NovelToon NovelToon
Kubalas Penghianatanmu Mass

Kubalas Penghianatanmu Mass

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh
Popularitas:226k
Nilai: 4.6
Nama Author: Ayuma Utari

"Aku ini kamu anggap istri bukan sih mas! Pulang kerja tidak pernah menyapaku, langsung main HP sampai lupa waktu, waktu sholat pun kau lupa" sentak Andin. "Diam kau! Aku ini lelah bekerja, pulang2 malah denger kau ngomel? Tak tau diri! Ini rumahku! Ini kehidupan ku, kau cuma numpang tak usah mengatur ku" jawab Firman tak mau kalah.
Deg
Andin terkejut dengan penuturan suaminya. Apa dia bilang? Ini rumahnya? Hah yang benar saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuma Utari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Firman semakin gila

Lagi dan lagi, Firman pulang tengah malam.  Bahkan sekarang lebih malam dari biasanya. Entah apa yang dilakukannya di luar bersama g*ndiknya itu.

Andin sendiri begitu malas hanya untuk mengecek HP firman.

Setelah malam itu, Andin berusaha untuk bisa membajak HP firman. Ia hanya akan melihat berapa saja uang yang sudah suaminya keluarkan untuk wanita itu. Tentang chat nya? Andin sama sekali tidak ingin tahu.

"Eh eh sayang kamu belum tidur? " Firman sungguh terkejut saat mengetahui istrinya ternyata belum tertidur.

Tidak, Andin tidak menjawab, ia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan suaminya. Sungguh ia sebenarnya sudah sangat muak dengan apa yang dilakukan suaminya.

"Aku mau ngomong mas, dua hari lagi aku mau pulang ke rumah ibu bapak. Katanya Fara kangen sama opa dan oma nya"

Firman menghentikan langkahnya menuju kamar mandi "Kenapa tiba-tiba sayang? Maksudku, mas tidak bisa ikut. Kamu nginep berapa hari? "

"Entahlah, senyamannya Fara nanti. Kamu gapapa kalo ga ikut" ujar Andin dan segera membelakangi suaminya dan bergegas mengarungi alam mimpi.

"Kalo Andin ga di rumah. Bisa ngajak Shela buat kesini" batin Firman yang terkikik geli dengan rencananya.

**

"Pa, kenapa mama jadi kepikiran banget ya sama adek? "Ucap bu Margareth pada pak Budi, suaminya. Di saat mereka berdua sedang bersantai di sebuah gazebo taman. Belakang rumah mereka.

Memang Andin jika di rumah ini akan sangat dimanja, terlebih karena ia adalah anak bungsu.

"Perasaan mama aja kali, insyaallah adek baik2 aja disana ya" pak Budi berusaha menjaga perasaan istrinya.

Sebernarnya ia tahu, ada yang tidak beres dengan pernikahan putrinya. Namun ia tidak mau memberi tahu istrinya.

Istrinya itu memiliki riwayat asam lambung yang lumayan parah. Jadi sedikit saja ia merasa stress kemungkinan besar lambungnya akan kambuh. Dan ia tak mau mengambil resiko tentang kesehatan kecintaannya itu.

Ia akan diam-diam mengirimkan beberapa body guard ke rumah putrinya. Demi menjaga sesuatu yang tidak di inginkan.

**

Dua hari berlalu, hari ini saatnya Andin dan Fara menuju ke kediaman orangtuanya.

Kebetulan sekolah Fara sedang mengadakan ujian untuk kelas 6 jadi untuk kelas 5 sampai Kelas 1 diliburkan sementara. Mungkin sampai satu minggu.

Pagi itu

"Naik apa kamu ke rumah orangtuamu? " ibu Winda bertanya pada Andin yang sudah siap dengan segala perlengkapannya.

"Naik mobil travel bu, sebentar lagi dateng kayanya, mas Firman juga lagi sibuk di kantor, jadi tidak bisa nganter"

"Iya lah. Suaminya itu kerja cari uang. Kalo cuma pulang ke rumah orangtuamu ya kamu bisa sendiri kan" ucapnya yang langsung masuk kembali ke dalam rumah. Tanpa mau menunggu mobil jemputan yang akan mengantarkan menantunya.

