Nayla, gadis yang dibesarkan di panti asuhan harus bekerja keras memenuhi kebutuhan adik-adik pantinya. Suatu hari dia bertemu dengan wanita kaya raya yang menyuruhnya untuk menikahi putranya.
Awalnya Nayla menolak, karena dia sudah berjanji pada teman masa kecilnya. Tapi karena suatu keadaan dia terpaksa menyetujuinya.
Akankah kehidupan rumah tangga Nayla bahagia, ketika rumah tangga yang di bangun berusaha di rusak oleh sang mertua yang awalnya menjodohkannya?
Bagaimana nasib Nayla, saat sahabatnya berubah menjadi musuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari terakhir
Orang itu terus berlari sambil melihat sekelilingnya, berharap bertemu dengan sang PUTRI.
Orang itu adalah Alvin, sejak dua tahun yang lalu dia terus menerus mencari keberadaan PUTRI. Dia ingin memenuhi janji yang dia ucapkan kepada PUTRI semasa kecil.
Alvin datang pertama kali saat ulang tahun PUTRI yang ke 20 tahun, tetapi waktu itu dia datang terlambat karena tepat di hari ulang tahun PUTRI yang ke 20 ayahnya meninggal. Dan dia baru bisa datang setelah acara tahlilan ayahnya selesei.
"PUTRI... PUTRI..." teriak Alvin, dia berharap PUTRI yang dia maksud mendengarnya.
Setelah hampir 15 menit tidak ada tanggapan, akhirnya Alvin memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut.
Alvin masuk ke dalan mobil miliknya. Tidak seperti biasanya, hari ini Alvin datang ke gedung itu dengan mengendarai mobilnya sendiri karena kebetulan dia ada meeting di sekitar tempat itu. Jadi ibunya tidak akan tahu kalau dia mampir ke gedung bekas panti asuhan tersebut.
Alvin membuka surat dari PUTRI dan mulai membacanya.
*Untuk teman kecilku PANGERAN
Pangeran, tadinya aku sangat berharap jika janjimu padaku dulu bisa menjadi kenyataan.
Sejak hari kamu mengucapkan janji itu, sejak itu pula aku selalu menunggu kedatanganmu. Aku berharap aku benar-benar bisa menikah denganmu. Tapi sepertinya kamu tidak di takdirkan untuk menjadi jodohku.
Pangeran, aku tidak bisa lagi menunggumu karena suatu alasan aku terpaksa harus menikah dengan orang lain. Tolong maafkan aku!
Aku harap, jika memang ada kehidupan kedua aku ingin di takdirkan menjadi istrimu kelak.
Selamat tinggal Pangeran, semoga kamu bahagia. Aku kembalikan kalung pemberian darimu, karena aku tidak berhak menyimpannya.
PUTRI CENGENGmu*.
Alvin menatap kalung dengan liontin berbentuk bintang yang ada di dalam surat tersebut.
"Putri, bagaimana aku bisa mengenalimu saat kita bertemu nanti?"
Alvin memasukkan surat tersebut ke dalam tas miliknya. Dia menenggelamkan kepalanya di atas stir mobilnya dan memejamkan matanya.
Beberapa menit kemudian, dia menghidupkan kembali mobilnya dan meninggalkan tempat itu.
Dari arah lain Nayla datang, dia kembali menemui satpam penjaga.
"Lho Neng kok ternyata masih di sini? kirain Bapak Neng sudah pulang."
"Tadi Nay melupakan sesuatu Pak jadi Nay kembali masuk" jawab Nayla
*flash back..
Tidak lama setelah Alvin masuk, Nayla kembali tapi saat itu di pos tidak ada yang jaga.
Nayla memilih jalan memutar untuk ke tempat biasa dia bertemu dengan pangeran dulu. Karena dia berfikir ini adalah hari terakhirnya melihat panti ini, jadi dia ingin berkeliling sebentar untuk mengenang masa-masa kecilnya dulu.
*flash back off.
"Baru saja PANGERAN yang Neng cari pergi, sekitar 15 menit yang lalu.Dia juga sepertinya mencari Neng" satpam itu memberitahu.
"Apa!!! Lalu sekarang dimana dia Pak?" tanya Nayla.
"ke arah sana Neng" jawab si satpam sambil menunjukkan arah dengan telunjuknya.
Nayla segera berlari ke arah yang di tunjuk satpam tersebut.
Namun begitu Nayla tiba, tidak ada siapapun di sana. Dia hanya melihat mobil sport warna hitam yang baru saja meninggalkan tempat itu.
Tetapi Nayla tidak begitu jelas melihat plat mobil tersebut.
"Mungkin kita memang tidak berjodoh PANGERAN, bahkan saat kita di tempat yang sama Tuhan tidak mengizinkan kita untuk bertemu" gumam Nayla.
Dengan langkah gontai Nayla berjalan menuju halte. Setelah menunggu kurang lebih selama 10 menit akhirnya bis yang dia tunggu datang juga.
Nayla duduk di sebelah jendela, dia menatap panti asuhan itu yang terlihat semakin jauh.
"Selamat tinggal PANGERAN"
suka banget, walopun sebel banget sama karakter Vita di novel ini.. 😡
semoga sehat selalu ya kak..
mau baca karya2mu lainnya, bikin nagih soalnya..
semangat terus untuk berkarya ya kak.. 💪🏻😘🥰
APA -APAAN INI ???!!!
semoga bs baca ampe tamat.