Berkali-kali Velly Alexander (26 tahun) mengungkapkan perasaannya pada seorang pria. Velly tergila-gila, pada pesona seorang David Stuart (33 tahun). Yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Berkali-kali juga, David tak peduli dengan apa, yang dikatakan Velly.
Namun seiring berjalannya waktu, Velly yang tak pernah bosan mengejar cinta David, membuat David pun semakin dekat dengan Velly. Tentu saja, awal yang indah bagi Velly. Perhatian David membuat Velly akhirnya, menganggap hubungan mereka, seperti sepasang kekasih. Sementara David, tak pernah menyatakan, bahwa hubungan mereka lebih dari teman. Pada akhirnya, entah mengapa David berusaha menghindari Velly. Membuat Velly merasakan kekecewaan lagi dan lagi. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah memang David, tak memiliki perasaan apapun pada Velly selama ini? Di kisah ini, masa lalu David dan Velly akan hadir. Apakah mereka sebenarnya berjodoh? Yuk kepoin novel ku yang kedua ini guys. Jangan lupa like dan komen nya ya. Love you readers🌷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Octa_since, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#10
Masih di kediaman David..
Velly melihat, wajah David yang pucat. Memang benar, David tidak sedang bergurau. Seketika, Velly melupakan tentang hatinya yang baru kecewa tadi. Lalu Velly memegang lengan David, terasa hangat.
“Dav badan mu hangat banget!”kata Velly bingung.
“Sebentar! Aku ambil air dingin dulu ya,”kata Velly dan berlalu untuk mengambil air dingin. Dia akan mengompres tubuh David yang terasa hangat itu.
5 menit kemudian, Velly kembali lagi ke kamar David dengan terburu-buru.
“Sini Dav, aku kompres dulu kamu ya,”kata Velly dengan lembut.
Velly pun melakukan nya dengan telaten, dia sudah seperti istri David.
“Aku akan disini temani kamu, sampai suhu badan mu turun,”kata Velly dengan penuh perhatian.
David bisa melihat, apa yang di lakukan Velly padanya. Entahlah, dia lagi-lagi menepis sesuatu dari hatinya. Ya, walaupun dia sudah berjanji untuk tidak cuek. Akan tetapi, dia juga tak menganggap hubungannya dengan Velly lebih dari teman.
“Kamu kok mau sih repot?”kata David lemas.
“Aku mencintaimu, aku ga mau orang yang ku cintai sakit,”kata Velly terus terang.
David merasakan debaran di hatinya, tapi lagi-lagi dia menepis debaran itu.
“Udah kamu pulang aja! Nanti aku juga sembuh, aku cuma kelelahan bekerja,”kata David seperti mengusir Velly.
“Kamu ya, selalu keras kepala! Udah, kamu tidur aja! Aku yang jaga kamu disini. Eh? Kamu udah makan Dav?”tanya Velly pelan.
“Aku ga selera,”ucap David dengan menggelengkan kepalanya.
Velly pun menghembuskan nafasnya, dia melihat ada makanan yang disediakan pelayan di meja yang ada di samping ranjang.
“Kamu harus makan! Biar ada tenaga Dav!”seru Velly. Lalu Velly mengambil makanan itu, dan dia akan menyuapi David.
“Ayo makan dulu,”kata Velly yang sudah mengarahkan sendok ke mulut David.
“Aku bilang, aku ga selera Vell!”kesal David walau dia lemas.
“Jangan membantah! Kalau ga, aku cium kamu nanti!”ancam Velly membuat David seketika membuka mulutnya.
“Nah gitu dong! Kamu harus di ancam dulu baru bertindak!”seru Velly.
David pun heran, kenapa dia jadi berselera makan karena di suapi Velly. Padahal, dia dari tadi tak ada niat menyentuh makanan itu.
“Nah kan habis juga, kamu sih suka ga nurut!”kata Velly dan benar, David mampu menghabiskan makanan itu.
“Ayo, aku bantu kamu duduk sebentar biar minum. Habis itu kamu minum obat ya,” kata Velly yang sudah seperti istri David.
David pun menurut, tentu saja dia pun heran. Bagaimana bisa karena Velly, dia mulai merasa enak badannya. Apa memang David kurang perhatian? Atau, memang dia butuh orang yang seperti Velly?
“Kamu pinter banget sih makan obatnya,” puji Velly seakan memberi semangat pada David.
Lalu David membaringkan dirinya lagi di ranjang. Dia terus melihat Velly, lagi-lagi hatinya berdebar.
“Nah! Kamu tidur dan istirahat ya? Nanti kalau badan kamu aku liat sudah mendingan, baru aku pulang,”kata Velly lembut dan tersenyum. Makin berdebar hati David saat ini, karena melihat senyuman Velly.
“Oh hatiku! Tolong diam sebentar!”batin David berbicara.
Velly duduk di samping ranjang David, dan memijit kepala David dengan lembut. Dia sangat telaten, merawat David. Dan itu bisa di rasakan oleh David sendiri.
“Tidurlah!”kata Velly pelan dengan memijit kepala David.
David pun mulai mengantuk, karena nyaman dengan pijatan Velly. Lalu ,Velly pun tiba-tiba ikut mengantuk. Velly tertidur, sambil duduk dan menyandarkan pungungnya.
30 menit berlalu, David terbangun sementara Velly masih tidur. David melihat Velly yang sedang tidur, sambil duduk disampingnya. Ada rasa nyaman di rasakan David saat ini. David bergerak hendak memegang tangan Velly. Tiba-tiba Velly merasa tergangu dan bangun.
“Kamu kok sudah bangun?”tanya Velly pelan dan memegang kening David.
“Maaf ya aku ketiduran,”kata Velly lagi pelan.
David tak menjawab, karena hatinya masih berdebar. Dia ingin menenangkan hatinya dulu.
“Hmm..sepertinya badan kamu, sudah ga terlalu hangat,”kata Velly mengecek lengan dan kening David.
Lalu, Velly pun ingin segera beranjak dari ranjang David. Dan tiba-tiba..
“Dav!”seru Velly karena David langsung menarik pinggang Velly, hingga berbaring disampingnya.
“Mau kemana?”tanya David tiba-tiba. “A..ku mau turun dari ranjang kamu,”Velly gugup karena perlakuan David.
Wajah mereka berhadapan, Velly dan David saling memandang. Tentu saja Velly merasa gugup setengah mati.
“Aku mau turun!”seru Velly tiba-tiba yang sadar dengan posisi mereka.
David tetap menahan pinggang Velly, seakan dia tak ingin Velly pergi.
“Disinilah sebentar,”kata David lagi yang membuat Velly gugup.
Velly diam dan tak berkata apapun, dia dan David tetap saling menatap. Entah dorongan dari mana, Velly tiba-tiba menyentuh wajah David. Tapi Velly tetap diam tak berkata apapun. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Lalu David pun memegang tangan Velly yang berada di pipinya. Mereka berdua tetap diam tak berbicara. Lagi-lagi Velly duluan bertindak. Velly pun mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi dengan David. Dan seketika…