NovelToon NovelToon
YOUR STEPMOTHER

YOUR STEPMOTHER

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Ibu Tiri
Popularitas:55.4k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Anita tak pernah menyangka bahwa dia akan hidup abadi akibat kutukan dari keluarganya yang tewas karena ulahnya.

Seluruh keluarga Anita tewas oleh pengkhianatan sahabat karibnya bernama Samantha yang menjebak Anita berbuat jahat mengikuti kemauannya.

Selama dua ratus tahun, Anita hidup dalam ketidakpastian yang menyakitkan hatinya, dia kesepian, sendirian, tak punya keluarga lagi namun dia abadi.

Anita bertekad akan mengubah hidupnya menjadi lebih baik jika seandainya Tuhan Yang Maha Esa memberinya sebuah kesempatan baru untuk memulai hidupnya jika dia berkeluarga lagi. Dan Anita berharap Tuhan mempertemukan dia dengan keluarganya di kehidupan baru nantinya.

Mampukah Anita berubah dan menjadi ibu tiri yang baik hati ?

Mari kita ikuti serialnya, ya, pemirsa dan terima kasih telah membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 KEAKRABAN MULAI TERAJUT

Anita Tumbler segera meminta maaf kepada Adrian Wilson karena merasa tak enak hati telah menyebut nama kepanjangan Tarsius Wilson yang mirip dengan nama belakang Adrian Wilson.

Ulahnya itu menyebabkan Alana kecil ikut-ikutan memanggil Tarsius Wilson dengan nama belakang.

"Maafkan atas kelalaianku ini, tak seharusnya Alana ikut menyebut nama kepanjangan anda dengan nama Wilson yang mirip hewan peliharaanku ini..."

"Bukan masalah besar bagiku, ini juga suatu kebetulan sekali karena nama kami hampir sama, tidak apa-apa, Anita."

"Tolong maafkan aku, ini juga suatu keteledoranku sehingga putri kecilmu bersikap seperti ini terhadap anda, Adrian !"

"Tidak, tidak, tidak masalah, aku tidak menyalahkan siapa-siapa soal ini, anggap saja, ini suatu kekeliruan kecil, Anita."

"Tapi..."

Anita terlihat tak enak hati terhadap Adrian, ingin sekali dia membawa pergi Tarsius Wilson sejauh-jauhnya dari tempat ini lalu menghilang lenyap.

"Hewan yang lucu sekali..."

Adrian Wilson memuji sembari memperhatikan hewan primata langka yang bersama Alana kecil.

"Ah, yah, dia hewan yang sangat lucu ?!"

"Darimana kau mendapatkannya, Anita ?"

"Aku mendapatkan hewan primata langka berupa Tarsius tanpa sengaja..."

"Oh, yah ?"

"Ya, aku tak sengaja bertemu dengan Tarsius Wilson, oh, maaf aku kembali menyebut nama belakang hewan ini lagi..."

"Oh, tak masalah, tidak apa-apa, aku tidak mempermasalahkannya..."

"Aku menemukan hewan Tarsius ini di taman dekat sini, kami bertemu saat aku berjalan ke kota ini dari kota asalku yang jauh..."

"Rupanya kamu bukan asal sini, darimana asalmu, Anita ?"

"Illinois Selatan..."

"Oh, jauh juga..."

"Ya, begitulah kira-kira, dan aku menetap disini pada akhirnya."

"Oh, yah, aku ingin mencari penginapan buat rombongan keluargaku, mungkin kamu tahu penginapan terbaik di sini."

"Kalau penginapan kurasa aku akan menawarkan penginapanku, tempatnya bagus dan layak huni..."

"Ternyata kau punya penginapan disini, Anita."

"Ya, begitulah, aku juga mengelola penginapan disamping pekerjaan bar restoranku ini, apa kau berminat menginap di tempatku, Adrian ?"

"Kenapa tidak, aku akan mencobanya, kuharap seluruh rombonganku menyukai saran ini..."

"Kalau begitu aku antarkan ke penginapanku setelah kalian selesai menyantap makanan disini."

