NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Danil membantu Ceceu untuk berdiri dan duduk di sofa ruang tamu, ia masih belum puas dengan hanya menerangkan sosok keluarganya.

" Ceu. Ok, aku ngerti dengan kondisi keluarga mu yang mementingkan harta ketimbang martabat dan harga dirinya, namun yang masih melekat kini dalam hatiku saat ini. KENAPA KAMU MAU MENJEBAK KU.?" Tekan Danil dengan nada tegas.

Ceceu masih menunduk ke bawah, air mata nya sudah tidak keluar lagi, mungkinkah sudah habis akibat derai air mata yang keluar dari kedua matanya atau kah dramanya tak sebagus peran nya sebagai wanita yang tersakiti.

" Ceu aku butuh jawaban saat ini juga, dan harap jawaban itu bukan kebohongan melainkan kejujuran yang keluar dari hatimu." Danil menekankan kembali pada Ceceu.

" Ok. Niel. Sebelumnya aku minta maaf, tentang kamu yang menjadi target bandot tua itu." Ceceu mengangkat kepalanya memberi tahukan bahwa itu semua rencana nya lelaki terkaya di kampung Danil dan bandot tua itu tetangga yang paling banyak membantu keluarganya dalam urusan keluarga.

Ceceu ingin tahu reaksi dan ekspresi seperti apa yang di tunjukkan oleh Danil ketika yang ingin menjebak nya adalah orang yang paling di hormati di kampung nya sendiri. Namun sungguh tak percaya, Danil hanya tersenyum masam mendengar nya bahkan ekspresi wajahnya tak nampak ada kemarahan sedikit pun.

" Ohk. Coba jelaskan kenapa dia mau menjebak ku! Apakah karna aku tahu perbuatan dia dan kamu? Apakah karna ketakutan ada dalam dirinya, ketika aku mengetahui kebusukan kalian dan berpikir kamu dan bandot tua itu aku akan memberitahukan dan membongkar kan pada warga di kampung Babakan Soka hah."

Danil berteriak kencang membuncah seluruh amarahnya, kekecewaan, penghianatan dan di jadikan kambinghitam nya agar para warga saudara serta anak istrinya bandot tua itu tak tercium kebusukan nya itu.

" JAWAB CECEU INTAN NURAINI." Tekan Danil dengan geretak gigi menahan amarah yang masih menggebu gebu.

" Ya." Lirih Ceceu seraya mengangguk tak berani menatap wajah Danil yang tampak wajahnya membara kemerahan.

" Gila bocah itu tadi bawaan nya tampak tenang ikhlas menerimanya namun detik kemudian wajahnya langsung berubah amarah meluap luap, otot otot nya nampak menonjol, melihat nya saja aku merinding." Ceceu bernololog dalam hatinya.

" Ok. Ceu, Terima Kasih." Danil memutar badannya berjalan lunglai tak berarah keluar dari ruangan itu menuju pintu utama. Amarah yang meledak-ledak seketika reda, sudah jelas mengetahui alasan di balik semua ini.

Ceceu panik di buatnya, karena bila tidak sesuai rencana yang sudah di perhitungkan oleh bandot tua, maka Danil akan tewas di hajar oleh para anak buah majikannya yang berada di luar Vila.

" Danil........ Tunggu jangan pergi." Niel tunggu aku mohon."

Danil tak menanggapi nya ia berjalan tak tau arah, terasa melayang, Ceceu bangkit dan mengejar nya.

# go back some time # ( Mundur beberapa waktu )

Di hotel bintang tiga, seorang lelaki tua memakai jas bermerek terkenal berjalan menuju resepsionis dengan di sampingnya gadis sekitaran usia 20 tahunan dengan manja bergelayut di tangan lelaki tua itu.

Setelah basa basi dengan resepsionis untuk memesan kamar selama dua hari dua malam, mereka berdua pun di antar oleh salah satu pelayan hotel menuju kamar inap yang cukup mewah di dalamnya.

Dret..........!

Pintu hotel di buka, lelaki tua memberikan tips pada pelayan hotel, sedangkan wanita yang jauh berbeda usia dengan lelaki tua sudah masuk terlebih dahulu.

" Ayank gimana, kamu udah kontek belum si Danil, untuk di jadikan suami di atas kertas mu. Mengikuti alur rencana mu. Agar dia bisa di kendalikan dan hubungan kita kedepannya tidak perlu khawatir." Lelaki tua bertanya pada wanita yang yang layak di panggil cucu olehnya duduk di atas kasur.

" Besok pagi aja aku kontek dia, lagian dia pasti mau bertemu dengan ku kok." Jawab nya, lelaki tua mengangguk mulai melangkah menuju kasur.

" Aku lagi gak mood." Ucap Ceceu.

