NovelToon NovelToon
Kecubung Biru

Kecubung Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: C4703R

Kecubung Biru hanya bisa menatap getir. Akan Bumi Menoreh yang membara.
Diantara pertikaian ayah dan pamannya, Pulung Jiwo dan Ronggo Pekik.
Juga mesti membantu perjuangan Diponegoro dalam melawan Kumpeni.
Perang ini mesti mengabaikan segala kepentingannya, asmara yang membara dan kesehariannya yang sunyi, untuk dilewatkan bersama kepingan dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon C4703R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mundur

“Ayo ikut aku.”

“Tidak.”

Aku menepisnya. Kali ini aku tak sungkan. Memang tak mau, dan langsung menjawab demikian. Tak seperti yang lalu-lalu dengan perasaan rikuh pekewuh, akibat dia usianya lebih dewasa dari kita. Tapi kali ini sudah kami rasakan kekeliruan serta kejahatannya. Yang demikian membuat sakit hati bagi paman Pulung Jiwo yang dahulu rekannya, bahkan teman masa kecil. Hingga sepanjang kehidupan mereka.

Pada saat itu. Pulung Jiwo yang masih marah melemparkan tombaknya dari belakang. Mengenai. Namun hanya gagangnya. Ujung tombak itu sedikit menyerong. Dan tak mengenainya.

Hal itu membuat Ronggo kesakitan. Meskipun bukan bagian tajam, tapi dorongan kuat rekannya dalam melempar itu tak bisa ditahan.

Makanya dia mundur. Hendak pergi. Mungkin lebih baik kali ini tak melakukan perlawanan pada orang yang tengah di atas rasa marahnya. Lain kali bakalan di rebut anak cantik itu. Dia melompat jauh, mundur dan menghilang pada suatu kelokan jalan. Lenyap dari tatapan kami semua.

Kecubung Biru mendekati ayahnya yang masih menatap kepergian musuhnya. Mau mengejar namun dirasa sia-sia. Langkah Ronggo pekik demikian kuat. Dan jarak yang semakin jauh dirasa sia-sia kalau memaksakan diri untuk menjangkaunya.

Bapak....

Kembali mereka berpelukan. Merasa sudah aman. Meskipun untuk sejenak saja.

Berikutnya, mereka melihat diri, lalu pada yang lainnya.

Dan membersihkan kotor di tubuh. Juga saling berusaha mengobati luka-luka. Luka yang nampak mungkin akan segera sembuh. Namun luka di batin itu yang sulit disembuhkan Bahkan mungkin tak bisa. Bakalan selalu mengiring hingga ke liang lahat.

“Ayo kita pergi. Kita mesti menuntut balas.”

Aku hanya diam mengikutinya. Kami berjalan pelan.

Kecubung Biru sudah ditemukan. Namun itu rupanya belum usai. Masih banyak pekerjaan yang mesti dituntaskan.

Urusan ini kini bertambah pelik. Banyak musuh justru diantara kawan sendiri, Kumpeni, pasukan keraton, juga Ronggo Pekik. Dia pasti tak sendirian. Banyak temannya yang berada pada pengaruhnya.

Pulung Jiwo dirawat anaknya. Anaknya merawat bapaknya. Keduanya saling mengingatkan dan menjaga. Mencari makan, memberi obat dari dedaunan hutan. Juga mencari peristirahatan yang teduh. Agar bisa memulihkan tenaga dan kesehatannya membaik.

Aku hanya bisa membantu yang aku tahu dan bisa. Selebihnya merasa rendah diri, apalah aku yang hanya seorang remaja dengan keinginan saja yang besar tapi usaha tentu belum bisa maksimal. Bahkan aku sendiri tak sepenuhnya sehat. Perjalanan panjang sebelumnya dan perkelahian lalu juga membuatku tak enak badan. Tapi sebisa mungkin ku tahan. Mungkin sakit ini tak sebanding dengan apa yang kedua orang itu alami. Mereka yang lebih membutuhkan pengobatan. Baik di badannya maupun dalam batin. Yang sulit disembuhkan.

“Ayo kita pergi.”

“Iya.”

Kami memapah paman Pulung Jiwo. Aku disebelah kanan dan Kecubung Biru sebaliknya. Kami berdua menopangnya.