"Mmm..., yah..., baiklah, tapi apa kau tidak keberatan menunggu lama kami selesai menikmati makanan disini, Anita ?"

"Hmmm... Sama sekali tidak, aku merasa tidak keberatan soal itu..."

"Tunggu sebentar, kami akan menyelesaikan menikmati makanan ini !"

"Baiklah, sekalian saja aku akan menyuapi Alana makan."

"Oh... ?!"

Adrian Wilson melirik pelan ke arah Alana kecil yang merapat pada Anita Tumbler, bocah perempuan kecil itu mendekap erat-erat Anita seolah-olah tidak ingin lepas darinya.

"Alana, bersikaplah yang baik pada Anita, jangan buat dia repot, kau mengerti, sayang !"

"Ya, papa... !''

Anita tersenyum lembut lalu mengajak Alana ke meja makan dan meminta pada Pedro untuk mengambilkan makanan buat Alana kecil.

Tak lama kemudian Anita mulai menyuapi Alana makan.

"Bagaimana rasanya masakan disini, lezat tidak ?"

"Sangat lezat sekali, dan Alana menyukainya, mama Anita."

"Syukurlah kalau Alana suka, nanti mama Anita masakan lagi makanan yang sama dengan hidangan ini."

"Asyik, Alana suka ! Suka !"

"Nah, sekarang makan dulu dan habiskan makanan ini, ya, Alana !"

"Ya, mama Anita..."

"Bagus..., baru itu anak pintar, sayang !"

"Ya, mama..."

"Alana suka dimasakin apa kalau sedang di rumah ?"

"Ayam goreng saus keju dengan mayones, Alana paling suka dimasakin itu sama bibi Tania, mama."

"Wow, ayam goreng, pasti lezat sekali, lainkali mama Anita mau coba masakan di rumah Alana kalau ada waktu."

"Yeay, mama Anita mau main ke rumah Alana !"

"Memangnya dimana rumah Alana, kalau mama Anita boleh tahu ?"

"Tanya papa saja, Alana kurang paham dimana Alana tinggal, mama Anita."

"Yah, baiklah, nanti mama Anita tanyakan soal alamat tinggal Alana pada papa, ya."

"Ya, mama Anita."

"Sekarang habiskan makanannya, tidak boleh bicara saat makan."

"Ya, mama Anita..."

Alana kecil melahap habis makanan yang disuapkan oleh Anita padanya.

Pemandangan mengharukan antara ibu dan anak terlihat nyata di hadapan semua orang, tak sedikit dari mereka tersentuh oleh kedekatan mereka berdua, terlebih lagi bagi Adrian Wilson.

Diam-diam Adrian Wilson memperhatikan Anita bersama Alana kecil sedang asyik-asyiknya bersenda gurau.

Seseorang mencolek lengan Adrian Wilson yang sedang menatap ke arah Anita.

"Sepertinya Alana perlu ibu pengganti, lebih baik kau pertimbangkan saja saran putri kecilmu itu, Adrian."

"Ehk ? Apa ?"

Adrian tampak terkejut kaget seraya menolehkan pandangannya kepada seorang pria berwajah sangar di sampingnya.

"Ayolah, jangan sembunyikan rasa kagum itu, kami bisa menangkap kesan suka darimu pada wanita cantik yang bersama Alana !"

"Apa yang sedang kau bicarakan ini, Tom ?"

"Memangnya aku salah bicara, tidakkan, jelas-jelas kau tertarik pada wanita bernama Anita itu, Adrian..."

"Kau ini bisa-bisanya bercanda, Tom !"

"Oh, tidak, aku tidak sedang bercanda sekarang ini, aku sangat serius, Adrian Wilson !"

"Kau bisa saja, Tom Goltam !"

"Hahahahaha... !"

Pria yang disebut oleh Adrian Wilson dengan sebutan Tom Goltam tertawa renyah sembari menepuk punggung Adrian.

Adrian Wilson menundukkan pandangannya seraya diam-diam melirik ke arah Anita Tumbler lalu tersenyum malu-malu.