" Tumben kamu yang." Lelaki tua berkerut keningnya, tidak biasanya gadis simpanan nya itu menolak.

" Aku lagi memikirkan Danil, aku takut ia curiga pada ku." Jawab nya, keringat sedikit demi sedikit mulai keluar dari tubuhnya, hawa panas di sertai getaran seluruh pori pori tubuhnya menjalar begitu cepat, ya lelaki tua itu sangat hebat dalam menaklukkan seorang wanita, hanya dengan beberapa gerakan saja.

Sang wanita berkulit sawo matang itu tak kuasa, hanya bisa pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh pria tua, yang sudah mengabdi menjadi pembantu di rumahnya itu.

Kadir nama panggilan dari lelaki tua itu, orang terpandang di kampung tempat Danil di besarkan, mempunyai beberapa sawah dan kontrakan serta perusahaan, membuat nya ia di segani oleh penduduk setempat.

Hampir satu jam lamanya mereka bertarung dalam balutan dosa di atas ranjang empuk, menyisakan butiran butiran keringat yang saling beradu di antara dua kulit.

" Terima Kasih, kau selalu membawaku pergi ke angkasa dan semakin lincah dalam permainan di atas ranjang." Lelaki tua itu memujinya seraya mencium kening Ceceu Intan Nuraeni yang nafasnya masih tersengal sengal.

Ceceu hanya mengangguk, dalam hatinya berkata, justru dirinya lah yang berterima kasih pada bandot tua itu, di sisi lain selain kenikmatan yang di dapat materi pun ia peloreh dengan mudah.

" Kamu pasti lapar kan, aku akan memesan makanan, kamu sana pergi mandi, karna sesudah kita makan, ada yang harus kita bahas tentang rencana waktu itu." Kata Kadir, seketika jantung Ceceu berdebar kencang.

Ceceu beranjak dari ranjang, melangkah menuju kamar mandi, sementara Kadir langsung menuju meja telepon, ia menghubungi resepsionis untuk mengirimkan makanan yang enak.

Aktivitas keduanya sudah selesai, dan perut pun terisi penuh, Ceceu duduk di sisi ranjang dalam hati dan pikirannya kalut, orang yang selalu mengisi hari hari nya menjadi incaran selingkuhan nya untuk di habisi, ada kah cara untuk aku selamat kan.

" Ayank, sini kita bahas ke inti pertemuan kita." Lambai lelaki tua yang duduk di kursi depan ranjang.

Ceceu berdiri berjalan ke arah lelaki tua yang memandang tajam ke arahnya, keraguan menyelimuti dirinya." Aku mohon jangan bunuh pemuda itu, sebaiknya rencana kedua itu harus di lakukan, biarlah dia menjadi boneka ku dan menuruti apa yang aku ucapkan. Namun seandainya bila dia berontak, terserah kamu mau membunuhnya."

" Apa Ayank yakin pemuda anak dari Bu Dedeh itu akan bertekuk lutut di hadapan mu, dan tak berkilah ke depannya, walau bagaimanapun ini adalah pertaruhan bagiku." Lelaki tua itu melambaikan tangan meminta Ceceu untuk duduk di pangkuan nya.

" Ya. Aku yakin dan sangat yakin, aku tahu kelemahan pemuda belasan tahun itu." Ceceu mencoba untuk merayu majikannya dan meyakinkan segala sesuatu yang berurusan dengan Danil biar ia sendiri yang menangani nya.

"Apa kelemahan dari pemuda itu?" Tanya Kadir serius menatap tajam kearah Ceceu

" Uang dan tubuhku, asalkan aku memberinya uang dengan berpura pura untuk dia membuka usaha, lalu perlahan-lahan masuk kedalam siasat tubuhku, kamu bisa menjebaknya di saat dia sedang tidur dengan telanjang bulat bersamaku, di sebuah vila milikmu." Terang Ceceu, membuat Kadir terdiam sesaat mencerna uraian kata demi kata yang di keluarkan oleh nya.

" Hmm." Menarik ide kamu Yank. Tapi bila seandainya itu gagal bagaimana.?" Tanya Kadir.

" Terserah, itu terserah kamu, apakah mau membunuhnya atau pun membuatnya cacat aku gak akan melarang nya, toh dia sudah saya kasih kesempatan namun masih menolak nya, bukan kah itu termasuk orang yang bodoh."

" Diel." Besok Ayank atur aja rencananya, nanti pagi aku telepon orang yang ada vila untuk mengosongkan vila itu, tapi bila seandainya dia berontak dan ingin melarikan diri aku akan menghabisi nya saat itu juga." Kilatan cahaya kemerahan terpancar jelas di kedua mata lelaki tua itu. Ceceu melihat nya bergidik ngeri.

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!