"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."
"Jadi sekarang nenek dimana?"
"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."
"Tapi kan nenek udah meninggal!?"
Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.
Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.19.Angin dingin misterius.
Malam itu, benar - benar semua orang berjaga menjaga jasad nenek sambil mengaji, terutama Elma yang benar - benar takut kalau - kalau akan ada kejadian seperti sebelum nya saat nenek nya di nyatakan meninggal.
Sambil dia membaca Yasin, sesekali matanya terus menatap kearab nenek nya. Malam itu hujan lebat juga turun, tapi tidak semengerikan malam sebelum nya yang di barengi kilatan dan sambaran petir.
"Kenapa mang Udin belum sampe juga mbak?" Tanya ibunya Elma, dia sedang menelepon seseorang.
"Lho, mbak juga? Dari kemaren masa nggak sampe - sampe, dia juga nggak bisa aku hubungin. Keadaan lagi genting gini dia kemana, mbak?" Ucap ibunya Elma lagi.
Elma hanya sekilas mendengarkan tapi tatapan nya tak sedikitpun teralih dari nenek nya, Elma sangat ingin memastikan apakah memang benar bayangan hitam yang di lihat nya itu masuk ke dalam tubuh nenek nya atau tidak. Jika memang iya masuk, maka berarti kali ini bayangan hitam itu juga mungkin akan keluar dari tubuh nenek nya lagi.
"Ya udah mbak, nggak apa - apa mbak di situ aja, kami akan makamin nenek besok." Ucap ibunya Elma lagi, yang masih sedang menelepon.
Dari ekor matanya, Elma melihat ibunya berjalan ke arah kamar. Elma berpikir pasti ibunya masuk kamar untuk menemani adiknya yang juga sudah tidur di dalam kamar karena saat itu jam sudah menunjukan pukul 10 malam.
Salsa pun di dalam kamar di jaga ketat oleh beberapa ustadzah yang di mintai tolong untuk datang dan mengaji juga mendoakan Salsa, hal itu di lakukan karena mengingat Salsa lah yang menjadi kemungkinan terbesar menjadi inang baru sosok yang bersekutu dengan nenek nya.
"Tek! Tek! Tek!" Suara jarum jam yang berputar.
Waktu terus berjalan dan sampai kini akhirnya sudah menunjukan pukul 12 malam, dan pengajian sudah berhenti.. ternyata ketakutan Elma tidak terjadi. Nenek nya tidak kembali bangun, sosok bayangan hitam yang Elma lihat mencekik pakde nya malam itu, tidak ada.
'Ini beneran ga dateng sosok nya apa gue yang halu? Gue lita jelas banget sosok itu nyekik pakde sebelum akhir nya nenek bangun lagi.' Batin Elma.
"El, istirahat gih. Udah larut malem juga, kamu nggak ngantuk?" Ucap Tian, Elma menggeleng.
"Nggak bang, gue mau liatin nenek." Ucap Elma, Tian hanya bisa menghembuskan nafas.
"Nggak ada apa - apa, kan? Mungkin kali ini nenek beneran udah tenang, El." Ucap Tian, Elma tetap menggeleng.
"Pokoknya gue mau begadang, lu kalo capek istirahat aja bang, gue mau begadang." Ucap Elma, dia kukuh dengan keinginan nya.
"Tak temani kalo gitu, sebentar tak buatkan kopi." Ucap Tian, Elma langsung menahan tangan Tian.
"Nggak, jangan! Duduk aja bang, gue sama sekali nggak ngantuk. Pokonya kalo lu ngantuk tidur aja, gue beneran mau liatin nenek." Ucap Elma, dia kembali menatap ke arah jasad nenek nya yang di tutup kain.
Akhir nya Tian pun manut dan dia duduk di sebelah Elma, mereka berdua menatap jasad nenek mereka yang tertutup kain jarik.. Meski memang seram dan hawa di sana rasanya tidak enak, Elma tetap kukuh akan begadang.
"El, sekarang kita sama - sama nggak punya ayah." Celetuk Tian, Elma pun tertegun.
"Kita sama - sama anak pertama El, kita nggak tau apa yang mungkin bakal terjadi kedepan nya.."
