardhanaya berseru dengan nada agak tinggi.

  Elvara dan Ayasha berjalan saling dorong pelan satu sama lain, dan mereka memilih duduk di sisi lain menghindari Rayandra dan Ardhanaya.

  "Duduk di sini! Kenapa jauh sekali?" tegur Rayandra, dia meminta Elvara pindah dan duduk di sisinya.

  Elvara mendengus sinis, dia kesal sekali rasanya ingin dia mencekik Rayandra yang menyebalkan itu.

  Jika sang Protagonis wanita sudah keluar maka ini saatnya ia membuat rencana untuk bebas dan meminta harta gono-gini seperti rencana yang ia susun dengan sang adik.

  "Dan kau, juga kemari!" perintah Ardhanaya.

  Tanpa membantah, Ayasha bangun berderap pelan menuju sofa yang di duduki Ardhanaya.

  "Kenapa Kak Rayan dan Kak Ardha tidak mengenalkan kedua Kakak ipar? Aku masih teman kalian, kan?" protes Calista dengan wajah di tekuk.

  "Silakan kenalan! Kenapa harus di perkenalkan?" Rayandra berucap, dia jarang bicara tapi sekalinya bicara bisa ketus dan menyakiti hati.

  "Hehe, jangan bicara begitu, aku Elvara, kau pasti Calista, kan?" Elvara berucap lembut seperti orang yang benar-benar menyambut baik Calista.

  "Iya, aku Calista," jawabnya.

  "Bagus sekali, Rayandra sering kali membicarakan kamu, semua kebaikan kamu dia bicarakan dan tentu saja semua itu benar dengan kehadiran kamu hari ini," ungkap Elvara, setengahnya dia mengada-ngada.

  Rayandra menatap Elvara, dia kapan bicara tentang Calista pada wanita itu? Sejak menikah hanya ada pertikaian di dalamnya, jadi mana ada cerita tentang Calista?

  "Kau jangan suka bic-"

  "Aduh, kamu tidak perlu malu Rayan, aku tahu Calista itu memang baik dan cantik," sela Elvara saat Rayandra akan mengungkapkan kebohongannya.

  Rayandra mendengus sinis, dia akhirnya diam tak peduli wanita itu bicara apa dia dan Ardhanaya hanya mendengarkan.

  Sedangkan Calista, dia tentu senang sejak awal ia tahu kalau Rayandra bersikap seperti ini hanya untuk menjaga image sebagai suami baik di matanya.

  "Kak, ayo temui Nenek! Takutnya makanan ini tak hangat lagi!" kata Ayasha dengan nada seperti kode di dalamnya.

  Elvara mengangguk,"Aku akan temui nenek dulu, kalian mengobrol saja!" pamitnya.

  "Tunggu! Aku ikut," kata Rayandra dengan mencekal tangan Elvara.

  "Kamu di sini saja! Kenapa juga harus ikut?" ucapnya dengan senyum yang di paksakan.

  Rayandra bangun, dengan menggenggam tangan Elvara, dia berucap,"Kami semua mau istirahat, jadi kembalilah malam ini!" usirnya, dan setelah itu Rayandra menarik Elvara sebelum wanita itu mencerna semuanya.

  Calista kesal, dia menghentakkan kakinya sebelum pergi dari sana meninggalkan kediaman Mahatara dengan amarah yang dirinya pendam agar tak meledak.

  Sedangkan di sisi Elvara dan Ayasha, keduanya bingung sebab ini tidak ada dalam novel yang di buat Evita, dan jelas novel ini sudah berubah alur sejak keduanya tiba di sana.

  'Harusnya kalian memperebutkan Calista, kenapa malah mendorong dia menjauh dan sekarang malah mengusir dia?' batin keduanya dengan agak kesal.

...****************...

  Tok... tok...

  “Nek, ini Elvara dan Ayasha. Boleh kami masuk?” suara Elvara bergetar sedikit, penuh harap. 

   “Masuk saja, pintunya nggak terkunci kok,” sahut nenek Mahira dari dalam dengan suara lembut yang menenangkan.

  Pintu terbuka pelan, Elvara melangkah masuk diikuti Ayasha dan suami mereka , keduanya menatap sekeliling kamar yang sederhana namun hangat.

  Di sofa, nenek Mahira duduk dengan sebuah majalah tergenggam di tangannya. Matanya langsung berbinar saat melihat keduanya. Sebuah senyum hangat merekah di wajahnya.

  “Kalian pulang, ya? Nenek kira kalian bakal menginap di rumah orang tua kalian,” ujarnya penuh kebahagiaan, suara yang selama ini selalu menjadi pengobat rindu.

  Elvara meletakkan paperbag di atas meja, perlahan membuka penutupnya dan mengangkat sebuah taperware berisi sup hangat.

  Sementara Ayasha pun membuka paperbagnya, mengeluarkan kue kesukaan nenek Mahira dan meletakkannya di meja.