"Cuma pulang ke kampung aja belagu, pake naik travel, naik bis juga bisa, ngabisin duit anakku aja" cibir bu Winda di balik pintu.

15 menit kemudian mobil travel yang dipesan Andin telah sampai di pekarangan rumah. Ia dan Fara segera naik.

Perjalanan yang memakan waktu hingga 3 jam itu akhirnya terbayarkan dengan sampainya Andin di kediaman orangtuanya.

"Assalamu'alaikum " teriak Andin di depan rumah. Rumah megah dengan 2 lantai itu menjadi saksi Andin dibesarkan oleh orangtuanya.

"Buu, ini rumah siapa? Rumah kakek dan nenek kan bukan ini? "

Fara pernah sekali Andin ajak bertandang ke rumah orangtuanya waktu itu bersama Firman. . Bukan, bukan milik orangtuanya. Itu hanya milik salah satu pembantu di rumah orangtuanya.

Pak Budi sengaja meminjam rumah sederhana milik pembantunya demi mengetes menantunya. Apakah masih mau menerima putrinya jika keadaan ekonomi mereka di bawah rata-rata.

Benar firasat pak Budi, selama di rumah sederhana tersebut, Firman selalu menunjukkan ketidak nyamannya. Ia selalu merengek pada Andin untuk segera pulang.

Andin hanya tersenyum membalas pertanyaan putrinya.

"Walaikumsalam, sebentar" terdengar sautan dari dalam rumah.

Alangkah terkejutnya bu Margareth begitu mengetahui siapa tamunya. Tanpa aba-aba ia segera menghamburkan diri memeluk putrinya.

"Siapa sih ma? Kok tidak di ajak masuk? " tanya pak Budi yang masih di dalam rumah.

Sama dengan istrinya. Ia pun juga begitu terkejut melihat kedatangan putrinya beserta cucu perempuannya.

"Padahal baru kemarin mama tiba-tiba kangen sama kamu nakk" tangis bu Margareth sambil memeluk Andin.

"Haha, berarti firasat mama nyampe dong ke Andin. Andin juga kangennn banget sama mama" ia membalas pelukan mama nya dengan erat.

Setelahnya ia memeluk papa nya dengan tak kalah eratnya.

"Ohh cucu omaaa" ucap bu Margareth yang langsung menggendong Fara.

Sama halnya dengan pak Budi, ia pun juga segera memeluk cucunya.

"Ayo masuk nak. Ibu akan menyuruh bibi untuk masak yang banyak buat kalian"

"Mamaa gausah repot, aku sama Fara udah makan kok tadi"

"Apanya yang repot udah kamu cukup istirahat aja"

Saat mama nya sedang sibuk di dapur, Diam-diam Pak Budi mengajak Andin untuk berbicara serius.

"Apa ada masalah dengen pernikahanmu? " tanya nya to the point.

Degh.

"Darimana papa tahu? " batin Andin. Ia cukup terkejut dengan pertanyaan papa nya. Pasalnya, ia sagat menutup rapat masalah yang dialaminya. Apa diam-diam papa nya ini mengirim orang untuk me mata-mata i selama ia berada di rumah bersama suaminya. Entahlah. Ia akan semakin pusing jika memikirkannya.

"Kakakmu, Dewa, ia sudah menikah dan memiliki anak laki-laki berusia 3 tahun. Namun ia sekarang menetap di Jepang. Istrinya asli Indonesia. Namun yaa. Kakakmu lebih memilih di Jepang karena ada pamanmu" jelas pak Budi tiba-tiba.

Setelah Andin memutuskan menikah dengan Firman 8 tahun lalu, ia memang tidak pernah berkomunikasi dengan kakak laki-laki nya itu. Entah bagaimana kabar kakaknya. Sesungguhnya ia sangat merindukannya.

Bagaimana pun ia hanyalah seorang adik yang begitu manja dengan kakak laki-laki nya.

Dan sekarang kakaknya itu telah menjadi seorang ayah.

"Maaf Pa" hanya kata itu yang muncul dari bibir Andin.

