NovelToon NovelToon
Merawat Majikan Lumpuh

Merawat Majikan Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Las Manalu Rumaijuk Lily

Indira termangu mendengar permintaan nyonya Hamidah,mengenai permintaan putra dari majikannya tersebut.
"Indira,,mungkin kekurangan mu ini bisa menjadi suatu manfaat bagi putraku,, mulai sekarang kamu harus menyerahkan asimu buat diminum putraku,kami tahu sendiri kan? putraku punya kelainan penyakit ." ujar nyonya Hamidah panjang lebar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Las Manalu Rumaijuk Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sate..

Tengah malam Indira terbangun.

perutnya terasa melilit,bukan karena sakit,tapi karena lapar.

Semenjak Indira dinyatakan hamil,frekuensi makannya semakin cepat.

baru dua jam makan,dia akan kembali lapar.

Belum lagi karena dia harus menyusui bayi besar tiga kali sehari,membuat asupan nutrisi yang dia makan harus dibagi tiga.

Satu untuk Calon anaknya,satu untuk asupan asi suaminya,dan satu untuknya.

Indira juga semakin doyan mengemil akhir akhir ini,bukannya tubuhnya semakin gemuk,malah semakin terlihat kurus.

Mungkin efek sering mual,membuat tubuhnya terlihat kurus juga matanya terlihat cekung.

Indira keluar dari kamarnya,menuju kamar ibunya.

Sejak Arjuna menyuruhnya pindah kamar ke sebelah kamar Arjuna,ibunya tidur sendiri.

ckleekk..!

Dengan hati hati Indira membuka pintu kamar ibunya.

Tampak ibunya tertidur pulas diranjang yang tadinya berbagi dengannya.

"Bu,,apa ibu sudah tidur?" Indira menggoncang pelan bahu ibunya.

Seketika Darsih terbangun,

Nduk,,kamu kemari? ada apa nak? kamu butuh sesuatu?" ibunya langsung duduk di tepi ranjang.

"Maaf ya bu,membuat ibu terganggu tidur."

Indira cengengesan.

"Tidak apa apa nak,,ada apa hmm? kamu butuh sesuatu?"

Indira mengangguk menanggapi pertanyaan ibunya.

"Aku lapar bu,,akhir-akhir ini bawaannya lapar mulu,," kekehnya malu malu.

"Itu hal biasa nak,,wanita hamil memang cenderung mudah lapar apalagi kamu bukan hanya hamil doang,kamu juga membagi nutrisi pada den Arjuna melalui asi mu,"

Darsih mengelus rambut putrinya penuh kasih.

"Bu, sebenarnya aku pengen makan sate,tapi ini sudah larut,lagipun mungkin penjual satenya sudah tutup kan?" Indira terlihat kecewa.

Mendengar itu Darsih menatap jam dinding yang bertengger di tembok,sudah pukul 12 malam.

"Kalau ngidamnya nggak diturutin anaknya bisa ileran loh,,bagaimana ini nduk?" Darsih tampak iba.

"Kalau begitu aku akan keluar membelinya bu,aku akan naik motor mencari penjual sate,siapa tahu masih ada yang buka," Indira terlihat bersemangat.

"jangan nak! bahaya!" cegah Darsih cepat.

"Nggak apa apa bu,,aku kan pandai bawa motor! aku tidak akan lama." Indira meraih jaketnya yang tergantung di balik pintu kamar ibunya,lalu memakainya.

"Kalau den Arjuna marah bagaimana nduk?" Darsih terlihat khawatir.

"Dia sudah tidur bu,lagipula Arjuna tidak akan tahu soal ini,," setelah memasangkan resleting jaketnya,Indira meminta uang pada ibunya,karena dompetnya ketinggalan dikamarnya.

"Hati hati ya nak,,jangan ngebut," Indira mengangguk.

Darsih mengantar putrinya hingga kedepan.

Dan Darsih juga akan menunggunya di sana sampai Indira balik lagi.

Baru juga menghidupkan motor,tiba tiba suara bariton menghentikannya.

"Mau kemana?"

Indira langsung termangu.

jantungnya berdegup kencang.

begitu juga dengan Darsih,terlihat takut dengan kedatangan Arjuna.