"Kedepan nya kita semua akan selalu baik - baik aja, bang. Lu kan lebih tua dari gue lu mau mikir apa?" Ucap Elma, dia merasa Tian seperti ingin mengucapkan perkataan yang akan membuat nya merasa tidak senang.
"Positif tinkging aja lah bang, kita kan satu keluarga.. yang harus kita pikirin sekarang ini adalah giman acara nya menghentikan kutukan yang kemungkinan akan berpindah." Ucap Elma, Tian pun mengangguk.
"Karena kita semua cucu nenek, besar kemungkinan sosok yang ada sama nenek akan mencari kandidat yang baru meskipun kata abah Surip yang paling memungkinkan menjadi inang adalah adek gue. Demi Allah, gue nggak ikhlas kalo sampe sesuatu terjadi sama kalian semua." Ucap Elma, entah kenapa dia seolah lebih rela dirinya saja yang menderita.
Tiba - tiba saja udara dingin menyeruak menusuk, Elma mengamati nenek nya yang masih ada di sana. Tiba - tiba saja Elma dan Tian merasa kantuk yang luar basa menyerang mereka, padahal semula mereka baik - baik saja.
"Hoamm!" Tian bahkan sampai menggelengkan kepalanya untuk menyegarkan matanya.
"Hih, tiba - tiba banget ngantuk." Ucap Elma, Tian manggut - manggut.
"Pokonya jangan sampe gue tidur, gue harus tetep melek." Gumam Elma..
Elma tidak melepaskan pandangan nya sama sekali dari jasad nenek nya, dia fokus menatap. Tapi.. matanya yang tiba - tiba berat itu perlahan tertutup, Elma seolah di buat benar - benar ngantuk berat.
Elma menoleh menatap Tian, ternyata Tian malah sudah lebih dulu tidur dengan posisi menunduk sambil menyender di dinding kayu. Elma merasa itu tidak wajar tapi dia juga tidak berdaya.. Dia kemudian kembali menatap jasad nenek nya.
"Kok.. mata gue.. berat banget.." Gumam Elma, dan pelan - pelan kelopak matanya mulai tertutup.
Elma mencoba tetap melek, tapi entah berapa detik kemudian Elma tertidur juga. Lalu pada saat Elma dan Tian tidur, tiba - tiba jasad nenek Tri pelan - pelan bergerak.
"Krek!! Krek!!"
"Kretek!!"
Terdengar suara seperti tulang - tulang yang patah dari arah jasad nenek dan kemudian kain yang semula menutupi jasad nenek pun kemudian tersingkap..
"Kretek! Kterek!"
Terlihat nenek Tri kembali bangun, tapi saati itu tidak ada seorang pun yang melihat nenek Tri bangun. Elma, Tian dan semua orang di sana tertitur. Lalu kemudian jasad nenek Tri pun bangkit dan berdiri, terlihat nenek Tri melangkah sambil menyeret kain yang menutupi tunuh nya.
"Srek!! Srek! Srek!"
Nenek Tri yang seharus nya lumpuh itu bisa berjalan pelan - pelan seperti tubuh kaku yang di paksa bergerak sampai menimbulkan suara tulang - tulang yang patah.
"Kretek! Kretek! Kretek!"
"Srek! Srek! Srek!"
Jasad nenek berjalan menuju ke arah pintu keluar, dan aneh nya.. Pintu rumah itu terbuka dengan sendirinya, nenek Tri pun akhir nya berjalan keluar dari rumah tanpa ada siapapun yang tau.
...\=\=\=\=\=\=...
"Ash- shalaatu khairum minan naum.."
Adzan subuh terdengar berkumandang, dan saat itulah Elma terbangun dengan kondisi seperti orang yang terkejut. Elma kaget karena dia yang sudah yakin tidak akan tidur nyatanya tertidur.
Setelah bangun, hal pertama yang dia tuju dan lihata adalah jasad nenek Tei tentu saja, tapi di sana lah dia terkejut saat mendapati nenek Tri tidak ada di tempat nya.
"Bang!! Nenek hilang, bang!!"
BERSAMBUNG!
hayooo kek mana coba
nenek idup lagi
masih kerabat kah?
dlm penglihatan Elma, waktu ditunjukin nenek masih muda, ada ayah dan pakde masih kecil... ada siapa lagi ya?
ato jangan-jangan Tian??
pasti ada yg msk tp lwt pintu lain