NovelToon NovelToon
Dijadikan Taruhan

Dijadikan Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.

Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.

Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.

Rahasia apa yang tersembunyi?

Apa yang akan terjadi kepada Rani?

Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?

Ikuti kelanjutan ceritanya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Saking kuatnya dorongan Siska, Dinda terjatuh bersama dengan kursinya. Kursi itu patah. Tangan Dinda tergores paku dan kepalanya terbentur lantai.

Kenzo membantu Dinda berdiri. Dinda memegangi kepalanya sambil melemparkan tatapan penuh amarah ke arah Siska. Siska sedikit bergidik, tatapan Dinda membuat Siska sedikit kaget. Dalam waktu yang sangat singkat, Dinda berubah.

Dinda merebut dompetnya yang ada di tangan Siska. Dinda membuka dompet dan menunjukkan kartu pelajar yang ada namanya. Seluruh isi kelas gaduh. Mereka menyalahkan Siska.

Bukannya minta maaf, Siska semakin menjadi. Siska sangat yakin, dompet itu miliknya. Bentuk, warna bahkan mereknya sama persis dengan dompetnya. Siska menuduh Dinda membuang kartu pelajarnya dan mengganti dengan kartu pelajar Dinda.

Dinda tidak terima difitnah. Dinda marah. Dinda mencengkram kerah baju Siska. Dinda melayangkan pukulannya ke wajah Siska. Siska diam dan memegangi wajahnya yang sakit.

Dinda hendak melayangkan pukulan untuk yang kedua kalinya ke wajah Siska, tapi dengan cepat Kenzo menahannya. Kenzo menenangkan Dinda dan memberitahu Dinda wali kelas mereka sudah ada di depan pintu.

Bu Yustri masuk bersama dengan Anti. Bu Yustri berdiri di depan kelas memanggil Siska dan Dinda. Bu Yustri minta penjelasan kepada mereka berdua.

Siska mengadu kepada Bu Yustri, Dinda mengambil dompetnya. Bukannya mengaku, Dinda malah menampar wajah Dinda.

Di saat itu Kenzo membela Dinda. Kenzo bilang, dompet itu bukan milik Siska. Di dalam dompet itu ada kartu pelajar milik Dinda. Teman-teman yang ada di kelas juga membela Dinda.

Siska sangat yakin, Dinda yang mencuri dompetnya. Dompet itu hanya milik Siska. Dompet itu pemberian kakaknya dari luar negeri. Mana mungkin Dinda mampu membeli dompet mahal.

Dinda juga membela diri. Dompet lipat mini berwarna pink dengan motif kucing itu dia beli sewaktu di kota Goldie. Selain kartu pelajar, Dinda juga menunjukkan bordiran namanya di belakang dompet.

Bu Yustri memperhatikan dompet Dinda. Dan memang benar, di belakang dompet itu ada nama Dinda.

Sebelumnya, Anti sudah menceritakan apa yang terjadi kepada Bu Yustri. Bu Yustri sekali lagi meminta Siska untuk memeriksa dompet Dinda. Siska hanya tertunduk. Dalam hati, Siska tahu itu memang bukan dompetnya.

Anti kemudian menghampiri Siska. Anti mengembalikan dompet Siska yang dia temukan di kantin sekolah.

Seluruh isi kelas riuh. Mereka tidak suka cara Siska yang begitu tidak sopan main tuduh dan tanpa izin memeriksa tas milik orang lain.

Anti memperhatikan dompet Siska yang katanya mahal beli dari luar negeri. Ternyata teman-teman satu kelas juga berpikiran sama.

Mereka satu persatu maju ke depan kelas hanya ingin melihat dompet Siska. Mereka mengamati dengan seksama merek, warna dan bentuknya sama persis dengan dompet Dinda. Tapi dompet Dinda lebih bagus dari punya Siska.

Mereka semua tertawa. Siska kena tipu kakaknya. Dompet seperti Siska banyak dijual di serba 35 ribu di kota mereka.

Siska tertunduk malu dengan kesombongannya. Wajahnya memerah. Di dalam hati, Siska mengutuk kakaknya.

"Sudah, sudah, kembali ke tempat duduk masing-masing kecuali Dinda dan Siska," kata Bu Yustri.

Bu Yustri kembali bertanya, apakah benar dompet yang ada di tangan Siska sekarang adalah milik Siska. Setelah diperiksa ternyata benar itu adalah dompet Siska.

Bu Yustri meminta Siska mengakui kesalahannya di depan kelas dan meminta maaf secara khusus kepada Dinda.

Dengan sangat amat terpaksa, Siska mengaku salah. Siska meminta maaf kepada teman-teman sekelasnya. Siska juga meminta maaf kepada Dinda karena sudah memfitnah Dinda.

Dinda merasa kecewa. Dinda tidak langsung memaafkan Siska. Dinda ingin Siska diberikan hukuman karena sudah memfitnah Dinda.

Awalnya Bu Yustri tidak menerima saran Dinda. Dinda meminta keadilan. Tuduhan Siska sempat membuat Dinda trauma. Siska berhasil membuat Dinda tidak percaya diri dan ketakutan.

Bu Yustri kembali teringat saat orang tua Dinda mendaftarkan Dinda sekolah, mereka memberitahu kondisi mental Dinda sebelumnya.

Bu Yustri akhirnya mengambil keputusan, Siska selama seminggu membersihkan kelas tanpa dibantu oleh teman-temannya.

