NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Keesokkan harinya. 

 TOK...

TOK...

TOK...

" Assalamualaikum." panggil seseorang dari luar rumah pintu milik keluarga Roslan. 

Padahal jam masih menunjukkan pukul 06.00 pagi matahari saja masih malu-malu menimbulkan dirinya. 

Tapi tidak bagi seorang pria yang usianya sudah mateng degnan pakaian nya yang habis sholat subuh di masjid walaupun dalam hati dengan segela berkecamuknya yang ada ia memutuskan untuk datang kerumah keluarga Roslan atau sekarang kerumah mertua nya. 

Agam, pria itulah yang senantiasa berdiri menunggu didepan pintu rumah Keluarga Pak Roslan. 

" Waalaikumsalam." terdengar sahutan dari dalam dan suara gerasak gerusuk. 

KLEK.

Pak Roslan terkesiap sejenak melihat kedatangan Agam yang tak disangka, ya walaupun Pak Roslan memang sudah siap jika pria itu pasti akan datang kerumah nya atau jika tidak sama skelia maka Pak Roslan yang akan meminta kejelasan status anaknya hanya saja Pak Roslan menunggu apakah Agam benar-benar berniat serius atau hanya omongan didepan umum saja agar martabatnya tidak lah buruk, ternyata Pak Roslan salah.

" Silahkan masuk Pak Agam." sahut Pak Roslan dengan datar. 

Agam melangkah masuk wajahnya tetap terlihat dingin dan biasa saja, tak menunjukkan sedikit pun rasa cemas atau terlihat memusingkan kejadian semalam. 

Keheningan sejenak, hanya terdengar suara dentingan jam dinding dan desah nafas yang tedengar berat dari Pak Roslan. 

" Pak Agam." Pak Roslan membuka obrolan terlebih dahulu dengan suara tegasnya. 

" Jadi bagaimana untuk selanjutnya? apa anda sudah menghubungi pihak keluarga Pak Agam mengenai hal ini? jika memang tidak ingin dilanjut tidak masalah." ucap Pak Roslan.

 Entah apa yang dipikirkan Pak Roslan saat mengucapkan kalimat terakhirnya, seolah ia begitu pasrah dengan keadaan dan menyerahkan semuanya pada pria dihadapannya. 

" Kalau saya bilang tidak bagaimana Pak Roslan? "tanya balik Agam ia memangku tangan nya diatas kedua paha dan menyandarkan punggungnya di kursi. 

" Maksud Bapak? membatalkan pernikahan anak saya?" tanya Pak Roslan kali ini pria itu terlihat serius dan tegas serta ada raut wajah sedikit kecewa yang mendalam. 

" Bukan, maksud saya.... bagaimana jika saya meneruskan pernikahan ini apa. Pak Roslan tidak masalah jika saya memilih Delina jadi istri saya. " jelas Agam yakin. 

Hening sejenak, Pak Roslan masih mencerna setiap perkataan dari Agam. seolah tak percaya apa yang didengarnya. 

" Pak Agam yakin? dengan anak saya? dia masih kecil dan masih labil." kata Pak Roslan. 

" Saya tidak masalah, saya bisa membimbingnya menjadi lebih baik lagi." 

" Anak saya manja, tidak bisa melakukan apapun kamu tetap yakin? tidak mau membatalkan nya apalagi masih belum terlambat, jangan terlalu memaksa keadaan Pak Agam." 

" Tidak Pak Roslan, saya benar-benar serius. Saya bukan orang yang mengingkar janji dan cinta bisa saja datang karena terbiasa semua itu butuh penyesuaian , dan butuh saling mengenal lebih dalam ,jika tidak dijalanin  maka tidak akan tahu bukan Pak? " jelas Agam serius dan dapat Pak Roslan dari wajah pria itu yang begitu yakin. 

" Apa yang buat Pak Roslan ragu dengan saya? kalau umur memang, umur kami pasti begitu jauh tapi...Insya allah  saya mampu membimbingnya menjadi istri dan menjaid pasngan hidup saya." sambung Agam. 

Terlihat raut wajah Pak Roslan begitu bimbang, yang awalnya pria itu hanya mengetes bagaimana sikap Agam dalam menanggapi masalah ini, kali ini malahan beliau yang begitu khawatir. 

" Yang saya dengar, kalau Pak Agam pernah menikah... itu benar?" tanya Pak Roslan pelan. 

" Saya memang pernah menikah..." ucapnya perlahan. 

Mak Nurlela yang kebetulan datang menyajikan teh hangat diatas meja terkaget-kaget saat mendengar penuturan Agam barusan. 

" Apa?! jadi benar... kamu sudah punya istri? lalu anak saya istri kedua begitu!?" hardik Mak Nurlela. 

Pak Roslan dan Agam sama-sama terkejut mendengar ucapan Mak Nurlela. 

" Astagfirullah Mak, bukan..." ucap Pak Roslan mengelus dadanya pelan. 