Sembari jalan tertatih dan menahan luka. Setidaknya kita bisa meninggalkan tempat itu. Untuk menuju lokasi yang lebih layak.

Aku sebenarnya lebih suka di tempat ini.

Asri, tenang, dan jauh dari hiruk pikuknya dunia ramai yang selalu memperebutkan segala yang berisi kemewahan diri.

Disini bumi menyediakan makanan kalau kita berusaha mengelola tanahnya ditanami dengan berbagai tanaman maka tinggal menunggu bakalan diberikan hasilnya sesuai jerih payah.

Atau sekedar menatap hijaunya pegunungan dan teduhnya tumbuhan lebat hutan di ujung pandangan ini.

Seakan tenang dan damai rasanya.

Namun karena keamanan dan keselamatan diri serta berhasilnya suatu perjuangan membuat kita mesti berpindah pindah. Untuk menuju ke suatu yang tak pasti. Bisa berhasil. Atau justru ikut terkubur bersama keinginan yang kandas.

“Sementara kita disini dulu saja paman.”

“Baiklah. Kelihatannya rumah ini kosong.”

Memang masa perjuangan ini banyak rumah yang ditinggalkan warganya. Separuh penduduk membela perjuangan Diponegoro. Sisanya membela keraton.

Semua sibuk. Paling yang ada para wanita. Itupun kalau tengah ada kepentingan menjaga anak.

Jika tidak ada tanggungan. Mereka juga memilih ikut berjuang. Baik itu cuma menyediakan makanan atau mengobati yang luka.

Bahkan para srikandi yang bisa bertarung ikut maju ke medan juang, mengangkat senjata dan bertarung menunjukkan segenap kemampuan dan baktinya.

1
Andrias CPC
trims 🙏
Dhina ♑
Pangeran Diponegoro,,
sejauh mana mengerti detilnya Thor 🤗🤗🙏🙏 ada yang ingin saya ketahui
Andrias CPC: wah nggak begitu paham aku. 😁
itu hanya gambaran seting kisah untuk membawa tokoh utama pada situasi zaman itu.
total 1 replies
Dhina ♑
ulang, Kecubung Biru
Mase Solo
disini ada kata/sebutan "AKU" mksdnya gimna ya,,apa ini crta dlm cerita/kisah pribadi/cerita sejarah,,,maaf
Author SUPERSTAR: Hi, baca Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk
total 3 replies
Sis Fauzi
semangat pulung jiwo
Sis Fauzi
mantap Thor ❤️ lanjuut
Sis Fauzi
love love love author ❤️
Sis Fauzi
suka banget kisahnya p dipenegoro ❤️
Sis Fauzi
Selasa pagi hadir Thor ❤️ salam persahabatan dariku 🙏 saling dukung y 💪 feedback DIBALIK EMOTICON CINTA dan RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA 👍
Andrias CPC: thanks 👍
total 1 replies
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk ke novelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatangan kalian

Terima kasih
Andrias CPC: iya😁😁
total 1 replies
anggita
lembayung.sutra.,~ habis?
Andrias CPC: habis kalau ini.
total 1 replies
anggita
kecubung biru💪👍
Andrias CPC: 😁😁
yuk yang lain 😁
total 1 replies
anggita
tmbah like 👍dari novel silat 13 Pembunuh.,🗡💀
anggita
sya mpir, baca, trus like ae lah👍
anggita
tmbah like lgi 👍
anggita
Respct buat Author~crita berlatar sjarah melawan pnjajhan di bumi nusantara sdh jrang ada yg nulis.,💪 smangat trus.
Andrias CPC: trims 🙏
aku mampir balik 😁😁
total 1 replies
💫lie azika
perjuangan yg melelahkan namun harus di lawan
Andrias CPC: iya
yuk lanjut sampai akhir 😁😁
total 1 replies
💫lie azika
para pejuang hebat , bagus kak cerita nya.
Andrias CPC: trims ya 🙏
total 1 replies
Dhina ♑
Aceh ya thor??
Dhina ♑: oh,, lupa ku...rasa tak asing, tapi bingung 😂😂
total 2 replies
My Calangheyo
boomlike n rate bg drias 😍
Andrias CPC: thanks 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!