Kenzo sebagai ketua kelas harus mengawasi Siska. Selama seminggu Siska piket, teman-temannya dilarang mempersulit atau melakukan tindakan yang merugikan Siska.

Siska dan Dinda kembali ke tempat duduk masing-masing. Siska tertunduk malu. Dalam hati, Siska menyalahkan Dinda yang tidak memaafkannya. Gara-gara Dinda, Siska harus mendapatkan hukuman.

Kenzo memperhatikan Dinda yang hanya diam di tempat duduknya. Tangan Dinda gemetar. Keringat dingin membasahi wajahnya.

Separah itukah efeknya? batin Kenzo.

Mereka semua mengikuti pelajaran Bu Yustri sampai bel tanda pulang sekolah berbunyi.

Semua siswa dan siswi kelas X DKV 2 keluar dari ruangan kelas. Kenzo sengaja menunggu kelas sepi untuk bicara dengan Dinda. Dinda biasanya keluar paling belakangan setiap jam pelajaran berakhir.

Dinda menatap Kenzo yang masih betah duduk di sebelahnya. Dinda membereskan buku pelajaran dan bersiap keluar kelas.

"Dinda, tunggu. Ada yang ingin kuceritakan," ucap Kenzo.

"Apa?" Dinda mengernyitkan keningnya.

Kenzo meminta Dinda duduk sebentar. Kenzo kemudian memberitahu Dinda hal yang sangat penting.

Pada saat Dinda dikejar orang yang memakai motor sport, Kenzo ada di sana. Kenzo mengejar Dinda dengan mobilnya. Kenzo juga menyaksikan saat motor yang ditumpangi Dinda ditabrak dia buah mobil.

Pada saat itu, Kenzo dari kejauhan melihat tiga orang menyusuri jalan sambil memandangi sungai. Di saat ketiga orang itu pergi, Kenzo juga melihat ke arah sungai.

"Karena itulah aku kaget saat bertemu denganmu. Rani, aku bersyukur kamu masih hidup. Apa kamu sedikitpun tidak mengingat apa yang terjadi?"

"Aku gak ingat apapun. Ada orang yang berniat membunuhku. Siapa mereka?" tanya Dinda.

Kenzo menarik napas panjang. Kenzo memejamkan mata sambil mengingat kejadian di malam itu.

Setelah beberapa menit kemudian, masih dalam keadaan mata terpejam, Kenzo menyebutkan ciri-ciri salah seorang cowok yang pada malam itu sangat jelas dilihatnya.

Cowok itu berbadan tinggi. Berkulit kuning langsat. Matanya tajam. Dan pada malam itu, cowok itu menggunakan jaket berwarna putih biru club bola lazio.

Kenzo juga menyebutkan plat mobil yang ditumpangi cowok itu. Hanya itu yang bisa Kenzo ingat. Dinda menghapal plat mobil itu di dalam kepalanya. Dinda ingin meminta bantuan pak Latif untuk menyelidikinya.

Ciri-ciri yang Kenzo sebut, sama persis dengan ciri-ciri Wira. Pada saat Dinda bertemu dengan Wira di pantai, Wira juga menggunakan jaket berwarna putih biru club bola Lazio.

Dinda sebelumnya juga pernah bertemu dengan orang yang mengenalinya sebagai Rani. Oleh karena itulah, setiap kali Dinda bertemu dengan orang asing, Dinda selalu waspada.

"Maaf Kenzo, aku juga tidak yakin kalo namaku Rani."

"Apa kamu ingat keluargamu yang ada di kota Agate?"

Dinda menggelengkan kepalanya. Dan di saat itu, Rama dan Dita sudah ada di depan kelas untuk menjemputnya. Dinda pamit pulang duluan kepada Kenzo.

Kenzo melambaikan tangannya kepada Dinda. Rama dan Dita juga melambaikan tangan mereka kepada Kenzo. Dinda, Rama dan Dita menghilang dari pandangan Kenzo.

"Rani, awalnya aku mengira, amnesia kamu cuma settingan. Ternyata, kamu tidak mengenaliku."

Kenzo kemudian mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Sebuah buku diary berwarna hitam. Kenzo menaruhnya di dalam laci meja Dinda.

"Rani, hari ini masih permulaan. Besok masih ada lagi kejutan untukmu."

Kenzo tertawa lepas. Dengan langkah panjang, Kenzo melangkah meninggalkan kelas menuju tempat tongkrongan bersama teman-temannya yang sudah menunggu di parkiran sekolah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
😱
Mauk
kembaran Wira 😱
Al!f
Siapa
Rose
Salfok sama covernya. 😍
Wings
Covernya cihuy badai
Al!f
Ada yg beda, covernya 👍👍👍👍👍
Queen
Gila, covernya mantap. Kereeeeeen 👏👏👏👏
Kimberly
makin cakep aja covernya Thor. suka ❤❤❤❤❤
Andi
Covernya mantap 💪
Bho Tak
Aku suka covernya ❤
Ais
wawwwww covernya keren 😍😍😍😍
Mauk
😱😱😱😱
Mauk
Terserah author aja dah 🤣
Mauk
Ihhhh
Mauk
Kenzo ternyata
Mauk
kok bisa 😱
Mauk
Yah ko it 😱
Al!f
pilih lari
Al!f
waduh 😱
Na!
kok bisa ingat ya 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!