Apa jadinya jika seorang Ustadz mencintai gadis yang di anggap hanya gadis biasa tapi ternyata penuh dengan rahasia dan yang paling penting dia adalah seorang Mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Kecelakaan
" Ana bukanya tadi kamu berangkat nya naik taksi ya, " tanya Sasha saat mereka ada di kantin
" iya, emang kenapa, " jawab Ana dan balik bertanya
" bagaimana kalau nanti kita jalan dulu lagian nanti kita pulang cepet , " ajak Sasha
" emm, baiklah " jawab Tasya
" Hai gadis kampung" teriak Enjel yang tiba-tiba datang
" maaf kami bukan gadis kampung " jawab Tasya
" oh ya, Rina dan nada kemarin aku lihat orang kampung ini masuk hotel loh, mau apa ya" ? ucap Enjel pada temennya
" benarkah, apa yang dia lakukan, " ? tanya Rina
" Nggak tau sih , tapi jangan-jangan dia pergi sama om-om lagi, buat uang jajan kan dia orang susah " ucap Enjel menghina Tasya
" oh jadi kemarin dia melihatku di hotel, " ucap Tasya dalam hati
" dasar wanita pemuas om-om " ledek Enjel
sementara Tasya hanya diam tak menanggapi Enjel, karena tidak di hiraukan oleh Tasya, Enjel menjadi kesal dan pergi meninggalkan Tasya dan teman-temannya dengan wajah kesal
" Ana emang bener yang di katakan Enjel" tanya Sasha
" bener, aku kemarin emang dari hotel " ucap Tasya
" kamu di sana ngapain " jangan bilang kalau yang di katakan oleh Enjel benar ya" tanya Ika
" apa sih kalian, kalian percaya pada domba betina itu " tanya Tasya
" ya enggak sih, terus kamu ngapain di sana, " tanya Ika
" aku tuh nemenin bu bos " ucap Tasya bohong
" Bu bos, " ? tanya Ika bingung
" iya bos ku itu ngajakin aku untuk nemenin dia, ya aku kan nggak mau buang kesempatan, kapan lagi aku bisa tidur di hotel bintang lima , hehehe " ucap Tasya sembari tersenyum
"oh gitu, wah enak dong, gimana rasanya" tanya Sasha
" rasanya sungguh luar biasa " ucap Tasya meyakinkan
" hahahaha kamu ada-ada saja " tawa Sasha
" udah yuk masuk, kayak nya kelas sudah mau di mulai " ajak Tasya
" yuk.. " jawab Sasha dan Ika bersamaan
mereka pun segera masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran
setelah dua jam berlalu kelas pun selesai mereka bertiga hendak pergi jalan-jalan, mereka keluar dari kampus ke jalan raya untuk nungguin bis, terlihat di pinggir jalan yang berbeda terlihat Fahmi yang ingin menyebrang ke arah mereka bertiga
" eh tuh lihat pak Fahmi , kalau di lihat-lihat pak Fahmi tuh ganteng banget ya " ucap Sasha
" apa sih " jawab Tasya
" emang kamu nggak tertarik apa? sama cowok yang super ganteng kaya pak Fahmi " susul Ika
" kalian tuh ya pada norak kali" jawab Tasya
Tasya melihat kearah Fahmi dengan tatapan kagum Sasha dan Ika yang melihatnya mengedip-ngedipkan mata nya
" ya emang bener sih kalau di lihat -lihat pak Fahmi emang ganteng sih " guman Tasya
Tasya mengalihkan pandangannya dilihatnya mobil dari jarak yang tak jauh sedang berhenti dan siap untuk jalan, Tasya masih tak curiga namun saat Fahmi berjalan ingin menyebrang jalan tiba-tiba mobil itu berjalan dengan cepat akhirnya Tasya sadar bahwa mobil itu berniat untuk menabrak Fahmi
" gawat " ucap Tasya
" apa yang gawat " jawab Sasha ke arah Tasya yang sudah berhambur lari untuk menyelamatkan Fahmi
" pak Fahmi awas" teriak Tasya
BRAK............