"Jangan sungkan kalau kamu mengalami sesuatu yang buruk, papa akan selalu jadi garda terdepan buatmu, yasudah kita makan? Mama mu sepertinya sudah selesai menyiapkan makanannya" ucap pak Budi sambil merangkul pundak putrinya.

Sesampainya di meja makan, terlihat Fara begitu antusias dengan menu-menu yang sudah disiapkan oleh Oma nya. Terdapat opor ayam, ayam goreng, ikan panggang dan tak ketinggalan sayur bening kesukaan Andin. Tak lupa juga sambal terasi.

"Mama, kenapa tiba-tiba banyak makanan. Tadi katanya belum disiapkan"ujar Andin heran begitu melihat banyak sekali makanan yang tersaji di meja.

"Sebelum kamu datang, mama memang sudah memasak opor dan yang lain. Entah kenapa papamu tadi meminta mama masak banyak. Yaudah mama nurut aja. Dan tadi mama cuma nyuruh bibi buatkan sayur bening kesukaan kamu juga sambal terasi nya, ayo makan. Tuh Fara sudah habis dua paha ayam" kekeh mama Margareth.

"Aku gabisa makan banyak maa, lihat badanku" tunjuk andin pada perutnya yang sudah sebesar bola basket.

"Halah mumpung di rumah mama. Gausah diet. Besok aja dietnya. Wong kamu juga pasti capek dari perjalanan jauh" mama margareth langsung saja menarik tangan Andin untuk duduk di kursi.

**

"Sayang, kamu serius istri gendut mu itu lagi ke luar kota? Nanti malam jadi dong kamu jemput aku? "

"Jadi dong sayang, biar kita bisa puas-puasin disini. Ngga kaya di kamar kos mu yang sempit itu"

"Alah kamu sempit-sempit juga doyan"

"Pokonya kalau sama kamu aku selalu doyan dimanapun"

Setelahnya Firman mematikan sambungan teleponnya dengan Shela.

Ia begitu tak sabar untuk membawa Shela masuk ke dalam rumahnya. Sungguh sekarang si joni benar-benar minta dibebaskan.

1
Hana Marlina
lanjut dong Thor bgs cerita nyh🙏🙏
Hana Marlina
kluarga bejat semuah😄😄😄
Hana Marlina
kluarga tukang selingkuh semuah🤭🤭🤭
Hana Marlina
semoga Andin berjodoh sama alex
Hana Marlina
mampus Winda emang enak lo
Hana Marlina
laki laki terbodoh km firman
Hana Marlina
jgn sampai ada kendala bwt andin
Hana Marlina
pecat ajh pak alex biar tau rasa
Hana Marlina
suami gk tau diri
Hana Marlina
belangsak lg km firman🤣🤣🤣🤣
Hana Marlina
pidiyo itu udah cukup bukti Andin mau bukti ap lg
rian Away
AKU YANG AKAN MEMBUNUH MU DULUAN JALANG🤭
Linda Liddia
Muak bener sama maknya firman ini
ros
lanjut thor
Titien Prawiro
sebentar lagi jadi gelandangan
SUPRI YATMI
menyimpan dendam itu tdk baik mbak Retno, maaf kanlah adikmu, bagaimn kalo nanti karma itu menimpamu mba Retno, lapangkanlah dadamu, km hrsnya bersyukur terbebas dari penyakit yg sugeng hadapi, coba kalo sugeng msh sm km mba pasti deh ikut tertular,
💝F&N💝
knp lama up nya. sampai lupa alur serta nama tokohnya
Nata Abas
ia kak paham kak sesama ibu2..
Whatea Sala
Aku kok baca nya gak betah ya...laa Andin biasa aja gak ada gregetnya,mau nunjukin apa ke keluarga suamimu tetap aja jadi babu,sekarang suamimu bawa selingkuhan ke rumah,sekalian layani semua orang yang ada di rumah itu.
Whatea Sala
Klu mau merubah hidup setidak nya pergi dulu dari rumah itu,gugat cerai dan video penggerebekan bisa untuk bukti,hidup jangan di bikin sulit,kasihan Fara...terus melihat hal yang tak seharusnya,jaga mental anakmu mbakayune😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!