NovelToon NovelToon
Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.

Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.

Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

“Amy!” teriak Josep panik sambil berlari menghampiri adiknya.

Amy memegangi kepalanya. Pandangannya mulai buram, rasa sakit menjalar.

“Colly Shen… aku tidak akan melepaskanmu kalau adikku terjadi apa-apa!” kecam Josep dengan marah.

Colly menatapnya dingin.

“Dasar pria lemah… tidak mampu melindungi siapa pun,” balasnya tanpa emosi.

“Micheal!” seru Josep. “Aku serahkan dia padamu. Beri dia pelajaran… kalau bisa, jangan sampai dia bisa berdiri lagi!”

Setelah itu, ia mengangkat Amy dan segera pergi dari kafe.

Suasana kembali menegang.

Kini ... hanya tersisa satu lawan yang benar-benar sepadan.

Micheal melangkah maju.

Tanpa banyak gerakan berlebihan, ia menyerang.

Gerakannya tenang… mengalir… namun penuh tekanan.

Taichi.

Lembut di luar, mematikan di dalam.

Colly langsung menahan.

Tangan mereka bertemu...

Brak!

Serangan yang terlihat ringan itu ternyata menyimpan kekuatan besar.

Colly mencoba mengunci arah...

Namun Micheal memutar pergelangan tangannya.

Mendorong balik.

Tenaga itu mengalir memaksa Colly mundur.

Satu langkah.

Dua langkah.

Hingga ... ia terdorong ke meja lain.

Colly menahan keseimbangan.

Kedua kakinya berpijak pada dua meja berbeda.

Tubuhnya sedikit merendah.

Kakinya lurus terbuka... seimbang.

Ringan.

Namun kuat.

Terlihat jelas. kelenturan dan kekuatan dalam setiap ototnya.

Tatapannya kembali mengunci Micheal.

Tidak ada rasa takut.

Hanya semangat bertarung yang semakin menyala.

Colly mendorong tubuhnya kembali maju.

Kakinya menekan kedua meja lalu ia melompat.

Serangannya datang cepat.

Plak! Brak!

Pukulan dan tendangan silih berganti.

Micheal menahan dengan tenang.

Setiap gerakan Colly dibaca dengan tepat.

Ia tidak terburu-buru.

Hanya menunggu celah.

Colly berputar, menyerang dari samping...

Micheal menangkis, lalu menarik arah tenaga Colly.

Tubuh gadis itu terdorong ke depan.

Langkahnya goyah.

Ujung kakinya tergelincir dari tepi meja yang licin.

Keseimbangannya hilang.

Tubuhnya condong ke belakang... hampir jatuh.

Namun dalam sekejap sebuah tangan menangkapnya.

Micheal.

Tangannya menggenggam pergelangan tangan Colly dengan kuat.

Menahan tubuhnya yang hampir terjatuh.

Waktu seolah berhenti.

Colly terdiam.

Tatapannya langsung bertemu dengan mata Micheal.

Dekat.

Terlalu dekat.

“Masih ceroboh…” ucap Micheal pelan.

Nada suaranya tenang, namun berbeda dari sebelumnya.

Colly kembali berdiri stabil setelah tubuhnya ditarik dan ditahan oleh Micheal. Pergelangan tangannya yang tadi berada dalam genggaman kini sudah terlepas. Ia mundur satu langkah, menjaga jarak, sementara tatapannya tetap tajam dan waspada.

Micheal berdiri di depannya tanpa bergerak. Keduanya saling berhadapan di atas meja yang sudah berantakan. Suasana di dalam kafe mendadak sunyi. Tidak ada lagi suara benturan atau teriakan. Semua orang hanya menatap mereka, seolah menunggu siapa yang akan bergerak lebih dulu.

Perlahan, Micheal menurunkan tangannya.

Ia melangkah turun dari meja dengan gerakan ringan dan terkendali.

"Sudah waktunya berhenti, aku berharap kejadian ini tidak terulang lagi," ucap Micheal.

"Sampaikan saja pada tunanganmu, untuk tidak mengangguku lagi," jawab Colly.

"Semua kerusakan aku yang ganti rugi," kata Micheal yang memberikan kartu kepada pemilik cafe yang sejak tadi bersembunyi di bawah meja kasir.

Setelah itu Micheal menuju pintu keluar.