" Bukan Bu, maksud saya... saya dulu pernah menikah. " 

" Pak Agam. Duda Mak." ucap Pak Roslan membenarkan.

" Oalah, maaf ya pak Agam. " ucap Mak Nurlela nyengir pelan wanita itu memilih pamit kedapur. 

" Tidak masalah Bu Nurlela, saya paham kok." jawab Agam tersenyum maklum. 

" Pak Agam, maaf sebelumnya bukan maksud saya ikut campur tapi... kan sampean pernah menikah. sebelumnya hubungna kalian tidak ada masalah kan? takutnya jika sampean menikah kembali, dan masih ada ikut campur tangan antara mantan istri pertama Pak Agam dengan kehidupan Pak Agam yang sekarng, takutnya anak saya yang tidak tahu menahu hal ini malah dilibatkan dan terkena imbasnya." jelas Pak Agam semuanya ia sampaikan baginya kehidupan sang anak lebih penting dan ia harus tahu bibit bobot bebet dan kehidpan masa lalu menantu nya. 

" Istri pertama saya, sudah meninggal 4 tahun yang lalu Pak Roslan beliau kecelakaan dipesawat bersama calon anak saya..." ucap Agam lirih. 

Setiap kali menceritakan hal itu, ada secuil dalam hati Agam yang merasa sakit. Ya...walaupun, Sebisa mungkin Agam pastinya moveon dari semua keadaan masa lalu tapi tidak menutup kemungkinan ia masih berharap jika kejadian dimasa lampau tidak pernah terjadi.

" Innalilahi...maaf Pak Agam, saya tidak bermaksud menyinggung sampean." sahut Pak Roslan merasa bersalah sudah mempertanyakan nya. 

" Tidak apa-apa Pak Roslan, saya sudah ikhlas dengan kejadian beberapa tahun yang lalu. dan wajar saja jika anda mempertnyakannya sebagai seorang ayah,  pastinya ingin yang terbaik untuk anak nya yang akan hidup bersama pedamping nya." 

" Jika saya jadi Pak Roslan, pasti saya juga akan mempertanyakan hal yang sama kepada calon menantu anak saya bagaimana latar kehdiupannya." sambung Agam ia tersenyum tulus seolah semua bebannya berkurang. 

" Kalau begitu Pak Agam yakin dengna ucapan sebelumnya? " tanya Pak Roslan lagi. 

"Saya yakin, dan saya menerimaya dengan ikhlas dan lapang dada menjadikan nya psangan seumur hidup saya jika memang kami berjodoh untuk hidup semati hingga tua." 

" Dan... jika boleh, saya ingin mengulang kembali ijab kabul dengan mengadakan resepsi untuk Delina."

" Kamu sudah membicarakan nya dengan keluarga kamu?" tanya Roslan. 

" Saya sudah menghubungi orang tua saya, dan sepertinya besok pagi. Saya dan orang tua saya akan datang kemari melamar secara resmi." 

" Saya tidak masalah jika memang Pak Agam dan orang tua ingin melamar putri saya dengan resmi dan juga menghormatinya dengan mengadakan resepsi hanya saja... saya tidak tahu dengan Delina apaka dia setuju atau tidak... semua keputusan ada ditangan nya." jelas Pak Roslan menoleh kearah pintu kamar Delina yang tertutup rapat. 

" Apa saya boleh bicara dengan Delina Pak Roslan?" tanya Agam.

" Niat saya kemari memang ingin membicarakan nya denga Pak Roslan, Bu Nurlela dan juga Delina." sambung Agam. 

" Boleh, sebentar dipanggilkan. " ucap Pak Roslan. 

" Mak, bsisa panggil Delina sebentar keluar? Agam mau bicara sama dia." ucap Pak Roslan melihat sang istri hendak melewati mereka.

" Mamak panggilkan dulu." ucap Mak Nurlela. 

TOK...

TOK..

TOK...

" Lin..." panggil Mak Nurlela pelan. 

" Nak, ada yang ingin bertemu dengna kamu. bisa keluar dulu sebentar." panggil Mak Nurlela lagi. 

KLEK...

Delina menyembulkan kepalanya dibalik pintu matanya  tampak sembab sepetinya gadis itu habis menangis semalaman didalam kamar. 

" Pak Agam? " tebak Delina.

" Iya, bisa nak? dia mau mengobrol sebentar saja kok." ucap Mak Nurlela tidak ingin memaksa sang anak ia tahu pasti tidak mudah bagi Delina untuk menerima semua kenyataan nya ini.

" Iya Mak." jawab Delina lirih. 

Mak Nurlela membuka pintu kamar nya lebar-lebar. ia menuntun Delina menuju keruang tamu.Agam tidak pernah mengalihkan pandagna nya satupun dari Delina ia menatap penampilan gadis itu yang sekarng sudah menjadi sitrinya.

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!