  “Kami bawakan makanan kesukaan nenek. Mau coba, Nek?” Ayasha bertanya dengan mata bersinar, berharap bisa membahagiakan nenek.

  Nenek Mahira mengangguk sambil tersenyum lebar, wajahnya berseri-seri, “Boleh sekali, Nak. Terima kasih kalian ingat nenek.”

  Ruangan itu seketika dipenuhi kehangatan yang tak terucapkan, sebuah momen sederhana yang berharga ketika rasa cinta dan perhatian menyatu tanpa kata, melampaui segala jarak dan waktu.

  Di sudut lain ruangan, Rayandra dan Ardhanaya saling bertukar pandang penuh tanda tanya. 

  Matanya yang penuh kekhawatiran beradu diam-diam, mencoba mengurai misteri di balik perhatian hangat yang tiba-tiba ditujukan istri mereka kepada sang nenek.

  'Apa sebenarnya yang sedang dia rencanakan?' bisik hati mereka, tanpa mampu menyuarakannya.

  Sementara itu, Elvara perlahan mengulurkan sendok ke arah nenek Mahira, seolah menyematkan harapan dalam setiap sendok sup yang di makan. 

 Dengan penuh semangat dan senyum lembut, nenek Mahira menyendok sup itu, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya. 

  Wajahnya langsung berubah, mata yang lelah mendadak bersinar hangat. “Hmmm... sup ini... luar biasa! Rasanya bikin tubuh nenek terasa menghangat, semua rasa lelah langsung hilang begitu saja,” ucap nenek Mahira dengan suara penuh kekaguman, seolah keajaiban sup itu membawa kehangatan yang tak hanya di rasa oleh tubuh, tapi juga merasuk jauh ke dalam hati.

  " Terimakasih nenek, kalau nenek suka nenek habiskan ya." Ucap Elvara tersenyum senang. 

  Ayasha tak mau kalah. Dengan penuh semangat, ia membuka penutup kue mangga yang harum itu dan meletakkannya di hadapan nenek Mahira. 

 Matanya berbinar, harapan terpancar jelas dari tatapannya. "Nenek, coba ini! Kue buatan aku dan Mama. Aku yakin nenek pasti suka," ucapnya lirih namun penuh keyakinan.

  Nenek Mahira menatap cucu menantunya dengan senyum hangat, tak ingin terlihat pilih kasih. Dengan sendok kecil, ia menyendok kue mangga itu dan perlahan memasukkannya ke mulut.

  Sesaat hening, lalu wajahnya berubah cerah. "Hmmm... Asam manisnya buah mangga ini seperti menyegarkan jiwa. Enak sekali, cucuku. Nenek benar-benar suka," kata nenek dengan suara lembut yang bergetar karena rasa bangga.

  Ayasha pun meletakkan tangan di dadanya, napasnya sedikit memburu, senyum lebarnya tak bisa disembunyikan. "Terima kasih, Nek," jawabnya dengan suara yang meluap-luap kegembiraan. 

1
Nunung Elasari
ditunggu up nya kak 💪
Gita Syafri Ramadhani: kak kapan di up kak udah ngga sabar pengen baca lanjutan ceritanya
total 1 replies
vllaa_
next kakk, semangatt
vllaa_
nextt kakk
SecretS
Lanjut kak 😄😄, Aku kok lebih suka kisahnya ayasha dan ardhanaya sih lebih bagus 😆😆😆, oh ya kak Apa ayasha ngak dapat ingatan tentang ibu kandung ayasha yang udah ninggalin dia dan kelebihan ayasha yang asli itu apa ya kak 😄😄😄, Boleh tambah up jadi double ngak😄😄😄
MataPanda?_
semangat trus kak
SecretS
Bagus juga kak👍👍👍good semangat terus kakak buat cerita nya dengan jaga kesehatan juga 😃😃👍
Senjaku02: terimakasih 😘, jangan lupa kasih nilai/rating☺️ ya.
total 1 replies
SecretS
Good 👍👍😆😆😆Bagus kak, up double boleh ngak😄😄 soal nya bagus 👍👍😄
Senjaku02: kalau bagus, jangan lupa tekan tombol suka ya, atau bisa juga kasih hadiah atau vote☺️☺️.
total 1 replies
SecretS
Lanjut dong kak, pleaseeee Aku kepo sama lanjutan kisahnya nanti kue ayasha sama sup elvara dimakan nenek mahira atau tidak kan sayang jika tidak dimakan😄😄😄, semangat kak cerita nya bagus 👍👍, apa lagi ketika ayasha punya pikiran ingin cerai terus memperkaya diri 😆😆👍
Senjaku02: besok ya. terimakasih sudah mampir di karyaku🫶
total 1 replies
yani nys nys
ok thoor.. dilanjut...😘😘💪💪
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!