Begitu pula anak buah Josep, mereka menghentikan pergerakan dan mengikuti langkah Micheal meninggalkan kafe.

Suasana perlahan mereda.

Wilbert mendekat, memperhatikan keadaan Colly dengan serius.

“Colly, apa kau terluka?” tanya Wilbert.

Colly melompat turun dari meja ke lantai dengan ringan.

“Aku tidak apa-apa,” jawab Colly singkat, matanya masih tertuju ke arah pintu.

"Dia… menyelamatkanku," batin Colly.

Wilbert menatap Colly, keningnya sedikit berkerut.

"Aneh… kenapa pria itu menyelamatkan Colly dan tidak berniat melukainya sejak awal? Bukankah dia tunangan Amy?" batin Wilbert.

***

Rumah Sakit

Jason Long yang mendapat kabar langsung bergegas menuju rumah sakit.

Langkahnya cepat, wajahnya dingin menahan amarah.

Begitu masuk ke ruang perawatan ... ia melihat Amy dengan kepala terlilit perban, sementara Josep duduk di samping dengan wajah masih lebam.

“Pa!” seru Amy dengan suara kesal.

“Beri dia pelajaran! Colly Shen sudah keterlaluan. Kemarin dia menampar dan menendangku, hari ini dia melemparku lagi. Dia juga menghina aku… dan menghina Papa!”

Air muka Jason langsung berubah.

Tatapannya menjadi lebih tajam.

“Pa, gadis itu benar-benar keterlaluan,” sambung Josep. “Kita harus melakukan sesuatu.”

Jason tidak langsung menjawab. Ia justru menatap keduanya dalam diam.

“Kenapa kalian bisa berkelahi dengannya?” tanyanya dingin. “Anak buah kita begitu banyak… tapi kalian tetap kalah?”

Nada suaranya menekan.

“Bukankah itu tidak masuk akal?”

Josep menahan napas sejenak.

“Pa… kali ini bukan salah kami. Dia yang mulai dulu. Dia menyindir kami, bahkan mengatakan keluarga Long lemah dan tidak berguna.”

Jason menyipitkan mata.

“Dia berani bicara seperti itu?”

Amy langsung menimpali dengan emosi.

“Pa, benar! Dia sombong karena dilindungi Wilbert Lu. Kalau kita biarkan, dia akan semakin berani. Keluarga Long akan jadi bahan tertawaan!”

Suasana ruangan langsung dipenuhi tekanan.

Jason mengepalkan tangannya.

“Masalah ini tidak bisa dibiarkan,” ucapnya tegas. "Aku akan menemui gadis itu secara langsung.”

Tatapannya dingin, penuh keputusan.

“Aku akan membawa orang-orang terbaik. Agar dia tahu… bagaimana seharusnya bersikap di hadapan keluarga Long.”

1
Maria Mariati
kaya nyaaaa colly mank jodoh nya Michelle, bukan wilbert, mungkin wilbert harus ngalah demi colly
Tiara Bella
Colly dilawan....
Kinara Widya
hebat kolli
Maria Mariati
kapok sudahlah 👍👍👍
Dame Manalu
mantaf colly
Tiara Bella
hemmm cuma pura-pura ternyata....
Fortu
wkwkwk lucu🤣🤣🤣 pura pura mati ntar almarhum benaran kamu Jason
Fortu
😂😂😂😂😂
Fortu
hahhahaa🤣🤣🤣
Kinara Widya
aduh ternyata pura2 mati...di kabulkan kan sama Colly pak jasson...😂😂😂
Fortu
ah pura pura meninggal s Jason
mau gunakan cara licik
Fortu
Michael telepon sama Little Tiger😃😃
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
Tiara Bella
wah siapa tuh yg tlpnan sm Michael....
Fortu
Diposisi ini saya cuma mau komentar kalau sebenarnya colly agak sombong juga sih.
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄
Maria Mariati
kaka nya kemana katanya kalo ada apa2 sama colly dia selalu tahu
Tiara Bella
ceritanya bagus...keren pkoknya
Tiara Bella
gk ada yg bantuin Colly apa ya....lehernya udh kegores pisau...
Kustri
☕ngopi sik thor... semangat UP💪
Kustri
yg terakhir, kemeja putih koq ky densu🤭yaa
Tiara Bella
wow visualnya ganteng² semua...😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!