robi lihat jodohku calon masa depan gw. menunjuk ke arah cowo berseragam SMA
yang mana ege di sana banyak orang. Lo masih bocil aja udah jodoh jodoh segala. robi menoyor kepala puri.
puri tertawa di atas sepedah miliknya.
ayo balik bentar lagi mau ujan udah gelap. ajak Robi.
jangan tinggalin gw rob rob. ucap puri namun sebelum dia mengayuh sepedanya dia menoleh kembali ke arah anak cowo yang berseragam SMA itu.
kan katanya ucapan adalah doa maka dari itu gw mau ucapin itu biar nanti jodoh gw kaya dia kalau bisa dia aja tuhan.ucapnya dalam hati puri.
pagi hari yang cerah menyilaukan setiap mata yang melihatnya begitu pun dengan mata puri yang begitu terpesona dengan ke wajah rupawan sang anak laki laki yang dia sebut jodohku.
tutup mulut Lo laler masuk.robi menutup mulut puri dengan tangannya
sialan Lo mana ada laler di sini. lagian bibir gw nga terbuka juga. puri memukul lengan Robi
lagian Lo dari tadi liatin Mulu tuh cowo kenapa. tanya Robi
cowo itu yang gw maksud. ucap puri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyzi4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10
Robi yang baru selesai langsung duduk samping puri dan merebut botol minum yang ada di tangan puri.
Sedangkan Bimo kini sedang di pindahkan ke pinggir lapangan setelah cedera karena kakinya keseleo.
" Al maennya biasa aja dong, kaki gw sampe keseleo gara gara Lo. Lo kenapa sih, perasaan gw nga buat masalah sama Lo." ucap Bimo setelah tim basket selesai latihan.
Al hanya diam menatap lurus ke arah dimana di situ Neni puri dan Robi tengah bercanda
dera yang ikut menatap ke arah sana pun paham apa yang sudah membuat Al badmood.
" Al kalau Lo suka, mending Lo samperin jangan temen Lo yang jadi sasaran." ucap dera
Ali dan Bimo pun saling tatap dan. " maksud Lo apa? Suka sama siapa?"
" Lo masih belum paham bim. Yang semangatin Lo tadi siapa sampe Lo cidera sekarang." ucap dera.
" anjiiiirrrrr.... Lo suka dia Al. Kalau menurut gw yah, lebih baik nga deh. Dia udah punya cowo tuh cowo nya samping dia. Lo mau jadi pembinor." ucap Bimo
" mereka belum kawin cokkkkk...." ucap ali
" tapi masa seorang al mau rebutan cewe, yang malsih singel jugal banyak." ucap Bimo
" ini hati mennn.... Lo semua nga bisa lihat apa?" ucap dera menunjuk ke arah Al
" ini bukan urusan Lo semua." Al memilih pergi setelah latihan.
Karena Al sudah pergi kini semua ikut pergi. tim futsal pun ikut pulang setelah penyeleksian.
Bimo dan yang lain nya lagi duduk di atas motornya masing masing, saat melihat puri tengah bercanda dengan Robi.
Puri yang melihat Bimo pun berhenti. " Kaka yang tadi, gw minta maaf ya soal tadi gw cuman bercanda. Kalau pacar Kaka marah gw minta maaf."
" Lo harusnya tangung jawab." balas Bimo
" lah suruh tangung jawab. Ya udah gimana kalau gini Kaka yang tangung aku yang jawab." ucap puri
" Lo pikir beban di tangung segala." ucap Robi menoyor kepala puri
" ya kalau gw suruh tangung jawab gw harus gimana. Gw masih suka cowo masih normal gw." ucap puri.
" bukan itu...." sela Bimo
" terus apa?" tanya puri
" tangung jawab sama kaki gw, gara gara Lo. Ada api hati yang terbakar." ucap Bimo
" alay banget sih Lo...." ucap Robi
" udah.... Bimo Lo gw anterin, jangan dengerin dia ngomong nga jelas. Silahkan kalau mau pulang maafin temen gw." ucap Al
sedangkan Ali dan dera kini saling pukul mendorong. " kenapa Lo lepas gitu aja sih. Udah depan mata Al."
" ayo bim, gw anterin Lo balik." ucap Al
" terus motor gw gimana." ucap Bimo
" suruh Ade Lo aja ke sini, buat ambil tuh motor." ucap dera
" ribet banget Lo jadi orang." ucap ali
" gw cuma mau ingetin sama ucapin. Lo hati hati aja, semoga Lo selamat sampai rumah dengan keadaan baik nga bertambah." ucap dera.
" sialan Lo bikin gw takut aja." balas Bimo
" Al Lo nga akan buat kita mati di jalan kan. Gw masih pengen hidup." ucap Bimo menaiki motor Al
" nga... Lihat aja nanti." ucap Al langsung menarik gas motornya
membuat Bimo berteriak kencang..
Dera dan Ali pun tertawa menyusul motor Al yang sudah pergi.
puri kini sedang berkumpul dengan keluarganya berbincang dan bercanda di depan televisi
puri yang sebentar lagi akan ulang tahun pun request pada kakanya untuk membelikan dirinya sepedah.
Dani yang juga ingin sepedah pun ikut meminta pada kakanya.
Kakanya pun hanya mengangguk saja, namun dia pun memberikan syarat pada kedua adiknya.
Keduanya kompak langsung menyetujui syarat dari kakanya. Karena hanya menyuruh mereka untuk rajin belajar dan membatu ibu.
" kalau ke bapak minta apa?" tanya sang bapak.
" kalau dari bapak, minta liburan...." ucap puri.
" Pangandaran pak ke rumah Nene...." ucap Dani
" setujuu...." ucap setuju anaknya
" nanti kalau bapak ada libur ya, di perkebunan belum ada jatah libur buat bapak." ucap sang ayah
" iya pak kapan kapan aja." ucap puri
berbeda tempat Bimo dan Al kini tengah duduk di depan rumah orang lain.
" Al, ngapain kita ke sini." tanya Bimo
di sana tidak hanya ada mereka berdua, melainkan ada beberapa orang yang sama seperti Al dan Bimo mengantri untuk masuk.
" udah diem nanti juga Lo tahu." ucap Al
ponsel Al terus saja berdering membuat Al kesal. Al mematikan ponselnya karena Leni terus saja menelpon.
" kenapa Lo nga akan Al, cewe Lo kalau merepet sama berisiknya kaya mama Lo."
" dia bukan cewe gw." ucap Al
" terus siapa? Kalau bukan dia. Selama ini cuma dia yang nempel sama Lo." ucap Bimo
" hah...." Al menghela napasnya yang terasa berat.
" cerita aja kali Al sama gw. Janji nga bocor." ucap Bimo menepuk bahu Al
" awalnya gw risih banyak yang suka sama gw, saat itu gw nga mikir ke depannya. Leni kira gw nganggep dia pacar gw. Sebenernya gw nga ada suka sama sekali sama dia." ucap Al
" jadi maksud Lo, Leni cuma di buat agar cewe cewe nga deketin Lo doang gitu." tanya Bimo
Al pun mengangguk menyetujui ucapan Bimo.
" kasian anak orang Al, kenapa Lo nga ngomong aja sama si Leni." tanya Bimo
" udah gw bilang berkali kali, tetep aja dia masih kaya gitu. Gw udah muak, mama gw juga jodohin Mulu gw sama dia." ucap Al