Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 - Cegukan!
Riana menarik Ares dan membawanya masuk kembali kedalam lift, “Kakak, kenapa kita masuk lagi kesini?” tanyanya dengan tatapan bingung.
“Ares dengarkan aku baik-baik, aku janji akan beliin kamu Eskrim yang banyak, kamu juga boleh makan sampai puas, tapi dengan satu syarat,” Riana menjeda ucapannya.
“Syarat apa Kak?” matanya membulat lucu, hilang sudah wibawanya sebagai Zayn sang CEO dingin di hadapan Riana.
“Kamu harus pura-pura menjadi Zayn,” sambungnya.
Dia berpikir sejenak, “baiklah. Tapi Kakak harus menepati janji Kakak beliin aku eskrim yang banyak setelah ini.”
“Oke aku janji, tapi kamu juga harus berusaha menjadi Zayn sebisa mungkin, jangan sampai orang lain curiga.”
“Baiklah, tapi aku mau satu syarat lagi,” dia menyeringai.
“Syarat apa lagi?”
Dia mendekatkan bibirnya ke dekat telinga Riana, “aku suka aroma tubuh Kakak, jadi hehe–,”
“Apa? Katanya kamu bocah delapan tahun, mana ada bocah mesum,” Riana mendorong dahi Ares dengan jari telunjuknya agar sedikit menjauh dari wajahnya.
“Mesum? Aku cuma pengen meluk Kakak, apa itu termasuk mesum?”
“Ya iya lah, coba kamu ngaca, cuma otak kamu yang kecil tapi tubuh kamu enggak. Jadi, jangan peluk-peluk sembarang, awas aja ya,” ancam Riana.
Lift pun terbuka, Riana keluar lebih dulu disusul Ares dibelakangnya, dia mengikuti Riana seperti anak anjing yang mengikuti majikannya. Mereka sampai di ruang rapat.
“Ares dengarkan aku. Kamu hanya harus duduk dan mengiyakan ucapanku, kamu hanya boleh bicara saat aku menyuruhmu bicara, selebihnya kamu tetap diam biar aku yang urus oke.” Dia mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Bagus, mari kita berjuang bersama.”
Setelah beberapa waktu para Investor pun datang, ada sekitar tiga orang yang datang kemari dan rapat pun dimulai. Riana menunjukkan rancangan untuk produk terbarunya yang sudah ia susun bersama Zayn sebelumnya, berikut dengan modal dan keuntungan yang akan mereka dapatkan saat produk mulai beredar di pasaran, dia juga menyampaikan rencana besarnya bersama Zayn untuk mengekspor produk mereka hingga ke mancanegara.
Riana banyak menjelaskan, sementara Zayn yang kini sebagai Ares hanya diam dan terkadang mengangguk sesuai arahan Riana.
“Saya senang dengan penjelasan Anda Nona Riana. Pak Zayn anda punya sekertaris yang cakap, jika Anda sudah tidak memerlukannya lagi saya akan dengan senang hati menyambutnya di perusahaan saya,” candanya.
“Bapak bisa saja. Tapi sebagai Informasi, Pak Zayn membayar saya dengan harga tinggi,” balas Riana dengan candaan pula.
“Haha, saya suka selera humor anda, Nona. Saya setuju dengan rancangan ini, apa anda sudah menyiapkan surat kontraknya?”
“Tentu Pak, ini dia. Silahkan dibaca terlebih dahulu,” ucap Riana.
Sementara Ares dia sudah nampak bosan, terlihat dari tatapan matanya yang tak fokus, ‘tahan sedikit Ares, jika ini gagal si Bos gila itu pasti akan membunuhku. Walau sebenarnya dia sendiri biang masalahnya.’
Investor itu sudah selesai menandatangani surat kontraknya, kini giliran Zayn, “ini giliran anda Pak Zayn,” dia menyodorkan berkas itu kearah Zayn.
Ares menatap kearah Riana, “silahkan di tanda tangani Pak,” ucap Riana.
Ares terdiam dengan pena terangkat, “ada apa Pak?” Riana mendekat, dia tersenyum canggung pada mereka.
“Aku tidak tahu tanda tangan Zayn seperti apa, apa yang harus aku lakukan Kak?” bisiknya.
‘Sial aku lupa, soal itu,’ batin Riana, dia harus putar otak dan mencari solusi saat ini juga.
“Ehem Pak, begini tangannya Pak Zayn baru saja sembuh dari cedera dia belum bisa menggerakkan tangannya dengan leluasa, apa saya bisa mewakilinya untuk menandatangani surat kontraknya?” tanya Riana.
“Maaf Nona itu tidak bisa, hanya tanda tangan Pak Zayn yang bisa di anggap sah dalam surat kontrak ini,” tolaknya.
“Ah maaf kalau begitu,” Riana melirik tangan Ares, walau ragu dia menggenggam punggung tangan besar itu, membantunya agar bisa menggoreskan tinta di atas kertas kontrak tersebut.
“Aku akan membantumu,” bisiknya.
Deg... Jantung Ares berdetak cepat, ‘ada apa ini, kenapa jantung Zayn berdebar kencang? Apa dia sakit?’ batinnya, dia melirik wajah Riana yang posisinya tak jauh darinya.
‘Wajah Kakak cantik sangat dekat, bulu matanya lentik dan panjang, bibirnya–high...’ tiba-tiba dia cegukan seperti bayi, Ares pun lekas memalingkan wajahnya kearah lain.
Setelah selesai mengurus semua prosedur kerjasamanya, mereka pun pergi. Riana bernapas lega, akhirnya masalahnya bisa teratasi dengan lancar.
“Kerja bagus Ares, trimakasih karena sudah melakukan tugasmu dengan baik,” Riana mengacak rambut Ares sambil membungkuk untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah laki-laki itu.
“Kamu mau Eskrim kan, ayo kita makan Eskrim sampai puas!” Wajahnya tersenyum cerah, sementara Ares hanya bisa diam terpaku, senyuman Riana seolah membuatnya tersihir hingga sulit untuk berkata-kata.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