" Ana......!!!!! teriak Sasha dan Ika bersamaan saat melihat Tasya yang sudah terjatuh pas di pelukan Fahmi dalam keadaan sudah tak sadarkan diri
" Ana... Ana bangun Ana" ucap Fahmi sembari menepuk-nepuk pipi Tasya
" aku mohon bangun Ana " ucap Fahmi masih memeluk Tasya dan tak terasa air mata nya mulai mengalir
entah apa yang membuat Fahmi merasa sangat takut kehilangan Tasya
" bangun Ana " ucap Fahmi dengan teteskan air mata nya
" pak bawa ke rumah sakit pak cepat " ucap Sasha
Fahmi langsung mengangkat tubuh Ana dan di bawanya ke mobil Fahmi yang masih di parkiran kampus, sedangkan Sasha dan Ika terus membuntuti Fahmi yang menggendong Tasya
Fahmi membawa Tasya ke rumah sakit Natas hospital yaitu rumah sakit milik Tasya
" suster, dokter tolong " teriak Fahmi sembari menggendong Tasya
suster pun datang dengan mendorong brangkar dan segera membawa Tasya ke UGD
" bukankah ini, " ucap salah satu suster itu
" apa anda mengenalnya " tanya Fahmi
" eng..... gak " jawab suster itu yang sudah sadar dengan peringatan Tasya bahwa saat dia tak memakai baju dokter mereka di suruh untuk seolah-olah tidak mengenal nya
" cepat panggil dokter Nadira " ucap salah satu suster
"Tasya pun sudah di ruang UGD, dan tak lama dokter Nadira masuk
" dokter tolong selamatkan Ana " ucap Fahmi yang sangat khawatir dan merasa sangat kacau
" baik saya akan berusaha untuk menyelamatkan nyA" ucap dokter nadira
dan langsung Masuk
" Astaga ,,,!!!!dokter Wilona, !!!" ucap Nadira setelah melihat Tasya
" kenapa sampai seperti ini apa yang terjadi " ucap Nadira sembari memulai memeriksa keadaan Tasya
" aku nggak apa-apa Nadira " ucap Tasya yang masih menutup matanya
" dokter baik-baik saja " tanya Nadira
" hehehehe " aku hanya lelah, jadi aku pingsan " ucap Tasya
" dokter ini membuat ku khawatir aja" ucap Nadira
"Nadira tolong ambilkan obat ku di kamarmu, dan harus kamu yang mengambilnya, aku nggak mau sampai ada yang salah gunakan obat itu setelah mereka tau, " pinta Tasya
" baiklah " jawab Nadira dan segera keluar untuk mengambil obat yang di minta Tasya
obat itu adalah obat yang di buat oleh Tasya sendiri, obat yang sangat mujarab, dan tak semua orang bisa meminumnya tanpa izin dari Tasya sendiri
" bagaimana keadaan Ana dok " tanya Fahmi setelah Nadira keluar
" dia baik-baik saja dan sekarang dia sudah sadar , kalau kalian akan menemuinya silahkan tapi jangan banyak bicara karena pasien harus banyak istirahat " pinta Nadira
" baik dok, " jawab Fahmi dan segera masuk dan di ikuti Sasha dan Ika
" Ana kamu nggak apa-apa kan" ucap Ika dan langsung memeluk Tasya
" Ana " ucap Sasha dan juga memeluk Tasya
" udah deh kalian ini jangan lebai " ucap Tasya
" apa sih kami tuh khawatir sama kamu " ucap Sasha
" terimakasih yah , tapi nggak usah pake nangis gitu juga kali " ucap Tasya
" ih dasar " ucap Ika
" bagaimana keadaan mu Ana " ucap Fahmi
" Ana baik-baik saja pak " jawab Ana " bapak nggak apa-apa kan" sambung Tasya
" enggak, aku nggak apa-apa, terimakasih Ana, seandainya kamu nggak nolongin saya mungkin entah apa yang akan terjadi pada saya " ucap Fahmi
" sudah lah pak yang penting sekarang semua baik-baik saja " ucap Ana
" Ana kami pulang dulu ya, besok kita kesini lagi" pamit Sasha dan Ika
" baiklah hati-hati, " jawab Tasya
mereka pun pulang meninggalkan Tasya dan Fahmi di ruangan itu, Fahmi duduk di kursi sebelah kasur Tasya, mereka hanya saling diam, dan akhirnya Tasya memulai pembicaraan
" pak Fahmi boleh Ana tanya sesuatu " tanya Tasya membuat Fahmi mengangkat wajahnya yang sebelumnya menunduk
"'ma.... mau tanya apa" jawab Fahmi terbata-bata
" apa bapak punya musuh, atau bapak pernah menyakiti seseorang " tanya Tasya
" sepertinya tidak, emang kenapa " ucap Fahmi balik tanya
" oh ya syukurlah, kalau begitu " ucap Tasya
" sepertinya kejadian tadi itu di sengaja, dan mereka ingin melukai pak Fahmi " guman Tasya dalam hati
kring..... kring...
tiba-tiba telfon Fahmi berbunyi, Fahmi pun segera mengangkat nya
" Assalamu'alaikum " sapa Fahmi
" Wa'alaikumsalam, ustadz di mana " tanya Farhan dari seberang
" saya lagi ada urusan " jawab Fahmi
" pulang lah ustadz, anak-anak sudah menunggumu " ucap Farhan
" baiklah " jawab Fahmi
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam" ucap Fahmi dan menutup telfon nya
" bapak pulanglah " ucap Tasya
" tapi bagaimana dengan kamu" tanya Fahmi
" aku bisa sendiri " ucap Tasya
" baiklah, nanti saya akan kesini lagi " jawab Fahmi dan pergi meninggalkan Tasya sendiri
ORG YG HEBAT BELADIRINYA AKN MMPUNYAI INSTING YG KUAT JIKA ADA BAHAYA MNGANCAM, MSKI ITU SERANGN MNDADAK DARI BLAKANG, TPI TASYA SRING KCOLONGN. DARI VITO, JONES, DN TRAKHIR EVAN & RIDWAN.
AIRIN MMG HRS DILATIH KERAS AGAR JDI WANITA KUAT & TANGGUH, TPI LIAT JUDUL NOVEL CINTA UNTUK AIRIN, DITIAP BABNYA KYKNYA AIRIN MSH BLM TANGGUH, MSH KCOLONGN..