Gadis bernama Fania yang rela menikah dengan sahabat kakaknya,tapi sayangnya hanya pernikahan settingan karna kesepakatan antara ricko dan reza yang sama sama menguntungkan bagi keduanya
Ricko dan reza adalah sahabat baik dari kecil,n mereka berhasil menjadi pengusaha sukses, dan suatu hari ricko mengalami masalah di perusahaannya dan butuh suntikan dana yang cukup besar.
Dan di sisi lain masalah juga menerpa Reza ibunya masuk rumah sakit dan koma,penyakitnya kambuh yang ternyata selalu memikirkan Reza yang tidak kunjung menikah ,karna hanya sibuk dengan pekerjaannya.
lalu bagaimana kisah selanjutnya..
yuks simak..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wawaarda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Tragedi kolam Renang
Reza bertanya pada pelayan di mana istrinya berada,sesuai petunjuk pelayan, Reza menuju kolam renang dimana Fania sedang berbincang bincang dengan seseorang lewat ponselnya, sesekali dia tertawa lepas, hingga membuat Reza penasaran bersama siapa Istrinya sedang mengobrol.
Sedang betbicara bersama siapa dia, hingga tertawa lepas seperti itu
Reza menghampiri Fania makin dekat hingga dia mendengar percakapan Antara Fania dan Satria orang yang tengah menghubunginya lewat ponsel.
Tiba tiba Reza merebut ponsel tersebut dan mematikannya.
"Kak Reza,, apa yang kakak lakukan,kenapa mematikan ponselku" fania mengernyitkan dahinya
"Siapa dia" tanya Reza ketus
"Temenku kak,, kembalikan, mana ponselku" ,Fania berusaha mengambil ponsel yang di pegang Reza, tangan Reza malah di arahkan ke atas,tapi tubuh gadis itu tidak mampu untuk menjangkaunya, Reza hanya tersenyum.
"kembalilan kak ponselku" Fania meloncat loncat untuk menggapainya, tangan Reza yang memegang ponselnya secara gantian ke tangan kiri dan kanan mengarah ke atas.
Karna posisinya di pinggir kolam,tubuh Fania tiba tiba tidak seimbang dan tergelincir lalu tubuhnya jatuh ke kolam.
BYYUUUURRRR...
"Aaaaaaaa"
Fania kecebur ke kolam,, dan karna tidak bisa berenang gadis itu berontak di dalam kolam.
Tapi Reza yang melihat nya hanya tersenyum bahagia,Ia tidak tau kalau Fania tidak bisa berenang.
Sebenarnya Reza hanya mengerjainya tapi malah membuat Gadis tercebur.
Lela yang melihatnya langsung berlari mendekat.
"Tuan sepertinya Nona tidak bisa berenang"Ucapnya panik
Reza melototkan Matanya..
"SIAAL"
Cepat cepat ia melepaskan sepatunya dan melempar Hp yang di peganya ke sembarang arah ,Reza langsung menyeburkan badannya ke kolam.
Reza sudah mendapati Fania tidak sadarkan diri,dan membawanya keluar dari kolam tersebut.
Semua pelayan berkumpul karna panik.
di letakkan Gadis itu di lantai sebelah kolam, lalu Reza menekan dada Gadis itu.
"Tuan coba beri nafas buatan" Ucap Edi sopir pribadinya
"iya Tuan" ucap pelayan yang lain.
"Kalian bilang APAA" .
Pria itu menekankan kalimat akhirnya.
"Cepat tuan,"Ucap Edi yang sudah memdekat ke arah tubuh Fania, sepertinya Lelaki itu tidak kalah paniknya
"CUUPPP"
Reza memberikan nafas buatan,, tapi tidak berhasil juga,, di tekannya lagi dada gadis itu,,dan di ciumnya lagi bibir mungil itu tapi tidak berhasil juga,
Fania bangunlah,,maafkan aku,,
Reza mengguncang guncang tubuh istrinya itu
Hingga Ciuman yang ke tiga memberinya nafas buatan, Gadis itu tersadar dengan memuntahkan air dari mulutnya.
Tanpa sadar Reza memeluk Fania,dan beberapa kali ia mengucapkan rasa syukur.
"Kak Reza" ucap gadis itu begitu lirih
Reza langsung melepaskan pelukannya tatapan mereka bertemu
"Ponselku mana"
"Bisa bisanya kamu masih memikirkan ponsel sialan itu"
ucap Reza dengan nada kesal
Ponsel sialan,, kamu yang sialan, karna kamu aku kecebur ke kolam
Fania sedikit cemberut lalu ia hendak berdiri, tapi tidak bisa karna kakinya terasa sakit mungkin sepertinya karna terkilir saat jatuh ke kolam tadi.
"Aaww" Fania meringis
"Kenapa" ,tanya Reza begitu panik
"Kakiku". Fania menunjuk kaki kirinya
Reza langsung melihat kaki kiri Fania, ternyata memar dan merah.
"Kenapa kalian masih diam, cepat panggil dokter", ucap Reza dengan sedikit teriak kepada para pelayannya yang sedari tadi hanya diam seperti penonton.
"Ba.. ba..baik Tuan" ,Ucap bik Inah langsung berlari hendak menghubungi dokter.
Reza langsung memopong tubuh Fania,karna istrinya itu tidak sanggup berjalan
"Apa yang kakak lakukan" ucapnya saat tubuhnya berada di gendongan Suaminya.
"Diamlah, bukankah kamu tidak bisa berjalan"
"Maksudku,,Apa yang kak Reza lakukan saat aku pingsan tadi"
Apa dia tadi menciumku,Aahh tidakkk,,, kalau benar,berati dia telah mengambil ciuman pertamaku ,hiks~Fania
Reza tidak menjawabnya, hanya Fokus berjalan sambil memopong tubuh Fania langkahnya saat ini sedang menaiki tangga.