"Aku tanya,mau kemana?" ulang Arjuna sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana pendeknya.

"Mau beli sate mas,,sa-saya ingin makan sate." ucap Indira lirih,hampir berbisik.

Arjuna terdiam,menatap lekat gadis yang dinikahi siri itu lekat,dari ujung kepala hingga ujung kakinya.

Pakai jaket tapi hanya mengenakan celana pendek.

"Masuk!" titahnya mutlak.

Indira tidak bergeming,masih duduk diatas motor.

Keinginannya melebihi rasa takutnya pada Arjuna.

"Kamu tidak dengar?" ulang Arjuna dengan nada penekanan.

"Saya ingin makan sate,apa salahnya? saya tidak menyusahkan siapapun,,saya sendiri yang pergi membelinya,kenapa mas melarang saya? ini tidak adil untuk saya!" raung Indira protes.

"Bik! bawa Indira masuk!" Arjuna melirik Darsih.

"Baik den." Darsih langsung menyeret putrinya kembali ke rumah.

"Kamu memang manusia tidak punya hati! kamu jahat!" isak Indira menangis pilu.

"Sudah nduk,,jangan nangis lagi,,besok ibu akan belikan sate yang banyak untukmu," hibur Darsih.

Dia membawa putrinya ke kamarnya,

"Kamu duduk dulu,ibu akan membuatkan makanan untukmu,oke?"

Bujuk Darsih.

"Nggak usah bu,,aku tidak ingin makan yang lain,,aku mau tidur saja." Indira merebahkan tubuhnya di kasur ibunya,matanya masih digenangi air,dia masih menangis sesenggukan.

Indira yang belum benar benar dewasa tidak malu sama sekali menangis meraung raung.

"Aku membencinya bu! aku mau membunuhnya!" tangis Indira lagi.

Darsih hanya bisa menghela nafas panjang serays mengusap usap rambut putrinya dengan penuh kasih sayang.

"Lihat saja nanti! kalau aku sudah punya uang banyak,aku tidak akan menurutinya lagi."

"Benarkah? wahhh,,aku menantikan hal itu!" tiba tiba Arjuna sudah berdiri diambang pintu kamar Darsih dengan bungkusan ditangannya.

Indira menggigit bibir bawahnya,dia sudah ketahuan mengumpat pria itu.

tanpa berbalik badan Indira memejamkan matanya.

Takut?

tentu saja!

Siapa yang tidak takut dengan Arjuna?

"Bangun!"

Titah Arjuna.

"Tidak mau!"

Indira tidak mendengarkan perintah Arjuna,sudah kepalang ketahuan.

Hap!

Arjuna mengangkat tubuh Indira dari kasur lalu membawa nya ke kamar nya sendiri.

"Mas,,apa yang mas lakukan?" Indira terkejut sekali.

"Berpegangan lah jika kamu tak ingin jatuh." nada Arjuna begitu dingin,membuat Indira semakin takut.

Darsih mengekor dari belakang membawa bungkusan yang Arjuna bawa tadi.

"Duduk!" perintah Arjuna karena sesampainya dikamar Indira langsung berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Saya mengantuk tuan."

Indira tidak mau.

"Duduk kataku!"

Indira tetap tidak mau,sama saja,menurut pun tetap saja dimarahi,lebih baik membangkang saja sekalian.

Darsih meletakkan bungkusan itu di wadah.

"Keluar lah bik,aku yang akan mengurus Indira." usir Arjuna pada ibunya Indira.

"Baik Den,tapi tolong,,jangan terlalu keras pada Indira,,mood ibu hamil memang labil,,tolong bermurah hati lah padanya,," Darsih memohon untuk Indira.

Arjuna menatap tajam pelayan itu,karena banyak bicara.

Darsih buru buru keluar.

"Bangun atau aku sendiri yang membangunkan mu dengan caraku hah?"

"Saya tidak mau bangun! saya punya hak atas dirikuu!" jerit Indira dari balik selimut.

Arjuna mrnyibak selimut,lalu mendudukkan Indira dengan paksa.

mau tak mau akhirnya Indira duduk.

Wajahnya ditekuk masam,makanan yang diinginkan tidak tercapai dia makan.