Hampir sejam, mereka menghabiskan waktu bersama, tampak Anita beranjak bangun sembari mengajak Alana kecil mendekat pada meja makan dimana rombongan Adrian duduk sekarang ini.

"Apa kita pergi melihat penginapan atau kalian masih ingin berlama-lama disini hingga malam ?"

"Oh, ya, aku hampir lupa soal itu..."

Adrian mengedarkan pandangannya ke arah rombongan keluarga besarnya lalu bertanya pada mereka semua.

"Bagaimana menurut kalian, apa kita langsung menuju penginapan sekarang atau tetap disini sampai malam nanti ?"

"Hai, semua, bagaimana pendapat kalian ? Apa langsung ke penginapan sekarang atau masih ingin disini ?"

Pria bernama Tom Goltam menolehkan pandangannya kepada seluruh rombongan keluarganya, dan menanyakan pendapatnya pada mereka.

Beberapa dari anggota keluarga Adrian Wilson saling melempar pandangan.

"Ya, terserahlah saja, mana baiknya buat kita semua kalau aku masih ingin disini menikmati minuman ringan ini."

"Kalau yang lainnya bagaimana ?"

"Kami ikut denganmu ke penginapan, kami rasa sebaiknya segera istirahat seusai menempuh perjalanan jauh."

"Baiklah, kalau begitu kita berangkat saja ke penginapan sekarang."

"Yah, baiklah, kita pergi sekarang saja !"

Adrian mengalihkan pandangannya pada Anita Tumbler sembari bertanya.

"Apa letak penginapan jauh dari bar restoran ini, Anita ?"

"Tidak jauh, sangat dekat sekali dari lokasi sini, kita bisa berjalan kaki tiba kesana jika kalian berkenan."

"Oh, baiklah, kita jalan kaki saja, tapi kami membawa bus rombongan..."

"Ya, silahkan saja, mana baiknya buat kalian, naik bus juga boleh, jalan kaki juga silahkan, tinggal kalian yang memutuskannya bukan saya."

"Bagaimana kalau kita parkir bus rombongan di sini saja, dan selebihnya kita jalan kaki menuju penginapan ?"

Celetuk Tom Goltam memberi sarannya pada semua rombongan.

"Yah, baiklah, kami rasa juga itu suatu keputusan yang tepat bagi kita semua."

"Ya, aku setuju, kita jalan kaki saja ke penginapan sekarang."

"Baiklah, kita berangkat sekarang saja, Adrian !"

"Mari kita pergi sekarang juga !"

Sahut Adrian Wilson seraya menganggukkan kepalanya kepada seluruh anggota rombongannya.

1
Patricia Vernanda
kakek nih jeli juga ya ternyata 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya
Patricia Vernanda
srem juga tinggal di kota mati
Patricia Vernanda
saya sih penasaran dengan hewannya darimana dia muncul
Patricia Vernanda
ternyata anita tuh tajir juga ya 🤭
Patricia Vernanda
serem juga tinggal di gedung tua yak
Patricia Vernanda
monyet bukn nih primata
Patricia Vernanda
jadi teringat apa ya
Patricia Vernanda
🤭
Patricia Vernanda
nyaris sja mrreka nih 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya Anita bisa bersama mereka lagi meski beda situasi tapi setidaknya Anita dapat bertemu orang2 yang mirip dengan mendiang keluarganya
Patricia Vernanda
up thor 💪
sky 15
gak deh untuk kesekian kalinya
sky 15
Yailah, dah dikutuk ngapai nolong orang yang ngutuk kamu Anita...
sky 15
biar aja gak usah kembali dah daripada hidup terkutuk terus terusan
sky 15
Cinta yang membusuk
sky 15
hidup di kota mati yang gak ada apa-apanya seperti hidup di perantauan yang gak kenal siapa-siapa
sky 15
Dia benar-benar frustasi
sky 15
Bagaikan hidup tak mau mati pun segan bagi Anita Tumbler
sky 15
Gak bisa bayangkan bagaimana jadi Anita Tumbler...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!