"Kak Reza,, Apa yang kakak lakukan Barusan" tanya fania lagi
"Diamlah,, atau aku akan menciummu lagi", ucapnya ketus
Fania membulatkan matanya,,lalu tangannya menutup mulutnya, menatap Reza dengan molototkan matanya.
"APAA"
Reza berhenti sejenak menoleh ke Fania yang tengah di gendongnya, karna merasa di pelototi Fania.
Istrinya langsung menggelengkan kepalanya yang berarti tidak ada apa apa, bisa di artikan begitu.
Sesampainya di kamar gadis itu langsung di turunkan di sofa walau dalam keadaan basah kuyub
"Kak,, aku basah Semua aku mau ganti baju aja dulu, ke kamar mandi"
"Diamlah tetap aja di situ"
"Tapi sofanya basah"
"Jangan pedulikan sofanya"
Huh,, dasar, selalu berbuat semaunya
"Permisi tuan Tukang urutnya sudah datang Tuan", bik Inah datang bersama tukang urut yang ada di belakangnya.
"Kok Tukang urut bik, saya bilang Dokter"
"Tapi Tuan,"
Tukang Urut tersebut dan bik Inah tersentak, karna teguran reza.
"Jangan ngebantah". suara Reza meninggi
"Ba,, Baik Tuan"
Saat bik inah keluar kamar dan Tukang Urut tersebut hendak melangkah keluar mengikuti, tapi langkahnya terhenti.
"Hey,, kenapa keluar'' tukang urut tersebut membalikkan tubuhnya lalu menoleh ke reza
"Iya Tuan"
"Katanya mau mijat istri saya"
"Baik Tuan"
Lalu tukang urut itu mendekat ke arah Fania.
Ini orang kenapa sih, tadi marahin bik inah karna telah memanggilnya,,Aacchhh,,,, Aku sungguh tidak mengerti dengan jalan pikirannya ..~Fania
"Permisi ya Non" ucap tukang urut wanita tersebut yang umurnya sudah setengan baya.
"Hati Hati mbok" Fania sedikit meringis saat kakinya di pijat
"Aaww"
Gadis itu menjerit, hingga Reza yang tadinya duduk lalu berdiri mendekat.
"Kamu bisa pelan pelan gak sih", protes Reza ke tukang urut tersebut
"Baik Tuan, Maaf" , jawabnya
"Kak Reza,,gak papa, aku cuma reflek saja kok" ,
Marah marah mulu nih orang kerjaannya dari tadi ~Fania
"Gimana non?,coba gerakkan kakinya"
"Iya mbok,, udah mendingan ,nyerinya sudah agak menghilang"
Akhirnya mbok Sumi sudah selesai memijatnya dan
Seorang Dokter datang bersama bik Inah,
Kakiku sudah mendingam,, kenapa masih pakek dokter segala~ Fania
Lalu Reza menyuruh dokter tersebut memeriksa Fania.
Dan Fania hanya menuruti saja, karna percuma ngebantah, maka akan membuat Reza Marah.
___________________
Di keheningan malam Fania terdiam sambil tiduran, setelah kejadian tadi siang dia hanya di kamar, karna Reza tidak memperbolehkan keluar kamar,makan pun pelayan yang membawakannya ke kamar.
Fania yang tadi tiduran, dia memilih duduk dan bersandar disandaran ranjangnya. Kemudian mata Fania melihat ke arah Reza yang sedang sibuk dengan laptopnya mungkin sedang sibuk mengerjakan tugas kantor. Fania terus memandang ke arah Reza dan mulai memikirkan sesuatu.
lelaki aneh, bisa bisa nya dia sudah mengambil Ciuman pertamaku, coba lihat bahkan wajahnya terlihat tenang tenang saja setelah menciumku,Apa dia tidak merasa bersalah karna sudah menodai bibirku
Sampai tak terasa Reza selesai mengerjakan pekerjaannya, dan bodohnya Fania, gadis itu terus memperhatikan suaminya sampai Reza manaiki ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya.
"Kenapa", tanya Reza saat melihat Fanja terus memperhatikannya.
Sebenarnya dia sadar dari tadi Fania terus memperhatikannya, Tapi Reza hanya diam saja karena sedang fokua mengerjakan tugas kantornya.
"Nggak", jawab Fania cepat dengan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
Lalu Reza membaringkan tubuhnya untuk tidur dan dia mematikan lampu dengan remot yang ada di atas nakas, cuma lampu nakas yang menyala menerangi kamar tersebut.
Hening,tidak ada pembicaraan ,dan sepertinya Reza sudah tertidur.
"Kak,,Kak Reza"
"Hemm"
Ternyata dia blum tidur
"Hmmmmm,,, asal kaka tau, Ciuman itu ciuman pertamaku kak "
Reza yang tadinya tidur membelakangi Fania lengsung membalikkan badannya menghadap Fania.
"Aku tidak menciummu, Aku hanya memberimu nafas buatan" ,Jawabnya datar
"Itu sama aja,,Kak Reza telah menodai bibirku"
"Ck,, lagian gak dosa kan,kamu istriku yang sah"
"iihhh,, kak Reza jahat"
Fania langsung membalikan tubuhnya, membelakangi Reza dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
Dasar ,,kenapa mengambil kesempatan dalam pernikahan settingan ini ~Fania
Reza yang menyadarinya hanya tersenyum, ntah kenapa perasaannya begitu bahagia setelah mendengar ucapan Fania kalau ciuman itu ciuman pertamanya.
Kalau aku tidak melakukannya, aku akan kehilangan dirimu Fania ~ batin Reza
up...
up....
panjang kan???🤣🤣🤣🤣