Arjuna membuka bungkusan,tampak lah beberapa puluh tusuk sate.

aromanya membuat Indira semakin ingin melahapnya.

"Sata..!" pekiknya girang.

seketika melupakan kekesalannya.

"Habiskan!" titahnya sambil menyodorkan bungkusan itu kepada Indira.

"Terima kasih mas,,saya sangat menyukainya.

Indira melahap satenya tusuk demi tusuk.

Arjuna hanya bisa melihat betap bahagianya gadis belia itu menikmati satenya.

"Enak?"

"Sangat enak mas! tapi sayang,kurang pedas."

"Kamu sedang hamil kalau kamu lupa,ibu hamil tidak diperbolehkan makan pedas."

Indira mengerucutkan bibirnya menanggapi ocehan suami sirinya itu.

Sambel sate berwarna kekuningan itu belepotan disekitar bibir Indira.

Arjuna tidak tahan lagi untuk tidak membersihkan nya,pasalnya matanya sakit melihat hal begituan.

cup..!

Arjuna malah membersihkan area bibir Indira menggunakan lidahnya.

Arjuna menjilati habis sisa sisa saos yang menempel.

"Kamu makan seperti anak kecil saja," dengusnya setelah selesai membersihkan bibir Indira.

Indira mematung sejenak,lalu berucap santai,"saya memang masih anak kecil,,mas saja yang memaksa saya jadi dewasa,jadi calon ibu malah,,"

Arjuna tertegun mendengar jawaban Indira.

Ada benarnya juga ucapan gadis berhidung mancung itu.

Usianya masih 17 tahun,jalan 18 ,tapi dia sudah membuatnya menjadi dewasa,menjadi orang tua malah.

Awwhh..!

Indira meringis setelah selesai makan sate,juga minum air putih segelas penuh.

"Ada apa? perutmu sakit?" Arjuna terlihat khawatir.

Indira menggeleng.

"Bukan perutku,tapi dadaku yang penuh sesak,,airnya mendadak penuh." erangnya pelan.

Arjuna merangkak ke kasur,menyandarkan punggung Indira ke sandaran ranjang,lalu menyingkap pakaian Indira ke atas,kemudian berbaring di paha Indira menggunakan bantal agar tinggi,agar posisi kepala Arjuna sejajar dengan dada Indira yang montok.

Arjuna mulai menghisap nutrisinya dengan nikmat.

Suara tegukan itu terdengar nyaring di suasana hening saat ini.

bersambung...

1
Fitri Ani Silitonga
cerita novel ini sangat menarik, alur cerita nya bagus, tidak pernah bosan untuk baca novelnya karna alurn ceritanya menarik dapat di mengerti alur cerinta
Sila Lahi
lanjut thor ♥️♥️♥️
refinorman norman
up lagi Thor suka dgn cerita kamu ini
Sila Lahi
bakal seru ini ceritanya soalnya bakal kabur indiranya sama bi darsih mengawali hari baru tanpa tekanan♥️♥️♥️
Sila Lahi
semangat thor ♥️☺️
Las Manalu Rumaijuk Lily: terimakasih kk
total 1 replies
Fitri Ani Silitonga
thor kapan Arjuna menyatakan perasaannya pada Indira
semoga aja pernikahan Indira dan Arjuna di warnai cinta
mili
sampai kapan Indira d siksa thor
mili
aku berharap mereka akan saling jatuh cinta dan Arjuna gak egois lagi ke Indira
🇦 🇵 🇷 🇾👎
laki babi... jijik aq
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mudh"n.... hd lh wnt yg keras kau
refinorman norman
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
lama jijik aq
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kok mkin yak babi kau... lki monyet... gk tau dr...

klo gt gn kn cr pnculik kn hamidh.... tutup semua jalur indi dr ank kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
mili
seru
ria rosiana dewi tyastuti
bawa minggat aja sdh yah.....👍 biar kapok
🇦 🇵 🇷 🇾👎
Aq dkg ayh z lh...
refinorman norman
q mendukung mu ayah,,, 💪
Manis
good ayah.
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next... bikin risa gk jd nkh dong... yg blh nikh indi... ksian dy... hny di aggp pemuas obt bg juna... dmn rs ht mu kk yg nulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!